cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH)
ISSN : 26567156     EISSN : 2830697X     DOI : 10.61296/jkbh
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) adalah Jurnal yang menyajikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dan hasil kajian di bidang adat, aksara, bahasa, filologi, sejarah, sastra, tradisi, sosiohumaniora, dan budaya secara multidisiplin. Terbit 3 kali dalam setahun, setiap Februari, Juni, dan Oktober.
Articles 151 Documents
MEMBATIK SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Purnama Dewi, Anggraeni
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.382

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil penelitian terkait dengan upaya pembentukan karakter siswa siswi Sekolah Menengah Pertama melalui kegiatan membatik. Kunjungan siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Bintang Madani Kota Bandung ke Rumah Batik Komar yang berada di kota Bandung, telah berhasil memberikan pemahaman kepada para siswa akan nilai penting dan istimewa dari kesenian batik yang ada di Indonesia. Batik sebagai warisan budaya nasional tentu memiliki nilai historis tersendiri yang harus dipahami oleh para siswa. Dengan memahami nilai sejarah dan budaya bangsa, yaitu batik, maka para siswa akan memiliki nilai kepedulian yang lebih tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan observasi ke lapangan, yaitu kegiatan membatik yang diikuti para siswa secara langsung di Rumah Batik Komar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa siswi yang mengikuti kegiatan membatik, dapat belajar lebih sabar, tekun, disiplin, dan berhati-hati. Mereka mengetahui bahwa membuat batik, baik batik tulis dengan metode manual canting, maupun batik cap dengan menggunakan cap logam, diperlukan proses yang tidak mudah dan sangat menuntut kesabaran, ketekunan, dan ketelitian. Secara otomatis, dengan mengetahui proses pembuatan batik, maka mereka memiliki rasa menghargai terhadap karya seni batik yang ada selama ini.
KIAT-KIAT DALAM MENUMBUHKAN CINTA BUDAYA SUNDA DI KALANGAN GENERASI Z Permadi, Yudi; Delisma, Onny
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.383

Abstract

Penelitian ini membahas berbagai kiat dalam menumbuhkan rasa cinta budaya Sunda di kalangan generasi Z yang hidup di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Permasalahan utama yang diangkat adalah melemahnya kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal akibat dominasi budaya global yang seragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Sunda harus dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang melibatkan peran pendidikan formal, keluarga, komunitas budaya, dan media digital. Integrasi budaya Sunda dalam kurikulum sekolah, penguatan peran keluarga sebagai agen sosialisasi nilai, pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana kreatif, serta revitalisasi bahasa dan seni tradisional terbukti menjadi strategi efektif dalam membangun identitas dan kebanggaan budaya.
RELASI HISTORIS DAN SOSIOKULTURAL ANTARA SUNDA, PRIANGAN, DAN JAWA BARAT: SEBUAH TINJAUAN KRITIS Zakaria, Mumuh Muhsin
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.384

Abstract

This article aims to analyze the complex relations between three entities: Sunda, Priangan, and West Java. Many parties often equate the three, whereas each has different contexts, boundaries, and meanings. This research uses a qualitative method with a historical-sociological approach through a literature study. The analysis results show that: (1) Sunda refers to a broader ethnocultural identity, beyond the current borders of West Java Province, characterized by language, belief systems, and customs; (2) Priangan is a colonial Dutch construction formed from Mataram and VOC influences, which shaped an aristocratic identity, “menak” culture, and became the heart of modern Sundanese culture; (3) West Java is a product of the post-independence Indonesian nation-state that froze and administered the diversity within it into one governmental region. The three intersect and form an ongoing dialectic, where West Java is the political container, Priangan is the dominant cultural core, and Sunda is a more inclusive identity umbrella that is sometimes marginalized by the dominance of the Prianganization narrative. Understanding this relationship is crucial for inclusive development policies and the preservation of cultural diversity at the local level. Keywords: Sunda, Priangan, West Java, Identity, History, Sociocultural
REGENERASI EKSISTENSI KESENIAN KUDA KOSONG DI CIANJUR PROVINSI JAWA BARAT sofyan, agus
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.385

Abstract

Kelangsungan eksistensi seni Kuda Kosong sebagai wujud karya seni masyarakat Cianjur Jawa Barat harus terus diupayakan perkembangannya agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sehingga seni tersebut dapat dilesatarikan keberadaanya. Penelitian ini berjudul, “Regenerasi Eksistensi Kesenian Kuda Kosong di Cianjur Provinsi Jawa Barat”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan/pemupuan etnografis, yakni mengumpulkan data dengan cara wawancara dan observasi. Sistem regenerasi merupakan satu di antara cara upaya untuk melestarikan keterampilan pementasan kesenian Kuda Kosong di Cianjur. Permasalahan utamanya adalah sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Kuda Kosong melalui sistem transmisi vertikal dan sistem transmisi horizontal yang masih jauh dari harapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis regenerasi eksistensi kesenian Kuda Kosong Cianjur. Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer.Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan keluarga memiliki peran genetik dalam proses regenerasi kesenian Kuda Kosong, baik melalui sistem tradisional maupun melalui sistem kontemporer yang digunakan dalam proses regenerasi bentuk kesenian Kuda Kosong di Cianjur. Sistem regenerasi secara tradisional berlangsung dalam konteks keluarga dan masyarakat. Sistem regenerasi secara kontemporer ialah pengunaan media sosial, pelatihan, dan pertunjukan kesenian Kuda Kosong di Cianjur. Hal ini bertujuan pula untuk mempromosikan kesenian Kuda Kosong kepada khalayak umum dengan jangkauan yang lebih luas melalui peran serta generasi penerus dan para pelaku seni khususnya yang berperan aktif dalam pelestarian kesenian Kuda Kosong di wilayah Cianjur Provinsi Jawa Barat.
STRATEGI KOMUNIKASI DAN IDEALISME PENULIS SUNDA DALAM MELESTARIKAN BAHASA DAN BUDAYA Susanti, Santi; Gunawan, Wahyu
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman berkomunikasi penulis Sunda dalam menulis dan menyampaikan pesan budaya, serta memahami motivasi, strategi, dan nilai yang mereka pegang dalam proses kepenulisan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini melibatkan delapan penulis Sunda yang aktif berkarya di Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi utama penulis Sunda adalah pelestarian bahasa dan budaya, yang dipandang sebagai panggilan batin dan bentuk tanggung jawab moral. Strategi komunikasi yang digunakan mencakup observasi faktual, refleksi mendalam, dan penggunaan bahasa komunikatif yang adaptif terhadap pembaca. Nilai dan idealisme kepenulisan mencerminkan kejujuran, moralitas, serta komitmen terhadap pelestarian budaya. Selain itu, penulis Sunda juga aktif dalam upaya regenerasi melalui pelatihan sastra dan digitalisasi karya. Penelitian ini menegaskan peran penulis Sunda sebagai agen pelestarian budaya yang mampu menjadi mediator antara tradisi lokal dan arus global.
PERSPEKTIF FILOLOGIS TERHADAP BENDA-BENDA BUDAYA BERNUANSA SPIRITUAL PUSAKA NUSANTARA DALAM BABAD CIREBON Darsa, Undang Ahmad; Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.389

Abstract

Artikel ini membahas tentang naskah Babad Cirebon. Kisah yang tertuang dalam teks naskah Babad Cirebon ini merupakan sebuah karya sastra bersifat sejarah daerah Cirebon yang berpusat pada kisah tokoh Raden Walangsungsang dan Sunan Gunungjati. Karya tersebut dapat dipandang sebagai refleksi masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, pengamatan, pendeskripsian, dan analisis terhadap benda-benda budaya sebagaimana tercatat dalam naskah Babad Cirebon ini tak lain dari pembicaraan tentang kebudayaan dan masyarakat yang menghasilkannya, baik dilihat dari dalam teks Babad Cirebon itu sendiri maupun dari luarnya. Pendekatan yang dilakukan terhadap hubungan naskah Babad Cirebon dengan alam sekitar pada dasarnya mempelajari naskah ini sebagai dokumen sosial, sebagai potret kenyataan sosial, mengingat ada semacam potret sosial yang bisa ditarik dari naskah Babad Cirebon.
NARATOLOGI DALAM KRITIK SASTRA ARAB ikhwan, ikhwan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.407

Abstract

Contemporary Arabic literary criticism has undergone a paradigm shift from subjective assessment to the search for systematic objective standards. This study aims to map the position and urgency of narratology as an instrument of criticism in the Arabic literary landscape. The research method used is qualitative with a descriptive analysis model through literature study. Primary data sources include fundamental works on narratology by Gérard Genette, Seymour Chatman, and Mieke Bal, as well as supporting literature on the development of narratology in the Arab world. The results of the study show that narratology occupies a strategic position in Arabic literary criticism, capable of uniting various forms of narrative into a single standardized scientific system, despite facing terminological challenges in the adaptation process. and the complexity of narratology offered by Genette, Chatman, and Bal has significant urgency in revealing structural and ideological dimensions that are often overlooked in traditional studies, both in classical texts and in the experimental aesthetics of modern novels. Thus, narratology provides a methodological answer to the need for a “structure” standard without discarding the unique characteristics and identity of Arabic literature.
KONSTRUKSI MAKNA HIGH VALUE MAN PADA KANAL YOUTUBE @PRIASERATUSPERSEN SEBAGAI NARASI PSIKOEDUKASI MASKULINITAS PRIA MUDA Erkananda, Rendy; Maryani, Eni; Trulline, Putri
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.409

Abstract

Media digital, khususnya YouTube, menjadi ruang penting dalam penyebaran wacana pengembangan diri dan maskulinitas pria muda. Salah satu kanal yang menonjol di Indonesia adalah @PRIASERATUSPERSEN yang mengomunikasikan konsep High Value Man melalui pendekatan psikoedukatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana makna High Value Man dikonstruksikan sebagai narasi psikoedukasi maskulinitas dalam konten kanal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivis. Data diperoleh melalui analisis konten video, kajian visual dan naratif, serta penelaahan interaksi audiens pada kanal YouTube @PRIASERATUSPERSEN. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa High Value Man direpresentasikan sebagai figur pria ideal yang menekankan rasionalitas, disiplin diri, stabilitas emosional, dan orientasi pencapaian. Psikoedukasi dikonstruksikan sebagai proses pengembangan diri yang bersifat individual dan berfokus pada kontrol diri serta tanggung jawab personal. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kanal @PRIASERATUSPERSEN berfungsi sebagai ruang psikoedukasi digital bagi pria muda, namun sekaligus mereproduksi standar maskulinitas normatif yang berpotensi membatasi pemaknaan maskulinitas secara lebih reflektif dan inklusif.
KONSER VIRTUAL SEBAGAI REKONSTRUKSI RELASI KOMUNIKASI ANTARA MUSISI DAN AUDIENS DALAM INDUSTRI MUSIK INDONESIA Adinur Zein, Muhammad Rifki; Maryani, Eni; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.410

Abstract

Pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial menyebabkan industri musik, khususnya konser luring, mengalami stagnasi sehingga promotor dan musisi terdorong mencari bentuk penyelenggaraan baru berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis konser virtual sebagai dinamika industri musik Indonesia sekaligus melihat bagaimana praktik tersebut merekonstruksi relasi komunikasi antara musisi dan audiens, dengan studi kasus Wave Djava Virtual Concert yang disiarkan melalui kanal YouTube Hellprint Official. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif, observasi terhadap tayangan konser virtual di YouTube (termasuk karakteristik konten, jumlah penonton, dan interaksi di kolom komentar), serta studi literatur sebagai landasan konseptual. Analisis data dilakukan secara induktif dengan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan-verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konser virtual membentuk segmen penonton baru dan memperlihatkan adaptasi musisi serta promotor terhadap teknologi digital, sehingga memperluas jangkauan audiens dan menjaga keberlanjutan aktivitas industri musik di masa krisis. Konser virtual juga merepresentasikan konvergensi media, di mana unsur komunikasi tetap berlangsung namun bergeser ke medium digital sehingga interaksi menjadi tidak langsung dan berpotensi tertunda. Selain itu, praktik ini menguatkan hubungan komunikasi parasosial melalui kedekatan emosional yang dibangun lewat fitur platform dan pola konsumsi daring, serta mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam menikmati pertunjukan musik.
DARI LITERAL KE INTERPRETATIF: PEMBACAAN “TEKS TAK TERTULIS” DALAM KARYA SASTRA Hudayat, Asep Yusup
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.411

Abstract

Kekuatan sastra naratif sering didiskusikan dalam kaitannya dengan kemampuan narasi membuka celah dan ruang kosong yang harus diatasi secara estetis oleh pembacanya. Namun demikian, cara pembacaan yang semata bersifat estetik belum memberi ruang optimalnya bagi kekuatan sastra naratif sesungguhnya. Kekuatan tersebut terkait erat dengan realitas yang ditunjukkannya dengan berbagai cara dan tidak cukup direspons hanya sebatas estetis. Artikel ini bertujuan memetakan proses pembacaan interpretatif atas karya sastra naratif untuk pengembangan literasi berbasis critical thinking melalui penerapan konsep gap-blank dan haunting-haunted. Konsep-konsep tersebut digunakan untuk menunjukkan fenomena penyembunyian, ketakhadiran, atau bahkan penghilangan narasi yang berdampak kepada pergeseran cara membaca literal ke pembacaan interpretatif terhadap Ditoeng Memeh Hoedjan karya Pangeran Soeria Atmadja. Hasil penelitian ini adalah pembacaan interpretatif atas teks dihasilkan dari adanya suara-suara yang terpecah dan pengalaman-pengalaman yang dibungkam dalam karya.