cover
Contact Name
Andriana
Contact Email
medimuh.jurnal@gmail.com
Phone
+6285863115797
Journal Mail Official
andriana121554@gmail.com
Editorial Address
Kota cirebon, Jawa barat INDONESIA
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah
ISSN : 27163644     EISSN : 27762823     DOI : 10.37874/mh
Core Subject : Health,
Medimuh Journal is a journal published twice a year by the Cirebon Muhammadiyah College of Pharmacy. Contains writings that are lifted from the results of research and analysis in the health sector. This journal is a means, and scientific publications on health issues.
Articles 98 Documents
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF Indriaty, Sulistiorini; Ine Suharyani; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Desy Wulan Dari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1680

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Beras ketan hitam dan sari buah labu kuning dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena beras ketan hitam dan sari labu kuning mengandung komponen antioksidan yaitu beta karoten dan vitamin C, yang membantu menjaga kesehatan kulit dan membantu kulit nampak lebih cerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakan beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15% dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan bagaimana hasil evaluasi sediaan tersebut. Krim body scrub beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning di buat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi sari labu kuning formula I 10%, formula II 15% dan formula III 20% pengamatan dilakukan pada hari ke-0, dengan parameter pengujian meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I berwarna krem, formula II berwarna coklat dan formula III berwarna coklat tua, untuk pH formula I yaitu 6,84, formula II yaitu 6,87, formula III yaitu 6,88. Daya sebar semistiff karna kurang dari <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dengan formula tersebut dan hasil evaluasi sediaan body scrub beras ketan hitam dan sari labu kuning dengan variasi konsentrasi sari labu kuning 10%, 15%, dan 20% serta konsentrasi beras ketan hitam 7% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji tipe krim menunjukkan hasil bahwa sediaan basis dan formula body scrub memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang baik. Kata kunci : Beras ketan hitam, sari labu kuning, body scrub.
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN RIMPANG LENGKUAS MERAH (Alpinia purpurata K.Schum.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Zamzam, Muhammad Yani; Didin Ahidin; Iin Indawati; Agus Khurniawan; Della Nur Nadya
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1684

Abstract

Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri ini bersifat oportunistik yang menginfeksi jaringan kulit hingga menimbulkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang temulawak, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah, dan  kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak etanol rimpang lengkuas merah terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Larutan uji adalah ekstrak etanol rimpang temulawak konsentrasi 1%, 2% dan 4%, ekstrak etanol rimpang lengkuas merah  konsentrasi 25%, 50%,  dan 75%, serta kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak dan ekstrak  etanol rimpang lengkuas merah (1:3), (1:1), dan (3:1),    dengan kontrol positif klindamisin 0,005%. Ekstrak etanol rimpang temulawak dengan konsentrasi 1%, 2% dan 4% memiliki aktivitas antibakteri kategori sedang hingga kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 7,84 mm, 8,49mm, 10,12 mm. Ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 11,17 mm, 11,63 mm dan 11,99 mm. Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak 4% dan ekstrak etanol rimpang legkuas merah 75% dengan perbandingan (1:3), (1:1), dan (3:1) memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan hasil rata-rata diameter 12,71 mm, 11,22 mm dan 10,41 mm. Kata Kunci : Temulawak, lengkuas merah, kombinasi ekstrak, Propionibacterium acnes
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Staphylococcus Epidermidis Dan Propionibacterium Acnes Senja, Rima Yulia; Sulistiorini Indriaty; Didi Rohadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1685

Abstract

Buah mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat dalam pengobatan jerawat. Kandungan senyawa flavonoid dalam buah mentimun berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes serta untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60% menghasilkan daya hambat paling besar terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Penyarian simplisia dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode perkolasi, cairan penyari yang digunakan yaitu etanol 70%. Pengujian daya hambat ekstrak buah mentimun (Cucumis sativus L.) menggunakan metode difusi cetak lubang. Ciprofloxacin injeksi sebagai kontrol positif dan etanol 70% sebagai kontrol negatif. Hasil Hasil menunjukan bahwa ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) pada konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis dan bakteri Propionibacterium acnes (p<0,05). Diameter hambat rata-rata ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis berturut-turut yaitu 9,0±0,7 mm; 10,2±0,7 mm; 12,1±0,2 mm; 13,2±0,3 mm, sedangkan pada bakteri Propionibacterium acnes berturut-turut yaitu 8,9±0,6 mm; 11,5± 0,4 mm; 13,1±0,2 mm; 14,1±0,5 mm. Ekstrak etanol buah mentimun (Cucumis sativus L.) dengan konsentrasi 60 % memiliki daya hambat paling besar dengan kategori kuat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan  Propionibacterium acnes. Kata kunci : Mentimun (Cucumis sativus L.), Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Difusi cetak lubang.
Review : Berbagai Tanaman Herbal Untuk Meningkatkan Imunitas Pada Penyakit COVID-19 Puspita, Rani Sintia
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1697

Abstract

Coronavirus Disease atau COVID-19 menginfeksi kurang lebih 775 juta orang diseluruh dunia. Virus ini pertama diidentifikasi di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Corona virus ini adalah virus penyebab penyakit pada manusia yang diketahui menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu biasa, hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Sydrome (SARS). Tumbuhan herbal dapat dijadikan sebagai produk alami bioaktif yang digunakan untuk terapi dari berbagai penyakit. Berbagai tumbuhan berpotensi menjadi salah satu alternatif pengobatan tambahan bagi pasien COVID-19 untuk menambah imunitas tubuh. Metode pengumpulan data ini dilakukan dengan melakukan peninjauan literatur (literature review) yang meliputi peninjauan data yang telah diperoleh, pengumpulan data hasil penelitian yang telah dipublikasikan, dan melakukan analisis pada data telah dipilih mengenai kandidat tumbuhan obat herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit Covid-19 pada basis data berupa Google Scholar. Tumbuhan herbal yang berpotensi pada pengobatan COVID-19 yaitu, Zingiber officinale Var Rubrum Rhizoma, Camellia sinensis, Allium sativum, Syzygium aromaticum L., Boesenbergia rotunda, Curcuma aeruginosa roxb, dan Curcuma xanthorrhiza Roxb
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Zamzam, Muhammad Yani; Nina Karlina; Khurniawan, Agus; Jafar Izzudin; Didi Rohadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1745

Abstract

Kopi merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat umumnya. Kopi merupakan tanaman yang memiliki kandungan kafein dengan salah satu manfaatnya untuk meningkatkan stamina dan menahan rasa kantuk karena mengandung senyawa alkaloid yaitu kafein. Selain itu, kopi juga memiliki kandungan lain seperti flavonoid, tanin, saponin, dan steroid yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram postif dan bakteri gram negatif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji kopi hijau arabika dan robusta terhadap bakteri Propionibacterium acness. Biji kopi yang digunakan adalah biji kopi yang masih hijau yang belum disanggrai. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik. Pengujian aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol biji kopi arabika dan robusta terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi sumuran dengan pengukuran diameter zona hambatan. Data dianalisis dengan uji parametrik one way ANOVA. Hasil menunjukkan pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, ekstrak etanol biji kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea canephora) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acness. Diameter zona hambat ekstrak etanol biji kopi arabika konsentrasi 25%, 50%, dan 75% berturut-turut adalah 9,79± 0,36 mm, 11,10 ± 0,34mm, dan 13,90 ± 0,32 mm. Diameter zona hambat ekstrak etanol biji kopi hijau robusta konsentrasi 25%, 50%, dan 75% berturut-turut adalah 8,81± 0,49 mm, 10,37 ± 0,43 mm, dan 10,76 ± 0,29 mm. Hasil uji ANOVA two ways mendapatkan nilai sig < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua uji berbeda secara bermakna. Oleh karena itu disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kopi arabika lebih baik dibandingkan ekstrak etanol biji kopi robusta dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes. Meskipun zona hambat konsentrasi ekstrak etanol biji kopi arabika konsentrasi 75% lebih besar dari pada konsentrasi 50%, namun secara statistik ke duanya tidak berbeda bermakna. Oleh karena itu konsentrasi yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes adalah konsentrasi ekstrak etanol biji kopi arabika 50% atau 75%. Kata kunci : Kopi arabika, kopi robusta, aktivitas antibakteri, Propionibacterium acnes
Narative Review Medicinal Plants That Influence Glut-4 Protein in Curing Diabetes Mellitus Didin Ahidin; Sindy Putri Pratama; Tina Anggia Lestari; Karni Susanti; Intan Indriyani; Ridwan, Mohammad Yusup
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1689

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan kondisi tingginya glukosa dalam darah (hiperglikemia) akibat gangguan metabolik sekresi insulin. Keusakan pada sel-sel beta pankreas dapat diakibatkan oleh adanya penurunan aktivitas SOD yang memperburuk stres oksidatif karenan adanya akumulasi radikal bebas dalam tubuh. Penggunaan tanaman obat menjadi salah satu terapi pilihan dengan pengobatan yang efektif dengan efek samping yang minimal dibandingkan dengan obat kimia sintetis yang seringkali memiliki efek samping. Studi literatur ini memberikan gambaran mengenai tanaman obat yang berpengaruh terhadap protein superoxide dismutase (SOD) pada penyembuhan diabetes melitus. Pencarian literatur dilakukan melalui mesin pencarian Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Tanaman Obat”, “Superoxide Dismutase (SOD)”, “Diabetes Melitus” dari jurnal yang diterbitkan paa tahun 2019 sampai 2024. Dari hasil pencarian didapatkan 12 jurnal yang telah diseleksi dan memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil yang telah dianalisis dari jurnal yang didapat, tanaman obat yang diteliti memiliki sifat antidiabetes yang dapat menurunkan kadar glukosa darah sesuai dengan dosis yang diberikan dan terdapat beberapa senyawa metabolik dengani aktivitas meningkatkan kadar superoxide dismutase. Narative review ini menunjukkan bahwa tanaman obat yang diteliti memiliki pengaruh terhadap superoxide dismutase pada penyembuhan diabetes melitus.
UJI KUALITAS MUTU PRODUK MINYAK KELAPA MURNI (Virgin Coconut Oil) YANG BEREDAR DI PASARAN: QUALITY TEST OF VIRGIN COCONUT OIL PRODUCTS ON THE MARKET Kusuma, Sidik Lingga; Indawati, Iin; Renny Amelia; Agus Khurniawan; Yusnita, Afis Oni; Ani Fatonah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1710

Abstract

Minyak Kelapa murni (Virgin Coconut Oil) merupakan produk olahan dari daging buah kelapa tua segar atau kopra berupa cairan berwarna jernih, tidak berasa, dengan bau khas kelapa yang diproses melalui cara mekanik atau dengan cara alami, yang bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh, menjaga imunitas tubuh dan mencegah penyakit lain sehingga banyak beredar di pasaran untuk dikonsumsi sebagai pangan, obat dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengamatan organoleptik meliputi warna, bau dan rasa, kadar air dan kadar asam lemak bebas (ALB) dari produk VCO yang beredar di pasaran sesuai dengan SNI No. 7381 tahun 2008 tentang Minyak kelapa virgin. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan metode purposive sampling menggunakan 7 (tujuh) sampel produk VCO dengan 4 (empat) jenis kode izin edar yakni BPOM RI, POM TR, POM NA dan P-IRT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan organoleptik produk VCO dengan kode MD 2, TR 1,TR 2, PIRT 1 dan PIRT 2 memiliki warna, bau dan rasa yang normal, kandungan air dalam produk VCO dengan kode MD1(0,2%) MD 2 (0,11%), TR 1 (0,08%), TR2(0,16%), NA(0,15%). Kandungan asam lemak bebas (ALB) dalam produk VCO dengan kode MD1 (0,13%), MD 2 (0,01%), TR 1 (0,06%), TR 2 (0,04%) dan PIRT 2 (0,10%) memenuhi persyaratan mutu memenuhi syarat SNI No. 7381 tahun 2008.

Page 10 of 10 | Total Record : 98