cover
Contact Name
Defry Basrin
Contact Email
defrybasrin@unsam.ac.id
Phone
+6285373652007
Journal Mail Official
Jmts@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Syarief Thayeb , Meyrandeh, Langsa- Aceh
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
JMTSS
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27754421     EISSN : 2775443X     DOI : https://doi.org/10.55377/jmtss.v4i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra (JMTSS) merupakan jurnal dikelola oleh prodi teknik sipil Universitas Samudra yang mempublikasikan hasil penelitian dalam lingkup teknik sipil baik aspek pengembangan ilmuan ataupun aspek praktisi. jurnal ini memberikan hak akses terbuka bagi para peneliti, dosen, dan profesional lainnya, semua artikel yang dikirim akan dilakukan evaluasi melalui tim redaksi dan reviewer sebelum diterima untuk diterbitkan. JMTSS menerima artikel dari bidang ilmu pengembangan teknik sipil dengan multidisiplin ilmu sebagai berikut: 1. Bahan dan Struktur Bangunan 2. Teknologi Konstruksi 3. Ekonomi dan Manajemen Konstruksi 4. Rekayasa Gempa 5. Teknik Lingkungan 6. Renovasi Bangunan 7. Teknik Geotek 8. Rekayasa Jalan Raya 9. Struktur Hidraulik dan Hidraulik Rekayasa 10. Jalan dan Jembatan 11. Rekayasa Struktural 12. Survei dan Rekayasa Geo-Spasial 13. Teknik Transportasi 14. Rekayasa Terowongan 15. Teknik dan Ekonomi Perkotaan 16. Teknik Sumber Daya Air 17. Drainase Perkotaan
Articles 86 Documents
Analisis Struktur Penambahan Lantai Gedung Ruko Di Kota Langsa Farida Cut Defryanti; Yulina Ismida; Meilandy Purwandito
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.4233

Abstract

Penambahan lantai adalah salah satu alternatif pada sebuah bangunan dan suatu pengembangan karena peningkatan fungsi pada ruko tersebut atau adanya suatu penambahan infrastruktur tetapi lahan yang ada terbatas. Pada penelitian ini dilakukan analisis struktur bangunan eksisting untuk dapat diketahui pengaruh dan kemampuan struktur pada saat penambahan lantai gedung. Apabila struktur gedung tidak mampu menahan beban-beban yang bekerja akibat penambahan lantai, maka elemen yang tidak kuat pada struktur eksisting dibutuhkan perkuatan struktur, perkuatan dengan metode concrete jacketing. Analisis struktur penambahan lantai yang direncanakan dengan menambahkan 1 lantai sehingga menjadi 3 lantai lalu pemodelan 3D menggunakan program SAP2000. Denah bangunan dengan ukuran 16 m x 28 m, tinggi 4 m pada setiap lantai, mutu beton (f’c) 30 MPa, tegangan leleh (fy) 240 MPa untuk tulangan diameter ≤ 10 mm, tegangan leleh (fy) 400 MPa untuk tulangan diameter > 10 mm. Penambahan lantai gedung pada elemen struktur dan pembebanannya sama dengan struktur eksisting, analisis terhadap gempa dengan statik ekivalen dan analisis beban gempa berdasarkan SNI. Hasil analisis struktur yaitu kemampuan struktur awal akibat penambahan lantai. Perkuatan pada elemen struktur dengan concrete jacketing, pembesaran dimensi dan penambahan tulangan pada balok dan kolom. Pembesaran dimensi balok 30/40 menjadi balok 50/60, kolom 30/40 menjadi 50/60. Penambahan tulangan dilakukan karena perhitungan tidak memenuhi, pada balok daerah tumpuan tulangan ditambahkan 10 Ø 16, balok daerah lapangan tulangan ditambahkan 8 Ø 16 sedangkan pada kolom ditambahkan jumlah tulangan 14 Ø 16.
STUDI PERENCANAAN PEDESTRIAN DI DALAM LINGKUP KAMPUS UNIVERSITAS SAMUDRA Abdullah Ahmad, Nurul Fadillah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.4428

Abstract

Abstrak Pedestrian memiliki arti pergerakan atau perpindahan orang atau manusia dari suatu tempat sebagai titik tolak ke tempat lain sebagai tujuan dengan menggunakan moda jalan kaki. Jalur pedestrian merupakan daerah yang menarik untuk kegiatan sosial, perkembangan jiwa dan spiritual, misalnya untuk bernostalgia, pertemuan mendadak, berekreasi, bertegur sapa dan sebagainya. Jadi jalur pedestrian adalah tempat atau jalur khusus bagi orang berjalan kaki. Jalur pedestrian pada saat sekarang dapat berupa trotoar. Kampus Universitas Samudra yang telah negeri di Kota Langsa dengan ruang yang luas terbuka hijau namun belum ada terdapat fasilitas trotoar untuk pejalan kaki yang aman dan nyaman. Penelitian akan dilakukan di dalam lingkungan kampus Universitas Samudra dengan mengamati tempat-tempat pontesial pejalan kaki beraktivitas serta menentukan titik pengamatan yang akan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambar perencanaan eksisting dan rekomendasi desain pedestrian bagi penataan fasilitas perencanaan pedestrian yang memenuhi standar kriteria dalam penataan fasilitas pedestrian pada Universitas Samudra. Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan melalui teknik pengumpulan data dandokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembagian zona penelitian antara lain: depan Fakultas Teknik, depan Fakultas Pertanian, depan Biro, dan depan Fakultas FKIP.Berdasarkan hasil observasi dan analisis yang dilakukan pada kawasan kampus Universitas Samudra, ditemukan ketidak nyamanan para pejalan kaki, dikarenakan berdampingan/sejalur dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Didapat juga luas luasan perencanaan area pedestrian yang akan di rencanakan sepanjang 465,78m,Voleme pejalan kaki keseluruhuan per(15org/mnt) 564 orang dan dari hasil perhitungan di dapat lebar trotoar adalah 1,49meter, perencanaan pedestrian yang di rencanakan adalah 1,5 meter sudah termaksud dengan lebar tambahan. Pemisahan jalan antara pejalan kaki dengan pengendara dapat menjadi solusi awal untuk pedestrian jalan di kawasan Universitas Samudra.
PEMETAAN JARINGAN JALAN DAN TINGKAT KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Studi Kasus: Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang) Elsa, Elsa Nadia; zulfadhli
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.11580

Abstract

Kecamatan karang baru merupakan kecamatan yang terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang yang menjadi penghubung kota atau kabupaten. Volume kendaraan kondisi aspal yang mudah rusak, mulai dari kerusakan berlubang, retak kulit buaya, dan kerusakan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perhitungan pada jalan yang mengalami kerusakan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan memodelkan pemetaan jaringan jalan dan pemetaan tofografi di Kecamatan Karang Baru Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisis titik-titik yang terdapat kerusakan dengan menggunakan Arcgis student version, Panjang jalan yang akan diteliti yaitu 17,3 km dibagi dalam 3 ruas jalan dengan STA jalan Arteri nasional 0+000 - 14+161, STA jalan Arteri Simpang Tugu Upah – Simpang V Rantau 0+000 - 2+406, STA jalan Kolektor Simpang 3 Upah – Sungai Iyu 0+000 - 0+600. Dari hasil pemodelan jaringan jalan yang telah di input titik kerusakan jalan, ternyata masih banyak terdapat jalan yang mengalami kerusakan terutama di ruas jalan Arteri sebagai penghubung antar provinsi Sumetera Utara dan Aceh dengan presentase untuk masing-masing jenis kerusakan yakni: Lubang 71,43%, Retak Kulit Buaya 7,14%, Tambalan 9,52%, Retak Pinggir 4,76%, Sungkur 2,38%, Pelepasan Butiran 2,38%, dan Alur 2,38%. Setelah dilakukan analisa perhitungan menggunakan metode PCI, didapatkan nilai rata-rata untuk ruas jalan, yaitu: jalan Arteri Nasional 71,47% (Baik), jalan Arteri Simpang Tugu Upah – Simpang V Rantau 60,1 (Baik) dan Kolektor Simpang 3 Upah – Sungai Iyu 81% (Sangat Baik). penanganan yang perlu dilakukan adalah penambalan dan lapisan tambahan.
POLA KOORDINASI STAKEHOLDER PADA PENGELOLAAN HUTAN KOTA LANGSA Bukit, Ipak Neneng Mardiah
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.11634

Abstract

Abstrak Proyek pengembangan Kawasan hutan kota Langsa melibatkan banyak pihak yang berkepentingan dimana terdapat interaksi dan interdependensi di dalamnya. Pengaturan interaksi antar personel proyek dengan banyak stakeholders seringkali mengalami kesulitan karena adanya batasan yang sulit untuk dilewati karena perbedaan orientasi waktu, bisnis, teknis, dan regulasi pada masing-masing organisasi. Penelititan ini melakukan observasi awal yang menemukan terdapat banyak instansi pemerintah daerah yang terlibat. Hal ini menyebabkan terjadinya gejala dalam operasional proyek antara lain tingkat kunjungan sudah mencapai kejenuhan dan fasilitas wisata yang tidak terawat dan tidak lagi menarik untuk dikunjungi. Paper ini bertujuan untuk mengetahui hubungan interaksi antar stakeholders dalam pengelolaan kawasan hutan kota Langsa. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dari data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola Kawasan hutan kota. Hasil dari penelitian ini berupa pola interaksi berdasarkan hasil analisis interface management system dalam empat aspek utama yaitu finansial, infrastruktur, lingkungan, dan pariwisata. Kata kunci: koordinasi, pola interaksi, stakeholders, interfaces Abstract The Langsa City Forest Area development project involves many stakeholders, where there is interaction and interdependence. Arranging interactions between project personnel and many stakeholders often experiences difficulties because of boundaries that are difficult to cross due to differences in time orientation, business, technical, and regulations in each organization. This study conducted initial observations that found that many local government agencies were involved. This causes symptoms in project operations, including the level of visits that have reached saturation and tourist facilities that are not maintained and are no longer interesting to visit. This paper aims to determine the relationship between interactions between stakeholders in managing the Langsa City Forest Area. The method used is descriptive analysis of data obtained through in-depth interviews with City Forest Area managers. The results of this study are in the form of interaction patterns based on the results of the interface management system analysis in four main aspects, i.e., financial, infrastructure, environment, and tourism. Keywords: coordination, interaction patterns, stakeholders, interfaces
STRATEGI KONSERVASI BERKELANJUTAN UNTUK MENGENDALIKAN EROSI DAN SEDIMENTASI DI DAS KRUENG PEUTO Ahmad Reza, Kasury
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.11725

Abstract

This study analyzes the impact of commodity conversion on sedimentation in the Kr. Peuto River. The transition from cocoa and rubber plantations to oil palm plantations has significantly increased erosion rates, leading to higher sediment deposition in the watershed. Contributing factors include changes in plantation commodities, rainfall intensity, and soil characteristics. The findings emphasize the importance of conservation strategies such as agroforestry-based land management, soil cover vegetation, and improved drainage systems to mitigate the negative effects of land-use changes. Stakeholder involvement is crucial for implementing sustainable conservation policies effectively. Recommended measures include terracing on sloped land, riparian buffer zones, and sustainable agricultural practices to enhance environmental resilience, reduce flood risks, and prevent further degradation. Long-term conservation efforts engaging multiple stakeholders are essential to balancing economic growth and ecological sustainability. Additionally, active community participation in environmental management ensures the effectiveness of conservation initiatives. Raising awareness about land-use change impacts through targeted education and training programs can facilitate the adoption of sustainable practices. Implementing modern monitoring technologies for erosion and sedimentation is also critical for maintaining watershed stability. Strengthening policy frameworks and encouraging collaboration among government agencies, local communities, and researchers can further support sustainable watershed management in the Kr. Peuto CA
A ANALISIS PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PENGASPALAN JALAN KEUDE BIREM - ALUR TEH KECAMATAN BIREM BAYEUN ACEH TIMUR RUSDI MAULANA; Bravikawati, Marini; Basrin, Defry; Mutia, Eeka
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.12419

Abstract

Road paving works play a critical role in supporting economic growth and public welfare, as mandated by Government Regulation No. 34/2006. However, the implementation of such projects is often hindered by road damage and the limited availability of heavy equipment and skilled operators. This study aims to identify the types of heavy equipment used, calculate their production capacity, and analyze the duration of major construction phases. The method applied is time study, using primary data collected from field surveys and secondary data from supporting documents such as construction drawings and literature. The results indicate that each type of equipment showed varying levels of productivity deviation between planning and actual implementation. Dump trucks increased in productivity from 2.98 m³ to 3.49 m³, while motor graders decreased from 366.18 m³ to 317.475 m³. Significant increases were observed in the vibrator roller and air compressor, whereas asphalt finisher, tandem roller, and pneumatic tired roller experienced substantial drops in productivity. The asphalt sprayer maintained consistent performance at 4.980 liters/hour. In conclusion, heavy equipment productivity is significantly influenced by equipment type, field conditions, and operational coordination, all of which are crucial to ensuring timely project completion with quality standards met.
ANALISIS KOMPOSIT SERAT ALAM UNTUK PERBAIKAN DAN PERBAIKAN BALOK BETON BERTULANG salsabila, shafira; Bravikawati, Marini
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.12603

Abstract

Balok beton bertulang merupakan elemen struktural fundamental dalam berbagai jenis bangunan. Namun, seiring waktu, balok ini rentan mengalami degradasi dan kerusakan akibat berbagai faktor lingkungan dan beban operasional, yang seringkali memerlukan upaya perbaikan dan perkuatan untuk memulihkan atau meningkatkan kapasitas layannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan komposit serat alam sebagai material alternatif yang efektif untuk perbaikan dan perkuatan balok beton bertulang. Berbagai jenis serat alam, seperti serat bambu, rami, dan sutra, beserta matriks pengikatnya, dieksplorasi potensinya untuk aplikasi struktural. Metodologi penelitian melibatkan pembuatan sampel balok beton bertulang yang mengalami kerusakan terkontrol, kemudian dilakukan perkuatan eksternal menggunakan komposit serat alam. Sampel yang telah diperkuat ini kemudian diuji lentur untuk mengevaluasi peningkatan kapasitas beban, kekakuan, dan daktilitas dibandingkan dengan balok kontrol tanpa perkuatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa komposit serat alam mampu memberikan peningkatan signifikan pada kinerja lentur balok beton bertulang yang rusak, dengan pola kegagalan yang bervariasi tergantung pada jenis serat dan metode aplikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa serat alam merupakan material yang menjanjikan untuk rehabilitasi infrastruktur beton, menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan material konstruksi hijau dan strategi perbaikan struktur yang efisien.
A STUDI ANALISIS SEMPADAN DAN GREENBELT TERHADAP KONDISI BENDUNGAN KEULILING Bravikawati, Marini; Salsabila, Shafira
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i1.12604

Abstract

A dam is a structure designed to ensure the sustainable availability of water supply. One dam that plays a significant role in this regard is the Keuliling Dam, which makes a major contribution to meeting the water needs of the community. Despite offering numerous benefits, the existence of a dam also poses potential risks that must be properly anticipated. As part of mitigation efforts and maintenance planning, analysis of the buffer zone and greenbelt is essential at Keuliling Dam. This study employs a combination of primary and secondary data to support the evaluation process of the buffer zone and greenbelt conditions at the dam. The aim of this analysis is to assess each component based on observation results using a condition index approach. The assessment process begins with identifying damage in each subcomponent, followed by assigning scores according to the level of damage observed. Based on the analysis results, the condition index for the buffer zone and greenbelt is recorded at level 4, which indicates minor damage. This value reflects the current condition of these two components and serves as a critical reference for the planning and implementation of maintenance activities to ensure the dam's functionality is properly maintained. Keywords: dam, embankment, greenbelt
STUDI EXPERIMENTAL KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN PANAS DINDING BATAKO DENGAN CAMPURAN PCM JENIS PARAFFIN DAN LILIN LEBAH Haikal Fajri; Meilandy Purwandito; Doni Saktian Ritonga
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i2.12119

Abstract

Phase Change Material (PCM) merupakan material yang mengubah karakteristik fisik saat menyerap atau melepaskan energi panas. Terdapat beberapa jenis PCM di antaranya paraffin dan lilin lebah. Penyimpanan energi termal merupakan teknik yang sederhana dan efektif untuk diterapkan pada bangunan guna meningkatkan efesiensi energi bangunan, dan diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan energi. Maka penelitian ini membuat batako dengan campuran PCM jenis paraffin dan lilin lebah menggunakan wadah bola ping pong. Persentase pemakaian PCM pada batako dengan campuran yang berbeda-beda diantaranya 5%, 10%, dan 15%. Batako yang telah dilakukan pencampuran diuji menggunakan hammer test dan ultrasonic pulse velocity (UPV) untuk memperoleh nilai kekuatan mekanis secara non-destruktif. Serta dilakukan pengujian menggunakan alat termokopel tipe K untuk mengetahui termal batako dalam menyerap dan menyimpan energi. Hasil penelitian pengujian kuat tekan menggunakan hammer test dan ultrasonic pulse velocity dengan campuran paraffin pada persentase 5% mendapatkan 193,74 kg/cm2, 10% dengan nilai 166,55 kg/cm2, 15% dengan nilai 231,13 kg/cm2. Dengan campuran lilin lebah pada persentase 5% mendapatkan 197,14 kg/cm2, 10% dengan niai 159,75kg/cm2, 15% dengan niai 251,53kg/cm2. Hasil pengujian termal meggunakan termokopel tipe K dengan nilai rata-rata campuran paraffin 5% dengan nilai16,21%, 10% dengan nilai 27,77%, 15% dengan nilai 42,35%. Campuran lilin lebah 5% dengan nilai 13,11%, 10% dengan nilai 22,36%, 15% dengan nilai 36,70%. Berdasarkan hasil penelitian pada kuat tekan batako dengan besaran campuran PCM dengan jenis paraffin dan lilin lebah berbanding lurus dengan hasil kuat tekan pada batako, berdasarkan hasil pengujian termal pada batako dengan besaran campuran PCM paraffin dan liin lebah juga berbanding lurus dengan menyimpan dan penyerapan panas pada batako.
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR ATAS AKIBAT PENAMBAHAN LANTAI YANG DI PERKUAT DENGAN METODE CONCRETE JACKETING (STUDI KASUS: GEDUNG SEKOLAH DASAR ADHYAKSA 1 JAMBI) Jasinta Lizarni Putri; M. Nuklirullah; Diah Kharinnisa
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Sekolah Dasar Adhyaksa 1 Jambi terdiri dari 2 lantai, namun ditingkatkan menjadi 4. Untuk memikul beban tambahan, dilakukan perkuatan pada kolom utama lantai 1 dan lantai 2 dengan metode concrete jacketing. Dimensi awal kolom lantai 1 dan 2 yang berukuran 250 mm x 500 mm diperbesar menjadi 400 mm x 550 mm untuk meningkatkan kapasitas struktur, maka perlu dilakukan analisis struktur untuk meninjau bagaimana efektivitas metode concrete jacketing dalam meningkatkan kekuatan struktur atas. Pada pengerjaan Tugas Akhir ini metode evaluasi digunakan dalam proses analisis melalui dua tahapan yaitu Analisis struktur dengan beban tambahan tanpa perkuatan concrete jacketing dan Analisis struktur dengan beban tambahan dan dengan. Hasil analisis menunjukkan metode concrete jacketing pada kolom kurang efektif dalam meningkatkan kekuatan struktur atas secara menyeluruh akan tetapi concrete jacketing hanya meningkatkan kekuatan pada elemen yang dilakukan perkuatan yaitu hanya pada kolom itu sendiri. Namun perkuatan kolom dengan metode concrete jacketing hanya membantu mengurangi distribusi gaya dalam pada elemen balok dan pelat melalui peningkatan kekakuan kolom. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan pada kapasitas aksial (Pn) dari 803,848 kN menjadi 4208,911 kN. kapasitas geser (Vn) meningkat dari 130,598 kN menjadi 350,509 kN. Meskipun terjadi peningkatan kapasitas kolom akan tetapi persyaratan Strong Column Weak Beam (SCWB) tidak terpenuhi sepenuhnya, dikarenakan pada joint kolom-balok khususnya joint balok 400 x 600 mm momen nominal kolom lebih kecil daripada 1,2 total momen nominal balok yang menunjukan balok pada joint tersebut lebih kuat dari kolomnya, hal ini berpotensi terjadi keruntuhan dikolom lebih dahulu daripada balok.