cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 3 (2022)" : 31 Documents clear
UJI DAYA HAMBAT BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) HASIL FERMENTASI MADU : INHIBITION TEST OF SINGLE GARLIC (Allium sativum L.) FERMENTED HONEY Ade Ayu Khulfiah; Aan Kunaedi; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.419

Abstract

Bawang putih tunggal dan madu merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Bawang putih memiliki kandungan minyak atsiri,  allicin, dan beberapa senyawa sulfur yang diduga memiliki kemampuan sebagai antibakteri, sementara pada madu terdapat kandungan hidrogen peroksida sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat dan pengaruh waktu perendaman dari Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu  terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Uji daya hambat menggunakan metode difusi cakram dengan sampel perasan bawang putih tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu pada pekan ke-2, 3, dan 4, kontrol positif (amoxicillin injeksi 0,01%), kontrol negatif (aquadest steril), dan pembanding (perasan bawang putih tunggal yang tidak direndam dengan madu). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bawang putih tunggal (Allium sativum L.)  hasil fermentasi madu memiliki rata-rata diameter daerah hambat pada pekan  2, 3 dan 4 sebesar 11,70 mm, 12,88 mm dan 13,88 mm. Uji statistik One Way Anova memiliki nilai signifikansi 0,000 artinya rata-rata daya hambat tiap perlakuan yang dilakukan berbeda secara signifikan sementara itu hasil uji Pearson memiliki nilai Sig.(2- tailed) sebesar 0,002 berarti terdapat hubungan antara waktu perendaman terhadap daya hambat yang dihasilkan. Kesimpulan: Bawang putih tunggal hasil fermentasi madu mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan terdapat pengaruh waktu perendaman terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
PENGARUH KONSENTRASI MENTOL SEBAGAI PENETRANT ENHANCER TERHADAP SEDIAAN GEL SODIUM DIKLOFENAK: THE EFFECT OF MENTHOL CONCENTRATION AS A PENETRANT ENHANCER ON DICLAFENAC SODIUM GEL PREPARATION Novia Maulina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.422

Abstract

Sodium diklofenak adalah satu obat golongan NSAID non selektif dengan koefisien partisi sebesar 13,4, yang membuat penetrasi pada stratum korneum kurang optimal. Sehingga diperlukan bahan yang dapat membantu dalam meningkatkan penetrasi, salah satunya ialah dengan menambahkan penetrant enhancer. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh penambahan mentol sebagai penetrant enhancer dengan kadar 0; 0,5; 0,75; 1% terhadap sediaan gel sodium diklofenak pada uji penetrasi metode sel difusi Franz. Uji sediaan dilakukan dengan metode sel difusi Franz pada membran kulit tikus Wistar jantan bagian abdomen. Uji statistik one way ANOVA (P<0.05) menunjukkan bahwa penambahan mentol 0; 0,5; 0,75; 1% tidak ada pengaruh pada nilai fluks sediaan dan  permeabilitas membran. Formula I, II, III, dan IV tidak berpengaruh terhadap nilai fluks sodium diklofenak dan permeabilitas membran.
REVIEW ARTIKEL: PENGGUNAAN MATERIAL BIOAKTIF DALAM TERAPI SEL PUNCA UNTUK KARIES GIGI: ARTICLE REVIEW: THE USE OF BIOACTIVE MATERIALS IN THE STEM CELL THERAPY FOR DENTAL CARIES Ignatius James Irawan; Imam Adi Wicaksono
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.424

Abstract

Karies gigi adalah penyakit yang berkembang melalui interaksi biologis yang bertahap antara struktur gigi dengan bakteri asidogenik, karbohidrat yang dapat difermentasi, dan faktor inang. salah satu terapi karies adalah dengan penggunaan sel punca untuk meregenerasi pulpa dan dentin pada gigi. Material bioaktif dibutuhkan dalam terapi sel punca untuk karies sebagai matriks pembentuk apetide jaringan gigi. Pada ulasan ilmiah ini, berbagai material bioaktif yang digunakan dalam penelitian pre-klinis terkait dengan terapi sel punca untuk karies gigi telah dibahas secara komprehensif. Diperoleh 1.593 artikel riset dari empat database penelitian ilmiah (e.g., PMC, PubMed, MDPI, dan ScienceDirect) dan terdapat 17 literatur yang memenuhi kriteria inklusi untuk dikaji secara deskriptif. Material bioaktif berbahan dasar kalsium silikat dan kalsium fosfat merupakan material bioaktif paling sering digunakan dalam penelitian pre-klinis terapi sel punca untuk karies gigi. Mekanisme aksi dari bioaktif tersebut adalah dengan membentuk apatide, dentin, pulpa, dan jaringan keras gigi. Terdapat tujuh material bioaktif yang dapat digunakan untuk pertumbuhan sel punca pada karies gigi, yaitu Mineral trioxide aggregate, Biodentin, Bioaggregate, TheraCal, Calcium-Enriched Mixture, Trikalsium fosfat, dan Oktakalsium fosfat.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EXPLOTAB PADA SEDIAAN TABLET METODE GRANULASI BASAH EKSTRAK ALGA COKLAT Sargassum sp.: EFFECT OF VARIATIONS OF EXPLOTAB CONCENTRATION ON TABLETS PREPARATION WITH WET GRANULATION METHOD BROWN ALGAE EXTRACT Sargassum sp. Tiara Feni Lestari; Agung Giri Samudra; Dwi Dominica
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.425

Abstract

Alga coklat (Sargassum sp.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid. Salah satu pemanfaatan alga coklat dalam ilmu farmasi adalah sebagai zat aktif dalam obat. Pada penelitian ini obat dibuat dalam bentuk sediaan tablet yang memiliki komposisi sebagai zat aktif utama obat dan bahan penghancur yaitu explotab (sodium starch glycolat). Penelitian ini bertujuan untuk membuat tablet dari ekstrak alga coklat (Sargassum sp.) dengan cara sokhletasi menggunakkan pelarut etanol 96%. Tablet dibuat menjadi tiga formula dengan varian konsentrasi explotab yang berbeda agar dapat mengetahui konsentrasi terbaik explotab sebagai bahan penghancur. Ketiga varian konsentrasi tersebut adalah 3%, 5%, dan 7%. Keuntungan bahan explotab sebagai bahan penghancur yaitu kekuatan pada aksi kapiler yang akan menarik cairan ke dalam tablet, sehingga dalam formulasi tablet bahan ini akan mengembang dan menjadikan tablet pecah dan hancur kemudian melarut. Metode yang digunakan pada pembuatan tablet adalah granulasi basah. Hasil uji evaluasi granul meliputi sifat alir, sudut istirahat dan kompresibilitas telah memenuhi syarat. Hasil uji evaluasi fisik tablet yang terdiri dari waktu hancur, kerapuhan, kekerasan, keseragaman bobot dan keseragaman ukuran, namun pada uji kekerasan tablet tidak memenuhi syarat. Konsentrasi explotab yang semakin tinggi maka waktu hancur yang dihasilkan semakin cepat dan kekerasan tablet semakin menurun. Kekerasan tablet berhubungan dengan kerapuhan, dimana semakin keras tablet maka kerapuhannya juga akan semakin kecil.
FORMULASI GRANUL INSTAN EKSTRAK MENIRAN, KUNYIT, DAN DAUN KELOR DENGAN PENGISI MALTODEKSTRIN DAN LAKTOSA: FORMULATION OF INSTANT GRANULE CONTAINING MENIRAN, TURMERIC, AND MORINGA LEAF EXTRACTS WITH MALTODEXTRIN AND LACTOSE AS DILUENTS Azizzah Dwi Rahmawati; Sri Luliana; Isnindar
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.429

Abstract

Pengembangan sediaan farmasi dalam bentuk granul instan kombinasi ekstrak meniran (Phyllantus niruri L.), kunyit (Curcuma longa L.), dan daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat mempermudah masyarakat dalam mengonsumsi dan berkhasiat meningkatkan sistem imun tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik granul instan kombinasi ekstrak meniran, kunyit, dan daun kelor dengan bahan pengisi maltodekstrin dan laktosa. Metode pembuatan granul instan menggunakan metode granulasi basah. Granul instan dibuat dalam 3 formula dengan konsentrasi maltodekstrin dan laktosa yaitu, F1 (94% : 0%), F2 (0% : 94%), dan F3 (47% : 47%). Evaluasi yang dilakukan meliputi pengamatan organoleptik, kandungan lembab, waktu alir, sudut istirahat, waktu larut, dan pH. Berdasarkan evaluasi yang didapatkan, karakteristik fisik granul instan seluruh formula memenuhi persyaratan. Hasil analisis SPSS menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada uji kelembaban (F1 terhadap F2; F2 terhadap F3), waktu alir (F1 terhadap F2 dan F3), sudut istirahat (F1 terhadap F2 dan F3), dan disolusi (F1 terhadap F2 dan F3; F2 terhadap F1 dan F3; F3 terhadap F1 dan F2).
EFEK ANTI-INFLAMASI PEMBERIAN ORAL DAN TOPIKAL DAUN SIRIH MERAH DAN MINYAK KAYU MANIS : ANTI-INFLAMMATORY EFFECT OF ORAL ADMINISTRATION AND TOPICAL APPLICATION OF RED BETEL LEAF AND CINNAMON OIL Emelda; Nurul Kusumawardani; Ratih Devi Alfiana; Desi Saputri; Moch.Saiful Bachri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.431

Abstract

Berbagai jenis tumbuhan herbal berkhasiat dapat berpotensi sebagai antiinflamasi, antara lain sirih merah dan kayu manis. Tujuan penelitian ini mengevaluasi efek antiinflamasi dari sediaan oral dan topikal sirih merah, minyak kayu manis dan kombinasinya. Rancangan dalam penelitian ini eksperimental laboratorium dengan pretest and post-test with control group design. Teknik sampling menggunakan rancangan acak lengkap pola searah dengan melibatkan tikus jantan Galur Swiss yang terbagi menjadi enam kelompok (kontrol negatif, kontrol positif, minyak kayu manis tunggal, ekstrak sirih merah tunggal, dan dua kelompok kombinasi), diterapkan pada rute pemberian oral dan topikal (n=48). Analisis data menggunakan one-way ANOVA dan post hoc least significant difference (LSD) test. Penyembuhan inflamasi secara nyata lebih baik pada pemberian topikal kombinasi sirih merah (40%) dan minyak kayu manis (4 ml) dibandingkan kelompok lain (p<0,050) dengan area under curve (AUC) dan persen penghambatan inflamasi sebesar 59,36±11,29 mm.menit (31%). Di sisi lain, pada peradangan yang diinduksi karagenan secara oral daun sirih merah, minyak kayu manis, dan kombinasinya memiliki efek yang sama dibandingkan dengan kalium diklofenak dengan nilai AUC dan persentase penghambatan sebesar 94,62±3,38 mm.menit (21%). Pemberian oral dan topikal ekstrak sirih merah, minyak kayu manis, dan kombinasinya dapat menjadi agen antiiflamasi alami dalam membantu meredakan dan menyembuhkan inflamasi.
KADAR FENOLIK TOTAL EKSTRAK TEMUKUNCI (Boesenbergia rotunda L) ASAL LEMBANG JAWA BARAT DENGAN METODE FOLIN-CIOCALTEU: TOTAL PHENOLIC CONTENT OF TEMUKUNCI (Boesenbergia rotunda L) EXTRACT ORIGIN IN WEST JAVA USING FOLIN-CIOCALTEU METHOD Dani Sujana; Nyi Mekar Saptarini; Sri Adi Sumiwi; Jutti Levita
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.436

Abstract

Metabolit sekunder yang paling melimpah dan berperan penting dalam pertumbuhan, pigmentasi dan reproduksi pada tumbuhan yaitu senyawa fenolik. Senyawa ini telah menjadi fokus utama dalam beberapa penelitian karena efek biologis yang menguntungkan. Lokasi tumbuh tanaman merupakan salah satu yang dapat mempengaruhi kandungan senyawa aktif pada tumbuhan. Lembang, Bandung, Jawa Barat berada di daratan tinggi, memiliki suhu rendah, kondisi tanah yang subur dan sehingga cocok untuk budidaya tanaman herbal, termasuk temukunci. Polifenol dalam ekstrak tumbuhan bereaksi dengan pereaksi redoks spesifik, dalam hal ini yaitu pereaksi F-C dapat membentuk kompleks biru yang dapat diukur dengan spektrofotometri. Dalam penelitian ini dilaporkan bahwa kandungan fenolik total EEBR adalah 18.32± 0.615 atau setara dengan 183,83 mgGAE/100 g.
FORMULASI DAN OPTIMASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS (NLC) KETOKONAZOL MENGGUNAKAN FULL FACTORIAL DESIGN: FORMULATION AND OPTIMIZATION OF NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS (NLC) KETOCONAZOLE USING FULL FACTORIAL DESIGN Asti Rahayu; Desta Ayu Cahya Rosyida; Indria Nuraini
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.448

Abstract

Ketokonazol merupakan antijamur golongan imidazol berspektrum luas. Ketokonazol masuk dalam Biopharmaceutics Classification System (BCS) kelas 2 yang memiliki kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi.  Pengobatan topikal obat Ketokonazol memiliki kelemahan yaitu rendahnya bioavalabilitas dan permeasi obat sehingga diperlukan formulasi dan optimasi sistem penghantaran Ketokonazol. Sistem Nanostructured Lipid Carrier (NLC) memiliki keuntungan untuk meningkatkan stabilitas fisikokimia bahan aktif, dapat menghidrasi kulit secara in vivo karena memiliki oklusifitas yang baik, dan meningkatkan skin targetting. Pada penelitian ini dilakukan studi pengaruh rasio lipid padat gliseril monostearat dan lipid cair coconut oil terhadap karakteristik fisikokimia dari NLC Ketokonazol menggunakan model full factorial design, untuk mendapatkan formula optimum dengan variabel bebas komposisi lipid padat dan lipid cair dengan variabel  terikat ukuran partikel, Zeta potensial dan daya sebar. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ukuran partikel NLC Ketokonazol memiliki rentang 458,1± 0,6 hingga 900,9 ± 0.2 nm, dengan p value 0,04 (p < 0,05). Daya sebar dari NLC Ketokonazol memiliki rentang 4,8 ± 0,1 sampai 7,2 ± 0,1 cm, p values 0,707 (p > 0,05). Zeta Potensial dari NLC Ketokonazol memiliki rentang -32,1 ± 0,3 sampai -65,4 ± 0,8 mV, dengan p value  0,143 (p > 0,05). Rentang pH yang dihasilkan adalah 5,9 ± 0,2 hingga 6,4 ± 0,2, viskositas yang dihasilkan adalah 690 ± 0,7 hingga 833 ± 0,8 cps. Rasio konsentrasi lipid padat dan lipid cair berpengaruh signifikan pada ukuran partikel, tetapi tidak pada daya sebar dan zeta potensial
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP DAN PERILAKU MENGENAI PRODUK FARMASI HALAL PADA APOTEKER DI APOTEK KOTA YOGYAKARTA : RELATIONSHIP LEVELS OF KNOWLEDGE ON ATTITUDES AND BEHAVIOR ABOUT HALAL PHARMACEUTICAL PRODUCTS AT PHARMACOLOGISTS IN YOGYAKARTA CITY Mega Octavia
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.463

Abstract

State of the Global Islamic Economy melaporkan bahwa pada tahun 2018 belanja penduduk muslim untuk makanan halal, obat-obatan dan gaya hidup berdasarkan etika Islam mencapai USD 2,2 triliun. Berkenaan dengan hal tersebut, kehalalan suatu produk menjadi  kebutuhan bukan hanya berdampak pada keadaan spiritual, tetapi juga pada kesehatan. Tingkat pengetahuan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku mengenai produk farmasi yang halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan perilaku mengenai produk farmasi halal pada apoteker di apotek Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan desain Cross Sectional dengan metode survei  menggunakan kuisioner. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan sedangkan variabel terikat adalah sikap dan perilaku. Sampel yang digunakan sebanyak 48 responden apoteker yang melakukan pelayanan kefarmasian di apotek Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Total Sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap diperoleh nilai P 0,359 (> 0,05) sedangkan hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku diperoleh nilai-P 0,079 (>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap sikap dan perilaku mengenai produk farmasi halal pada apoteker di apotek Kota Yogyakarta.
UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA: ACTIVITY TEST TO REDUCE BLOOD GLUCOSE LEVELS SAMBILOTO LEAF ETHANOL EXTRACT (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees.) ON MALE WHITE MICE (Mus musculus) GLUCOSE INDUCED Didin Ahidin; Deni Firmansyah; Auderina Aliza Zahra Fathin; Diana Amelia Putri; Dinda Aprilia Gumilang
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.468

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk menurunkan kadar gula darah adalah daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan kadar glukosa darah ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees) dosis 100 mg/kg BB, 200mg/kg BB, dan 400mg/kg BB pada mencit putih (Mus musculus) jantan yang diinduksi glukosa. Sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na CMC) 0,5%, kelompok kontrol positif (glibenklamid) dosis 0,013mg/kg BB, kelompok kontrol normal, dan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f] Nees) dosis 100mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400mg/kg BB. Parameter yang diamati berupa penurunan kadar glukosa darah mencit pada menit ke 15, 30, 60, 90, dan 120. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA lalu dilanjutkan dengan uji LSD (Least Signifficance Different). Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih (Mus musculus) jantan adalah ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f] Nees) dosis 400mg/kg BB.

Page 3 of 4 | Total Record : 31