cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+6285343688895
Journal Mail Official
aradigma.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Bosowa Gedung A Lt. 7 Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email: paradigma.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Paradigma Journal of Administration
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 30253586     EISSN : 3025549X     DOI : https://doi.org/10.35965/pja.v1i2
Paradigma Journal of Administration menerbitkan artikel yang pada bidang tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, kepemimpinan, dan kebijakan pembangunan. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang tersebut dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 50 Documents
Colaborative Governance Pengembangan Pariwisata dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah : Studi Kasus: Perda Nomor 6 Tahun 2013 Tentang Pengembagan Pariwisata Kabupaten Sinjai Muallim, Ahmad Hamdan; Juharni, Juharni; Suaib, Muh. Ridha
Paradigma Journal of Administration Vol. 2 No. 2 (2024): Paradigma Journal of Administration, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v2i2.5159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran collaborative governance dalam pengembangan pariwisata sebagai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Sinjai, dengan fokus pada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengembangan Pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam implementasi kebijakan pariwisata, dengan studi kasus di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, yang memiliki destinasi wisata Taman Nasional Hutan Mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, telah berhasil mendorong pengembangan infrastruktur, promosi destinasi, serta peningkatan kualitas layanan pariwisata. Namun, masih terdapat kendala dalam koordinasi dan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa penguatan sinergi antar pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan peningkatan PAD melalui sektor pariwisata. Dalam hal ini, kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam memperkuat pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk pengembangan pariwisata yang berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Sinjai. This research aims to analyse the role of collaborative governance in tourism development as an effort to increase Local Own-source Revenue (PAD) in Sinjai Regency, with a focus on Regional Regulation Number 6 of 2013 concerning Tourism Development. This research uses a descriptive qualitative approach to examine the interaction between the government, the community, and the private sector in the implementation of tourism policies, with a case study in Tongke-Tongke Village, East Sinjai District, which has a Mangrove Forest National Park tourist destination. The results showed that collaboration between stakeholders, such as local governments, communities, and the private sector, has succeeded in encouraging infrastructure development, destination promotion, and improving the quality of tourism services. However, there are still obstacles in coordination and active community participation. This research also found that strengthening synergies between parties is needed to achieve the goal of increasing PAD through the tourism sector. In this case, collaboration between the Tourism Office and the community is a key factor in strengthening sustainable tourism development. Thus, the results of this study are expected to provide recommendations for policy makers in formulating more effective strategies for tourism development that contribute to increasing the PAD of Sinjai Regency.
Peran Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Museum La Galigo Provinsi Sulawesi Selatan dalam Meningkatkan Minat Pengunjung Hardiyanti, Andi; Bahri, Syamsul; Juharni, Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 2 No. 2 (2024): Paradigma Journal of Administration, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v2i2.5337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui peran unit pelaksanaan teknis pengelolaan Museum La Galigo Provinsi Sulawesi Selatan, 2) Mengetahui program kerja yang dilaksanakan oleh UPT Museum La Galigo Provinsi, dan 3) Kendala yang dihadapi oleh UPT Museum La Galigo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan penelitian pada peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum La Galigo dalam meningkatkan minat pengunjung.  Peneliti berusaha menggambarkan hasil penelitian atau fenomena-fenomena yang diteliti ke dalam bentuk uraian-uraian yang menunjukan bagaimana suatu kegiatan pengelolaan Museum La Galigo Provinsi Sulawesi Selatan dapat meningkatkan minat pengunjung. Hasil dari penelitiani ini menunjukkan bahwa terdapat dua sistem pengelolaan Museum La Galigo yaitu pertama, pengelolaan yang bersifat administratif atau ketatausahaan Museum La Galigo, Kedua, pengelolaan teknis yang menangani koleksi Museum La Galigo. Program kegiatan yang dilaksanakan oleh UPT Meseum La Galigo Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai upaya memperkenalkan museum La Galigo kepada pengunjung yaitu terdiri dari 3 cakupan yang diharapkan, yaitu sebagai upaya meningkatkan kerjasama, meningkatkan sosialisasi, dan meningkatkan fasilitas. Hambatan yang dihadapi UPT Museum La Galigo dalam mengelola Museum La Galigo, yaitu karena terbatasnya orang-orang   yang berasal dari disiplin ilmu yang mendalami terkait museum. Sehingga, terkadang akan ditemui orang-orang yang berada di posisi kerja yang bukan pada disiplin ilmunya.  Seringkali kegiatan yang dilaksanakan mendapatkan hasil yang kurang maksimal. Kendala lainnya, yaitu dari ketidakoptoimalisasi pengelolaan museum (revitalisasi museum). Salah satunya museum masih belum memiliki daya tarik sebagai destinasi utama untuk dikunjungi masyarakat saat waktu senggang atau libur. This study aims to: 1) Determine the role of the technical implementation unit for the management of the La Galigo Museum in South Sulawesi Province, 2) Determine the work program implemented by the UPT La Galigo Museum in South Sulawesi Province, and 3) The obstacles faced by the UPT La Galigo Museum. This study used descriptive qualitative method.  In this research, researchers focused their research on the role of the Technical Implementation Unit (UPT) museum La Galigo in increasing the interest of visitors. The researchers trying to describe result of the research or phenomena studied in the form of descriptions that show how a management activity of the La Galigo Museum of Southern Sulawesi Province can increase the interest of visitors. The results of this study showed, there are two systems of management of the La Galigo Museum first administrative management or Museum of Entrepreneurship La Galigo, Second, technical management that handles the La Galigo Museum collection. The program of activities carried out by the UPT Meseum La Galigo Province of South Sulawesi, as an attempt to introduce the museum of la Galigo to visitors that consists of 3 expected scopes, namely as an effort to increase collaboration, increase socialization, and improve facilities. Obstacles faced by UPT La Galigo Museum in managing La Galigo Museum. That's because of the limitation of those who come from the disciplines of knowledge that are in-depth related to the museum. That the reason, sometimes you will come across people who are in work positions that are not in their knowledge discipline. Often the activities carried out get results that are less than optimal. Another obstacle, namely the lack of optimization of museum management (museum revitalization). One of them is that museums still don't have the appeal of being a main destination for people to visit during their free time or holidays.
Implemetasi Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 21 Tahun 2023 Tentang Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik: Studi Kasus: Kelurahan Paccerakkang Kecamatan Biringkanaya Zulkifli, Zulkifli; Mustafa, Delly; B. Sore, Uddin
Paradigma Journal of Administration Vol. 2 No. 2 (2024): Paradigma Journal of Administration, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v2i2.5368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi serta apa faktor penghambat dalam Implemetasi Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 21 Tahun 2023 Tentang Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara serta dokumentasi. Sementara informan dalam penelitian ini sebanyak 11 orang, yaitu, 2 orang dari Kelurahan Paccerakkang, 2 orang dari Pegawai Mini Market, 5 orang dari Pelaku Usaha, 2 orang dari Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 21 Tahun 2023 Tentang Pelarangan Penggunaan Kantong Plastik di Kelurahan Paccerakkang dapat dikatakan tidak terimplementasi secara menyeluruh, dikarenakan terdapat hambatan dalam pelaksanaannya, yaitu, tidak adanya penyebaran informasi dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kantong plastik telah menjadi bagian dari budaya sehari-hari yang sulit untuk di rubah. This research aims to find out how it is implemented and what are the inhibiting factors in implementing Makassar Mayor's Regulation Number 21 of 2023 concerning the Prohibition of the Use of Plastic Bags. The type of research used is qualitative descriptive research. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Meanwhile, there were 11 informants in this study, namely, 2 people from Paccerakkang Village, 2 people from Mini Market Employees, 5 people from Business Actors, 2 people from the Community. The results of the research show that the implementation of Makassar Mayor Regulation Number 21 of 2023 concerning the Prohibition of the Use of Plastic Bags in Paccerakkang Village can be said to be not implemented thoroughly, because there are obstacles in its implementation, namely, there is no dissemination of information and the community's habit of using plastic bags has become part of everyday culture which is difficult to change.
Implementasi Kebijakan Membangun Indonesia Melalui Program Nasional Dana Desa : Studi Kasus: Desa Batu Bulerang Kecamatan Sinjai Borong Kab. Sinjai Salam, Agus; Pananrangi, Andi Rasyid; Congge, Umar
Paradigma Journal of Administration Vol. 2 No. 2 (2024): Paradigma Journal of Administration, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v2i2.5369

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui dan menganalisis program pembangunan pedesaan melalui dana desa terhadap pengembangan wilayah pedesaan Di Desa Batu Bulerang Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai (2) mengetahui dan menganalisis manfaat program Nasional Dana Desa bagi pembangunan ekonomi masyarakat Di Desa Batu Bulerang Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini metode kualitatif dengan jenis penelitian deksriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Batu Bulerang Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai. Informan yang peneliti wawancarai diambil berdasarkan purposive sampling atau berdasarkan keahlian, secara keseluruhan total informan pada penelitian ini adalah 6 orang. Jenis dan sumber data pada penelitian ini adalah Data Primer dan Sekunder, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Kebijakan Membangun Indonesia Melalui Program Nasional Dana Desa (Studi Kasus Desa Batu Bulerang Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai) dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Pengelolaan Dana Desa untuk program Pembangunan dan pengembangan wilayah pedesaan terdapat dua aspek yang diperhatikan yaitu pemenuhan kebutuhan dasar dan penggunaan sarana dan prasarana desa, (2) Manfaat Program Nasional bagi Pembangunan Masyarakat yaitu pengembangan potensi ekonomi lokal, pelestarian Sumber Daya Alam dan lingkungan secara berkelanjutan, dan peningkatan kapasitas warga. This research aims (1) To find out and analyze the rural development program through village funds for the development of rural areas in Batu Bulerang Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency (2) To find out and analyze the benefits of the National Village Fund program for community economic development in Batu Bulerang Village, District Sinjai Wholesale Sinjai Regency. The research method used in this research is a qualitative method with a descriptive research type. The research was carried out in Batu Bulerang Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency. The informants that researchers interviewed were taken based on purposive sampling or based on expertise. Overall, the total number of informants in this study was 6 people. The types and sources of data in this research are Primary and Secondary Data, using data collection techniques, namely observation, interviews and documentation. Based on the results of research regarding the Implementation of Indonesia's Development Policy through the National Village Fund Program (Case Study of Batu Bulerang Village, Sinjai Borong District, Sinjai Regency) it can be concluded as follows: (1) In the management of Village Funds for development and development programs in rural areas, there are two aspects to pay attention to, namely fulfillment basic needs and use of village facilities and infrastructure, (2) Benefits of the National Program for Community Development, namely development of local economic potential, sustainable preservation of natural resources and the environment, and increasing the capacity of residents.
Pembinaan Pegawai Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Pada Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Lestari, Madiana; Ismail, Imran; Bahri, Syamsul
Paradigma Journal of Administration Vol. 2 No. 2 (2024): Paradigma Journal of Administration, Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v2i2.5370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembinaan pegawai dalam meningkatan motivasi kerja di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Keberhasilan suatu organisasi, khususnya pemerintah daerah, dalam mencapai tujuannya sangat bergantung pada bimbingan dari atasannya. Selain itu, peran Pembina senior dalam pembinaan dan pemberdayaan karyawan akan mempengaruhi efisiensi kerja. Bimbingan atasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap, perilaku dan produktivitas kerja. Sehubungan dengan hal tersebut, maka seorang Pegawai Negeri Sipil di Kantor DPRD provinsi Sulawesi Selatan perlu mendapatkan pembinaan. Oleh karena itu, Pembinaan pegawai harus diterapkan secara sistematis, komprehensif dan berkelanjutan, artinya pembinaan aparatur sipil negara tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi perlu dilakukan secara langsung, menyeluruh dan terintegrasi dengan konsep yang jelas. Data dikumpulkan melalui  observasi (pengamatan),  wawancara  (Interview)  dan dokumentasi. Penelitian yang dilakukan di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di Kota Makassar ini menggunakan jenis dan tipe penelitian kualitatif deskriptif. Maka untuk mengetahui sejauh mana pembinaan yang dilakukan di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, dapat ditinjau dari bagaimana pembinaan pegawai dalam meningkatkan kinerja di Kantor DPRD Sulawesi Selatan dan bagaimana meningkatkan motivasi kerja dalam pembinaan disiplin pegawai di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui hasil penelitian yang dilakukan, pembinaan pegawai dalam meningkatkan kinerja di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang ditinjau dari tiga indikator yaitu Responsivitas, Responsibilitas, dan Akuntabilitas ternyata sudah sangat baik kinerjanya dan tanggung jawab masing-masing pegawai. Adapun meningkatkan motivasi kerja dalam pembinaan disiplin pegawai di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang ditinjau dari empat indikator yaitu Ketepatan waktu, Penggunaan peralatan kantor, Tanggung jawab yang tinggi, dan juga Ketaatan terhadap aturan kantor nyatanya sudah sangat baik pula. Akan tetapi dalam hal ini dikecualikan untuk penggunaan peralatan kantor perlu ditingkatkan lagi.. This research aims to determine the extent of the influence of employee coaching in increasing work motivation in the office of the Regional People's Representative Council (DPRD) of South Sulawesi Province. The success of organizations, especially local governments in achieving their goals and objectives, depends on the guidance carried out by their superiors. In addition, the role of supervisors in directing and empowering employees will affect work productivity. Coaching by superiors has a significant impact on attitudes, behavior and work productivity. In connection with this, a Civil Servant at the Office of DPRD South Sulawesi Provincial needs to receive guidance. Therefore, employee development must be applied in a systematic, comprehensive and sustainable manner, meaning that the development of the state civil apparatus cannot be carried out alone, but needs to be carried out directly, thoroughly and integrated with a clear concept. Data was collected through observation, interviews and documentation. The research, which was conducted at the Office of DPRD South Sulawesi Provincial, precisely in Makassar City, used the types and types of descriptive qualitative research. So to find out the extent of the coaching carried out at the Office of DPRD South Sulawesi Provincial, it can be seen from how employee development is in improving performance at the Office of DPRD South Sulawesi Provincial and how to increase work motivation in fostering employee discipline at the South Sulawesi Provincial DPRD Office. Through the results of research conducted, employee development in improving performance at the South Sulawesi Provincial DPRD Office, which is viewed from three indicators, namely Responsiveness, Responsibility, and Accountability, has turned out to be very good in terms of performance and responsibility of each employee. As for increasing work motivation in fostering employee discipline at the Office of DPRD South Sulawesi Provincial, which is viewed from four indicators, namely punctuality, use of office equipment, high responsibility, and obedience to office rules, in fact it has been very good as well. However, in this case, except for the use of office equipment, it needs to be improved again.
Evaluasi Sistem Pelayanan Tenaga Kerja Pada Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau Arman, Muhammad; Mustafa, Delly; Anas, Ali
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6018

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi komprehensif terhadap sistem pelayanan tenaga kerja di Dinas Tenaga Kerja Kota Baubau, dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor penghambat dan tingkat pemenuhan standar kualitas pelayanan. Metode penelitian kualitatif deskriptif diterapkan melalui teknik pengumpulan data triangulasi, mencakup wawancara mendalam dengan delapan informan (pejabat struktural, staf pelayanan, dan masyarakat), observasi langsung di lokasi layanan, serta analisis dokumen kebijakan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi pelayanan telah memenuhi lima dimensi kualitas utama (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy) dengan dukungan inovasi digital seperti Sistem Informasi Ketenagakerjaan (SINAKER) dan absensi daring yang meningkatkan efisiensi administratif. Namun, teridentifikasi empat kendala struktural: (1) defisit sumber daya manusia permanen, (2) koordinasi antarinstansi yang belum optimal, (3) keterlambatan pemrosesan dokumen akibat kendala teknis dan administratif, serta (4) rendahnya literasi masyarakat tentang kepatuhan waktu pengurusan administrasi. Rekomendasi strategis mencakup penguatan kapasitas aparatur melalui rekrutmen pegawai tetap, integrasi sistem informasi lintas sektor, sosialisasi prosedur berbasis media digital-konvensional, dan peningkatan anggaran infrastruktur pendukung. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam transformasi pelayanan publik yang menggabungkan aspek kelembagaan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. This study conducts a comprehensive evaluation of the labor service system at the Department of Manpower in Baubau City, focusing on identifying inhibiting factors and compliance with service quality standards. A descriptive qualitative method was employed using triangulated data collection techniques, including in-depth interviews with eight informants (structural officials, service staff, and community members), direct observation at service locations, and analysis of policy documents. Findings reveal that service implementation fulfills five core quality dimensions (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy), supported by digital innovations such as the Labor Information System (SINAKER) and online attendance, which enhance administrative efficiency. However, four structural constraints were identified: (1) shortage of permanent human resources, (2) suboptimal inter-agency coordination, (3) document processing delays due to technical and administrative obstacles, and (4) low public awareness regarding timely administrative compliance. Strategic recommendations include strengthening staff capacity through permanent recruitment, cross-sectoral information system integration, digital-traditional media-based procedure socialization, and increased infrastructure funding. The research implications underscore the necessity for a holistic approach to public service transformation, combining institutional, technological, and community empowerment aspects.
Analisis Disiplin Kerja Aparatur Sipil Negara Pada Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Azmi, Chaerul; Mustafa, Delly; Juharni, Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disiplin kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar dengan fokus pada tiga indikator utama: Disiplin Waktu, Disiplin Peraturan, dan Disiplin Tanggung Jawab. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data meliputi informan struktural, operator kepegawaian, dan PPPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja ASN secara umum cukup baik, namun masih terdapat tantangan dalam Disiplin Waktu, seperti ketidaktepatan kedatangan, penyelesaian tugas, dan pemanfaatan waktu istirahat. Disiplin Peraturan menunjukkan kepatuhan terhadap SOP dan aturan pakaian dinas, tetapi terhambat oleh pembaruan regulasi dan pengawasan. Disiplin Tanggung Jawab relatif baik, meskipun terdapat masalah distribusi tugas dan pemeliharaan inventaris. Rekomendasi yang diajukan meliputi penguatan pengawasan berbasis teknologi, pembaruan regulasi, pelatihan ASN, dan manajemen beban kerja yang lebih efektif. This study aims to analyze the level of work discipline among Civil Servants (ASN) at the Makassar City Public Works Office, focusing on three main indicators: Time Discipline, Regulatory Discipline, and Responsibility Discipline. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data sources include structural officials, personnel operators, and PPPK employees. The findings indicate that overall work discipline is relatively good, but challenges remain in Time Discipline, such as punctuality, task completion, and rest time utilization. Regulatory Discipline shows compliance with SOPs and uniform regulations, yet faces obstacles due to regulatory updates and supervision. Responsibility Discipline is relatively strong, though issues like uneven task distribution and inventory maintenance persist. Recommendations include strengthening technology-based supervision, updating regulations, providing employee training, and improving workload management.
Analisis Kinerja Organisasi Pada Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya Any, Frederik; Mustafa, Delly; Suaib, Ridha
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6020

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis Kinerja Organisasi pada Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, dengan fokus pada Aksesibilitas Pangan, Distribusi Pangan, Peningkatan Infrastruktur Pangan, dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aksesibilitas Pangan telah dilaksanakan meskipun belum optimal, sementara Distribusi Pangan dilakukan melalui kerja sama dengan BULOG namun masih menghadapi kendala geografis dan infrastruktur. Peningkatan Infrastruktur Pangan telah direncanakan sesuai visi-misi dinas, sedangkan Peningkatan Kualitas SDM melalui pelatihan belum berkelanjutan. Faktor Internal seperti SDM, Budaya Organisasi, dan Prosedur Kerja, serta Faktor Eksternal seperti Kebijakan Pemerintah dan Kondisi Alam, secara signifikan memengaruhi kinerja organisasi. Studi ini merekomendasikan penguatan sistem distribusi, peningkatan kapasitas SDM, dan adaptasi teknologi untuk memperkuat Ketahanan Pangan di wilayah tersebut. This study examines Organizational Performance at the Food Security Office of South Sorong Regency, Southwest Papua Province, focusing on Food Accessibility, Food Distribution, Food Infrastructure Development, and Human Resource (HR) Quality Improvement. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The findings indicate that Food Accessibility has been implemented but remains suboptimal, while Food Distribution is conducted in collaboration with BULOG yet faces geographical and infrastructural challenges. Food Infrastructure Development aligns with the office’s vision and mission, whereas HR Quality Improvement through training lacks sustainability. Internal factors such as HR, Organizational Culture, and Work Procedures, alongside External factors like Government Policies and Natural Conditions, significantly influence organizational performance. The study recommends strengthening distribution systems, enhancing HR capacity, and adopting technology to improve Food Security in the region.
Peranan Pemerintah Dinas Sosial Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya Dalam Mengentaskan Kemiskinan Kemesrar, Mikel; Bahri, Syamsul; Juharni, Juharni
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6021

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui tiga pendekatan utama: Penyediaan Bantuan Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, serta Penyuluhan dan Edukasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial telah melaksanakan berbagai program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), yang secara signifikan membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar. Namun, efektivitas program masih terkendala oleh ketidakakuratan data penerima, keterbatasan anggaran, dan tantangan geografis. Di sisi pemberdayaan, Dinas Sosial telah menyelenggarakan pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha, meskipun belum berkelanjutan. Penyuluhan dan edukasi juga telah dilakukan untuk meningkatkan literasi ekonomi, tetapi dampaknya belum optimal akibat rendahnya partisipasi masyarakat. Studi ini merekomendasikan penguatan sistem pendataan, peningkatan koordinasi antar-stakeholder, dan integrasi teknologi untuk memperluas jangkauan program. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal. This study examines the role of the Social Service Office of South Sorong Regency, Southwest Papua Province, in poverty alleviation through three main approaches: Social Assistance Provision, Community Empowerment, and Counseling and Education. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The findings indicate that the Social Service Office has implemented various social assistance programs, such as the Family Hope Program (PKH) and Non-Cash Food Assistance (BPNT), which significantly aid impoverished communities in meeting basic needs. However, program effectiveness is hindered by inaccurate beneficiary data, budget constraints, and geographical challenges. In terms of empowerment, the office has conducted skills training and business mentoring, though sustainability remains an issue. Counseling and education initiatives have been introduced to improve economic literacy, yet their impact is limited due to low community participation. The study recommends strengthening data systems, enhancing inter-stakeholder coordination, and integrating technology to expand program reach. These findings offer practical contributions to poverty alleviation policy formulation in underdeveloped regions.
Kinerja Pegawai Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar Arezona, Andi Algifari; Pananrangi, Andi Rasyid; Bahri, Syamsul
Paradigma Journal of Administration Vol. 3 No. 1 (2025): Paradigma Journal of Administration, Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/pja.v3i1.6023

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Jumpandang Baru Kecamatan Tallo Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara terhadap informan yang terdiri dari kepala puskesmas, staf administrasi, dinas kesehatan, masyarakat, dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai belum optimal, terutama dalam hal kecepatan layanan pendaftaran dan pengambilan obat, meskipun telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP). Kendala utama meliputi manajemen waktu yang kurang efektif akibat tingginya jumlah pasien, birokrasi yang rumit, serta lokasi puskesmas yang rawan banjir. Upaya efisiensi seperti konseling obat yang cepat dan sistem shift telah dilakukan, namun keterbatasan tenaga medis dan dualisme sistem (digital dan manual) tetap menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan penambahan pegawai, peningkatan kapasitas layanan, dan modernisasi sistem administrasi untuk memperbaiki mutu pelayanan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perencanaan kebijakan kesehatan dan peningkatan kepuasan masyarakat. This study examines employee performance in improving the quality of healthcare services at Jumpandang Baru Community Health Center in Tallo District, Makassar. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing observation and interviews with informants, including the health center head, administrative staff, health department officials, community members, and patients. The findings reveal that employee performance remains suboptimal, particularly in the speed of registration and medicine dispensing services, despite adherence to Standard Operating Procedures (SOP). Key challenges include ineffective time management due to high patient volumes, complex bureaucracy, and the health center’s flood-prone location. Efficiency measures such as rapid drug counseling and shift systems have been implemented, but limitations in medical personnel and dual-system (digital and manual) operations persist. The study recommends increasing staff, enhancing service capacity, and modernizing administrative systems to improve service quality. These findings hold significant implications for health policy planning and community satisfaction.