Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal
KABUYUTAN Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal, yang menjembatani pemikiran-pemikiran kritis menyangkut kearifan lokal tinggalan budaya masa lampau, termasuk di dalamnya kemanusiaan, yang mengedepankan manusia sebagai insan bermartabat dan berbudaya. Filologi secara khusus mengkaji tradisi tulis atau naskah-naskah (kuno, klasik/peralihan, masa kini) tinggalan nenek moyang masa lampau, yang menyimpan ide, gagasan, pandangan hidup, dan lainnya. Naskah sebagai dokumen budaya meliputi tujuh unsur kearifan lokal budaya, sesuai dengan tempat naskah itu ditulis atau disalin. Teks naskah dalam jurnal Kabuyutan bisa dikaji secara multidisiplin dengan ilmu lain, sesuai dengan isi/teks naskah dimaksud, seperti dari sudut pandang sastra, sejarah, hukum, sosial politik, komunikasi, kesehatan masyarakat, farmasi, kedokteran, psikhologi, keperawatan, dan ilmu lainnya yang berkaitan dengan isi teks naskah. Sejarah bisa dikaji dari seluk beluk aspek sejarah, dan berbagai sudut pandang yang berkaitan dengan tinggalan masa lalu, baik dokumen sejarah masa lampau maupun tinggalan/dokumen kekinian/masa kini, yang relevan dengan aspek kesejarahan, termasuk historiografi tradisional yang ada kaitannya dengan tinggalan-tinggalan sejarah masa lampau, baik dengan tradisi tulis (naskah), arkeologi, maupun antropologi, sosial politik, maupun ilmu komunikasi, melalui pendekatan sejarah dan berbagai macan metode yag digunakan dalam penelitian dan kajian ilmu sejarah. Arkeologi pada umumnya berkaitan dengan artefak-artefak tinggalan budaya masa lampau, yang bisa dikaji secara multidisiplin dengan ilmu lain, baik dengan filologi, sejarah, antropologi, geologi, geografi, komunikasi, sosial politik, maupun ilmu lain, yang berkaitan dengan kepurbakalaan.
Articles
115 Documents
TRANSFORMASI MITOS SUNDA DALAM SASTRA INDONESIA MODERN
Yudi Permadi;
Ikhwan Ikhwan;
Uus Rustiman
KABUYUTAN Vol 5 No 1 (2026): Kabuyutan, Maret 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v5i1.425
Transformasi Mitos Sunda dalam Sastra Indonesia Modern Oleh: R.Yudi Permadi r.permadi@unpad.ac.id Ikhwan Uus Rustiman Abstrak Mitos Sunda merupakan bagian penting dari warisan budaya yang merepresentasikan pandangan hidup, sistem kepercayaan, dan identitas masyarakat Sunda. Dalam perkembangan sastra Indonesia modern, berbagai mitos Sunda mengalami transformasi dari bentuk tradisional menuju bentuk-bentuk naratif yang lebih kompleks dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk transformasi mitos Sunda dalam sastra Indonesia modern serta mengungkap fungsi dan maknanya dalam konstruksi identitas budaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan dan kajian budaya. Data penelitian berupa narasi, tokoh, simbol, dan peristiwa yang merepresentasikan mitos Sunda dalam sejumlah karya sastra Indonesia modern. Analisis dilakukan melalui teknik pembacaan interpretatif dengan menitikberatkan pada proses adaptasi, reinterpretasi, dan rekonstruksi mitos dalam teks sastra.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos Sunda tidak lagi hadir sebagai cerita tradisional yang bersifat statis, melainkan mengalami transformasi menjadi perangkat estetik dan ideologis yang digunakan pengarang untuk membahas berbagai persoalan kontemporer, seperti identitas budaya, modernitas, relasi manusia dengan alam, serta perubahan sosial. Mitos-mitos seperti Sangkuriang, Dayang Sumbi, Nyi Pohaci, dan Prabu Siliwangi direpresentasikan kembali melalui berbagai strategi naratif yang memperlihatkan dialog antara tradisi dan modernitas. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa sastra Indonesia modern berperan sebagai ruang pelestarian sekaligus reinterpretasi warisan budaya Sunda sehingga tetap relevan bagi masyarakat masa kini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa mitos Sunda bukan hanya jejak masa lalu, tetapi juga sumber makna budaya yang terus hidup dan berkembang dalam sastra modern.
PEMETAAN KAJIAN BUDAYA SUNDA DALAM PENELITIAN FILM DI INDONESIA: SYSTEMATIC MAPPING REVIEW PUBLIKASI TERINDEKS GARUDA 2014–2024
Rangga Permana;
Evi Rosfiantika
KABUYUTAN Vol 5 No 1 (2026): Kabuyutan, Maret 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v5i1.427
Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan kajian budaya Sunda dalam penelitian film di Indonesia melalui pendekatan Systematic Mapping Review (SMR). Penelitian menggunakan Garuda (Garba Rujukan Digital) sebagai sumber data dengan kata kunci “film dan budaya Sunda” dan rentang publikasi 2014–2024. Garuda dipilih sebagai sumber data karena merupakan pangkalan data publikasi ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta menyediakan akses terhadap publikasi ilmiah yang teridentifikasi dan terindeks dalam sistem nasional. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh lima artikel yang menjadi korpus penelitian. Data dianalisis berdasarkan karakteristik publikasi, kecenderungan tema kajian, serta pendekatan teoretis dan metodologis yang digunakan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa publikasi mengenai budaya Sunda dalam penelitian film masih relatif terbatas, meskipun terdapat peningkatan publikasi yang cukup menonjol pada tahun 2024. Dari sisi tema, empat penelitian berfokus pada representasi budaya Sunda, sedangkan satu penelitian menempatkan film sebagai media pelestarian budaya. Pendekatan teoretis dan metodologis didominasi paradigma interpretatif, khususnya semiotika dan analisis representasi dengan pendekatan kualitatif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kajian budaya Sunda dalam penelitian film masih cenderung menempatkan film sebagai objek analisis budaya, sementara dimensi produksi, distribusi, konsumsi, resepsi khalayak, dan transformasi budaya melalui media digital masih relatif belum dikaji. Penelitian ini merekomendasikan perluasan perspektif menuju kajian film sebagai praktik budaya dalam ekosistem audiovisual.
KAJIAN LITERATUR TENTANG POLA ASUH ANAK PADA KELUARGA YANG TIDAK UTUH
Agus Setiaman;
Fedrian Ibrahim Hendriantono
KABUYUTAN Vol 5 No 1 (2026): Kabuyutan, Maret 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v5i1.435
Struktur keluarga bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Perkembangan kognitif, sosial, emosional, maupun perilaku anak lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua. Pola pengasuhan anak merupakan kumpulan sikap, perilaku, dan strategi yang secara terus menerus diterapkan oleh orang tua dalam berinteraksi dengan anak dalam kehidupan sehari hari. Pencerminan tingkat kehangatan dan kontrol yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya serta menjadi bentuk pengawasan merupakan fungsi utama dari pola pengasuhan. Pelaksanaan pola pengasuhan pada keluarga yang tidak utuh seringkali berhadapan dengan tantangan yang berbeda dengan keluarga yang memiliki kehadiran kedua orangtua. Ketika seorang orangtua berusaha untuk memenuhi dua peran pengasuhan seorang diri, pada umumnya peran sebagai penyokong ekonomi sekaligus pengasuh, maka muncul potensi adanya tekanan psikologis, ekonomi, serta keterbatasan waktu untuk mendampingi anak. Kualitas dan konsistensi interaksi serta pola asuh antara anak dan orangtuanya dapat terpengaruh oleh kondisi tersebut.
MENELUSURI TABIR TOGA ANTISTUNTING DI DESA CIKUNTEN DAN MANUSKRIP SUNDA
Elis Suryani Nani Sumarlina;
Mamat Ruhimat
KABUYUTAN Vol 5 No 1 (2026): Kabuyutan, Maret 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v5i1.439
Manuskrip di era Gen Z saat ini, di kalangan masyarakat Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya khususnya, di awal penelusuran kami, belum begitu dikenal. Namun ada sebagian masyarakat yang menyebutnya sebagai ‘Kitab’. Sehubungan dengan hal itu, sebagai dokumen budaya dan referensi literasi bagi ilmu lain, eksistensi manuskrip perlu diinformasikan. Hal ini mengingat masih sedikitnya manuskrip yang masih terpendam dan diketahui isinya serta dimanfaatkan masyarakat, khususnya terkait Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang berguna sebagai antistunting. Pengenalan Tanaman obat keluarga, masih sangat dibutuhkan, selain untuk meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh, juga sebagai antistunting bagi masyarakat Desa Cikunten khususnya, dan Kabupaten Tasikmalaya pada umumnya, yang sedang digalakkan oleh pemerintah saat ini. Diharapkan, tidak ada lagi yang gagal tumbuh kembang atau stunting. Pengetahuan terkait Tanaman Obat Keluarga sebagai penunjang antistunting dimaksud harus segera dioptimalisasikan melalui penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat secara multidisiplin, sehingga diketahui jenis dan ragam tanaman, fungsi dan manfaatnya, dosis dan takarannya, cara pengolahannya, serta bagaimana tindak pengobatannya, berbasis manuskrip Mantra Pengobatan. Metode deskriptif komparatif analisis yang digunakan berusaha mendeskripsikan data secara terinci dan teliti, menganalisisnya dengan cermat, serta membandingkannya secara tepat sasaran. Sedangkan metode kajiannya menggunakan kritik teks dan kajian budaya, mengungkap fungsi naskah pengobatan secara pragmatis di masyarakat, khususnya di Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna Tasikmalaya. Tulisan ini sangat bermanfaat, selain untuk menambah pengetahuan masyarakat terkait kesehatan, dan antistunting, juga berguna bagi disiplin ilmu lain secara multidisiplin.
METAFORA KONSEPTUAL TERKAIT HIDUP DALAM NASKAH KUNO SEBAGAI BAGIAN DALAM SUGESTI ALTERNATIF BAGI KLIEN BERLATAR ETNIS SUNDA
Bima Bayusena;
Garini Gantina
KABUYUTAN Vol 5 No 1 (2026): Kabuyutan, Maret 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61296/kabuyutan.v5i1.441
Penelitian terkait makna hidup dalam Masyarakat Sunda seperti tercermin dalam naskah naskah Sunda Kuno diperlukan untuk melihat potensi tawaran perspektif positif bagi klien hipnoterapi beretnis Sunda secara khusus dan bagi Masyarakat Indonesia secara umum. Melalui penelitian deskriptif kualitatif ini, data kebahasaan dari naskah Sunda dianalisis dengan pendekatan linguistik kognitif untuk memetakan metafora konseptual, ranah sumber, tipe pengembangan ranah, dan pembingkaian hidup dalam wacana dengan berbasis pada teori Extended Conceptual Metaphor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metafora LIFE IS JOURNEY dengan path skema yang dikembangkan melalui tipe pengembangan inklusi kelas, naskah Sanghyang Siksakandang Karesian dan Amanat Galunggung menawarkan konsep hidup yang menghubungkan tubuh fisik, pikiran, nilai moral yang dikembangkan berdasarkan nilai nilai baik untuk menjaga tatanan masyarakat, alam dan dunia, dengan menekankan pentingnya aspek spiritual dan keberlangsungan kehidupan lintas generasi. Sementara itu, melalui metafora yang mengaitkan hidup sebagai Daya, manusia bukan hanya secara langsung diperlakukan sebagai elemen alam, namun juga sebagai medium yang menghidupkan sekaligus dihidupkan oleh alam, Kedekatan antara hidup dan alam menjadikan proses hidup sangat banyak berkaitan dengan upaya menjaga keberlangsungan dan keharmonisan alam. Nilai positif terkait makna hidup dapat menjadi alternatif yang dapat ditawarkan dalam sugesti bagi klien hipnoterapi baik bagi klien yang memiliki latar belakang budaya Sunda maupun Indonesia secara umum.