cover
Contact Name
Fernadiksa Rasta Putra Pratama
Contact Email
jtpdmunublitar@gmail.com
Phone
+6281555326717
Journal Mail Official
jtpdmunublitar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid No. 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
ISSN : 28078527     EISSN : 28083962     DOI : 10.28926
JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): distributes articles related to meta-analysis (including systematic reviews) and research and suggestions for the teaching and learning process in Elementery school, junior high school, and senior high school. In addition, JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): presents articles that link the latest research in the fields of teacher education, child development, learning psychology, inclusion, special education, teaching strategies and innovations, and educational assessment, all of which are related to the basics of education.
Articles 390 Documents
Penerapan Metode Peer Tutoring untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an pada Siswa MAN 19 Jakarta Titin Rahmawati
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i3.2817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode Peer Tutoring dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa MAN 19 Jakarta, khususnya pada aspek fasahah dan kelancaran membaca. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI F MAN 19 Jakarta. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan membaca Al-Qur’an, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Peer Tutoring mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa secara signifikan. Ketuntasan fasahah meningkat dari 40% pada pra siklus menjadi 65% pada siklus I dan mencapai 85% pada siklus II, sedangkan rata-rata kelancaran membaca meningkat dari skor 65 menjadi 78 dan akhirnya mencapai 88. Selain peningkatan akademik, metode ini juga mendorong keaktifan, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, metode Peer Tutoring efektif diterapkan dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis di madrasah. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan subjek yang lebih luas dan mengombinasikan metode ini dengan strategi pembelajaran inovatif lainnya.
Penerapan Permainan Teka-Teki Silang pada Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Bahrullah Bahrullah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i3.2818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan permainan teka-teki silang pada materi integral di kelas XII B MAN 19 Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan teka-teki silang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dari kategori cukup pada Siklus I menjadi kategori baik pada Siklus II. Selain itu, nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 64,03 pada pra-siklus menjadi 78,59 pada Siklus I dan 88,86 pada Siklus II. Ketuntasan belajar klasikal juga meningkat dari 62,86% menjadi 91,43%. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan teka-teki silang mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan sehingga berdampak positif terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu, strategi ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan pada materi maupun jenjang pendidikan lainnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Integrasi Pembelajaran Sosial Emosional dalam Layanan Klasikal Bimbingan Konseling Berbasis Pembiasaan di Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta Vina Roudhotul Fadhila
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i1.2819

Abstract

Pembelajaran di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi sosial emosional sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti rendahnya kemampuan regulasi emosi, kepercayaan diri, komunikasi interpersonal, dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) melalui layanan klasikal bimbingan dan konseling berbasis pembiasaan di Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam kerangka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi PSE ke dalam layanan klasikal dan budaya pembiasaan madrasah, seperti salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, doa bersama, budaya 5S, serta kegiatan sosial keagamaan, mampu meningkatkan kesadaran diri, pengendalian emosi, kepedulian sosial, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Implementasi tersebut juga memperkuat fungsi layanan bimbingan dan konseling sebagai layanan preventif dan pengembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi PSE melalui layanan klasikal berbasis pembiasaan merupakan strategi efektif dalam membentuk karakter peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, madrasah disarankan mengembangkan kolaborasi seluruh warga sekolah agar implementasi PSE berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih optimal terhadap perkembangan peserta didik.
Efektivitas Praktikum Terbimbing Berbasis Fading Guidance terhadap Motivasi Belajar Hukum Dasar Kimia Siswa MAN 19 Jakarta Mariatul Kibtiah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i1.2820

Abstract

Rendahnya motivasi belajar siswa pada materi Hukum Dasar Kimia menjadi salah satu faktor yang menghambat tercapainya pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan metode praktikum terbimbing berbasis fading guidance dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X-E MAN 19 Jakarta. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar, lembar observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode praktikum terbimbing berbasis fading guidance mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan, ditandai dengan peningkatan ketuntasan motivasi dari 34,28% pada pra-siklus menjadi 85,71% pada siklus I dan 94,29% pada siklus II. Selain itu, metode ini meningkatkan keaktifan, kemandirian belajar, kemampuan bekerja sama, dan komunikasi ilmiah siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode praktikum terbimbing berbasis fading guidance efektif menciptakan pembelajaran kimia yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Guru disarankan menerapkan strategi ini secara adaptif pada materi kimia lainnya untuk meningkatkan motivasi dan kualitas pembelajaran.
Optimalisasi Pembelajaran Nahwu Shorof melalui Metode Amtsilati untuk Meningkatkan Pemahaman Santri Derry Sulistiawan
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i1.2821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi perbedaan isim, fi'il, dan huruf pada mata pelajaran Nahwu Shorof melalui penerapan metode Amtsilati di kelas X Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Amtsilati mampu meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Nahwu Shorof. Peningkatan tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran, kemampuan mengidentifikasi perbedaan isim, fi'il, dan huruf, serta meningkatnya hasil belajar yang memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Amtsilati efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran Nahwu Shorof. Disarankan agar guru memanfaatkan metode Amtsilati sebagai alternatif pembelajaran yang lebih aktif, sistematis, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Upaya Meningkatkan Karakter Cinta Tanah Air Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Pembelajaran PPKn Itoh Masyitoh
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i2.2822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter cinta tanah air peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 29 peserta didik kelas VIII.3. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model STAD mampu meningkatkan karakter cinta tanah air peserta didik secara bertahap. Persentase karakter cinta tanah air meningkat dari 50,625% pada tahap pra-observasi menjadi 75,6% pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 88,4% pada siklus II. Selain itu, ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan hingga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model STAD efektif dalam mendorong partisipasi aktif, kerja sama, tanggung jawab, serta internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada peserta didik. Oleh karena itu, model STAD dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk memperkuat karakter cinta tanah air dalam pembelajaran PPKn. Disarankan agar guru mengintegrasikan kegiatan kolaboratif dan materi kontekstual kebangsaan secara berkelanjutan guna mengoptimalkan penguatan karakter peserta didik.
Media Grafik Berbasis Digital untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran Matematika Mujahar Randanu
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i2.2823

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika melalui penggunaan media grafik berbasis digital. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas model spiral yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI B MAN 19 Jakarta Selatan. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi keterlibatan siswa, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata, ketuntasan klasikal, dan persentase keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap pada capaian belajar siswa. Nilai rata-rata meningkat dari 65 pada pra-siklus menjadi 72 pada siklus I dan 82 pada siklus II. Ketuntasan klasikal meningkat dari 37,5% menjadi 62,5% dan mencapai 87,5% pada siklus II. Keterlibatan siswa juga meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II dengan kategori aktif. Dengan demikian, media grafik berbasis digital efektif meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa. Guru disarankan mengintegrasikan media grafik digital secara terencana, interaktif, dan kolaboratif dalam pembelajaran matematika, terutama pada materi yang membutuhkan visualisasi data dan grafik.
Pemanfaatan Media Internet sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia pada Materi Makromolekul Tri Suciati
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i2.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia peserta didik pada materi makromolekul melalui pemanfaatan media internet sebagai sumber belajar di kelas XII D MA Negeri 19 Jakarta. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 34 peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 81,47 pada pra tindakan menjadi 82,06 pada Siklus I dan 88,82 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 67,65% pada pra tindakan menjadi 76,47% pada Siklus I, hingga mencapai 100% pada Siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media internet sebagai sumber belajar mampu meningkatkan hasil belajar kimia sekaligus mendorong keaktifan dan kemandirian belajar peserta didik. Oleh karena itu, media internet direkomendasikan sebagai salah satu alternatif sumber belajar yang dapat diintegrasikan secara terencana dalam pembelajaran kimia maupun mata pelajaran lainnya untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Materi Sumber Energi Bella Mirdza
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i2.2825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik kelas XE MAN 19 Jakarta pada materi sumber energi melalui penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan deep learning. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 peserta didik kelas XE. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, lembar observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklus. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 75,0% pada tahap pra-siklus menjadi 80,6% pada Siklus I, kemudian meningkat menjadi 91,7% pada Siklus II. Selain itu, aktivitas belajar, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, penerapan Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan deep learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika pada materi sumber energi sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan mengimplementasikan model ini pada materi fisika lain atau jenjang pendidikan yang berbeda untuk menguji konsistensi efektivitasnya.
Implementasi Metode Demonstrasi Berbasis Praktik dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Pengurusan Jenazah Rif’atul Hasanah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v5i2.2826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pengurusan jenazah melalui implementasi metode demonstrasi berbasis praktik pada pembelajaran Fiqih. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas X G MAN 19 Jakarta Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes formatif, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara bertahap. Pada pra-siklus, nilai rata-rata siswa sebesar 77,03 dengan ketuntasan 42%. Setelah siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 82,61 dengan ketuntasan 72%. Pada siklus II, nilai rata-rata mencapai 88,83 dengan ketuntasan 100%. Dengan demikian, metode demonstrasi berbasis praktik terbukti efektif menjadikan pembelajaran Fiqih lebih konkret, aktif, kolaboratif, dan aplikatif, sekaligus membantu siswa memahami prosedur ibadah secara langsung. Guru disarankan menggunakan metode ini pada materi ibadah prosedural dengan dukungan alat peraga, bimbingan praktik, koreksi langsung, dan refleksi berkelanjutan.