cover
Contact Name
Irman Firmansyah
Contact Email
jsppm@unsil.ac.id
Phone
+6281223271111
Journal Mail Official
jsppm@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No. 24 Kotak Pos 164 Kode Pos 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Siliwangi
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 24776629     EISSN : 26154773     DOI : -
Jurnal Pengabdian Siliwangi diterbitkan secara berkala dua kali setahun oleh Lembaga penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Siliwangi, memuat artikel hasil pengabdian pada masyarakat yang belum pernah dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
PELATIHAN DAN PENYULUHAN URBAN FARMING DAN PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DALAM MENGHADAPI COVID 19 DI KELURAHAN PARAKANNYASAG KECAMATAN INDIHIANG KOTA TASIKMALAYA Herianto Herianto; Iman Handiman; Agus Widodo; Permana Hendra Wangsa
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v7i1.2495

Abstract

Iptek bagi Bina Masyarakat Ketahanan pangan dilaksanakan bertujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mitra untuk penerapan urban farming agar dapat memanfaatkan potensi lahan pekarangan sebagai salah satu sumber penghasil pangan. Tujuannya adalah mewujudkan ketahanan pangan pada masa Covid 19.  Kegiatan dilakuan dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan konsep urban farming dan pelatihan hidroponik.  Sebagian telah memanfaatkan sebagian lahan pekarangannya untuk budidaya tanaman sayuran, buah-buahan sebagai salah satu sumber pangan. Lahan pekarangan yang tersdia umumnya berukuran 2 x 3 m, sehingga desain hidroponik juga harus disesuaikan. Desaian hidroponik berbentuk vertikal dengan lebar 1 m yang terdiri dari 4 baris. Secara umum terlaksana secara baik, respon mitra sangat positif dan berinisiatif membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) baru di lingkungan perumahan. Konsep urban fariming ini menjadi inisiasi penerapan urban farming di Kota Tasikmalaya.
PENINGKATAN KESEHATAN MELALUI PROGRAM INFORMAL SPORT MASA PANDEMI COVID 19 MENUJU NEW NORMAL PADA MASYARAKAT DSN. KALAPANUNGGAL DAN DSN. ANCOL KEC. SINDANG KASIH KAB. CIAMIS Nuriska Subekti; Agus Mulyadi; Defri Mulyana; Ari Priana
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v7i1.2503

Abstract

                                              AbstrakDusun Kalapanunggal dan Dusun Ancol merupakan target yang akan dijadikan mitra dalam PbM-SK. Masalah terjadi pada masa pandemic COVID 19, hingga saat ini masyarakat masih dituntut untuk terus berada di rumah saja karena tingkat persebaran virus Corona baru belum juga menyusut. Dengan permasalahan untuk terus berada di rumah saja, masayrakat tidak mempunyai kesadaran berolahraga memunculkan permasalahan kesehatan karena imunitas tubuh menurun. Problematika yang terjadi pada masyarakat perlu untuk menyelesaikan permasalahan dengan memberikan promosi kesehatan secara langsung serta langkah preventif dengan cara praktis dan nyata, yaitu dengan pemberian program Informal Sport. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa masayarakat  rutin melakukan program informal sport menjadi masyrakat sehat dan aktif karena dapat menguatkan fisik, menghilangkan kekakuan sendi dan otot, serta mengontrol kesehatan saraf dan kelenjar tubuh. Disiplin gerak ini banyak membantu keseimbangan energi dan kenyamanan tubuh untuk kehidupan sehari-hari, bahkan penting untuk peremajaan sel-sel tubuh. Selain hal tersebut yang paling utama program informal sport untuk masyarakat dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh sehingga dapat terhindar dari resiko penyakit hipokinetik dan juga dalam kehidupan bersosial dengan masyarakat dapat membantu mengontrol tingkat emosi. Kata Kunci :  Peningkatan Keseshatan,  Informal Sport, Covid 19, New Normal                                            abstractDusun Kalapanunggal and Dusun Ancol are targets to be partners in PbM-SK. The problem occurred during the COVID 19 pandemic, until now people are still required to stay at home because the level of spread of the new Corona virus has not decreased. With the problem of staying at home alone, the community does not have the awareness of exercising, causing health problems because of decreased immunity. Problems that occur in society need to solve problems by providing direct health promotion and preventive steps in a practical and real way, namely by providing the Informal Sport program. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the community routinely carries out informal sports programs to be healthy and active because it can strengthen the body, eliminate joint and muscle stiffness, and control the health of nerves and body glands. This discipline of movement helps a lot in the balance of energy and body comfort for daily life, even important for the rejuvenation of body cells. In addition to this, the most important thing is that the informal sports program for the community can increase immunity or immunity so that it can avoid the risk of hypokinetic disease and also in social life with the community can help control emotional levels. Keyword : Health Improvement, Informal Sport, Covid 19, New Normal 
PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI PEMBUATAN PAKAN ALTERNATIF UNTUK PETERNAKAN SEBAGAI PENUNJANG KETAHANAN PANGAN Husni Mubarok; Rianto Rianto; Aradea Aradea; Nur Widiyasono
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v7i1.2452

Abstract

Berdasarkan UU No. 18/2012 tentang Pangan, terdapat tiga unsur yang harus terpenuhi agar kondisi ketahanan pangan tercapai. Ketiga unsur tersebut adalah ketersediaan (availability), keterjangkauan (accessibility) dan stabilisasi (stability). Unsur-unsur tersebut harus terpenuhi agar tidak menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi. Ketahanan pangan sebagai sistem, memiliki arti dan perspektif yang lebih luas, keterlibatan berbagai bidang untuk membentuk sistem ketahanan yang tangguh sangat diperlukan. Pada era disrupsi dan revolusi industri 4.0 saat ini, peranan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat fundamental. TIK dapat memberikan jaminan kualitas informasi dalam tiga unsur ketahanan pangan, mulai dari hulu sampai ke hilir, apalagi saat ini pergerakan fisik sangat dibatasi akibat adanya pandemik Covid-19. Sebagai langkah awal untuk membentuk sistem ketahanan pangan, fokus utama pengabdian saat ini adalah untuk memenuhi unsur ketersediaan dan keterjangkauan, karena permasalahan mitra yang terlibat berada dalam kategori tersebut. selain itu, akan diberikan gambaran proses bisnis yang harus dilakukan oleh mitra agar hibah pengabdian ini menjadi hibah produktif dan berkelanjutan, serta memberikan gambaran perencanaan teknologi informasi, sebagai langkah awal untuk mendukung kegiatan mitra pengabdian. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra saat ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh pandemik virus Covid-19 yang berdampak pada tingkat perekonomian akibat adanya batasan sosial kemasyarakatan. Dampak ekonomi yang terjadi yaitu pada usaha bidang peternakan, baik peternak ikan, ayam dan peternak lainnya. Salah satunya adalah permasalahan terkait meningkatnya harga pakan ternak. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap unsur ketersediaan dan accessibility, sehingga perlu solusi alternatif untuk menekan biaya pakan.Oleh karena itu, Budidaya maggot dan tanaman azola merupakan salah satu solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, sebagai alternatif pakan ternak dan ikan yang memiliki protein tinggi. Pada program pengabdian ini telah diselenggarakan diskusi terkait pakan alternatif untuk perikanan di Pokdakan Minawargi dan Kelompok Pemuda Mangunreja. Selain diskusi terkait pakan alternatif, juga dibahas mengenai proses bisnis yang dianjurkan untuk berjalan di Pokdakan Minawargi dan Kelompok Pemuda Mangunreja. Tujuan pembahasan proses bisnis ini adalah agar hasil hibah dapat berjalan secara kontinyu, sehingga dapat membantu kelompok masyarakat lainnya, selain dari anggota Pokdakan Minawargi dan Kelompok Pemuda Mangunreja. Proses bisnis tersebut secara rinci adalah 60% persen untuk kebutuhan biaya manajemen, 25 % untuk biaya sosial (social fee), 15% untuk tambahan investasi, sehingga dengan proses bisnis tersebut diharapkan stimulus awal dapat terus tumbuh dan terus memberikan manfaat pada masyarakat sekitar, sehingga ketahanan pangan dapat terjaga dengan baik..
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA MANDIRI PANGAN (MAPAN) Redi Hermanto; Satya Santika; Ike Natalliasari; Eva Mulyani
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v7i1.2485

Abstract

The implementation of the Food Security Scheme Community Service program (PbM-KP) aims to: (1) motivate and educate the public about the importance of doing something useful in order to meet their food intake needs independently, (2) optimizing the yards around the house as a source fulfilling family food needs, (3) increasing the potential of the community through counseling and assistance activities in cultivating sources of food intake, which includes carbohydrate, protein and forage (KPH) intake, (4) realizing MaPan Families ( Independent Food). Based on these objectives, the targets and outputs of this activity are as follows: (1) direct provision of materials and tools in the form of plant seeds and planting media, and direct provision of materials and tools in the form of catfish seeds to be managed independently; (2) produce scientific publications published in ISSN National Journals, such as the Siliwangi Service Journal, and (3) publish the implementation of activities through mass media. The method to be used in this activity emphasizes the delivery of information / education to the community through outreach activities that are patterned and structured, mentoring and continuous evaluation. The conclusions of these activities are (1) Increasing people's knowledge about the importance of doing something useful in order to meet food intake needs independently; (2) This service activity provides education to residents on how to use the house yard to cultivate sorghum, vegetables and catfish in buckets, in order to meet their needs for carbohydrate, protein and forage intake; and (3) The members of the community are very enthusiastic about participating in every stage of this service activity.
(PbM-KP) Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Pemasaran Produk Kripik Pisang Hasil Olahan Ibu Rumah Tangga di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Iis Surgawati; Dwi Hastuti LK; Andi Rustandi; Nanang Rusliana
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v7i1.2747

Abstract

ABSTRAK Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana meningkatakan pemasaran produk hasil olahan bagi ibu rumah tangga di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya, sehingga diharapkan ke depan masyarakat khususnya ibu rumah tangga yang terdapat di Desa Mekarjaya mampu meningkatkan hasil produk olahannya dengan cara inovasi teknologi tepat guna sehingga memberikan efisiensi pada proses produksi dan menjadi pelopor ketahanan pangan pada masamasa mendatang di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Metode pendekatan yang dilaksanakan adalah melakukan identifikasi permasalahan, dan melakukan. Hasil dari kegiatan PPM ini adalah i) meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana meningkatakan pemasaran produk hasil olahan bagi ibu rumah tangga di Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya; ii) artikel ilmiah yang masuk ke jurnal pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan Peran Aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Optimalisasi Lahan Pekarangan Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Pada Era New Normal di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi Deni Setiawan; Selly Purnama; Yuni Ertinawati; Shinta Rosiana
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v7i1.2745

Abstract

Potensi sumber daya pertanian merupakan salah satu potensi besar yang dimiliki oleh Kabupaten Tasikmalaya khususnya Kecamatan Sariwangi. Kecamatan Sariwangi memiliki hasil yang cukup baik dari sektor pertanian. Hasil dari sektor pertaniannya yaitu beras dan sayuran. Hal ini didukung dengan ketersedian lahan sawah dan pekarangan yang cukup luas. Namun pada pemanfaat lebih banyak yang memilih menggarap lahan sawah dan kebun, sehingga oenggarapan lahan pekarangan kuran optimal. Pengelolaan lahan pekarangan dengan memanfaat peran perempuan bisa menjadi solusi dalam pengoptimalan lahan pekarangan guna meningkatkan hasil pangan.Tujuan pelaksanaan kegiatan “Peningkatan Peran Aktif Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Optimalisasi Lahan Pekarangan Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Pada Era New Normal di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi” adalah : 1) Mengidentifikasi potensi lahan pekarang yang bisa dioptimalkan guna meningkatkan ketahanan pangan di situasi Era New Normal, 2) Meningkatkan peran aktif perempuan khususnya anggota kelompok wanita tani dalam optimalisasi lahan pekarangan jauh kedepannya hasilnya bisa menjadi lahan usaha dan menambah pendapatan rumah tangga.Pelaksanaan Pengabdian bagi Masyarakat Skema Ketahanan Pangan ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Lestari Kampung Cikeupeul, Desa Jayaratu Kecamatan Sariwangi. Metode pelaksanaan kegiatan PbM-KP ini adalah : 1) Melakukan wawancara kepada Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Lestari, 2) Memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang optimalisasi lahan pekarangan, 3) Pelaksanaan kegiatan optimalisasi lahan pekarangan, 4) Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan optimalisasi lahan pekarangan. Kata Kunci : Era New Normal, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Ketahanan Pangan

Page 1 of 1 | Total Record : 6