cover
Contact Name
Defry Basrin
Contact Email
defrybasrin@unsam.ac.id
Phone
+6285373652007
Journal Mail Official
Jmts@unsam.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Syarief Thayeb , Meyrandeh, Langsa- Aceh
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
JMTSS
Published by Universitas Samudra
ISSN : 27754421     EISSN : 2775443X     DOI : https://doi.org/10.55377/jmtss.v4i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra (JMTSS) merupakan jurnal dikelola oleh prodi teknik sipil Universitas Samudra yang mempublikasikan hasil penelitian dalam lingkup teknik sipil baik aspek pengembangan ilmuan ataupun aspek praktisi. jurnal ini memberikan hak akses terbuka bagi para peneliti, dosen, dan profesional lainnya, semua artikel yang dikirim akan dilakukan evaluasi melalui tim redaksi dan reviewer sebelum diterima untuk diterbitkan. JMTSS menerima artikel dari bidang ilmu pengembangan teknik sipil dengan multidisiplin ilmu sebagai berikut: 1. Bahan dan Struktur Bangunan 2. Teknologi Konstruksi 3. Ekonomi dan Manajemen Konstruksi 4. Rekayasa Gempa 5. Teknik Lingkungan 6. Renovasi Bangunan 7. Teknik Geotek 8. Rekayasa Jalan Raya 9. Struktur Hidraulik dan Hidraulik Rekayasa 10. Jalan dan Jembatan 11. Rekayasa Struktural 12. Survei dan Rekayasa Geo-Spasial 13. Teknik Transportasi 14. Rekayasa Terowongan 15. Teknik dan Ekonomi Perkotaan 16. Teknik Sumber Daya Air 17. Drainase Perkotaan
Articles 94 Documents
KAJIAN KONSEP EASY MAINTANANCE PADA FASADE ARSITEKTURAL MUSEUM TSUNAMI ACEH MENDUKUNG KEBERLANJUTAN GEDUNG Rikza, Rikza; Ferah Yosantia, Muhammad
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i2.13894

Abstract

The Aceh Tsunami Museum is a public building characterized by complex architectural design, both in terms of historical significance and aesthetics. Proper maintenance and upkeep are essential to ensuring the sustainability of its function, aesthetic value, and user safety. This study aims to identify the materials utilized in the museum's construction and categorize them based on the 'Easy Maintenance' concept. A descriptive qualitative approach was employed as the research method, with data gathered through case studies, field observations, and literature reviews. The findings indicate that the use of Glass Reinforced Concrete (GRC), curtain walls, and aluminum offers high durability; however, their maintenance requires specialized equipment. Furthermore, the selection of appropriate materials and the implementation of passive design strategies significantly influence the long-term maintenance and preservation of the building.
EVALUASI KINERJA TATA LETAK RUANG PUBLIK DITINJAU DARI PERSEPSI DAN PERILAKU PENGGUNA (STUDI KASUS RUANG TERBUKA TEPI PANTAI ULEE LHEUE) Rikza, Rikza; Zulfadhli
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i2.13895

Abstract

Coastal public spaces play a strategic role in supporting social interaction, recreational activities, and urban environmental quality. However, the quality of public space is not solely determined by physical aspects, but also by the compatibility of spatial layout with users’ perceptions and behaviors. This study aims to evaluate the performance of public building spatial layout in the coastal open space of Ulee Lheue Beach, Banda Aceh City, based on users’ perceptions and behaviors. The research employed a qualitative evaluative approach through behavioral observation, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that Ulee Lheue Beach has strong visual and physical potential as a coastal public space, particularly in terms of openness and natural scenery. Nevertheless, the spatial layout has not fully responded to users’ activity patterns and needs, as reflected by limited spatial connectivity, unclear zoning, and the emergence of adaptive user behaviors in utilizing space informally. The study concludes that the performance of the public space layout at Ulee Lheue Beach remains suboptimal and requires reconfiguration that prioritizes user experience, perception, and behavior to create a functional, inclusive, and sustainable coastal public space.
KAJIAN STRUKTUR DAN MORFOLOGI KAWASAN KELURAHAN PULO BRAYAN KECAMATAN MEDAN TIMUR KOTA MEDAN Sinurat, Dian Aswatul; Fikadillah Siregar, Putri; Ferah Yosantia, Muhammad
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i2.13896

Abstract

Suatu kota umumnya berkembang dengan pola yang berbeda-beda. Perkembangan suatu kota memiliki karakteristik bentuk yang biasa disebut morfologi kota. Morfologi kota dapat terbentuk karena adanya interaksi baik secara spasial atau sosial ekonomi masyarakat didalamnya. Kecamatan Medan Timur merupakan satu dari kecamatan strategis di Kota Medan. Kawasan kecamatan ini memperlihatkan dinamika perkembangan fisik yang kompleks akibat pertumbuhan penduduk, perubahan fungsi lahan, serta tekanan terhadap ruang kota. Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap struktur dan morfologi kawasan, baik dalam pola tata ruang, jaringan jalan, maupun karakter bangunan yang membentuk wajah perkotaan Medan Timur. Kajian mengenai struktur dan morfologi kawasan Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Timur menjadi penting untuk diteliti untuk dapat memahami bagaimana perkembangan fisik pada kawasan tersebut dalam membentuk karakter ruang perkotaan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualtitatif dengan mengumpulkan data dari kawasan kajian berupa wawancara dan pengamatan langsung pada kawasan kajian. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa bentuk kawasan kajian adalah bentuk berantai karena pengaruh transportasi sangat dominan pada kawasan ini, pola jaringan jalan kawasan kajian adalah pola irregular system dan pola grid untuk beberapa kawasan permukiman.
UMAH PITU RUANG SEBAGAI PROTOTIPE BANGUNAN TANGGAP BENCANA DI KABUPATEN ACEH TENGAH Ferah Yosantia, Muhammad; Rikza; Siregar, Putri Fikadillah; Sinurat, Dian Aswatul
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i2.13901

Abstract

Kabupaten Aceh Tengah merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang cukup tinggi, khususnya gempa bumi, longsor, dan kebakaran. Kondisi geografis pegunungan serta aktivitas tektonik menjadikan masyarakat perlu memiliki sistem hunian yang adaptif terhadap bencana. Salah satu bentuk warisan kearifan lokal masyarakat Gayo adalah rumah tradisional Umah Pitu Ruang, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan nilai sosial, budaya, serta strategi mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Umah Pitu Ruang sebagai bangunan tanggap bencana dengan menelaah aspek struktur dan material bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis arsitektur vernakular. Hasil kajian menunjukkan bahwa Umah Pitu Ruang memiliki karakteristik konstruksi yang adaptif terhadap bencana, seperti struktur rumah panggung, penggunaan material lokal yang ringan, serta sistem sambungan yang fleksibel sehingga mampu mereduksi dampak gempa. Dengan demikian, Umah Pitu Ruang dapat dijadikan referensi dalam pengembangan konsep bangunan tanggap bencana berbasis kearifan lokal di Aceh Tengah.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN GAJAH MENTAH KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN ACEH TIMUR Basrin, Defry; Afriansyah, M Naseb; Fajri, Haikal; zulfadhli, zulfadhli; Fahriana, Nina
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i2.13907

Abstract

Jalan lintas Gajah Mentah merupakan jalan lintas antar Desa di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur. saat ini terdapat beberapa jenis kerusakan, sehingga mengurangi tingkat kenyamanan bagi pengguna jalan. Adapun tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi faktor- faktor penyebab kerusakan jalan. Data dikumpulkan kemudian dianalisa dengan menggunakan Metode PCI (Pavement Condition Index). Berdasarkan survei kondisi jalan kerusakan yang terjadi pada jalan Gajah Mentah STA 0+000-STA 2+000 adalah Sungkur (Shoving), Butiran Lepas (Ravelling), dan Lubang (Potholes). Dari hasil pengamatan dan observasi dilapangan keadaan lingkungan pada STA 0+000-STA 2+000, Salah satu faktor penyebab terjadinya kerusakan jalan disebabkan tidak adanya bangunan pendukung jalan seperti saluran drainase, elevasi permukaan jalan yang rendah juga menjadi faktor tergenangnya air diatas permukaan jalan bila terjadi hujan. Kata kunci: Kerusakan, Ruas Jalan, PCI (Pavement Condition Index)
IDENTIFIKASI FAKTOR LINGKUNGAN PENYEBAB BANJIR BANDANG DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Siregar, Putri Fikadilah; Aswatul Sinurat, Dian; Ferah Yosantia, Muhammad; Rikza
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v6i2.13937

Abstract

Flash floods are one of the hydrometeorological disasters that frequently occur in Aceh Tamiang Regency and cause significant impacts on the environment and civil infrastructure. Flash flood events are influenced by various interrelated environmental factors, both natural and anthropogenic. This study aims to identify the environmental factors contributing to flash floods in Aceh Tamiang Regency. The research employs a descriptive qualitative approach using secondary data obtained from relevant institutions and a comprehensive literature review. The results indicate that the main environmental factors triggering flash floods include high-intensity rainfall, changes in land cover in the upper watershed area, topographic conditions dominated by steep slopes, and limited river capacity due to sedimentation and inappropriate use of river buffer zones. These factors interact with one another and significantly increase the risk of flash flood occurrences. The identification of these environmental factors is expected to provide a scientific basis for flash flood mitigation planning through environmentally sound watershed management and sustainable civil engineering planning in Aceh Tamiang Regency.
Evaluasi Kenyamanan Termal Ruang Kelas Pada SMA Negeri 2 Langsa Lutfi Handika; Nina Fahriana; nova purnama lisa
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASBTRAK Kenyamanan termal merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan dan produktivitas penghuni bangunan. Penelitian ini berfokus pada ruang kelas di SMA Negeri 2 Langsa, yang mengalami kondisi suhu yang panas dan sistem ventilasi yang kurang optimal. Kondisi ini menyebabkan terbatasnya sirkulasi udara, mengakibatkan akumulasi panas di dalam ruangan dan menimbulkan sensasi panas yang tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi suhu ruangan, dan sistem ventilasi pada ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Metode penelitian mencakup analisis kondisi suhu ruangan, dan potensi optimalisasi kenyamanan termal terhadap ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa. Hasil pengujian menunjukkan nilai indikator kenyamanan termal menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) yaitu panas menurut standar ASHRAE-55 (2017), walaupun pada jam tertentu nilai PMV mencapai nilai yang mendekati optimal untuk kenyamanan termal. Sehingga ruang kelas SMA Negeri 2 Langsa dikategorikan tidak nyaman. Kenyamanan termal dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, dan aliran udara yang kurang seimbang serta minimnya penggunaan kipas angin. Kata Kunci : Kenyamanan Termal, Gedung RKU, Suhu Ruangan, Ventilasi. ABSTRACT Thermal comfort is an important aspect in creating an environment that supports the well-being and productivity of building occupants. This study focuses on classrooms at SMA Negeri 2 Langsa, which experience hot temperature conditions and suboptimal ventilation systems. These conditions cause limited air circulation, resulting in heat accumulation in the room and causing an uncomfortable sensation of heat. This study aims to evaluate the room temperature conditions and ventilation systems in SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The research method includes an analysis of room temperature conditions and the potential for optimizing thermal comfort for SMA Negeri 2 Langsa classrooms. The test results show that the thermal comfort indicator value using the Predicted Mean Vote (PMV) method is hot according to the ASHRAE-55 (2017) standard, although at certain hours the PMV value reaches a value close to optimal for thermal comfort. Therefore, the SMA Negeri 2 Langsa classroom is categorized as uncomfortable. Thermal comfort is influenced by unbalanced temperature, humidity, and airflow as well as the minimal use of fans. Keywords: Thermal Comfort, RKU Building, Room Temperature, Ventilation.
Analisis Standarisasi Pemeliharaan Bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa Adam Ramanda; firda sari; irwansyah; Nina Fahriana
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBangunan gedung sekolah merupakan prasarana dasar yang berperan penting dalam mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Keberlanjutan fungsi bangunan sangat dipengaruhi oleh kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar. Namun, di lapangan masih banyak ditemukan sekolah yang belum menerapkan standar pemeliharaan bangunan secara optimal, terutama di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan standar pemeliharaan bangunan Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa yang berlokasi di Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Provinsi Aceh, berdasarkan Permendiknas No. 24/PRT/M/2007. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan mengolah data deskriptif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan, wawancara dengan pihak sekolah, serta telaah terhadap dokumen standar pemeliharaan bangunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemeliharaan di MIN 1 Langsa sarana dan prasarana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa menunjukkan bahwa tingkat pemeliharaan sarana memperoleh nila rata-rata 29,7 dan prasarana 2,666, keduanya berada pada kategori cukup sesuai dengan ketentuan. Meskipun sebagian fasilitas telah berfungsi, hasil observasi menunjukkan masih terdapat kekurangan pada beberapa komponen, seperti keterbatasan ruang kelas, perlengkapan ruang tata usaha, perpustakaan, lapangan olahraga, serta fasilitas kebersihan guru dan siswa yang belum memenuhi standar. Oleh karena itu diperlukan langkah strategis dalam bentuk peningkatan dan penambahan sarana dan prasarana secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memastikan terpenuhinya standar pemeliharaan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang efektif, efisien, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kata Kunci: Pemeliharaan Bangunan, Standarisasi Sarana dan Prasarana, Permendiknas No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.ABSTRACTSchool buildings constitute fundamental infrastructure that plays a vital role in supporting the continuity of the teaching and learning process. The sustainability of a building’s function is strongly influenced by maintenance activities carried out systematically and in accordance with established standards. However, in practice, many schools particularly in regional areas have not yet implemented building maintenance standards optimally. This study aims to analyze the conformity of the implementation of building maintenance standards at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Langsa, located on Jl. Jend. A. Yani, Gampong Teungoh, Langsa Kota District, Langsa City, Aceh Province, based on the Regulation of the Minister of National Education No. 24/PRT/M/2007. The research employs a descriptive quantitative analysis method by processing both descriptive and quantitative data. Data were collected through direct observation of the physical condition of the building, interviews with school personnel, and a review of school building maintenance standard documents. The results indicate that the implementation of maintenance for facilities and infrastructure at MIN 1 Langsa shows that the average maintenance score for facilities is 29.7 and for infrastructure is 2.666, both categorized as moderately compliant with the established standards. Although several facilities are functioning properly, observations reveal deficiencies in certain components, such as the limited number of classrooms, insufficient administrative office equipment, library facilities, sports field, and hygiene facilities for teachers and students that have not yet met the required standards. Therefore, strategic measures are necessary in the form of planned, measurable, and sustainable improvements and additions to facilities and infrastructure. These efforts are expected to ensure compliance with maintenance standards for facilities and infrastructure in order to support the implementation of effective and efficient learning activities in accordance with applicable regulations. Keywords: Building Maintenance, Facility and Infrastructure Standardization, Ministerial Regulation No. 24/PRT/M/2007, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Langsa.
KAJIAN TINGKAT KENYAMANAN FISIK RUANGAN BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA (STUDI KASUS GEDUNG FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS SAMUDRA) Efrinton Sihotang; nova purnama; haikal fajri
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan fisik ruangan memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas kegiatan pembelajaran dan aktivitas kerja di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan fisik ruang kuliah dan ruang kerja di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Samudra berdasarkan pengukuran kondisi fisik ruangan serta persepsi pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui pengukuran langsung di lapangan serta penyebaran kuesioner kepada pengguna ruangan. Parameter yang dianalisis meliputi aspek spasial ruang, suhu udara, kelembapan udara, sirkulasi udara, tingkat pencahayaan, dan tingkat kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas ruang kuliah berkisar antara 33–79,6 m² dengan rasio luas per pengguna 1,37–2,2 m², sedangkan ruang kerja berkisar antara 15–34 m² dengan rasio 2,67–15 m² per pengguna. Suhu udara ruang kuliah berada pada kisaran 28,71–29,96 °C dan ruang kerja 26,68–28,91 °C dengan kelembapan udara 52,2–84,1%, yang sebagian berada di luar rentang kenyamanan berdasarkan standar SNI. Tingkat pencahayaan berkisar antara 89,2–1.133 lux pada ruang kuliah dan 92,6–1.124 lux pada ruang kerja, sementara tingkat kebisingan berkisar antara 23,317–50,329 dBA dan masih berada di bawah ambang batas standar. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa sebagian besar aspek kenyamanan berada pada kategori cukup hingga nyaman, namun beberapa ruang masih memerlukan perbaikan terutama pada aspek ventilasi, suhu udara, serta penataan ruang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan luas efektif ruang, kepadatan pengguna, serta sistem ventilasi dan penghawaan yang belum optimal menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat kenyamanan fisik ruangan.
THE INTERACTION CONCEPT OF STAKEHOLDERS IN THE LANGSA CITY URBAN FOREST AND MANGROVE FOREST DEVELOPMENT PROJECT Puteri Hanifah Hanni
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 7 No 1 (2026): April 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan RTH Taman Hutan Kota dan Ekowisata Hutan Mangrove di Kota Langsa memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan kawasan ini melibatkan berbagai stakeholders dengan peren dan kewenangan yang berbeda, sehingga memerlukan koordinasi lintas sektor yang efektif. Namun, koordinasi yang ada saat ini masih menunjukkan ruang untuk peningkatan, khususnya dalam menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi antar stakeholders yang terlibat, serta mengembangkan konsep interaksi dalam Interface Management System (IMS) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi antar stakeholders. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM) melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan elemen CATWOE dan model konseptual untuk memahami hubungan antar instansi dengan merumuskan solusi sistemik terhadap permasalahan interface yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan kawasan wisata telah berjalan, namun masih bersifat sektoral dan administratif, sehingga koordinasi antar instansi belum sepenuhnya terintegrasi. PT. Pekola sebagai pengelola kawasan menjalankan fungsi operasional sesuai kewenangannya, namun dalam beberapa aspek masih memerlukan dukungan kebijakan dan pengenggaran dari Pemerintah Kota Langsa. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penerapan IMS melalui pembentukan divisi koordinatif di bawah Sekretariat Daerah (Setda) Kota Langsa sebagai pusat komunikasi dan pengawasan pariwisata. Implementasi sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan, dan mendukung tata kelola pariwisata yang berkelanjutan di Kota Langsa.

Page 9 of 10 | Total Record : 94