cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH)
ISSN : 26567156     EISSN : 2830697X     DOI : 10.61296/jkbh
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) adalah Jurnal yang menyajikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dan hasil kajian di bidang adat, aksara, bahasa, filologi, sejarah, sastra, tradisi, sosiohumaniora, dan budaya secara multidisiplin. Terbit 3 kali dalam setahun, setiap Februari, Juni, dan Oktober.
Articles 151 Documents
REPRESENTASI BUDAYA MELALUI ANALISIS SEMIOTIKA PADA LAGU KUDA SUMEDANG: REPRESENTASI BUDAYA MELALUI ANALISIS SEMIOTIKA PADA LAGU KUDA SUMEDANG Purnama Dewi, Anggraeni; Rizal, Iqbal Abdul
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i3.274

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan makna yang terkandung dalam lagu Kuda Sumedang karya Mang Memed. Lagu Kuda Sumedang merupakan salah satu lagu daerah Jawa Barat yang diciptakan dalam bahasa Sunda. Melalui penelitian ini, pendalaman mengenai makna dalam lagu akan dikaji dengan penanda dan petanda dalam setiap liriknya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemaparan deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotika Roland Barthes yang berfokus pada penanda dan petanda untuk memahami budaya. Objek dalam penelitian ini adalah lagu Kuda Sumedang karya Mang Memed yang terdiri atas empat bait, dan setiap bait terdiri atas empat larik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Kuda Sumedang bermakna sebagai media pengenalan budaya kota Sumedang, yang salah satunya diwakili oleh seni Bangréng Kuda Rénggong. Selain itu, dalam lagu Kuda Sumedang dijelaskan setiap aspek-aspek pertunjukan seni Bangréng Kuda Rénggong mulai dari aspek fungsi, cara kesenian ditampilkan, dan suasana yang tergambar selama pertunjukan.
REGENERASI SENI SAMRAH KHAS BETAWI WILAYAH UTARA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT: REGENERASI SENI SAMRAH KHAS BETAWI WILAYAH UTARA BEKASI PROVINSI JAWA BARAT Sofyan, Agus Nero
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i3.275

Abstract

Kelangsungan eksistensi seni Samrah sebagai sebuah bentuk karya seni harus terus dilestarikan agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Sistem regenerasi merupakan salah satu cara upaya untuk melestarikan keterampilan pementasan seni Samrah Bekasi. Permasalahan utamanya adalah sistem regenerasi dan proses regenerasi kesenian Samrah melalui sistem transmisi vertikal dan sistem transmisi horizontal. Penelitian ini bertujuan menganalisis regenerasi kesenian Samrah di Bekasi. Regenerasi terjadi baik dalam pengaturan tradisional maupun kontemporer. Pendekatan etnografi digunakan dengan metodologi penelitian deskriptif kualitatif, yakni menggunakan media wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data. Triangulasi adalah metode validitas data. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dilakukan bersamaan dengan prosedur analisis data dalam penelitian ini. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa hubungan darah memiliki peran genetik dalam proses regenerasi seni Samrah, baik melalui sistem tradisional maupun melalui sistem kontemporer digunakan dalam proses regenerasi bentuk kesenian Samrah di Bekasi. Sistem regenerasi secara tradisional berlangsung dalam konteks keluarga dan masyarakat. Sistem regenerasi secara kontemporer ialah pengunaan media sosial, pelatihan, dan pertunjukan pementasan seni Samrah di Bekasi. Hal ini bertujuan pula untuk mempromosikan seni Samrah kepada hal layak umum dengan jangkauan yang lebih luas melalui peran generasi penerus para pelaku seni khususnya yang berperan aktif dalam pelestarian seni Samrah khas Betawi di Wilayah Utara Bekasi Provinsi Jawa Barat.
PERAN FACEBOOK DAN INSTAGRAM SEBAGAI FUNGSI PENDUKUNG PROGRAM-PROGRAM NET. NEWS: PERAN FACEBOOK DAN INSTAGRAM SEBAGAI FUNGSI PENDUKUNG PROGRAM-PROGRAM NET. NEWS Mohamad Permana, Rangga Saptya; Wijaya, Christian Nathael
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i3.279

Abstract

Perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet telah mendorong perubahan dalam media massa, termasuk televisi, untuk menyajikan informasi dengan cepat. Seiring berkembangnya teknologi komunikasi dan persebaran informasi yang kian cepat, media sosial memiliki perannya dalam menunjang aktivitas jurnalistik. Sebelum adanya media sosial, kegiatan jurnalistik hanya dapat dilakukan oleh insan media massa. Tetapi semenjak adanya media sosial, khalayak juga dapat melakukan kegiatan jurnalistik. Media sosial seperti Facebook dan Instagram menjadi alat penting bagi stasiun televisi seperti NET. untuk mendukung program berita mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk mengeksplorasi peran kedua media sosial tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook dan Instagram berperan besar bagi NET News. Facebook dan Instagram berperan untuk mendekatkan program-program NET News dengan khalayaknya. Untuk mendekatkan diri dengan khalayak, NET News telah menentukan target pasar mereka, yakni kaum milenial. Maka dari itu, NET News membuat konten yang simpel dan menarik. Strategi NET News dalam menggunakan Facebook dan Instagram hampir sama, yaitu secara konsisten membagikan konten pada waktu yang telah ditentukan. Berita yang bisa dimasukkan ke dalam media sosial adalah berita yang bersifat positif dan unik. NET News memiliki harapan dari media sosial yaitu dapat membentuk khalayak yang positif seperti tagline NET. yaitu “Good People”. NET News juga berharap dapat menyajikan kegiatan jurnalistik yang terbaik untuk khalayaknya melalui media sosial. Selain itu, harapan lainnya adalah media sosial dapat menjadi lahan pendapatan baru bagi NET.
PENDEKATAN BERBASIS KOMUNITAS LINGKUNGAN DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KOTA BANDUNG : Analisis Kasus Pada Kemenangan Pasangan Farhan-Erwin Pada Pilkada Kota Bandung 2024 Setiaman, Agus; El Karimah, Kismiyati; Muzaky, Muhammad Fadil
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.294

Abstract

Mobilizing various community groups in regional elections is a common practice for political practitioners. Political parties establish relationships with various organizations in order to expand support ahead of the election. Several large political parties even have underbow organizations, in the form of NGOs that connect political parties with the community and act as a reservoir of loyal voters for their parties. In the Bandung mayoral election, the pair Muhammad Farhan and Erwin managed to attract public attention and gain significant votes. This success is inseparable from the support of various elements of society, including community organizations such as environmental communities. Farhan-Erwin, who are known for their vision of a sustainable city, have received significant support from environmental communities that play a role in voicing ecological issues and more environmentally friendly city governance. In this Pilkada, the increase in the electability of the pair cannot be separated from the campaign strategy that prioritizes public participation and community involvement in formulating policies.
DIMENSI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF KEHORMATAN UTUH DALAM CERITA REKAAN BERBAHASA SUNDA Wahya, Wahya; Pakpahan , Ferry Parsaulian
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.295

Abstract

ABSTRACT This study uses a descriptive qualitative method. Data collection uses the listening method with note-taking techniques. Data analysis uses the pragmatic matching method with a sociolinguistic approach. The data sources used are six Sundanese fictional story books. The use of honorific vocatives in the form of whole words based on this study is found in nineteen data. There are three honorific vocatives in the form of whole words, namely Juragan 'Boss', gamparan 'Sir/Madam’, and Dunungan 'Employer' with a total of 13, 5, and 1 respectively. Honorific vocatives in the form of whole words are used by speakers towards speech partners at the level of familiar code and respectful code, six and thirteen data respectively so that their use is dominated by the respectful code. There are eight types of social relations between speakers and speech partners in the use of honorific vocatives in the form of whole words, namely (a) channels, (b) jobs, (c) suspects-investigators, (d) workers-guests employers, (e) husband-wife, (f) workers-employers wives, (g) workers-staff wives, and (h) patients-nurses with a dominant social relationship of acquaintances. Keywords: vocatives, honorific vocatives, whole words, speech level codes, social relations,
PENGÉLING-ÉLINGÉ WONG URIP Aksara Pegon pada Naskah Cirebon Paruh Pertama Abad ke-19 Ikhwan, Ikhwan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.296

Abstract

Aksara Pegon pada dasarnya merupakan pengembangan dari aksara Arab yang disesuaikan penggunaannya dengan sistem fonem bahasa daerah, khususnya Jawa dan Sunda, demikian juga Melayu. Perbedaan sistem fonologi antara bahasa Arab dan bahasa daerah Nusantara menyebabkan adanya penyesuaian-penyesuaian lambang fonem dari lambang aslinya. Penyesuaian itu dapat berupa penambahan dan/atau pengurangan baik huruf maupun tanda bunyi, disesuaikan dengan kebutuhan dan keterbatasan fonem bahasa daerah yang bersangkutan. Tulisan ini membahas aksara Pegon di dalam teks Pengéling-élingé Wong Urip secara eksplanatif dialektis sehingga hubungannya dengan aksara lain dapat diketahui dan dijelaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksara PWU merepresentasikan perpaduan antara sistem fonologi bahasa Arab, Sunda, dan Jawa sekaligus dan oleh karenanya bersifat khas.
MENJAGA MEMORI, MERAWAT BUDAYA, MENUJU SDGs: PERAN TRANSFORMASIONAL PERPUSTAKAAN DI ERA MODERN: Peran Transformasional Perpustakaan di Era Modern Kusnandar; CMS, Samon; Rukmana, Evi Nursanti
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.297

Abstract

Libraries as institutions of cultural memory and preservation have a crucial role in preserving the nation's cultural heritage and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This article examines the transformational role of libraries in the modern era, focusing on three main aspects: (1) the library's role as a repository and manager of collective memory, (2) its contribution to cultural preservation, and (3) its support for the SDGs, particularly in education, social inclusion, and access to information. Through a literature review and case studies, this article concludes that libraries are not only centers of knowledge, but also agents of change that promote sustainable development. Through preservation and digitization, libraries ensure that collective memory is preserved and accessible to future generations. In addition, libraries also play a role as cultural preservers, by preserving and promoting local cultures to raise public awareness about the importance of maintaining cultural diversity. Furthermore, libraries actively contribute to supporting the achievement of the SDGs, particularly in quality education, reducing inequality, and building inclusive institutions. By providing equitable access to information, supporting digital literacy, and serving as safe spaces for social dialog, libraries help communities address global challenges such as poverty, inequality, and climate change. Government and community support is essential to strengthen the strategic role of libraries in preserving collective memory, nurturing culture and creating a sustainable future. By continuing to innovate and adapt, libraries are expected to remain relevant and become an important pillar in global development.
DOKUMENTASI BIBLIOGRAFI KAJIAN TRADISI LISAN GAOK DESA KULUR KECAMATAN MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA JAWA BARAT RANCANG BANGUN BIBLIOGRAFI TRADISI LISAN GAOK DESA KULUR KECAMATAN MAJALENGKA KABUPATEN MAJALENGKA JAWA BARAT Insi, Naafa Naafiatul; Erwina, Wina; CMS , Samson
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.298

Abstract

Tradisi lisan merupakan sebuah tradisi dimana menyampaikan sebuah kebudayaan secara turun temurun melalui lisan. Tradisi Lisan Gaok ini berkembang di tengah masyarakat Majalengka Khususnya di Desa Kulur, kecamatan Majalengka. Menurut keterangan yang ada di masyarakat, istilah Gaok sendiri merupakan istilah kesenian Beluk yang ada di daerah Majalengka, yang lahir dan berkembang dari kebiasaan masyarakat jaman dahulu yang memiliki kegiatan pokok atau bermatapencaharian sebagai petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur, pelaksanaan, dan sumber informasi mengenai tradisi lisan serta merancang sebuah rancang bangun bibliografi Tradisi Lisan Gaok. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif dengan pendekatan action research. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Unsur Tradisi Lisan yang sudah sesuai; (2) Pelaksanaan Tradisi Lisan yang sesuai dengan adat kebiasaan; (3) Sumber informasi yang diperoleh melalui artikel, jurnal, dokumentasi dan juga wawancara; (4) Rancang bangun bibliografi Tradisi Lisan Gaok dapat dikatakan sudah sesuai dan layak bagi pencari informasi. Tradisi Lisan gaok merupakan tradisi lisan yang sudah memenuhi unsur tradisi lisan dan pelaksanaannya serta sumber informasi yang terkandung bada rancang bibliografi dapat dikatakan layak bagi para pencari informasi.
PERAN, FUNGSI, DAN KAUSALITAS MANUSKIP MANTRA DI ERA GENERASI Z Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.299

Abstract

Cukup menarik memang, apabila tinggalan budaya nenek moyang masa lampau digali, diungkap, diteliti, bahkan dikaji terkait kearifan lokal budaya Sunda yang terpendam dalam manuskrip mantra. Mengapa manuskrip, khususnya manuskrip mantra dianggap penting untuk dikaji? Karena sebagai dokumen budaya isinya berguna bagi perkembangan peradaban suatu masyarakat. Hal ini dimengerti, karena eksistensinya masih dapat diimplementasikan di era generasi Z saat ini. Dari dulu mantra dipercayai memiliki kekuatan gaib, sehingga masyarakat pengamal mantra sangat bergantung terhadapnya. Pandangan masyarakat terhadap mantra, memunculkan beraneka ragam persepsi. Peran, fungsi, dan kausalitas manuskrip mantra secara garis besar digunakan sebagai perlindungan, kekuatan, dan pengobatan. Secara sepintas, karena keterbatasan kemampuan manusia, mantra merupakan keuntungan bagi masyarakat pengamalnya sesuai dengan peran, fungsi, dan kausalitasnya. Kedudukan manuskrip mantra dari dulu sampai sekarang, dalam tulisan ini berupaya diungkap, sehingga didapatkan bagaimana seluk beluk, peran, fungsi, dan kausalitasnya di masyarakat, khususnya di era generasi Z. Tulisan ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif, dikaji menggunakan metode penelitian deskriptif analisis, melalui metode pendekatan dan kajian hermeneutik, yang tidak terlepas dari kajian filologi, baik secara kodikologis maupun tekstologis, sosiologis sastra, serta kajian budaya. Diharapkan tulisan ini bermanfaat sebagai referensi literasi bagi ilmu lain secara multidisiplin.
PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN MUSEUM SRI BADUGA SEBAGAI PUSAT INFORMASI Perdana, Fitri; Sinaga , Dian
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i1.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan khusus sebagai suatu pusat informasi. Perpustakaan khusus yang dimaksud adalah Perpustakaan Museum Sri Baduga. Adapun ruang lingkup dari penelitian berupa pengelolaan perpustakaan, seperti pengklasifikasian koleksi, membuat nomor panggil, pelabelan koleksi, menginventarisasi koleksi, menginput koleksi ke dalam SLIMS, shelving koleksi, serta melakukan kegiatan layanan. Metode penelitian adalah Kualitatif deskriptif dengan wawancara, pengamatan yang dilakukan secara langsung, dan juga studi literatur. Perpustakaan memerlukan manajemen yang baik agar segala hal yang sudah direncanakan dapat terlaksana sebagaimana mestinya dan agar tujuan dari perpustakaan yaitu sebagai pusat informasi dapat terpenuhi. Hasil penelitian ini adalah pengelolaan perpustakaan Museum Sri Baduga yaitu melakukan inventarisasi buku, nomer panggil dan pelabelan buku sesuai dengan ketentuan. Kedepannya, diharapkan Perpustakaan Museum Sri Baduga juga melakukan promosi di media sosial secara lebih aktif lagi, agar informasi mengenai Perpustakaan Museum Sri Baduga beserta koleksi bahan bacaannya dapat diketahui oleh khalayak ramai, sehingga fungsi dari Perpustakaan Museum Sri Baduga sebagai pusat informasi dapat dimanfaatkan lebih maksimal oleh para pemustaka.