cover
Contact Name
Cynthia Erlita Virgin Wuisang
Contact Email
cynthia.wuisang@unsrat.ac.id
Phone
+6281340240129
Journal Mail Official
mmatrasain@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Unsrat, JL Kampus Unsrat, Bahu Manado 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Matrasain
ISSN : 18581137     EISSN : 27231720     DOI : https://doi.org/10.35792/matrasain
Journal of Media Matrasain publishes research results, critical studies/analysis, innovative ideas/thoughts and the results of design works in the fields of architecture and urban planning.
Articles 261 Documents
KUALITAS RTH PERKOTAAN BERBASIS URBAN SURFACE TEMPERATURE SEBAGAI ANTISIPASI TERBENTUKNYA URBAN HEAT ISLAND (Studi Kasus: Ruang Terbuka Hijau Kota Kendari) Imade Krisna Adhi Dahrma; Dwi Rinnasuri Nuruduola; Wekoindira Romantiauli
MEDIA MATRASAIN Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v16i2.25363

Abstract

Keberadaan Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Kendari memiliki peranan penting selain fungsi ekologi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi bagi sebuah perkotaan. Seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya penggunaan lahan untuk bangunan terdapat masalah yakni luas RTH berkurang dari tahunketahun demikian pula halnya dengan kualitas RTH, sedangkan kondisi dan luas RTH tersebut memberi pengaruh terhadap terbentuknya efek urban heat island (UHI).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas RTH perkotaan di Kota Kendari melalui metode Urban Surface Temperature sebagai antisipasi terhadap terbentuknya efek urban heat island. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitiatif dengan pendekatan survey terhadap luas RTH, analisis metode kuantitiatif digunakan untuk menghitung luasan dan kualitas RTH dan penggunaan software GIS untuk mendapatkan data Urban Surface temperatur RTH Perkotaan hingga RTH per kecamatan di Kota Kendari, sedangkan secara kualitatif digunakan untuk melihat kualitas RTH tersebut terhadap aspek pembentuk Urban Heat Island sebagai antisipasinya.  Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa temperatur permukaan di Kota Kendari sangat dipengaruhi oleh ketersediaan luas RTH sebagai pendingin suhu permukaan. Semakin luas dan baik kondisi RTH maka akan semakin dingin suhu permukaan dan sebaliknya. Diketahui pula bahwa Kecamatan Kendari Barat merupakan kecamatan yang memiliki luas RTH perkotaan terkecil sebesar 1,6 Km2 atau 9,4% dari total luas wilayah kecamatannya sehingga kecenderungan suhu permukaan pada lingkungan perkotaan lebih tinggi (panas).
PENYULUHAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PANAS BUMI CLUSTER A DI DESA TOUURE 1 KECAMATAN TOMPASO KABUPATEN MINAHASA PROPINSI SULUT Hendra Riogilang
MEDIA MATRASAIN Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v16i2.25364

Abstract

Dalam rangka pengembangan panas bumi di Cluster A untuk PLTP Unit 8 sebesar 40 MW di kecamatan Tompaso kabupaten Minahasa memberikan efek psikologis berupa kekhawatiran dimana akan terjadi ekspansi penggunaan lahan untuk konstruksi infrastruktur dan instalasi pemipaan serta kekhawatiran menghilangnya air permukaan yang berasal dari mata air alamiah yang digunakan masyarakat Touure 1 untuk bertani Holtikultura. Holtikultura adalah sumber pendapatan utama bagi masyarakat Touure 1. Melalui kegiatan Pengabdian Unsrat Program Kemitraan Masyarakat dilakukan kajian berupa identifikasi sumber air, identifikasi dampak kegiatan proyek pengembangan panas bumi unit 8 40MW, serta penjelasan mengenai ruang lingkup pekerjaan pengembangan panas bumi di Cluster A. Melalui seminar dijelaskan mengenai keberadaan keberlangsungan mata air alami terhadap keseluruhan proses kegiatan pengembangan panas bumi unit 8, serta solusi berupa konservasi area imbuh untuk mata air alami dan area imbuh untuk recharge reservoir panas bumi. Dijelaskan pula mengenai minimalisasi penggunaan lahan untuk proyek pengembangan unit 8 dan alternative pengganti lahan untuk dapat bertani holtikultura bukan hanya sekedar dihargai dengan ganti rugi uang agar mata pencaharian/pendapatan masyarakat dapat terus berkelangsungan.
PARTISIPASI MASYARAKAT MENGANTISIPASI ANCAMAN BENCANA ALAM PADA DESA TATELI TIGA DAN TATELI WERU MANDOLANG DI MINAHASA Hanny Poli; Frits O.P. Siregar; Ricky M.S Lakat
MEDIA MATRASAIN Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v16i2.25366

Abstract

Sebagai tenaga pendidik yang berada di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi dengan tugas dan fungsi yaitu melaksanakan tridarma perguruan tinggi yaitu: pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyrakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Melalui program PKM tahun 2019 tim telah melaksanakan pengabdian yang diberi judul yaitu: “PKM Pelatihan Teknis Antisipasi Masyarakat terhadap ancaman bencana di desa Tateli Tiga dan Desa Tateli Weru Mandolang Minahasa” yang telah dihadiri sebanyak 35 orang peserta (daftar hadir telampir). Luaran yang direncanankan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kegiatan PKM yaitu: Tesedianya Artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal ber ISBN atau Prosiding ber ISBN dari seminar nasional atau tersedianya artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui media cetak/elektronik. Bagi masyarakat yang telah terlatih dapat juga menjadi pelopor dalam memberikan dorongan atau ajakan bagi masyarakat lainnya yang ada di sekitar kecamatan Mandolang dalam mengantisipasi terhadap ancaman bencana alam apabila diminta baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat lainnya yang membutuhkan bantuan dalam rangka peningkatan kewaspadaan masyarakat sesuai permasalahan yang dihadapi. Metode pelaksanaan program PKM Pelatihan Teknis Antisipasi Masyarakat terhadap ancaman bencana di desa Tateli Tiga dan Desa Tateli Weru Mandolang Minahasa melalui: survei, observasi lokasi lingkungan permukiman desa, wawancara dengan pemerintah desa Tateli Tiga dan desa Tateli Weru, serta masyarakat yang ada disekitar lokasi rawan banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, gelombang pasang dan tsunami dan pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholders) serta melakukan studi pustaka. Kesimpulan bahwa upaya peningkatan ketentraman, keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di desa diperlukan kerjasama antara Pemerintah desa serta kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga sosial masyarakat (LSM), lembaga pendidikan tinggi sebagai antisipasi terhadap ancaman bencana alam. Pertumbuhan dan perkembangan suatu komunitas masyarakat yang memiliki tujuan dan sasaran untuk menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya, dapat ditentukan oleh rasa tenteram, aman dan nyaman sehingga perlunya difasilitasi oleh pemerintah melalui: Membangun infrastruktur yang tanggap bencana alam seperti: banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, tsunami; mengurangi penebangan pohon-pohon serta membangun dan memelihara drainase; penegakan peraturan dalam membangun rumah pada kawasan rawan bencana; perlu kesadaran masyarakat; perlu adanya jalur evakuasi apabila terjadi bencana; perlu adanya pendampingan baik dari pemerintah dan Lembaga Pendidikan Tinggi yang memiliki kepakaran ilmu dan teknologi, keterampilan dalam bidang kebencanaan.
Halaman Sampul Belakang Alvin Jance Tinangon
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37023

Abstract

.
ISLAMIC CENTER DI KOTA KOTAMOBAGU. “ARSITEKTUR KONTEMPORER” Riansyah Nuh; Surijadi Supardjo; Raymond Ch. Tarore
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37024

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan. 
PUSAT KREATIVITAS SENI DI MANADO. “ARSITEKTUR EKSPRESIONISME” Riskezia Sujono; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37025

Abstract

Kreativitas mengalami perkembangan yang pesat di masa kini. Begitu banyak tentang kreativitas yang bisa kita kembangkan untuk menghasilkan ide-ide yang tidak biasa dan inpirasi baru. Insipirasi sangat erat kaitannya dengan perkembangan kreativitas dalam berbagai segi terutama dalam seni.  Peran seni dalam perekonomian sangat penting karena seni menimbulkan reaksi yang positif. Terbukti dengan banyaknya hasil karya seni yang dapat mendorong perekonomian dengan cepat dan kompetitif sampai menyetarakan kesenjangan sosial. Banyak negara maju menyadari selain bidang industri, sumber daya manusia kreatif juga bisa mendorong perekonomian. Kota Manado yang merupakan kota pariwisata yang mengandalkan salah satu perekonomiannya di bidang pariwisata memiliki potensi yang tinggi dalam peningkatan sumber daya manusia kreatif. Dengan wisatawan yang meningkat tiap tahunnya diharapkan agar masyarakat dapat memanfaatkan situasi untuk memajukan perekonomian daerah dengan sumber daya manusia kreatif. Tapi belum tersedianya wadah yang menjadi stimulus menjadi faktor utama penghambat berkembangnya kreativitas. Dengan adanya pusat kreativitas seni di kota Manado dapat menjadi stimulus berkembangnya kreativitas pada masyarakat, dan sadar akan pentingnya produktivitas untuk mengasa kreatif akan kesenian. Dengan fasilitas yang menunjang seperti studio musik, fashion, tari, seni rupa, theater, dan fotografi dengan implementasi arsitektur ekspresionisme dengan massa bangunan, ruangan yang idealis, estetika dari interior, dan juga facad bangunan yang sangat berperan penting menarik minat dan kenyamanan dari pengguna maupun pengunjung.
PUSAT PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN MINAT ANAK DI MANADO. EKSPRESI BENTUK Patrich V. Muaja; Judy O. Waani; Frits O. P. Siregar
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37026

Abstract

Perkembangan kreativitas akan mempengaruhi perkembangan minat anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dalam kondisi yang menyenangkan. Berbagai tempat bermain dapat membuat anak-anak bersenang-senang dan merangsang tumbuh kembangnya. Menyediakan lingkungan yang merangsang tumbuh kembang anak dapat membantu meningkatkan potensi, kreativitas dan minatnya. Kreativitas dan minat anak akan berkembang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuannya. Peningkatan minat dan bakat dapat diperoleh melalui kegiatan formal (sekolah) dan kegiatan informal (kursus). Menerima pengajaran yang formal dan informal yang tepat akan berdampak positif pada anak-anak, terutama saat mereka tumbuh menjadi orang dewasa, yang juga dapat membantu mereka mengembangkan dan mengeksplorasi kemampuan batin mereka. Mengingat pentingnya penyediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak, maka penulis terdorong untuk merencanakan pembangunan Pusat Pengembangan Kreativitas dan Minat Anak di Kota Manado. Metode menggunakan proses horst rittel yaitu Pengembangan Varietas dan Reduksi Varietas (PVRV). Melalui pendekatan tema yang dilakukan, hasil rancangan bisa menjawab kebutuhan akan ketersediaan sarana dan prasarana khusus untuk meningkatkan kreativitas dan minat anak.
PUSAT SENI DAN BUDAYA PAPUA DI JAYAPURA. “REINTERPRETING TRADISIONAL” Doanus Kogoya; Vicky Makarau; Raymond Ch. Tarore
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37027

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang memiliki kebudayaan yang unik dan beraneka ragam. Dimana tiap-tiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kesenian khas yang membedakan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Salah satu kota kesenian yang khas di Indonesia adalah Kota Jayapura. Kota jayapura merupakan kota seni dan budaya yang kental. Tari triton, tari pikon/kecapi mulut dan tari tipa merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan tradisi Papua. Sering dengan perkembangan jaman kebudayaan Papua mulai terlupakan, banyak generasi muda tadak mengenali tentang kebudayaan-kebudayaan tersebut. Masuknya budaya asing menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurunnya minat masyarakat budayanya sendiri, terutama generasi muda mudi yang lebih enjoi dengan kesenian-kesenian modern yang telah menjamur sampai lupa akan indentitas mereka sebagai orang Papua. Oleh karena itu, dengan adanya perancangan Pusat Seni dan Budaya Papua di Jayapura ini dapat meningkatkan kembali akan indentitas kebudayaan daerahnya dan memperkenalkan kebudayaan Papua ke manca Negara dengan cara memberikan pelatihan, pengembangan akan kesenian-kesenian Papua kepada masyarakat khususnya masyarakat Orang Asli Papua serta sarana pelestarian kebudayaan daerah dan sarana rekreasi. Output dari pada rancangan tidak hanya dari segi fisik atau keindahan arsitekturnya saja, melainkan nilai-nilai dari arsitektur Papua tersebut yang dimunculkan pada perkembangan arsitektur-arsitektur jaman sekarang tanpa melupakan arsitektur daerahnya. Dengan penerapan tema Re-Interpreting Tradisi ini diharapkan dapat mengangkat kembali nilai-nilai arsitektur Papua yang mulai dilupakan.
SHOPPING MALL DI MINAHASA UTARA. “ARSITEKTUR BIOMORFIK” Febrian Rumambi; Frits O. P. Siregar; Esli D. Takumansang
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i1.37028

Abstract

Minahasa utara merupakan salah satu kabupaten diprovinsi Sulawesi Utara yang sedang berkembang pesat dalam pembangunan baik dari segi perekonomian dan sosial dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat pada tiap tahunnya. Perkembangan masyarakat akan kemudahan akses teknologi dan informasi merupakan hal yang paling pesat saat ini diaman gaya hidup masyarakat mulai berubah, perilaku konsumtif yang akan semakin meningkat sehingga kebutuhan masyarakat akan semakin berfariasi seiring berjalannya waktu dengan diperkenalannya berbagai produk baru dari luar. Berdasarkan pertimbangan tersebut saat ini merupakan kesempatan dimana dengan menghadirkan Shopping Mall khususnya di Minajasa Utara diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dimana tidak hanya menjadi fasilitas yang menyediakan fungsi perdagangan, namun juga fungsi rekreasi. Pembangunan Shopping Mall di Minahasa Utara juga diharapkan dapat menjadi suatu daya tarik baru bagi penduduk luar Minahasa Utara dimana dengan menyediakan suatu icon baru yang dapat memperkenalkan produk-produk lokal diharapkan dapat memberi nilai lebih terhadap Minahasa Utara. Arsitektur Biomorfik sebagai tema perancangan dimana arsitektur sebagai bangunan dilihat sebagai suatu objek yang memiliki penampilan sifat-sifat makhluk hidup dimana arsitektur biomorfik berkemampuan  untuk  berkembang  dan tumbuh, dimana mampu beradaptasi dengan kebutuhan dan lingkungannya, hal ini berpengaruh terhadap dampak timbal balik Shopping Mall terhadap lingkungan lokasi didirikannya. Diharapkan dapat saling menguntungkan untuk kelangsunan pertumbuhan perekonomian Minahasa Utara
Halaman Sampul Belakang Alvin Jance Tinangon
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i2.37034

Abstract

.