cover
Contact Name
Fernadiksa Rasta Putra Pratama
Contact Email
jtpdmunublitar@gmail.com
Phone
+6281555326717
Journal Mail Official
jtpdmunublitar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid No. 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
ISSN : 28078527     EISSN : 28083962     DOI : 10.28926
JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): distributes articles related to meta-analysis (including systematic reviews) and research and suggestions for the teaching and learning process in Elementery school, junior high school, and senior high school. In addition, JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): presents articles that link the latest research in the fields of teacher education, child development, learning psychology, inclusion, special education, teaching strategies and innovations, and educational assessment, all of which are related to the basics of education.
Articles 390 Documents
Penguatan Kesadaran Ekologis Siswa melalui Pembelajaran Reflektif Berbasis Lingkungan Siti Nurajijah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan kesadaran ekologis siswa melalui pembelajaran reflektif berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan observasi lingkungan, diskusi reflektif, dan praktik pengelolaan sampah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran ekologis siswa berkembang secara bertahap melalui proses mengetahui (knowing), keterlibatan aktif (engaging), kepedulian emosional (feeling), tindakan nyata (acting), hingga terbentuknya kesadaran ekologis (ecological awareness). Pembelajaran reflektif berbasis lingkungan tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, internalisasi nilai-nilai lingkungan, serta perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan bank sampah dan refleksi pengalaman menjadi faktor penting dalam membangun hubungan antara pengetahuan, pengalaman, dan tindakan siswa. Temuan penelitian menghasilkan model konseptual Knowing–Engaging–Feeling–Acting–Ecological Awareness yang menjelaskan tahapan terbentuknya kesadaran ekologis siswa. Model ini menunjukkan bahwa kesadaran ekologis tumbuh melalui pengalaman belajar yang bermakna dan berkelanjutan.
Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Di Pondok Pesantren An-nur 2 Di Kelas 3 SMP Pada Era Modern Mukhamad Ainur Rofiq
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam pendidikan anak yang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren An-nur 2, khususnya pada siswa kelas 3 SMP di era modern. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak yang cenderung menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab tersebut kepada lembaga pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi orang tua santri, santri kelas 3 SMP, serta pengasuh pesantren. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran orang tua dalam pendidikan anak masih belum optimal. Keterlibatan orang tua cenderung terbatas pada pemenuhan kebutuhan materi, sementara perhatian terhadap aspek emosional dan komunikasi masih rendah. Selain itu, kesibukan orang tua serta pengaruh teknologi menjadi faktor utama yang menghambat keterlibatan aktif dalam pendidikan anak. Meskipun pondok pesantren berperan penting dalam pembinaan karakter, peran tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran orang tua dalam memberikan perhatian, bimbingan, dan kasih sayang. Dengan demikian, diperlakukan peningkatan kesadaran orang tua untuk lebih aktif terlibat dalam proses pendidikan anak, sehingga tercipta keseimbangan antara peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter anak.
Strategi Pembentukan Karakter Melalui Metode Pembiasaan Karakter Religius Di Mi An-Nur 2 Bululawang Malang Akmal Putra Syarifudin; Iqsan Aditya Pratama; Azhar Bagar Amrulloh
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1951

Abstract

Pendidikan di tingkat dasar memegang peranan krusial dalam menginternalisasi karakter anak sejak usia dini. Pembentukan karakter yang efektif tidak sekedar mengandalkan penyampaian teori di kelas, melainkan harus di integrasikan melalui aktivitas keseharian yang konsisten. Menyadari hal tersebut, MI An-Nur mengadopsi metode pembiasaan sebagai instrumen utama untuk menanamkan nilai religius, disiplin, kemandirian, dan kepedulian sosial pada siswa. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji dan mendeskripsikan implementasi strategi pembentukan karakter siswa melalui penerapan metode pembiasaan di MI An-Nur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data bersumber dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses analisis data mencakup tahapan reduksi data, display data, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter melalui pembiasaan dapat dilakukan melalui empat pendekatan utama yaitu: strategi edukasi nilai, strategi modeling (keteladanan), strategi pengkondisian lingkungan, dan strategi penguatan positif. Strategi edukasi berfokus pada peningkatan pemahaman siswa tentang urgensi ibadah, sementara strategi modeling menekankan peran guru sebagai uswah hasanah. Strategi pengkondisian berfungsi untuk membangun atmosfer madrasah yang religius, sedangkan strategi penguatan positif bertujuan menanamkan konsistensi melalui apresiasi. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara pendidik dan budaya sekolah adalah faktor kunci keberhasilan pembentukan karakter yang berkelanjutan. Penerapan metode pembiasaan dinilai sukses membentuk kepribadian siswa secara bertahap dan berkesinambungan. Faktor penentu keberhasilan ini terletak pada konsistensi program serta daya dukung yang harmonis dari lingkungan sekolah dan keluarga
Dampak Gadget Terhadap Perilaku dan Pembentukan Karakter Siswa SD Anita Khairun Nisa'; Kuni Badrotin Najwa; Ria Nur Alisa
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1952

Abstract

Penggunaan gadget di kalangan siswa sekolah dasar semakin meningkat, khususnya di era digital pasca pandemi covid 19. Fenomena ini membawa dampak positif dan negatif terhadap perilaku dan pembentukkan karakakter siswa SD artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak penggunaan gadget terhadap perilaku dan pembentukkan karakter siswa berdasarkan kajian literatur dari berbagai penelitian dengan metode kualitatif dengan cara wawancara dan literasi dan mengalisis berbagai hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan penggunaan gadget yang tidak di batasi atau berlebihan akan menimbulkan dampak negatif seperti pola berkurang interaksi sosial, dan malas berkegiatan produktif.Sedangkan jika gadget di gunakan dengan cara yang tepat akan menimbulkan dampak positif. Di simpulkan bahwasannya orang tua dan guru berperan penting dalam mengendalikan penggunaan gadget terhadap siswa terhadap perilaku dan pembentukkan karakter yang baik pada siswa SD.
Peran Ganda Keluarga dan Pesantren dalam Membentuk Karakter Anak Sejak Usia Dini Amalia Tiara Rista; Maulidia Tri Cahyani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1953

Abstract

Pendidikan karakter anak usia dini merupakan toggak awal dan utama untuk membentuk kepribadian yang luhur, mandiri, dan bertanggung jawab. Untuk itu dalam proses penanaman karakter anak usia dini diperlukanya peran orang tua sebagai pendidikan pertama, akan tetapi lembaga pendidikan juga tidak bisa dikeampingkan dalam pembentukan karakter anak. Artikel ini disusun dengan tujuan memberikan arahan bagi orang tua dan lembaga pendidikan khususnya pesantren dalam memberikan pendidikan karakter yang efektif pada anak usia dini. Melalui penelitian kualitatif, yang dilakukan di sebuah lembaga pendidikan pesantren kanak-kanak, penulis menemukan beberapa kesimpulan dan konsep alternatif dalam pendidikan karakter anak. Penelitian ini menghasilkan tiga konsep alternarif yakni collaborative modeling, continuous modeling, dan coordinated modeling, dengan memerankan ketiga konsep tersebut dengan baik maka pendidikan karakter akan mudah tercapai.
Pembentukan Karakter melalui Metode Pembiasaan Karakter di Yayasan Mutiara Ikhlas Achmad Abdul Khohar; Silvi Lailatul Nadhiroh
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi metode pembiasaan dalam membentuk karakter peserta didik di Yayasan Mutiara Ikhlas, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi selama proses tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam dengan pengelola yayasan, pendidik, dan siswa, serta studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter di Yayasan Mutiara Ikhlas dilaksanakan secara optimal melalui tiga tahapan integratif, yaitu perencanaan berbasis nilai luhur, pelaksanaan kegiatan harian terstruktur (rutin, spontan, dan terprogram), serta pengawasan berbasis keteladanan. Metode habituasi ini terbukti efektif meningkatkan dimensi religiusitas, kedisiplinan, dan kemandirian sosial peserta didik. Faktor pendukung utama keberhasilan program ini adalah komitmen kuat pengelola yayasan dan konsistensi pendidik sebagai figur percontohan moral (modeling). Hambatan yang ditemukan berupa kesenjangan (gap) penerapan karakter saat siswa berada di lingkungan rumah, yang berhasil diatasi melalui strategi sinergis Tripusat Pendidikan menggunakan buku kendali harian digital dan program parenting berkala. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembiasaan yang konsisten mampu menumbuhkan karakter secara otonom menjadi gaya hidup harian peserta didik yang berkelanjutan.
Analisis Kebugaran Kardiorespirasi pada Siswa Kelas Khusus (KKO) Olahraga di MTSN 6 Blitar Ayik Syaikhul Muhyiddin; Yudhistira Ade Kurniawan; Veni Imawati; Deni Ardiansyah; Muqlis Ardianto
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1959

Abstract

Kebugaran jasmani remaja beberapa periode terakhir mengalami penurunan, salah satu komponen penting dari kebugaran jasmani adalah kebugaran kardiorespirasi. Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui kebugaran kardiorespirasi siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) di MTSN 6 Blitar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan prosentase kebugaran kardiorespirasi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Instrument es yang digunakan untuk memprediksi kebugaran kardiorespirasi (VO2Max) adalah Multi stage Fittness Test (MFT) dengan jarak 20 meter. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah 46 siswa dengan 31 siswa putra dan 15 siswa putri. Setelah tes MFT dilakukan hasilnya akan dikonversi menjadi nilai VO2Max dan interpretasikan berdasarkan norma dari cooper test berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil dari penelitian ini adalah secara umum kebugaran kardiorespirasi siswa di kelas KKO berada pada tingkat kebugaran kardiorespirasi sangat kurang sebanyak 30 siswa dengan prosentase 65%, dalam kategori kurang sejumlah 11siswa dengan prosentase 23,9%, pada kategori sedang sejumlah 4 siswa dengan prosentase 8,7%, dan dalam kategori baik sejumlah satu orang dengan prosentase 2,2%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan mayoritas siswa yang masuk dalam KKO memiliki kebugaran kardiorespirasi kurang.
Analisis Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI Annur Bululawang Malang Risma Sayyida Amalia; Ainin Naimatul Izah; Firnanda Tiara Faradita; Lilik Muarrafah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1961

Abstract

Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar karena menjadi fondasi dalam memperoleh pengetahuan pada berbagai mata pelajaran. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan membaca sehingga memerlukan perhatian khusus dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MI Annur Bululawang Malang, mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan membaca yang dialami siswa, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas I dan satu guru kelas sebagai informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 siswa (90%) telah mampu membaca dengan lancar, sedangkan 2 siswa (10%) masih mengalami kesulitan membaca secara terbata-bata dan kurang tepat dalam membaca kata tertentu. Kesulitan membaca yang ditemukan lebih dipengaruhi oleh kurangnya konsentrasi saat membaca dibandingkan ketidakmampuan mengenal huruf. Guru mengatasi kesulitan tersebut melalui pendampingan individual, latihan membaca secara berulang, serta pemberian motivasi secara berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa kelas I secara umum berada pada kategori baik, namun siswa yang mengalami kesulitan membaca tetap memerlukan pendampingan yang berkesinambungan agar kemampuan membaca berkembang secara optimal.
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Disiplin pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Gondangtapen Nadia Walidatul Khusna
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i1.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan karakter disiplin pada siswa di SDN Gondangtapen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan wawancara terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan, sanksi, komunikasi, dan bimbingan. Pembentukan disiplin juga dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti lingkungan sekolah dan peran orang tua, serta hambatan berupa kurangnya kesadaran siswa dan keterbatasan waktu guru. Guru mampu menanamkan disiplin melalui pendekatan yang konsisten dan edukatif. Penanaman karakter disiplin sejak dini terbukti membentuk tanggung jawab dan sikap tertib siswa. Temuan ini penting untuk penguatan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar.
Upaya Meningkatkan Minat Membaca Siswa Kelas IV Melalui Media Cerita Bergambar di SD Negeri Kaligambir 02 Earlynd Ragiel Nur Afidah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i1.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas IV SD Negeri Kaligambir 02 melalui media cerita bergambar. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa media cerita bergambar dapat meningkatkan minat membaca siswa secara signifikan. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan mampu memahami isi bacaan dengan baik. Media visual terbukti efektif untuk menarik perhatian dan membangun keterlibatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi visual naratif cocok untuk jenjang sekolah dasar.