cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
medicalsains@gmail.com
Phone
+6285691055898
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.ummada.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25482114     EISSN : 25412027     DOI : https://doi.org/10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry . All papers submitted to medical science journals will be examined by peer review partners who are tailored to their respective fields.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2023)" : 33 Documents clear
PENETAPAN KADAR TANIN DALAM EKSTRAK ETANOL DAUN ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd) HASIL MASERASI DAN SOKLETASI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS: DETERMINATION OF TANIN LEVELS IN ANGSANA (Pterocarpus indicus Willd) LEAVES ETHANOL EXTRACT RESULTS OF MACERATION AND SOKLETATION USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETER Hurip Budi Riyanti; Yeni; Risa Apriani Wilianita
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.316

Abstract

Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) merupakan jenis pohon yang berasal dari suku Fabaceae yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Ekstrak daun angsana mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaan metode ekstraksi terhadap kadar senyawa tanin pada ekstrak   etanol daun angsana yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Penarikan senyawa tanin dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi dan sokletasi dengan pelarut etanol 96%. Asam galat digunakan sebagai pembanding. Analisa kuantitatif tanin dilakukan dengan pereaksi Folin-Ciocalteu      dan natrium karbonat yang akan menghasilkan warna biru bila bereaksi dengan  tanin. Diperoleh kadar tanin ekstrak etanol daun angsana dengan perbandingan metode ekstraksi maserasi dan ekstraksi sokletasi yaitu 92,39 mg GAE/g dan 197,88 mg GAE/g. Selain itu, ekstraksi metode sokletasi nilai rendemen 24,04% lebih besar dibandingkan rendemen ekstraksi metode maserasi yaitu 10,64%. Berdasarkan hasil  uji independent sample t-test diperoleh nilai Signifikan 0,000386 < 0,05, sehingga  dapat disimpulkan bahwa perbedaan metode ekstraksi berpengaruh signifikan terhadap kadar tanin ekstrak etanol daun angsana. Kata kunci: Daun Angsana, Folin-Ciocalteu, Tanin, Spektrofotometer UV-Vis
ANALISIS HUBUNGAN TERAPI ANTIHIPERLIPIDEMIA SEBAGAI PENCEGAHAN SEKUNDER TERHADAP SERANGAN ULANG PADA PASIEN STROKE ISKEMIK : ANALYSIS OF THE CORRELATION OF ANTI HYPERLIPIDEMIA THERAPY AS A SECONDARY PREVENTION OF ISCHEMIC STROKE RECURRENT IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS Debby Anggita; Adnan
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.350

Abstract

Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak yang disebabkan oleh tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah otak. Salah satu faktor resiko terjadinya stroke adalah dislipidemia, setiap tahun angka kejadian dislipidemia sendiri semakin meningkat. Stroke memiliki kemungkinan serangan ulang sampai 9 kali. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan penggunaan obat antihiperlipidemia terhadap kejadian serangan ulang pada pasien stroke iskemik di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain studi cohort retrospektif. Subjek penelitian adalah pasien dengan stroke iskemik di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi yaitu Pasien dengan diagnosis stroke iskemik dengan ICD-10 kode 163,9 (infark/stroke serebral); mendapatkan terapi antihiperlipidemia dan yang tidak mendapatkan terapi antihiperlipidemia; data rekam medis yang lengkap. Untuk kriteria esklusi yaitu pasien yang meninggal setelah serangan stroke pertama atau meninggal selama periode penelitian. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik simple random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah bivariate dengan menggunakan Uji Chi-Square. Ada 201 sampel yang digunakan, terdiri dari 91 pasien kelompok perlakukan dan 110 pasien kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan terdapat 73 Pasien yang tidak mengalami stroke berulang dan 18 Pasien yang mengalami stroke berulang. Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 95 pasien tidak mengalami stroke berulang dan 15 pasien mengalami stroke berulang. Hasil penelitian diperoleh nilai RR sebesar 0,929 (95% CI; 0,819-1,054) dengan nilai p= 0,327. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan terapi antihiperlipidemia sebagai terapi sekunder pencegahan serangan ulang pada pasien stroke iskemik.
PERKEMBANGAN STUDI DENGUE KAITANNYA DENGAN INTERLEUKIN (IL-6) : BIBLIOMETRIK ANALISIS DARI TAHUN 1992-2022: TREND OF DENGUE STUDY RELATED TO INTERLEUKIN (IL-6): BIBLIOMETRIC ANALYSIS FROM 1992-2022 Pendicho Eko Yuliyanto; Herjanti Ratnawiningsih; Imaniar Noor Faridah; Dyah Aryani Perwitasari; Lalu Muhammad Irham; Arief Rahman Afief; Barkah Djaka Purwanto; Wirawan Adikusuma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.389

Abstract

Kasus demam berdarah (DB) atau Dengue Fever masih banyak dijumpai di daerah tropis dengan lingkungan yang kurang baik. Penelitian tentang DB telah dilakukan berkaitan dengan mekanisme peradangan dan terbentuknya interleukin-6 akibat respon tubuh terhadap infeksi dengue. Sebanyak 571 artikel berbahasa inggris yang diperoleh dari database scopus tahun 1992 hingga 2022 digunakan dalam analisa bibliometrik tentang dengue yang berkaitan dengan interleukin-6. Analisa bibliometrik digunakan untuk melihat tren penelitian meliputi kata kunci yang banyak digunakan, jurnal penerbit terbanyak, penerbit yang paling banyak dikutip, instansi penulis dan kolaborasi antar penulis digambarkan dalam visualisasi menggunakan aplikasi VOSViewer. Analisa bibliometrik menunjukkan tren penelitian semakin meningkat dari tahun 1992 hingga tahun 2022. Kata kunci yang paling banyak digunakan adalah dengue virus, dengue, cytokines, cytokine, dengue hemorrhagic fever dan inflammation. Jurnal penerbit yang paling banyak menerbitkan artikel adalah Jurnal Frontiers in Immunology dengan 34 artikel dan yang paling banyak dikutip adalah dari Jurnal Immunology sebanyak 1078 kali. Penulis terbanyak berasal dari National Cheng Kung University Taiwan sebanyak 103 penulis, diikuti oleh Mahidol University Thailand sebanyak 71 penulis. Kolaborasi antar penulis Single Country Publication (SCP) maupun Multiple Country Publication (MCP) yang paling banyak adalah Amerika Serikat diikuti negara China kemudian Brazil. Hasil analisa menunjukkan bahwa penelitian mengenai demam dengue yang berkaitan dengan interleukin-6 menunjukkan tren yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kontribusi penulis didominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika dan China. Peran penulis dari negara-negara Asia Tenggara dengan kasus dengue yang tinggi diharapkan dapat semakin berkembang. 
PROFIL PEMBERIAN INFORMASI OBAT SWAMEDIKASI DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN LAMONGAN (STUDI DENGAN METODE SIMULASI PASIEN): PROFILE OF PROVIDING SELF-MEDICATION INFORMATION AT PHARMACIES IN LAMONGAN DISTRICT (STUDY WITH PATIENT SIMULATION METHOD) Firda Inayatillah; Devi Octavia; Arief Alfiyan Rahman
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.454

Abstract

Tenaga kefarmasian berperan penting dalam kegiatan swamedikasi, bukan sekedar menjual obat, namun dapat memberikan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care), yaitu dengan menjelaskan mengenai informasi obat yang dikonsumsi pasien. Pemberian informasi obat mempunyai peranan penting untuk memperbaiki kualitas hidup pasien serta menyediakan pelayanan bermutu, dan juga dapat menurunkan adanya ketidakpatuhan terhadap program pengobatan. Salah satu penyebab ketidakpatuhan tersebut karena disebabkan kurangnya informasi tentang obat, serta pasien juga dapat mengalami efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemberian informasi obat swamedikasi di apotek wilayah Kecamatan Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan Lembar checklist dengan jumlah populasi 126. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 apotek yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden tenaga teknis kefarmasian berjenis kelamin perempuan. Kesesuaian pemberian informasi obat untuk indikator indikasi obat sebanyak 95.23%, waktu penggunaan obat 88.88%, dosis dan cara pemakaian obat 71.42%, perhatian tentang obat 21.42%, penyimpanan obat 42.86%. Kesesuaian pemberian informasi obat dalam pelayanan swamedikasi perlu dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian untuk memberikan wawasan kepada pasien terkait penggunaan obat yang benar sebelum pasien mengkonsumsi obat tersebut.
OPTIMASI FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT PUTIH BUAH SEMANGKA (Citrulluslanatus) MENGGUNAKAN ASAM TARTRAT ASAM SITRAT : OPTIMIZATION FORMULATION OF EFFERVESCENT TABLETS EXTRACT WHITE SKIN OF WATERMELE (Citrulluslanatus) USING CITRIC ACID TARTRATIC ACID Aris Purwanto; Raudatul Patimah; Nor Latifah; Sofia Nabila Safitri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.464

Abstract

Kulit putih buah semangka memiliki kandungan senyawa sitrulin yang berkhasiat sebagai antioksidan, untuk menghantarkan senyawa berkhasiat tersebut diperlukan formulasi sediaan tablet effervescent sebagai antioksidan dengan kombinasi asam tartrat dan asam sitrat guna mempercepat kelarutan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi formulasi asam sitrat dan asam tartrat sebagai zat pengasam pada tablet effervescent dengan menggunakan metode simplex lattice design. Pembuatan tablet menggunakan metode kempa langsung dengan evaluasi tablet meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot tablet, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet. Analisis data dengan menggunakan metode simplex lattice design software design expert versi 10.0. Hasil evaluasi fisik 5 formula tablet effervescent pada uji keseragaman bobot dan keseragaman ukuran semua formula sudah memenuhi persayaratan, sedangkan yang memenuhi syarat  pada evaluasi kerapuhan tablet dari 5 formula, hanya pada F2 dan  F4 yang memenuhi persyaratan. Adapun hasil evaluasi fisik kekerasan dan waktu larut tablet effervescent pada 5 formula tersebut sudah memenuhi persyaratan. Kombinasi asam tartrat dan asam sitrat berpengaruh terhadap evaluasi kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet effervescent ekstrak kulit putih buah semangka dengan adanya nilai positif pada masing-masing respon.  Konsentrasi optimal berdasarkan analisis simplex lattice design didapatkan pada F4 dengan konsentrasi asam tartrat 70 mg dan asam sitrat 1,5 mg.
UJI EVALUASI DAN UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) Yuyun Darma Ayu Ningrum; Chintiana Nindya Putri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.477

Abstract

Kebutuhan masyarakat dalam penggunaan skincare semakin tinggi, namun sediaan tabir surya yang ada dipasaran kebanyakan berasal dari kimia. Daun asam jawa diketahui memiliki flavonoid. Penelitian menyebutkkan flavonoid merupakan antioksidan dapat digunakan sebagai zat aktif pada sediaan tabir surya. Sediaan yang dapat digunakan masyarakat harus aman ketika digunakan. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi gel yang aman dengan menggunakan ekstrak daun asam jawa. Formula gel ekstrak daun asam jawa menggunakan basis Carbopol dengan konsentrasi ekstrak 100 ppm , 200 ppm dan 300 ppm. Carbopol diketahui memiliki stabilitas yang baik dalam penyimpanan. Formula dilakukan uji fisik meliputi organoleptis, pH, daya sebar dan stabilitas. Hasil pengujian didapatkan formula 1,2,3 memiliki stabilitas yang baik dengan parameter daya lekat, daya sebar dan uji stabilitas. Formula 3 memiliki grade very good protection dengan nilai SPF sebesar 28,8 sehingga direkomendasikan sebagai penggunaan tabir surya.
STABILITAS DAN UJI KEAMANAN LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) DALAM FORMULASI SEDIAAN SHEET MASK: STABILITY AND SAFETY TEST OF Snail Mucus (Achatina fulica) IN SHEET MASK FORMULATION Putri Riantikasari; Imas Maesaroh
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.497

Abstract

Pada ilmu biologi, bekicot termasuk hewan lunak (mollusca) yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit salah satunya dari bagian lendir bekicot bisa digunakan untuk mengatasi jerawat karena mengandung senyawa glikoprotein (Achasin) yang memiliki aktivitas anti mikrobakterial terhadap bakteri jerawat. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memformulasikan lendir bekicot (Achatina fulica) dalam konsentrasi 11%, 16%, dan 21% menjadi sediaan sheet mask dengan metode penelitian secara eksperimental laboratorium,   serta dilakukan uji evaluasi fisik pada sediaan sheet mask diantaranya yaitu uji organoleptik, uji derajat keasaman (pH), uji homogenitas, uji viskositas, uji iritasi dan uji stabilitas. Hasil dari evaluasi fisik sediaan essence pada sheet mask hingga setelah dilakukan uji stabilitas cycling test dan suhu kamar menunjukkan bahwa untuk uji organoleptik tidak mengalami perubahan warna, bentuk, bau, uji derajat keasaman (pH) pada semua formula hasilnya tetap stabil pada pH 6 dan masih memenuhi syarat pH kulit sediaan essence, untuk uji homogenitas semua formula tidak mengalami perubahan dan sediaan essence tetap homogen, uji viskositas tiap pengujian mengalami perubahan nilai viskositas, didapatkan nilai viskositas pada stabilitas cycling test untuk F0 (1.20±0.11), F1 (1.23±0.12), F2 (1.29±0.07), dan F3 (1.41±0.12) mPa’s, sedangkan pada stabilitas suhu kamar didapatkan nilai viskositas F0 (1.16±0.10), F1 (1.19±0.10), F2 (1.26±0.07), dan F3 (1.39±0.11) mPa’s, untuk uji iritasi sediaan essence tidak menimbulkan iritasi pada kulit serta essence dinyatakan aman karena memiliki skor derajat iritasi 0 yang artinya sediaan essence termasuk ke dalam kategori tidak mengiritasi.
REVIEW : AKTIFITAS FARMAKOLOGI DAN STUDI FITOKIMIA TEH HITAM INDONESIA (Camellia sinensis (L.) Kuntze): REVIEW : PHARMACOLOGICAL ACTIVITIES AND PHYTOCHEMICAL STUDY INDONESIAN BLACK TEA (Camellia sinensis (L.) Kuntze) Muthia Dzakiyyah; Ardi Rustamsyah; Raden Aldizal Mahendra Rizkio Syamsudin; Dani Sujana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.501

Abstract

Teh adalah tanaman dengan banyak manfaat kesehatan dan digunakan sebagai minuman yang sangat populer. Namun produksi teh saat ini di Indonesia akan terus mengalami peningkatan dikarenakan konsumsi teh yang tinggi setiap tahunnya. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui berbagai macam aktivitas teh hitam (Camellia sinensis (L.) Kuntze). Tujuan review artikel ini untuk memberikan informasi tentang potensi pemanfaatan teh hitam (Camellia sinensis (L.) Kuntze) di bidang farmasi, dengan menggunakan studi literatur dari beberapa penelitian mengenai aktivitas farmakologi dan studi fitokimia dari teh hitam. Beberapa penelitian teh hitam ini berpotensi sebagai antikolesterol, mengurangi karies gigi, antidiabetes, antimikroba, imunomodulator, dan antioksidan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KELOR METODE DPPH DAN FRAP SEBAGAI SEDIAAN OBAT DAN MAKANAN: ANTIOXIDANT ACTIVITIES OF MORAGE LEAF EXTRACT DPPH AND FRAP METHODS AS DRUG AND FOOD Junie Suriawati; Siti Rahayu Rachmawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.512

Abstract

Daun kelor banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena diyakini dapat memberikan banyak manfaat, antara lain bidang farmasi dan makanan. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolat, triterpenoida/steroida, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa zat aktif pada daun kelor dapat diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut air, karena pelarut air dapat diaplikasikan ke masyarakat sebagai sediaan yang aman untuk dikonsumsi. Umumnya penelitian ekstrak daun kelor menggunakan pelarut air dengan cara infusa atau pelarut organik. Penelitian ekstrak daun kelor yang diperoleh dengan cara pemerasan belum pernah dilakukan, terutama aktivitas antioksidan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor dengan metode DPPH dan FRAP sebagai sediaan obat dan makanan. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 2,2-difenil-I-pikrilhidrazil/DPPH serta metode aktivitas potensial reduksi besi (Ferric Reduction Antioxidant Power/FRAP) yang masing masing memiliki kelebihan pada metodenya. Hasil penelitian ekstrak daun kelor infusa dan pemerasan memiliki kadar fenol total 50,10331±0,005 mg GAE/g dan 47,55012±0,019 mg GAE/g sedangkan kadar flavonoid total 36,56286±0,026 mg QE/g dan 37,76643±0,025 mg QE/g. IC50 ekstrak daun kelor infusa dan pemerasan dengan metode DPPH sebesar 4,12 ppm dan 26,13 ppm serta IC50 ekstrak daun kelor infusa dan pemerasan dengan metode FRAP adalah 11140,06 ppm dan 21529,00 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak daun kelor dengan metode DPPH memiliki aktivitas antioksidan kuat dan metode FRAP memiliki aktivitas antioksidan lemah, sehingga ekstrak daun kelor tersebut dapat digunakan sebagai sediaan obat dan makanan.  Kata kunci : daun kelor, antioksidan, sediaan obat dan makanan
PENGARUH CARBOPOL 940 TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK IKAN GABUS DAN TERIPANG EMAS : THE EFFECT OF CARBOPOL 940 TO THE PHYSICAL STABILITY OF OINTMENT CONTAININNG SNAKEHEAD FISH EXTRACT AND GOLDEN SEA CUCUMBER Jefri; Mohamad Andrie; Wintari Taurina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.514

Abstract

Salep kombinasi madu kelulut dan Ekstrak ikan gabus terbukti memiliki efek dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penambahan ekstrak teripang emas, ekstrak sirih dan minyak cengkeh pada formula dapat meningkatkan efektivitas salep dalam proses penyembuhan luka, namum pada studi orientasi yang dilakukan, penambahan ekstrak teripang emas, ekstrak sirih dan minyak cengkeh dapat menurunkan konsistensi sediaan salep sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi kestabilan sediaan salep. Penambahan Carbopol 940 sebagai gelling agent dapat meningkatkan konsistensi sediaan dan menjaga kestabilan sediaan salep. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi optimum penggunaan Carbopol 940 terhadap kriteria sifat fisik dan kestabilan sediaan salep yang baik selama masa simpan 28 hari pada suhu 40±20C dan RH 75±5%. Variasi konsentrasi Carbopol 940 yang digunakan adalah 1% dan 2% setelah itu diuji sifat fisik dan stabilitas sediaan. Hasil uji stabilitas didapat salep F2 memiliki stabilitas yang lebih baik dibanding salep F1, terbukti salep F1 mengalami pemisahan fase pada hari ke-21. Sediaan salep F2 memiliki homogenitas dan daya proteksi yang baik. Hasil analisis SPSS menggunakan independent sample t-test pada sifat fisik salep F1 dan F2 menunjukkan perbedaan yang signifikan (?<0,05) pada daya sebar sediaan namun tidak berbeda signifikan pada waktu lekat dan pH sediaan, hal ini menunjukkan penambahan konsentrasi Carbopol memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya sebar sediaan salep. Dari hasil percobaan disimpulkan salep F2 memiliki stabilitas dan sifat fisik yang lebih baik dibanding salep F1.

Page 1 of 4 | Total Record : 33