cover
Contact Name
A. Andini Radisya Pratiwi
Contact Email
simteks@usbypkp.ac.id
Phone
+6281342399207
Journal Mail Official
simteks@usbypkp.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Gedung C, Lantai 3, Universitas Sangga Buana, Jl. PHH Mustopa No.68, Cikutra, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS)
ISSN : 26558149     EISSN : 2807842X     DOI : https://doi.org/10.32897/simteks
Core Subject : Engineering,
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana - YPKP yang memuat hasil-hasil penelitian dan pemikiran para akademisi di bidang Teknik Sipil baik akademisi maupun praktisi, yang diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan September dan Maret. Bidang-bidang jurnal tersebut adalah Teknik Struktur, Manajemen Sumber Daya Air, Geoteknik, dan bidang-bidang lain yang akan berkembang di masa mendatang.
Articles 77 Documents
KETERLAMBATAN PEMBANGUNAN JALAN PADA JALAN AKSES PELABUHAN PATIMBAN DESA PATIMBAN KECAMATAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT(PANTURA) Haris Supriatna
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 2 (2023): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i2.2816

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi melibatkan penggunaan sumber daya yang terbatas dalam periode waktu tertentu untuk mencapai pembangunan bangunan atau infrastruktur. Namun, terdapat berbagai kendala yang menghambat percepatan proyek pembangunan jalan akses pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sehingga memperlambat pelaksanaan pekerjaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi pada pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner dan angket sebagai alat untuk mengumpulkan data dari responden. Uji hipotesis dan uji statistik dilakukan untuk menganalisis data yang terkumpul. Proses analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS untuk melakukan analisis statistik terhadap data yang dikumpulkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan proyek adalah faktor alam/lingkungan, faktor pengguna jasa (owner), faktor penyedia jasa (kontraktor), dan faktor penyedia jasa (konsultan pengawas). Uji statistik dan analisis verifikatif menunjukkan bahwa faktor alam/lingkungan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap keterlambatan pembangunan jalan dengan kontribusi sebesar 0,556. Faktor pengguna jasa (owner) memberikan kontribusi sebesar 0,298, faktor penyedia jasa (kontraktor) memberikan kontribusi sebesar 0,344, dan faktor penyedia jasa (konsultan pengawas ) memberikan kontribusi sebesar 0,295 terhadap keterlambatan proyek. Total kontribusi semua faktor atau sub-variabel terhadap keterlambatan pembangunan jalan akses pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, adalah sebesar 88,40%.
IDENTIFIKASI PRAKTIK KNOWLEDGE MANAGEMENT DI PERUSAHAAN JASA KONSULTANSI KONSTRUKSI Heri Permana; Tia Sugiri; Agus Rachmat; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 2 (2023): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i2.2823

Abstract

Manajemen pengetahuan sangat berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir sebagai cara yang spesifik dan terancam untuk menangkap, menyusun, dan menggunakan informasi pengetahuan yang terkandung di perusahaan secara efektif dan efisien, dan untuk berbagi pengetahuan. Salah satu faktor yang dapat menimbulkan inovasi adalah manajemen pengetahuan yang diterapkan. Maka dari itu pengetahuan di suatu harus diatur dicatat menggunakan konsep knowledge management. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan praktik knowledge management di perusahaan jasa konsultansi. Menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, analisisnya dengan software NVivo Plus 11. Peneliti melakukan penelitian di tiga perusahaan yaitu PT. Biro Arsitek dan Insinyur Sangkuriang, PT. Penta Rekayasa dan PT. Ciriajasa Cipta Mandiri dengan sembilan orang informan. Hasil analisis praktik knowledge management pada perusahaan jasa konsultansi konstruksi sudah menerapkan knowledge management dengan baik. Adapun kendala dalam praktik Knowledge management dalam proses mengelola organisasi pada perusahaan PT. Biro Arsitek dan Insinyur Sangkuriang, PT. Penta Rekayasa dan PT. Ciriajasa Cipta Mandiri PT. Biro Arsitek yaitu sub indikator: Technological infrastructure dan Organizational culture. Faktor yang dominan pada jenis praktik Knowledge management pada perusahaan jasa konsultansi yaitu sub indikator: Knowledge acquisition (Akuisisi pengetahuan).
KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA CONSTRUCTION PROJECT (STUDI KASUS: KONTRAKTOR PELAKSANA PT. PILAR TEGUH UTAMA PADA PEMBANGUNAN PABRIK SEPATU PT. ADONIA FOOTWARE INDONESIA – LEBAKSIU, TEGAL Ryan Hermawan; Abdul Chalid
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 2 (2023): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i2.2838

Abstract

Pengadaan dalam proyek bidang konstruksi menempati posisi teratas dengan mendapatkan porsi terbesar dari kumulatif nilai proyek. Lingkup pengadaan proyek ini akan sangat berpengaruh terhadap pembiayaan dan cash flow proyek. Ketidaksesuaian pengadaan dan kesalahan dalam pelaksanaan pengadaan dapat terjadi meningkatnya biaya pelaksanaan proyek jika tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan, terjadi penerimaan bahan baku berlebih yang akan mempengaruhi terhadap biaya penyimpanan, perawatan serta sangat rentan terhadap kerusakan bahan baku. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara dengan membuat variabel-variabel penelitian terlebih dahulu sebelum pernyataan kuesioner dibagikan. Variabel tersebut berdasarkan teori pada kajian pustaka. Hasil dari wawancara tersebut dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas pada setiap pernyataan kuesioner yang telah dijawab oleh responden, baru dibuat sebuah matrik mapping beserta analisa terkait proses Supply Chain Management yang terjadi PT. PTU. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PT. PTU perlu membuat Material Requirement Planning yang tepat dan benar, menunjuk tim pelaksana supply chain yang mampu berkoordinasi dengan semua pihak pada tingkatan supply chain, schedule pekerjaan proyek yang sesuai dan tepat waktu dan mitra strategis (subkontraktor dan supplier) didukung dengan penggunan sistem informasi yang baik dan mampu memberikan sejumlah informasi kepada PT. PTU terkait manajemen rantai pasok.
BESARNYA PENAWARAN BIAYA PADA TENDER PENGARUHNYA TERHADAP AKTUALISASI MUTU PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI JALAN RAYA Nevi Mulyana
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 2 (2023): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i2.2849

Abstract

Dengan adanya fenomena Peserta pada Tender Pekerjaan Konstruksi menyampaikan penawaran di bawah 80% dari nilai Owner Estimate (OE)/Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang berdampak pada aktualisasi mutu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya penawaran biaya (nilai penawaran < 80% nilai OE/HPS) pada Tender terhadap aktualisasi mutu pelaksanaan pekerjaan serta dampak yang ditimbulkan pada Paket Preservasi Jalan Nagreg - Rajapolah - Tasikmalaya – Ciamis Tahun Anggaran 2022. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengaruh besarnya penawaran biaya (nilai penawaran < 80% nilai OE/HPS) berpengaruh terhadap aktualisasi mutu pelaksanaan pekerjaan sebesar 35,80%, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,218 yang dipengaruhi oleh observasi/pengamatan dan sebesar 0,228 yang dipengaruhi oleh estimasi penawaran biaya, nilai tersebut bernilai positif sehingga pengaruh besarnya penawaran biaya (nilai penawaran < 80% nilai OE/HPS) ini maka mutu pelaksanaan pekerjaan mengalami penurunan. Adapun dampak besarnya penawaran biaya (nilai penawaran < 80% nilai OE/HPS) adalah banyaknya perbaikan pekerjaan pada saat masa pemeliharaan, Pekerjaan selesai tidak tepat waktu, dan Progres realisasi pekerjaan selalu terlambat (tidak sesuai dengan progres rencana).
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN USER TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR (STUDI KASUS PERAWATAN GEDUNG PERKANTORAN POLDA JABAR) Deni Kurnia
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 2 (2023): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i2.2853

Abstract

Berdasarkan penelitian, Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kinerja kontraktor dalam pemeliharaan dan perawatan bangunan Gedung, diperoleh nilai CSI sebesar 73,10, dengan  kriteria nilai tersebut berada pada rentang 66 – 80, sehingga dapat dikatakan bahwa Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Konstruksi terhadap Kinerja Kontraktor pada Pemeliharaan Bangunan Gedung Perkantoran berada pada kategori PUAS. Dengan 26 pertanyaan  dengan nilai GAP positif, sebanyak 6 pertanyaan dengan nilai GAP nol (0) dan 10 pertanyaan dengan nilai GAP bernilai negatif (-). Hal ini menunjukan bahwa indikator kepuasan mengenai kinerja kontraktor yang diukur telah sesuai bahkan sebagian besar melebihi harapan dari para pengguna jasa, yakni terlihat dengan banyaknya item pertanyaan yang memiliki nilai GAP positif(+). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai sig 0,002 (<0,05) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara skor harapan (kepentingan) dengan skor persepsi (kepuasan/kinerja aktual), dan jika mengacu pada hasil perhitungan GAP dimana lebih banyak nilai GAP yang bernilai positif (+) maka menandakan bahwa skor persepsi (kepuasan/kinerja aktual) lebih besar dibanding skor harapan (kepentingan). Hal ini menunjukan bahwa pengguna jasa telah puas akan kinerja kontraktor pada pelayanan, pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung perkantoran. Dalam peta IPA banyak tersebar di kuadran II dan III, hal ini menunjukan bahwa banyak indikator yang perlu dipertahankan prestasinya dan banyak indikator yang masih menjadi prioritas rendah, sedangkan di kuadran I beberapa indikator harus menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kinerja demi kepuasan pelanggan. 
PERKEMBANGAN METODE EVALUASI KINERJA KONTRAKTOR DALAM ASPEK MUTU STUDI KASUS: BANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN POLDA JABAR Saputra, Endang
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol 4 No 1 (2024): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v4i1.2885

Abstract

Pada penelitiaan menghasilkan penilaian terhadap kinerja kontraktor dari berbagai dimensi pengembangan metode evaluasi. Berdasarkan pada 6 dimensi pengembangan metode evaluasi berbasis TQM yang terdiri dari Kebijakan dan Strategi, Komitmen, Manajemen Proses, Manajemen SDM, Manajemen Sumber Daya dan Quality Awareness diperoleh nilai tingkat kinerja sebesar 75,83 menunjukan bahwa kinerja kontraktor berada pada kategori “Kinerja Baik”. Indikator yang memperoleh skor rata-rata kinerja tertinggi berdasarkan pendapat dari 50 responden diantaranya adalah tepat waktu dalam pembayaran termin,  pelaksanaan standar pemerintah dalam pekerjaan,  membuat perencanaan untuk setiap pekerjaan,  perhitungan resiko dan problem solving, serta  penggunaan peralatan dan teknologi modern. Berdasarkan matrik IPA terdapat beberapa indikator yang terletak pada kuadran I yang merupakan prioritas utama yang dinilai kinerjanya masih rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan, yakni spesifikasi pengguna jasa yang berkaitan dengan fungsi keberadaan gedung yang digunakan harus sesuai dengan rencana dan kebutuhan pengguna jasa,   perencanaan waktu proyek yang efektif dan efisien yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi dan monitoring pemeliharaan serta perawatan yang secara berkala harus dilakukan secara konsisten,  disiplin serta tanggung jawab yang berkaitan dengan pembentukan tim dan penunjukan koordinator pada setiap pekerjaan pemeliharaan gedung secara terarah.
ANALISIS KUAT LENTUR BALOK BETON GGBFS BERTULANG BAMBU Maulana, Endra; Chalid, Abdul
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol 4 No 2 (2024): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v4i2.3528

Abstract

Steel is a non-renewable resource, and its increasing scarcity raises construction costs. Bamboo, a natural and renewable material, presents an alternative. Research on bamboo-reinforced concrete shows that bamboo’s potential strength is yet to be fully realized. To improve bamboo-reinforced concrete performance, treatments are needed to enhance adhesion between bamboo and concrete and to strengthen the composite material. The addition of Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) aims to increase the strength of bamboo-reinforced concrete. This research explores the flexural strength differences between bamboo-reinforced GGBFS concrete beams and steel-reinforced GGBFS concrete beams, identifying the optimal GGBFS mixture composition for bamboo-reinforced beams. Using an experimental method, bending tests are conducted following SNI 4431:2011 standards. The variable tested is the compressive strength with GGBFS and bamboo reinforcement added. Both types of concrete undergo flexural strength testing. Results indicate that steel-reinforced beams are generally stronger, but bamboo-reinforced beams with a 30% GGBFS mixture achieve a strength of 2.64 MPa, nearly matching steel-reinforced beams at 2.66 MPa (99.73% of the steel strength). This finding suggests that a 30% GGBFS mixture can make bamboo-reinforced beams a viable alternative to steel in concrete construction.
PENDUGAAN TINGKAT EROSI LAHAN DENGAN METODE SWAT (SOIL WATER ASSESSMENT TOOL) STUDI KASUS DAERAH ALIRAN SUNGAI CITANDUY Rosdiana, Rama; Suharsono, Teguh Nurhadi
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol 4 No 1 (2024): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v4i1.2905

Abstract

Saat ini, Daerah Aliran Sungai di sebagian besar wilayah di Indonesia memikul beban yang cukup besar, hal ini dikaitkan dengan tingginya tingkat kepadatan penduduk yang disertai dengan eksploitasi sumber daya alam secara terus menerus. Permasalahan yang terjadi pada daerah aliran sungai Citanduy antara lain adalah permasalahan lingkungan dimana permasalahan ini tidak terlepas dari pada kondisi tanah yang secara berangsur-angsur memburuk yang ditandai dengan semakin berkurangnya ekosistem hutan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luasan lahan kritis, sebaran erosi, dan tingkat kekritisan pada Daerah Aliran Sungai Citanduy dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis. Metode penelitian terdiri dari identifikasi masalah, studi pustaka, pengumpulan data yakni data curah hujan, peta DEM, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan dan data debit observasi, pengolahan data, penentuan nilai pada parameter-parameter sensitif, running SWAT model, kalibrasi dan validasi model dan pemetaan besaran erosi lahan. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan perangkat sistem informasi geografis dengan metode SWAT (Soil and Water Assesment Tool), didapatkan sebanyak 50,01 % lahan dengan luas areal sebesar 1820,484 Km2 memiliki tingkat erosi lahan yang tinggi dan sebanyak 48,71% lahan dengan luas sebesar 1773,14 Km2 memiliki tingkat erosi lahan dalam kategori sedang sedangkan sisanya yakni sebanyak 1,28% lahan dengan luas areal sebesar 46,61 Km2 memiliki tingkat erosi lahan dalam kategori rendah. Untuk Daerah Aliran Sungai Citanduynya sendiri rata-rata erosi lahannya adalah sebesar 160,566 Ton/Ha/Tahun.  
PENGARUH KEBIJAKAN PROJECT MANAGER TERHADAP MOTIVASI TENAGA KERJA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI Pratama, Nur Muhammad Firdaus; Chalid, Abdul
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol 4 No 1 (2024): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v4i1.3035

Abstract

Sistem pelaksanaan proyek konstruksi akan terwujud dan sesuai tergantung dari kebijakan proyek manajemen dengan apakah tenaga kerja memiliki semangat kerja atau tidaknya. Kebijakan manajemen proyek ini dirancang untuk memberikan kerangka kerja yang kokoh dan terstruktur untuk memastikan keberhasilan implementasi proyek, dengan fokus pada pencapaian tujuan proyek, keberlanjutan, dan kepuasan pelanggan. Kebijakan ini menggabungkan pendekatan manajemen yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan dasar operasional yang baik dan memastikan bahwa semua aspek manajemen proyek dikelola dengan baik, mengarah pada keberhasilan proyek secara keseluruhan. Proyek yang dilaksanakan oleh manajer proyek bekerja dalam pelaksanaan kegiatan dan mengetahui hubungan antara kebijakan manajer proyek dengan motivasi bekerja di tim konstruksi PT. SMCC Utama Indonesia proyek MRT CP203. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis korelasi kuantitatif, dengan analisis data menggunakan analisis parametrik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik 70 item untuk kedua variabel tersebut. Populasi penelitian adalah tenaga kerja lapangan, dengan sampel menggunakan proporsional stratified random sampling. Dari hasil total pengolahan data, terdapat 96% kebijakan manajer proyek yang diklasifikasikan sebagai cukup baik, sementara motivasi bekerja tenaga kerja konstruksi juga sebesar 96% yang juga diklasifikasikan sebagai cukup baik. Hasil perhitungan regresi menunjukkan bahwa kebijakan project manager berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja tenaga konstruksi pada kebijakan project manager proyek MRT, yang tergambarkan dalam analisis regresi Y = 15,125 + 0,350X. Ini berarti jika kebijakan project manager (X) naik 1 satuan, maka motivasi kerja tenaga kerja konstruksi (Y) akan naik pula sebesar 0,350.
PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP EROSI PADA DAS CIKIJING Mulyadi, Kodrat Roh; Kusdian, Didin
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol 4 No 1 (2024): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v4i1.3296

Abstract

Semakin berubahnya tata guna lahan yang terjadi di wilayah hulu sungai citarik yang menyebabkan lahan kritis semakin bertambah sehingga menimbulkan erosi yang berakibat pada saat hujan terjadi membawa lumpur dan sampah disertai endapan material  yang dapat menyebabkan terjadinya bencana alam seperti longsor dan banjir diwilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan untuk menghitung laju erosi yang terjadi dengan menggunakan rumus USLE (Universal Soil Loss Equation) yang dikembangkan oleh Wischmeier dan Smith (1978). Dari hasil analisa penelitian dilapangan didapat bahwa dari total luas area yang dikaji (968 ha) semua wilayah masuk kedalam Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Kelas I yaitu sangat ringan. Total nilai laju Erosi actual yang terjadi pada interval waktu tahun 2014, 2018 dan 2023 terjadi secara fluktuktif. Dimana pada tahun 2014 mempunyai nilai laju erosi actual sebesar 743,90 ton/hektar dan meningkat pada tahun 2018 menjadi 759,72 ton/hektar, kemudian turun kembali pada tahun 2023 menjadi 693,40 ton /hektar. Wilayah disekitaran daerah aliran sungai cikijing mengalami pergeseran perubahan pemanfaatan tataguna lahan yang berdampak terhadap laju erosi yang terjadi. Pengendalian areal pembangunan perumahan diperlukan untuk mengurangi resiko semakin besarnya laju erosi yang terjadi.