cover
Contact Name
M Fatchurrohman
Contact Email
mfatchurrohman@unwahas.ac.id
Phone
+6287730046561
Journal Mail Official
jurnaljasie@unwahas.ac.id
Editorial Address
JASIE - Journal of Aswaja and Islamic Economic Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wahid Hasyim. JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Aswaja and Islamic Economics
ISSN : 29637864     EISSN : 29625602     DOI : 10.3194/jse.v1i1.6877
Focus and Scope Journal of Aswaja and Islamic Economics (JASIE) membahas secara rinci sejumlah besar topik yang berkaitan dengan Ekonomi Islam, Keuangan Islam, dan Ekonomi Aswaja yang terdiri dari studi empiris terbaru, studi spesifik negara, evaluasi kebijakan ekonomi Islam dan keuangan Islam internasional komparatif. Jurnal ini menyediakan forum pertukaran ilmiah bagi akademisi, praktisi, pengamat tajam, dan peneliti independen, dengan menerbitkan kontribusi teoretis, empiris, dan kebijakan berkualitas tinggi. Cakupan: *Ekonomi Islam* Ekonomi mikro Islam Ekonomi makro Islam Ekonomi moneter Islam Ekonomi pembangunan Islam Ekonomi internasional Islam Ekonomi publik dan fiskal Islam Ekonomi sumber daya manusia Islam Ekonomi sumber daya alam Islam Ekonomi digital Islam Ekonomi haji dan umrah Pariwisata dan perhotelan halal Zakat, wakaf dan filantropi Islam *Keuangan Islam* Sistem perbankan syariah Pasar modal dan komoditas syariah Asuransi dan reasuransi syariah Teknologi keuangan syariah Pasar keuangan syariah Strategi keuangan syariah Perencanaan keuangan syariah Dana sosial syariah dan crowdfunding Keuangan mikro syariah pada pedesaan Keuangan perusahaan syariah Strategi investasi syariah Masalah hukum dan peraturan keuangan syariah *Ekonomi Aswaja* Maqashid Syariah Ekonomi Islam Sistem Ekonomi Aswaja Etika Bisnis Aswaja Produksi Dalam Ekonomi Aswaja Konsumsi Dalam Ekonomi Aswaja Distribusi Dalam Ekonomi Aswaja Ekonomi Pesantren Aswaja Pemberdayaan Ekonomi Umat Aswaja Digitalisasi Ekonomi Aswaja Ekonomi Kreatif Aswaja
Articles 63 Documents
ZAKAT SEBAGI SOLUSI DALAM MENGURANGI KEMISKINAN DALAM ISLAM: ZAKAT AS A SOLUTION TO REDUCING POVERTY IN ISLAM Emkhad Arif Emkhad; Aswanto Aswanto; Mhd Suleman hsb Suleman
JASIE Vol. 3 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v3i02.11288

Abstract

Setiap kehidupan bermasyarakat seseorang dihadapkan dengan berbagai keinginan dan kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Kesejahtraan. Kesejahtraan adalah dambaan setiap orang untuk memperolehnya tentu dengan berbagai cara dilakukannya. Dalam islam kesejahtaan secara menyeluruh baik material, spiritual dan moral. Namun dengan keterbatasan tidak semua orang mampu memperoleh kesejahtraan didalam kehidupannya. Keterbatasan merupakan suatu problem yang harus dicari solusinya. Dikarnakan kendisi seseorang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama kubutuhan pokok. Atau kondisi ini disebut juga dengan Kemiskinan. Islam telah mampu memberikan solusi dalam hal ini yaitu, Zakat sebagai solusi dalam mengurangi kemiskinan dalam rangka untuk menciptakan Kesejahtraan Masyarakat. Zakat merupakan jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama islam dan diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Sehingga dengan Zakat ini jika dikelola dengan baik dan pendistribusiannya dengan tepat maka tentu akan mampu memberikan kesejahtraan pada masyarakat. Artikel ini mencoba untuk menganalisis bagaimana Zakat mampu memberikan kesejahtraan pada masyarakat. Dengan menggunakan metode Kualitatis dengan mengkaji beberapa sumber baik buku yang berkaitan maupun beberapa sumber jurnal. Sehingga menunjukkan bahwa hasil dari penelitian ini, Zakat sangat berpotensi didalam memberikan kesejahtraan pada masyarakat dan akan mampu mengurangi tingkat kemiskinan.     Kata kunci : Zakat, Fiskal, Kesejahtraan
PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN SANTRI DI ERA DIGITAL UNTUK PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI PONDOK PESANTREN: EMPOWERING STUDENTS' ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA FOR THE DEVELOPMENT OF CREATIVE ECONOMY IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Widya Astuti; Nurul Saefudin
JASIE Vol. 3 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v3i02.11513

Abstract

Pondok pesantren di Indonesia memiliki peran penting dalam pendidikan agama dan pengembangan karakter santri. Pemberdayaan kewirausahaan di pondok pesantren melibatkan berbagai strategi. Ekonomi kreatif di pondok pesantren melibatkan kegiatan ekonomi yang dihasilkan melalui inovasi dan kreativitas santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemberdayaan kewirausahaan santri di era digital untuk pengembangan ekonomi kreatif di pondok pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan literature review.  Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder seperti jurnal, artikel ilmiah, buku, dan dokumen lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar. Strategi yang diterapkan meliputi pembenahan kurikulum, pelatihan kewirausahaan, dan pengenalan teknologi digital. Penggunaan teknologi digital terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan santri dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Dukungan dari stakeholder dan pemerintah sangat diperlukan untuk mengatasi kendala dan tantangan yang ada serta memastikan keberlanjutan program ini. Kata Kunci: Kewirausahaan, Ekonomi Kreatif, Pondok Pesantren, Pemberdayaan Santri
Penguatan Halal Value Chain pada Komoditas Daging Ayam di Peternakan Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan: Strengthening the Halal Value Chain for Chicken Meat Commodities at Wonosobo Village Farms, Ngadirojo District, Pacitan Regency Arif Syaifudin Arif; Luhur Prasetiyo Luhur
JASIE Vol. 3 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v3i02.12180

Abstract

Halal value chain memiliki peran penting bagi konsumen, terutama untuk komoditas makanan. Komoditas daging ayam banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, halal value chain bisa menjadi standar dalam menjamin kehalalan suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan, penguatan dan dampak penguatan alur Halal Value Chain (rantai nilai halal) pada komoditas daging ayam di peternakan Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peternakan ayam di Pacitan memiliki dua rantai nilai, yaitu dari pemasok- peternak-pedagang kecil–konsumen serta pemasok–peternak-konsumen. Penguatan rantai nilai halal mencakup kegiatan utama, yaitu logistik masuk, operasi, logistik keluar, pemasaran, penjualan, dan pelayanan; serta kegiatan pendukung, yaitu pengadaan, teknologi, manajemen SDM, dan infrastruktur. Kebijakan sertifikasi halal pada produk memberikan dampak ekonomis yang strategis untuk mengoptimalkan kondisi pasar yang menguntungkan bisnis. Produk bersertifikasi halal pada komoditas daging ayam berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi sektor komoditas daging ayam di Kabupaten Pacitan. Kata Kunci : Halal Value Chain, Industri Halal, Komoditas Daging Ayam.    
Efektivitas Indikator Analisis Teknikal: Perspektif Mahasiswa di GIS FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan: The Effectiveness of Technical Analysis Indicators: Students' Perspectives in GIS FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Mihda Madaliyah; Muhammad Aris Safi’i Aris; Hendri Hermawan Adinugraha Hendri
JASIE Vol. 3 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v3i02.12339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja indikator yang digunakan, seberapa efektivitas indikator analisis teknikal, dan strategi penggunaan indikator analisis teknikal pada mahasiswa di GIS FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berdasarkan pengalaman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis data menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara secara mendalam terhadap mahasiswa di GIS FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang telah berpengalaman investasi saham di pasar modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dari mahasiswa di GIS FEBI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menggunakan indikator Moving Average (MA) dengan jenis EMA (Exponential Moving Average) dengan setting EMA 5, EMA 20, EMA 60, dan EMA 100. Penggunaan indikator MA berjenis EMA, RSI, dan MACD dinilai sangat efektif dan akurat dalam membantu menganalisis tren suatu saham untuk mendapatkan momentum beli atau jual suatu saham. Strategi penggunaan indikator dalam analisis teknikal sangat bermacam-macam, tergantung pada pemahaman dan kebutuhan individu dalam meminimalisir risiko dan memaksimalkan keuntungan. Indikator MA dengan jenis EMA dan RSI adalah indikator yang paling sering digunakan. Kombinasi indikator seperti MA dengan RSI, dengan tambahan alat Fibonacci Retracement dapat membantu meningkatkan akurasi hasil analisis untuk memaksimalkan profit. Strategi lainnya diperlukan penggunaan fitur Stoploss untuk membatasi kerugian yang lebih besar. Setiap hasil analisis memberikan informasi tentang trend dan pola pergerakan harga saham yang terbentuk, serta momentum sinyal beli atau jual yang lebih akurat. Namun, diperlukan juga analisis terhadap berita ekonomi yang sedang terjadi. Kata kunci : Indikator Analisis Teknikal, Efektivitas, Strategi, GIS
THE FUTURE OF ISLAMIC FINANCIAL LITERACY: EMPOWERING MILLENNIALS AND GEN Z WITH SHARIAH-COMPLIANT KNOWLEDGE: MASA DEPAN LITERASI KEUANGAN ISLAM: MEMBERDAYAKAN GENERASI MILENIAL DAN GENERASI Z DENGAN PENGETAHUAN YANG SESUAI DENGAN SYARIAH Izzatul Munawwaroh
JASIE Vol. 3 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v3i02.12345

Abstract

The conclusion of this study confirms that Islamic financial literacy among Millennials and Gen Z in Indonesia still needs to be higher. This study aims to explore the importance of Islamic financial literacy for millennials and Gen Z in Indonesia and the role of digital technology in improving their understanding of Islamic finance. Using a qualitative approach and case study in madrasahs, data were obtained through interviews, observations, and documentation. The study results indicate that although the younger generation is very active in using technology, their level of Islamic financial literacy still needs to be higher. This is due to the need for more integration of Islamic financial materials in the formal education curriculum, limited teacher training, and lack of institutional support. In addition, the findings also reveal that digital platforms, such as mobile applications and educational websites, have great potential to deliver more interesting and easy-to-understand information for the younger generation. This study implies the need for curriculum updates and increased training for teachers, as well as cooperation between educational institutions and Islamic financial institutions to improve Islamic financial literacy among students.   The implications of these findings are crucial for a more holistic Islamic financial education policy in Indonesia. Improving Islamic financial literacy can create a more financially independent young generation while encouraging the application of Islamic economic principles in everyday life. The contribution of this research lies in the importance of developing a more inclusive curriculum, preparing educators with special training, and encouraging collaboration between educational institutions and Islamic financial institutions to provide materials appropriate to the needs of the millennial and Gen Z generations. Keywords:    Islamic Financial Literacy, Millennial Generation, Gen Z, Islamic Financial Education, Education Curriculum.
UNDANG-UNDANG NO. 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DALAM PERSEKTIF KEMASLAHATAN: UNDANG-UNDANG NO. 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DALAM PERSEKTIF KEMASLAHATAN musthafa musthafa; M Fauzi Fauzi; La Syarifuddin Syarifuddin
JASIE Vol. 3 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v3i02.12363

Abstract

Wakaf adalah suatu perbuatan hukum dari pewakaf untuk memisahkan sebagian harta benda miliknya dengan tujuan untuk kepentingan ibadah atau kepentingan umum. Wakaf merupakan salah satu amalan ibadah sosial yang dianjurkan dalam islam, karena ibadah wakaf dapat memberikan menfaat yang langsung kepada Masyarakat secara umum. Peraturan mengenai wakaf di Indonesia telah menjalani beberapa penyesuaian peraturan, mulai dari masa Indonesia sebelum merdeka hingga masa sekarang. Penyesuaian-penyesuaian tersebut tidak hanya pada aspek administrasi tetapi juga berkaitan dengan subtansi. Maqasidus syariah yang menjadi tujuan dari pada diformulasikannya suatu ketentuan-ketentuan dalam hukum islam, telah menjadi barometer dalam menilai suatu ketetapan hukum yang lebih maslahah. Termasuk dalam hal ini adalah tentang Undang-undang No. 41 tahun 2004 tentang wakaf, yang mana merupakan peraturan tertinggi di Indonesia mengenai wakaf hingga sekarang. Adakah perundangan tersebut telah berkesesuian dengan kemaslahatan dalam hukum islam ataut tiadak? Kajian ini akan menilai undang-undang no. 41 tahun 2004 tentang wakaf dalam perspektif kemaslahatan. Penelitian ini bersifat kualitatif dimana data yang dikumpulkan menggunakan kaedah kajian perpustakaan dan dianalisis menggunakan metode konten analisis terhadap ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangan tentang wakaf di atas. Penelitian ini memfokuskan kepada undang-undang No. 41 tahun 2004 tentang wakaf. Hasil dari pada penelitian ini menyimpulkan, bahwa Undang-Undang No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf terdapat benang merah dengan pendapat ulama fikih dari berbagai mazhab dan berkesuaian dengan kemaslahatan harta wakaf . Keywords: Undang-Undang Wakaf, Kemaslahatan
PEMBANGUNAN DAERAH BERKELANJUTAN DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH: IMPLEMENTASI ZAKAT DAN WAKAF SEBAGAI SUMBER PEMBIAYAAN: SUSTAINABLE REGIONAL DEVELOPMENT FROM THE PERSPECTIVE OF SHARIAH ECONOMICS: IMPLEMENTATION OF ZAKAT AND WAKAF AS FINANCING SOURCES Syaripuddin Syarif
JASIE Vol. 3 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v3i02.12364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ekonomi Islam dalam pembangunan daerah berkelanjutan, dengan fokus pada peran zakat dan wakaf sebagai sumber pembiayaan. Ekonomi Islam menawarkan solusi alternatif untuk mendukung pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan, khususnya melalui optimalisasi instrumen zakat dan wakaf. Zakat sebagai kewajiban sosial dalam Islam berfungsi sebagai alat redistribusi kekayaan yang dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, wakaf sebagai aset produktif yang dikelola untuk kepentingan umum mempunyai potensi besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi literatur, dimana data dikumpulkan dari berbagai sumber yang membahas tentang ekonomi syariah, zakat, wakaf, dan pembangunan daerah. Temuannya menunjukkan bahwa pemanfaatan zakat dan wakaf dalam pembangunan daerah tidak hanya dapat mengurangi kesenjangan ekonomi tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penyelenggaraan zakat dan wakaf diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih adil dan merata.   Kata Kunci : Ekonomi Islam, Pembangunan Daerah, Zakat, Wakaf, Pembangunan Berkelanjutan.
STRATEGI PEMASARAN SYARIAH PADA AMORE FASHION PEKALONGAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN: SYARIAH MARKETING STRATEGY AT AMORE FASHION PEKALONGAN TO INCREASE SALES Titik Nurkhasanah Nurkhasanah; Bahtiar Effendi Effendi
JASIE Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v4i01.12859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan oleh Amore Fashion, satu bisnis online yang bergerak di bidang usaha pakaian. Fokus utama riset ini adalah mengenai penerapan strategi marketing syariah pada proses pemasaran produk-produk Amore Fashion. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi aktivitas digital marketing Amore Fashion, khususnya pada platform Instagram dan WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari perspektif strategi pemasaran syariah, Amore Fashion telah sesuai dalam menerapkan teori dan konsep strategi pemasaran syariah dan sudah mempraktikkan konten syariah yang terdiri atas tiga hal pokok pertama, penerapan karakteristik pemasaran syariah; kedua, penerapan etika bisnis syariah; ketiga, mencontoh praktik pemasaran syariah sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan sifat Nabi Muhammad SAW yaitu: Shiddiq, Amanah, Fathanah, dan Tabligh. Adapun kendala – kendala yang dihadapi ketika menjalankan marketing syariah di Amore Fashion: Fluktuasi keimanan, perencanaan strategi pemasaran yang tidak matang, target pasar yang terlalu lebar, target pasar yang tidak tepat, tidak mengoptimalkan bauran pemasaran, predator pricing, manejemen yang tidak terorganisir, kurang tersedianya informasi pasar, perubahan sosial budaya.
MENGENAL KONSEP ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI DALAM ILMU EKONOMI ISLAM: UNDERSTANDING THE CONCEPTS OF ONTOLOGY, EPISTEMOLOGY AND AXIOLOGY IN ISLAMIC ECONOMICS Shovia Indah Firdiyanti Firdiyanti; Siti Mudrikah Mudrikah; Muhammad Sulthon Sulthon
JASIE Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v4i01.12860

Abstract

This study is motivated by the increasing popularity of Islamic economics in Indonesia as Muslim awareness of applying Islamic law grows, particularly in the economic sector. This study aims to critically analyze the philosophical concepts of science—including ontology, epistemology, and axiology—within the framework of Islamic economics. Using a qualitative approach and descriptive analysis methods, this study examines the philosophical foundations that distinguish Islamic economics from conventional economic systems. The findings of this study indicate that, ontologically, Islamic economics not only studies human economic activities such as production, consumption, and distribution, but also integrates them as an integral part of worship and devotion to Allah SWT. Epistemologically, knowledge in Islamic economics is built through the integration of revelation (naqli) and reason (aqli), using deductive and inductive methods derived from the Quran, hadith, as well as empirical observation and rationality. Meanwhile, from an axiological perspective, religious values and ethics serve as the main pillars guiding the objectives of Islamic economics toward public welfare and social justice. The novelty of this research lies in the systematic conceptual mapping of the philosophy of science in Islamic economics, which has not been thoroughly examined in contemporary philosophical studies. The theoretical contribution of this study is the strengthening of the scientific foundation of Islamic economics as an independent and transformative discipline rooted in divine values. The practical contribution is to provide a conceptual framework that can be used by academics, researchers, and policymakers in developing an Islamic economic system that is more value-oriented and sustainable. Thus, this research serves as the initial foundation for strengthening the paradigm of Islamic economics based on the philosophy of science.
KRITERIA PEDAGANG YANG JUJUR DALAM PERSPEKTIF HADIST MAUDU,I: CRITERIA OF HONEST TRADERS IN THE PERSPECTIVE OF THE MAUDU’I HADITH Fitria Hi Mhd Amin Fitria; Muhammad Iryanto Iryanto; Rachmat Hidajat Hidajat; Sudin Yamani Yamani; Muhdar Muba Muhdar
JASIE Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v4i01.12933

Abstract

Studi tematik tentang pedagang yang jujur pada Hadist Tirmidzi No 1130, dimana Islam menyatakan bahwa orang-orang yang beriman diperintahkan untuk menegakkan keadilan, menjadi saksi yang adil, dan tidak boleh menyuburkan kebencian sehingga berlaku diskriminatif. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang dapat berkata jujur dan bertindak sesuai dengan kenyataan berarti dapat berbuat adil dan benar. Sedangkan orang yang tidak dapat dipercaya tutur katanya dan tidak menepati janji dapat dikategorikan sebagai pendusta. kejujuran harus dilandasi dengan kesadaran moral yang tinggi, pengakuan terhadap persamaan hak dan kewajiban, perasaan takut berbuat kesalahan dan dosa. Berbagai faktor yang menyebabkan manusia tidak dapat berlaku jujur seperti faktor iri hati, lingkungan, sosial ekonomi, ingin populer, maupun faktor-faktor lainnya. Perilaku jujur dan tidak jujur, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Hasil study ini sejalan dengan tematik Hadist Tirmidzi No 1130 tentang Pedagang dan Komentar Nabi ShollAllahu’alaihi Wa Salam dan sejalan juga dengan Al-quran. Allah memerintahkan agar manusia melakukan dengan jujur dan adil. Kejujuran akan membawa ketenangan dan ketentraman, sebaliknya ketidakjujuran akan mengundang keragu-raguan dan kesialan. Kata kunci : Pedagang, Kejujuran, Tirmidzi No 1130, Al-Quran dan Hadits