cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/kabuyutan/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kabuyutan: Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal
ISSN : 29627435     EISSN : 29627435     DOI : 10.61296/kabuyutan
KABUYUTAN Jurnal Kajian Iilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal, yang menjembatani pemikiran-pemikiran kritis menyangkut kearifan lokal tinggalan budaya masa lampau, termasuk di dalamnya kemanusiaan, yang mengedepankan manusia sebagai insan bermartabat dan berbudaya. Filologi secara khusus mengkaji tradisi tulis atau naskah-naskah (kuno, klasik/peralihan, masa kini) tinggalan nenek moyang masa lampau, yang menyimpan ide, gagasan, pandangan hidup, dan lainnya. Naskah sebagai dokumen budaya meliputi tujuh unsur kearifan lokal budaya, sesuai dengan tempat naskah itu ditulis atau disalin. Teks naskah dalam jurnal Kabuyutan bisa dikaji secara multidisiplin dengan ilmu lain, sesuai dengan isi/teks naskah dimaksud, seperti dari sudut pandang sastra, sejarah, hukum, sosial politik, komunikasi, kesehatan masyarakat, farmasi, kedokteran, psikhologi, keperawatan, dan ilmu lainnya yang berkaitan dengan isi teks naskah. Sejarah bisa dikaji dari seluk beluk aspek sejarah, dan berbagai sudut pandang yang berkaitan dengan tinggalan masa lalu, baik dokumen sejarah masa lampau maupun tinggalan/dokumen kekinian/masa kini, yang relevan dengan aspek kesejarahan, termasuk historiografi tradisional yang ada kaitannya dengan tinggalan-tinggalan sejarah masa lampau, baik dengan tradisi tulis (naskah), arkeologi, maupun antropologi, sosial politik, maupun ilmu komunikasi, melalui pendekatan sejarah dan berbagai macan metode yag digunakan dalam penelitian dan kajian ilmu sejarah. Arkeologi pada umumnya berkaitan dengan artefak-artefak tinggalan budaya masa lampau, yang bisa dikaji secara multidisiplin dengan ilmu lain, baik dengan filologi, sejarah, antropologi, geologi, geografi, komunikasi, sosial politik, maupun ilmu lain, yang berkaitan dengan kepurbakalaan.
Articles 99 Documents
MANAJEMEN LEMBAGA INFORMASI DI MUSEUM GEDUNG SATE BANDUNG: MANAJEMEN LEMBAGA INFORMASI DI MUSEUM GEDUNG SATE BANDUNG Perdana, Fitri; Sinaga, Dian
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.257

Abstract

Museum sering dikenal sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala atau kuno yang sudah tidak berguna lagi. Padahal, sebagai lembaga informasi, museum menyimpan sejumlah koleksi yang berisi informasi penting untuk dikomunikasikan kepada khalayak yang lebih luas dengan cara dipamerkan. Untuk itu penting bagi pihak museum untuk terus melakukan pembenahan dan pengelolaan yang baik dimana pihak museum dituntut untuk mempertimbangkan secara matang tantangan dan kebutuhan museum, fasilitas, personel dan dana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih jauh bagaimana sistem pengelolaan yang diterapkan oleh Museum Gedung Sate sebagai lembaga informasi. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data diperoleh dari observasi dan studi kepustakaan dari buku-buku dan literatur lainnya. Berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui bahwa Museum Gedung Sate melaksanakan kegiatan perencanaannya dengan menyusun rencana dan pengembangan jangka panjang, melakukan studi banding, menyusun strategi pengembangan, dan menyusun rencana anggaran. Dalam proses pergerakannya, museum melakukan proses pengadaan dan aktualisasi koleksi untuk menjamin koleksi tersebut dapat diterima dan dinikmati oleh pengunjung. Proses pengorganisasia, dilakukan dengan membagi SDM sesuai dengan kebutuhan museum, pengelompokan koleksi, dan lain sebagainya. Terakhir, tahap pengendalian dilakukan melalui pertemuan rutin dan evaluasi, serta pembuatan peraturan dan kebijakan yang ditujukan kepada pengunjung dan staf untuk menjamin ketertiban. Strategi manajemen yang diterapkan di museum telah disusun secara runtut sesuai dengan konsep manajemen.
EPISTEMOSUFI: RAHASIA ILMU DALAM PANDANGAN SULTANUL-AULIYA AL-JAILANI: EPISTEMOSUFI: RAHASIA ILMU DALAM PANDANGAN SULTANUL-AULIYA AL-JAILANI Kosasih, Ade
KABUYUTAN Vol 3 No 2 (2024): Kabuyutan, Juli 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i2.258

Abstract

Ilmu merupakan suatu entitas abstrak pada manusia, tetapi dapat menyertai manusia untuk menopang kehidupan. Artikel ini mengungkapkan ilmu dalam paradigma sufistik Syekh Abdul Qodir Jailani yang tertuang dalam Kitab Sirr al-Asrâr. Penulisan artikel ini terinspirasi oleh sangat majunya ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang, tetapi banyak orang belum mengetahui apa esensi ilmu yang sebenarnya dalam paradigma sufistik. Kaum sufistik dituduh menjauh dari ilmu, karena mereka lebih mengedepankan spiritualitas sebagai motivasi hidup untuk mendekati Tuhan sedekat mungkin. Ternyata Jailani mengungkap ilmu ini dengan pandangan sufistiknya yang sarat dengan nilai-nilai ketuhanan yang hakiki, tetapi mengedepankan solusi untuk kehidupan umat manusia. Allah, Tuhan Sang Pemilik Ilmu, mentransfer ilmu kepada manusia melalui wahyu, ilham, dan proses-proses transmisi lainnya. Pembahasan mendalam dan kritis merupakan cara menggali makna serta menafsirkan teks. Hasil analisis dengan kritis, ilmu itu terdokumentasikan dalam Al-Quran, baik tersurat maupun tersirat. Pembagiannya adalah ilmu syariah, ilmu tarikah, ilmu ma’rifah, dan ilmu hakikat.
REKONSTRUKSI SEJARAH KERAJAAN SUNDA Herlina, Nina
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.276

Abstract

Kerajaan Sunda eksis selama delapan abad , dari abad ke-8 hingga abad ke-16. Sumber-sumber sejarah yang berisi informasi tentang Kerajaan Sunda bersifat fragmentaris dan terdiri dari berbagai jenis sumber baik berupa prasasti, naskah kuno maupun berita asing. Yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana informasi yang beragam itu dikoroborasikan untuk menghasilkan suatu rekontruksi kisah sebuah kerajaan yang kronologis. Untuk itu dilakukan penelitian menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Untuk memberikan eksplanasi tentang riwayat Kerajaan Sunda yang berisi informasi yang jelas , kronologis, diperlukan pendekatan yang bersifat multidimensi, selain dari aspek politik, juga diperlukan pendekatan ekonomi dan sosial. Dengan pendekatan seperti ini dapat disusun rekonstruksi Kerajaan Sunda , sebuah Kerajaan Hindu, sejak berdirinya pada abad ke-8 yang ternyata berhubungan dengan Kerajaan Galuh di Kawali. Kedua Kerajaan pernah dipersatukan melalui perkawinan politik, hingga mencapai masa keemasan pada masa Sri Baduga Maharaja memerintah dan kemudian hancur pada tahun 1579 akibat faktir internal yaitu melemahnya kepemimpinan Raja Sunda dan factor eksternal yaitu serbuan Kesultanan Banten yang beragama Islam selama setengah abad.
PENGGUNAAN VOKATIF UJANG DAN JANG DALAM NOVEL SI BOHIM JEUNG TUKANG SULAP KARYA SAMSOEDI: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK wahya
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.277

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas penggunaan vokatif Ujang dan Jang dalam Novel Si Bohim jeung Tukang Sulap Karya Samsoedi: Kajian Sosiolinguistik. Metode penelitian bersifat deskriptif-kualitatif. Penyediaan atau pengumpulan data menggunakan metode simak, yakni menyimak pemakain vokatif Ujang dan Jang oleh penutur terhadap mitra tutur. Berdasarkah hasil penelitian dapat disimpulkan hal-hal berikut. Dari sumber data yang digunakan ditemukan empat belas data kalimat yang memuat vokatif utuh Ujang dan vokatif penggalan Jang. Dari 14 data kalimat tersebut, 10 data kalimat memuat vokatif Ujang dan 4 data memuat vokatif Jang. Penggunaan vokatif Ujang mendominasi penggunaan vokatif Jang. Berdadarkan penggunaan kode tingkat tutur, pada penggunaan vokatif Ujang yang berjumlah 10 data, 9 data terdapat dalam penggunaan kode tingkat tutur akrab dan 1 data terdapat dalam penggunaan kode tingkat tutur hormat. Pada penggunaan vokatif Jang yang berjumlah 4 data, 3 data terdapat dalam penggunaan kode tingkat tutur akrab dan 1 data terdapat dalam penggunaan kode tingkat tutur hormat. Dengan demikian penggunaan kode tingkat tutur akrab mendominasi. Artinya, vokatif Ujang dan Jang lebih sering digunakan dalam kode tingkat tutur akrab. Hubungan sosial penutur dengan mitra tutur dalam penggunaan vokatif Ujang dan Jang ada empat, yaitu kekeluargaan, kenalan baru, rekan bisnis, dan pesulap-penonton yang didominasi hubungan sosial kekeluargaan. Kata kunci: vokatif, vokatif utuh, vokatif penggalan, tingkat tutur, hubungan sosial ABSTRACT This article discusses the use of the vocatives Ujang and Jang in the novel Si Bohim jeung Tukang Sulap by Samsoedi: Sociolinguistic Study. The research method is descriptive-qualitative. Providing or collecting data using the listening method, namely listening to the use of the vocatives Ujang and Jang by speakers towards their speech partners. Based on the research results, the following can be concluded. From the data source used, fourteen sentence data were found containing the complete vocative of Ujang and fragmentary vocatives of Jang. Of the 14 sentence data, 10 sentence data contain the Ujang vocative and 4 data contain the Jang vocative. Ujang's vocative use dominates Jang's vocative use. Based on the use of speech level codes, there are 10 data on the use of the Ujang vocative, 9 data are contained in the use of the familiar speech level code and 1 data is contained in the use of the respectful speech level code. In the use of Jang's vocative, there are 4 data, 3 data are in the use of the familiar speech level code and 1 data is in the use of the respectful speech level code. Thus, the use of familiar speech level codes dominates. This means that the vocatives Ujang and Jang are more often used in familiar speech level codes. There are four social relationships between the speaker and his speech partner in the use of the vocatives Ujang and Jang, namely kinship, new acquaintances, business partners, and magician-audience, which are dominated by familial social relationships. Key words: vocative, whole vocative, fragmentary vocative, level of speech, social relationship
REALITAS MEDIA MODIFIKASI REALITAS SOSIAL YANG MENGHIBUR: - Setiaman, Agus; El Karimah, Kismiyati
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.280

Abstract

Pada hakikatnya media massa merupakan perpanjangan lidah dan tangan manusia untuk mengembangkan struktur sosialnya. Dengan penciptaan, penyempurnaan dan penggandaan sarana teknis manusia dapat membebaskan komunikasinya dari berbagai hambatan ruang dan waktu. Era sekarang dikenal sebagai era media sehingga ada anggapan kalau ingin menguasai dunia maka kuasailah komunikasi nya, kuasailah media nya, setiap saat kita berhadapan dengan media bahkan ketika kita bangun hingga kita menjelang tidur kita senantiasa bersama dengan media. Tidak terlalu mengherankan apabila kehidupan kita baik langsung ataupun tidak langsung akan dipengaruhi oleh tayangan media, apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan bahkan apa yang akan kita putuskan bisa jadi dipengaruhi oleh apa yang media sodorkan, sajikan pada kita semua Disisi yang lain realitas media tidak sepenuhnya merupakan realitas sosial yang yang terjadi dalam masyarakat kita, karena realitas media adalah tetap sebagai realitas media yang tidak bisa dipungkiri merupakan realitas yang merupakan kombinasi dengan realitas yang telah melalui proses modifikasi sebagai realitas yang layak tayang sebagai sajian hiburan.
KESENIAN ANGKLUNG DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BUDAYA LOKAL Purnama Dewi, Anggraeni; Juniarti, Nita
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.285

Abstract

Secara umum diketahui bahwa angklung merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa Barat yang terbuat dari bambu, dan akan mengeluarkan bunyi ketika digoyangkan. Kesenian angklung sendiri sampai saat ini masih banyak terlihat, khususnya di sekolah-sekolah sebagai bagian dari ekstrakurikuler yang ditawarkan pihak sekolah kepada siswanya. Tentu saja hal ini menjadi sangat baik, karena angklung sebagai warisan budaya dapat dipertahankan eksistensinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana kepedulian dan minat anak-anak usia sekolah dasar terhadap kesenian angklung, serta untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi anak-anak dalam mempelajari alat musik angklung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemaparan deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara terhadap pihak sekolah dan 10 siswa-siswi Sekolah Dasar Bintang Madani. Adapun data sekunder diambil dari berbagai literatur terkait seni dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh siswa-siswi tersebut memiliki kepedulian dan minat yang besar terhadap alat musik angklung. Adapun kendala yang dihadapi siswa-siswi tersebut adalah terkait pengaturan waktu, karena kegiatan ekstrakurikuler angklung dilakukan setelah jam kepulangan sekolah, sehingga rasa lelah seringkali menjadi hambatan mereka dalam mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, adanya gadget yang menawarkan berbagai fitur menarik, turut menjadi pertimbangan siswa dalam menentukan sikap untuk mengisi waktunya dengan kegiatan ekstrakurikuler angklung.
PERSEPSI MAHASISWA SASTRA ARAB UNIVERSITAS PADJADJARAN TERHADAP KONTEN LGBT PADA APLIKASI TIKTOK (ANALISIS DEKADENSI MORAL DAN BUDAYA) Zahabuddin Nasution, Hisbi; Kurnia Firmansyah, Eka
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.286

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami perubahan dari segi Pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya. Salah satu media sosial yang saat ini banyak diminati adalah aplikasi TikTok. Dalam penggunaannya, TikTok bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif seperti menjual produk bisnis, mencari informasi terbaru, bahkan bisa menjadi sebuah profesi sebagai Konten Kreator. Namun di sisi lain, terdapat juga kelemahan dari TikTok yaitu hadirnya konten-konten negatif akibat dari penyalahgunaan aplikasi oleh beberapa penggunanya. Salah satu konten negatif yang sering ditemukan pada aplikasi TikTok adalah berupa aktivitas LGBT. Dengan adanya konten sejenis ini dapat berpengaruh terhadap moral masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai insan akademik dan generasi penerus bangsa. Maka tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengidentifikasikan respon mahasiswa Sastra Arab Universitas Padjadjaran terhadap aplikasi TikTok. Kedua, untuk mengidentifikasikan jenis konten LGBT pada aplikasi TikTok. Ketiga, untuk mengidentifikasikan persepsi mahasiswa Sastra Arab Universitas Padjadjaran terhadap pengaruh konten LGBT pada aplikasi TikTok. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial TikTok memiliki peran cukup penting bagi mahasiswa. Dari respon Mahasiswa Sastra Arab Universitas Padjadjaran terhadap aplikasi TikTok dapat dilihat manfaat serta dampak buruknya terhadap mahasiswa salah satunya dari konten LGBT yang beredar. Terdapat 6 jenis konten LGBT yang sering didapati oleh pengguna TikTok. Dari fenomena ini, persepsi Mahasiswa Sastra Arab Terhadap Konten LGBT pada aplikasi TikTok adalah lebih kearah negative. Mereka percaya bahwa konten LGBT pada aplikasi TikTok berpotensi dalam menurunkan nilai dan budaya mahasiswa.
PROBLEMATIKA TINGKATAN BAHASA DAN STRATIFIKASI SOSIAL DALAM PENGGUNAAN UNDAK-USUK BAHASA SUNDA Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.287

Abstract

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk lainnya di dunia ini, memiliki kemampuan berkomunikasi dan mengimplementasikan perasaan serta pikirannya melalui beragam bahasa yang dikuasainya. Mengapa? Karena manusia mempunyai cipta, rasa, dan karsa, yang menjadi pembedanya. Eksistensi dan perkembangan bahasa hampir sama dengan perkembangan manusia di dunia ini. Namun, tidak setiap suku bangsa menerima bahasa dalam waktu yang bersamaan. Hal itu bergantung kepada kesadaran tentang pentingnya tanda-tanda untuk membuktikan adanya cipta, rasa, dan karsa dimaksud. Dengan adanya kesadaran itulah, maka timbullah tulisan berupa aksara bahkan bahasa untuk merekam suara atau bunyi bahasa yang dikeluarkan, baik lisan maupun tulisan, agar semua informasi dapat disampaikan secara menyeluruh tanpa terhambat tempat dan waktu. Namun, penggunaan dan perkembangan bahasa Sunda khususnya, berubah setelah adanya pengaruh Unggah Ungguh Basa Jawa, yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap eksistensi dan stratifikasi Bahasa Sunda. Pemakaian Undak Usuk Basa Sunda berdasarkan stratifikasinya meliputi bahasa kasar, sedeng, dan lemes beserta variannya, yang cukup menarik untuk dibahas dalam tulisan ini. Metode penelitian untuk mengungkap masalah Undak-Usuk Basa Sunda menggunakan deskriptif analisis komparatif, dan metode kajian struktur, yang melibatkan tataran fonologi, morfologi, sintaksis, juga semantik, di samping sosiolinguistik dan wacana, serta kajian budaya secara umum. Hasil yang diharapkan mampu mengungkap problematika Stratifikasi bahasa yang ada kaitannya dengan stratifikasi sosial dalam Undak-usuk Basa Sunda di masyarakat, serta penggunaannya yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah yang berlaku.
KRISIS KETELADANAN DALAM PERIBAHASA SUNDA “CAI TI HILIR MAH KUMAHA TI GIRANGNA” Permadi, R. Yudi; Sofyan, Agus Nero
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.288

Abstract

Tulisan yang bertopik krisis keteladanan dalam peribahasa Sunda “ Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” ini merupakan gambaran sifat manusia yang mengalami krisis keteladanan. Krisis keteladanan yang terjadi diakibatkan oleh tidak adanya suri teladan dari para pemimpin atau penguasa yang seharusnya menjadi anutan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif. Peribahasa merupakan objek penelitian yang mengandung nilai-nilai kehidupan dan dapat dijadikan sebagai norma bagi masyarakat untuk dilaksanakan. Nuilai-nilai yang terkandung di dalam peribahasa selanjutnya akan dideskripsikan sehingga makna peribahasa tersebut menjadi terang benderang. Adapun makna yang terungkap dalam peribahasa “Cai ti hilir mah kumaha ti girangna” yaitu krisis keteladanan yang terjadi pada seorang pemimpin/penguasa akan berdampak serupa pada rakyat atau masyarakatnya.. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa keteladanan merupakan cara yang ideal bagi seorang pemimpin/penguasa untuk dicontoh oleh rakyatnya.
PENGEMBANGAN PRODUK (PRODUCT DEVELOPMENT) LOKAL BERBASIS KEANEKARAGAMAN PANGAN MASYARAKAT JATINANGOR SUMEDANG Ismail, Ade; Rudianto, Damayanti
KABUYUTAN Vol 3 No 3 (2024): Kabuyutan, Nopember 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v3i3.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan produk makanan lokal berdasarkan keragaman sumber daya makanan lokal di Jatinangor, Sumedang, Indonesia. Wilayah ini memiliki beragam bahan makanan lokal, namun upaya yang dilakukan untuk memanfaatkan potensinya dalam inovasi produk masih terbatas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode campuran, yang menggabungkan observasi kualitatif, wawancara mendalam dengan produsen makanan lokal, dan survei di antara konsumen untuk menilai preferensi dan potensi pasar. Temuan utama mengungkapkan bahwa meskipun bahan lokal memiliki nilai gizi tinggi dan cita rasa yang khas, bahan tersebut masih kurang dimanfaatkan dalam produk makanan lokal karena keterbatasan pengetahuan dan metode pengolahan. Melalui penelitian ini, prototipe produk makanan dikembangkan menggunakan bahan tradisional seperti talas, singkong, dan pisang, yang diintegrasikan ke dalam resep inovatif yang sesuai untuk konsumen modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan produk dari keragaman makanan lokal tidak hanya mendukung pelestarian warisan budaya tetapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal. Temuan ini penting karena menyoroti jalur berkelanjutan untuk diversifikasi makanan dan mempromosikan sumber daya lokal di pasar makanan yang kompetitif.

Page 8 of 10 | Total Record : 99