cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH)
ISSN : 26567156     EISSN : 2830697X     DOI : 10.61296/jkbh
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) adalah Jurnal yang menyajikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dan hasil kajian di bidang adat, aksara, bahasa, filologi, sejarah, sastra, tradisi, sosiohumaniora, dan budaya secara multidisiplin. Terbit 3 kali dalam setahun, setiap Februari, Juni, dan Oktober.
Articles 151 Documents
SOSIALISASI BUDIDAYA YUMINA BUMINA UNTUK MENGATASI KETERBATASAN LAHAN DAN SUMBERDAYA AIR DI KECAMATAN SUMEDANG SELATAN Yustiati, Ayi; Ropikoh, Ipik
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.336

Abstract

Yumina-Bumina ialah metode budidaya perikanan yang mengintegrasikan antara ikan dengan sayuran dan buah-buahan. Dalam budidaya Yumina-Bumina terdapat empat sistem yang dikenal, yaitu: sistem rakit, aliran atas, aliran bawah, dan pasang surut. Yumina-Bumina adalah salah satu inovasi dari teknologi akuaponik yang berlandaskan efisiensi air dan efisiensi lahan dengan menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan pertumbuhan tanaman tanpa tanah (hidroponik). Journal ini menyajikan pembahasan mengenai serangkaian kegiatan sosialisasi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini mencakup observasi lapangan, wawancara dan kegiatan sosialisasi itu sendiri. Rangkaian kegiatan sosialisasi sistem rakit YUMINA BUMINA ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik apa saja yang dimiliki oleh wilayah binaan, yaitu Kecamatan Sumedang Selatan, yang sesuai untuk penerapan budidaya Yumina Bumina menggunakan sistem rakit. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang cara kerja sistem rakit YUMINA BUMINA dan memberdayakan potensi masyarakat dengan sumber air dan lahan yang terbatas secara maksimal. Kegiatan ini merupakan kegiatan partisipatif yang diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk dapat menerapkan budidaya YUMINA BUMINA menggunakan sistem rakit.
PEMASARAN INFORMASI KERAJINAN BAMBU MODERN AMYGDALA BAMBOO Susanti, Santi; Gunawan, Wahyu
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.337

Abstract

Industri kreatif, khususnya kerajinan bambu, memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia, namun seringkali terhambat oleh praktik pemasaran tradisional yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran informasi yang diterapkan oleh Amygdala Bamboo, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) kerajinan bambu modern yang berhasil beradaptasi dengan dinamika pasar kontemporer. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik Amygdala Bamboo, observasi di lokasi produksi, serta kajian pustaka dan analisis media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amygdala Bamboo berhasil menciptakan model bisnis yang inovatif melalui sinergi antara keahlian desain akademisi dan keterampilan produksi pengrajin lokal di Garut. UMKM ini menerapkan strategi pemasaran terintegrasi yang komprehensif, memanfaatkan saluran online (website, Instagram, marketplace) untuk jangkauan luas dan visual storytelling, serta saluran offline (gerai retail, titip jual, media cetak) untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas. Selain itu, Amygdala Bamboo juga menerapkan pemasaran interaktif, internal, diferensiasi produk, konsistensi kualitas, sistem crowdsourcing, dan endorsement public figure. Pemasaran informasi yang dilakukan secara sistematis, baik secara daring maupun luring, terbukti mampu memperluas sosialisasi produk berkualitas tinggi Amygdala Bamboo, memenuhi kebutuhan konsumen yang mencari produk alami dan berkelanjutan, serta mendukung pertumbuhan di pasar domestik dan berpotensi besar di pasar ekspor.
INTEGRITAS DAN TANGGUNG JAWAB ULAMA DALAM ISLAM: TELAAH RESEPSI MAMA SEMPUR DALAM KITAB IHYA’UL-MAYYIT kosasih, ade
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.345

Abstract

Muslim scholars or intellectuals are important figures who play a very strategic role in Islamic society. They not only serve as spiritual and religious guides but also as the main pillars in preserving and developing religious and moral values in society. In reality, some Muslim scholars and religious leaders are also caught up in worldly pragmatism, so their role as successors to the prophets is not reflected in their personalities. The noble role of religious leaders is sometimes ignored or even betrayed, causing the authority and exemplary nature of religious leaders and Muslim scholars to fade among Muslims. The general public experiences a void in terms of exemplary behaviours in rituals, social, spiritual, and cultural matters. This study aims to reveal the role and function of Muslim scholars and intellectuals in carrying out their noble duties of scholarship and intellectualism. One figure who always reminds us of the function, role, and responsibility of scholars in this life is Mama Sempur, a scholar who is highly respected among his followers and who gives advice in his religious study activities. Mama Sempur is widely known for his dedication to spreading the teachings of Islam with sincerity and patience, especially to his students and disciples. Through various effective teaching methods, he not only transfers religious knowledge theoretically but also teaches how to implement Islamic values in life and this world. One of his teachings is written in his work titled Ihyâ`ul-mayyit. The intertextual method is used to uncover the social role of scholars found in the texts of Mama Sempur's works. In this work, Mama Sempur highlights two important aspects for scholars or intellectuals: the scholars' duty as a responsibility and the threat faced by scholars who conceal the truth.
ANAK DI BAWAH BAYANGAN : CITRA KELAM DALAM NOVEL ARAB BERGENRE REALIS Ikhwan, Ikhwan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.334

Abstract

Karya-karya naratif sastra Arab telah berkembang dari bentuk tradisional yang bersifat fiktif-didaktis ke arah realis. Novel Arab modern bergenre realis dipandang lebih jujur dalam menggambarkan kehidupan tentang anak, baik yang menempatkannya sebagai pusat penceritaan ataupun sudut pandang yang menceritakan kebenaran secara jujur dan polos. Penelitian ini mengangkat objek novel-novel realis berbahasa Arab yang dipilih secara non-probability dan dianalisis dengan metode eksplanatif-komparatif untuk tujuan mendapatkan gambaran mengenai citra anak dalam bayang-bayang situasi dominan yang hadir di sekitar kehidupannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel realis berbahasa Arab anak dicitrakan secara bermacam-macam, tetapi memiliki kesamaan dalam perspektif citra kelam khas yang diakibatkan oleh faktor (1) etika orang dewasa, (2) nasib keluarga, (3) ketidakhadiran peran ayah, (4) ketidakhadiran peran ibu, dan (5) tradisi yang non-produktif. Kelima aspek tersebut merupakan faktor penentu tumbuh kembang anak. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa karya sastra anak tidak hanya muncul dalam bentuk ideal sebagai sarana pembelajaran untuk anak, namun juga dibicarakan untuk konsumsi pembaca dewasa dalam konteks edukasi. Kata Kunci : Naratif; novel realis; citra kelam anak; faktor traumatik.
DARI IDE KE AGENDA PUBLIK: ANALISIS PRODUKSI KREATIF PROGRAM NEWS MAGAZINE SATU INDONESIA NET. Permana, Rangga; Sujudi, Shan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.357

Abstract

Television as a mass medium plays a crucial role in shaping public perception through its audiovisual power, issue selection, and creative production strategies. In this context, NET.’s news magazine program Satu Indonesia serves as an intriguing case of how television combines the functions of information, entertainment, and public agenda-building through creative approaches. This study aims to analyze the development of creative ideas and production planning in Satu Indonesia, with a focus on the application of mass communication theory, journalism, news magazine format, agenda-setting, and television creativity. A descriptive qualitative method was employed, utilizing observation, interviews, and literature review, with data analysis conducted through Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that Satu Indonesia employs narrative storytelling, aesthetic visualization, and multiplatform integration to present inspiring and timeless features. The program applies agenda-setting by prioritizing human interest and social solidarity issues, while framing reality from a positive perspective consistent with NET.’s identity as “Televisi Masa Kini.” Creativity emerges as the core of production, generated through collective collaboration among multitalented teams who balance journalistic professionalism with industry pressures. These findings affirm that modern television is not merely an information channel, but also a strategic site for the construction of social meaning.
VOKATIF PROFESI BAHASA SUNDA wahya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.358

Abstract

ABSTRACT This study attempts to reveal the vocatives of Sundanese language professions from a morphological and syntactic perspective using a qualitative descriptive method. Data collection used a listening method with note-taking techniques. Data analysis used a morphological and syntactic approach. Data sources used four Sundanese language fiction books as samples, namely (1) Teu Tulus Paeh Nundutan/TTPN by Ki Umbara, 2013; (2) Oleh-Oleh Perang/OOP by Rukmana Hs. 2006; (3) Ki Merebot/KM by Ahmad Bakri, 2016; (4) Carita Nyi Halimah/CNH by Samsoedi, 2018. Based on the data source, there are nineteen professional vocative data found, which are divided into two forms, namely fifteen singular forms, namely (1) Guru 'Guru' (two data), (2) Dokter 'Doctor' (four data), (3) Suster 'Suster' (two data), (4) Mandor 'Mandor' (two data), and (5) Koki 'Koki' (one data) in the form of a whole word and (6) Dok 'Dok' (two data) and (7) Ndor 'Ndor' (two data) in the form of fragments. There are four combined professional vocatives: (8) Pa Mantri 'Pak Mantri' (three instances) and (9) Pa Supir 'Pak Supir' (one instance). Professional vocatives are found in declarative, imperative, interrogative, and exclamatory sentences, with 2, 2, 11, and 4 instances, respectively. Professional vocatives appear more frequently in interrogative sentences. They are positioned at the beginning of a sentence (initial), in the middle (medial), and at the end (final) (1, 1, and 17 instances, respectively). These professional vocatives are more frequently distributed at the end of a sentence. It can be concluded that Sundanese professional vocatives often appear in singular form as whole words in interrogative sentences at the end of the sentence. Keywords: professional vocatives; form; full word; fragment; distribution
STRATEGI MEDIA SOSIAL KANG DEDI MULYADI (KDM): CITRA DAN RESPON MASYARAKAT JAWA BARAT Setiaman, Agus; Ananda, Naufal Rifqi
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.378

Abstract

The content displayed by Dedi Mulyadi through his social media channels is not only formal or just an elitist image. However, he also shows real action and deep social empathy. Furthermore, his political communication style shows his direction towards establishing a pro-people leadership image. This is reflected in Dedi Mulyadi's political actions, which do not limit himself to the official table or political ceremonies alone, but also act directly in the field, greeting the people with his appearance and simple language. Through this narrative, he succeeded in creating the image of a leader who is not only good at talking but also has real actions. The phenomenon of the presence of the figure of Dedi Mulyadi is interesting because his appearance comes amidst a widespread crisis of public trust in politicians who tend to distance themselves from the people. At a time when many politicians focus on image through campaign advertisements that are stiff and do not touch people's emotional side, such as through campaign boards or posters with images of faces that are bigger than their words. Dedi Mulyadi is actually present by utilizing direct communication and building emotional relationships either through face-to-face or published digital content. Through this communication style, it strengthens the perception that he is a leader who is worthy of being trusted and used as a role model, especially in a society that desires leaders who are honest, caring, and not distant.
ANALISIS HISTORIS TENTANG PASUNDA BUBAT Herlina, Nina
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.379

Abstract

Yang dimaksud dengan Pasunda Bubat adalah peristiwa sejarah yang terjadi pada pertengahan abad ke-14 di Lapangan Bubat, wilayah Kerajaan Majapahit di Kabupaten Mojokerto sekarang. Istilah Pasunda Bubat diambil dari naskah kuno Sĕrat Pararaton atau Katuturan ira Ken Angrok, yang ditulis pertamakalinya pada abad ke-15. Pasunda Bubat menunjuk pada peristiwa yang terjadi dengan orang Sunda di (lapangan) Bubat, yang dikisahkan secara singkat dalam salah satu bab naskah tersebut, yaitu suatu peristiwa berdarah ketika Prabu Maharaja, Raja Sunda Galuh mengantarkan puterinya Dyah Pitaloka atau Citraresmi yang dilamar oleh Raja Majapahit Hayam Wuruk untuk dijadikan permaisurinya. Mahapatih Gajah Mada yang tidak setuju dengan perkawinan tersebut menghadapi rombongan Raja Sunda dengan senjata. Kisah berakhir dengan tragis: seluruh rombongan dari Tatar Sunda tak ada yang tersisa. Tragedi ini menyisakan “dendam sejarah” selama ratusan tahun hingga kini. Hingga tahun 2018, tidak ada nama Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, di Tatar Sunda. Setelah dilakukan penelitian mendalam tentang Pasunda Bubat dan kemudian diseminarkan secara nasional di Bandung tahun 2018, barulah nama Jalan Majapahit, Jalan Citraresmi, dan Jalan Hayam Wuruk, dipakai di Kota Bandung. Namun nama Gajah Mda tetap ditolak masyarakat untuk dipakai sebagai nama jalan di Tatar Sunda.
PERAN INTERAKSIONISME SIMBOLIK MEAD DALAM MEMAHAMI DINAMIKA KEYAKINAN KESEHATAN INDIVIDU DAN PERILAKU SEHAT KOLEKTIF DI JATINANGOR Setiawan, Setiawan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.380

Abstract

Perilaku sehat merupakan pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2030, di mana perilaku tersebut perlu di internalisasi baik secara individu maupun kolektif. Upaya ini didukung oleh berbagai fasilitas kesehatan, dari layanan primer hingga tersier, guna memfasilitasi pencegahan, pengobatan, dan deteksi dini penyakit. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menelaah aspek keyakinan kesehatan dalam membentuk perilaku sehat pada masyarakat Jatinangor, menggunakan lensa Teori Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead. Perspektif ini menyoroti bagaimana makna perilaku sehat dibangun melalui interaksi sosial, bagaimana individu menginterpretasikan peran 'The Generalized Other' (masyarakat) dalam membentuk perilaku sehat kolektif, dan bagaimana proses simbolik (seperti komunikasi dan interpretasi isyarat) memengaruhi keyakinan kesehatan individu. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas informan memiliki keyakinan perilaku sehat yang kuat, tercermin dari persepsi kerentanan terhadap penyakit (perceived susceptibility) yang tinggi dan keyakinan manfaat tindakan pencegahan (perceived benefits) yang kuat. Temuan kunci lainnya adalah peran signifikan komunitas yang saling mendukung, promosi gaya hidup sehat, dan rasa hormat terhadap orang lain dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, yang semuanya merupakan manifestasi dari proses interaksi simbolik. Kesimpulannya, kepercayaan, pengaturan diri, motivasi, dukungan sosial, dan pola pikir individu yang terbentuk dan diperkuat melalui interaksi simbolik berperan krusial dalam mencapai kesejahteraan fisik dan emosional. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar program kesehatan di Kabupaten Kecamatan Jatinangor lebih difokuskan pada penguatan peran komunitas dan kelompok dukungan sebaya, mengingat pengaruh signifikan dukungan sosial dalam mengkonstruksi makna dan perilaku sehat kolektif.
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DALAM MANUSKRIP SUNDA KUNO ABAD XVI M. Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya; Darsa, Undang Ahmad
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.381

Abstract

Manuskrip yang lebih dikenal dengan istilah naskah, di era Generasi Z saat ini masih eksis dan sangat dibutuhkan. Itu sebabnya, manuskrip perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Banyak teks naskah Sunda Kuno Abad XVI Masehi tersebut yang belum terungkap isinya, terutama yang terkait dengan antistunting. Hal ini dimaklumi, karena para pegiat naskah Sunda kuno terkendala dengan penguasaan aksara, bahasa, dan kandungan isinya. Padahal berdasarkan informasi dari katalog, museum, perpustakaan, pasulukan, maupun tempat penyimpanan naskah lainnya, ada puluhan manuskrip Sunda kuno yang ditengarai mengungkap seluk beluk cara pencegahan, perawatan, dan pemeliharaan janin sejak dalam kandungan Ibu hamil hingga remaja, dengan memanfaatkan tanaman obat tradisional, yang mampu mencegah gagal tumbuh kembangnya bayi. (stunting). Jika isi hasil penelitian dan pengkajian antistunting tersebut tidak segera disosialisasikan dan diinformasikan, maka akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan para Gen Z ke depannya. Manuskrip Antistuting mengungkap beragam jenis, fungsi, dosis, cara pengolahan, dan tindak pengobatan. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui metode penelitian deskriptif analisis komparatif. Adapun metode kajiannya melibatkan metode kajian filologis, baik secara kodikologis maupun tekstologis, hermeneutik, sosiologi, leksikografis, serta kajian budaya secara umum. Tulisan ini diharapkan mampu mengungkap upaya pencegahan dan penanggulangan stunting berbasis manuskrip Sunda Kuno yang terungkap dalam tanaman obat tradisional. Hasil tulisan ini diharapkan mampu menjadi referensi literasi yang bermanfaat bagi ilmu lain secara multidisiplin.