cover
Contact Name
Hendrik Legi
Contact Email
hendriklegi83@gmail.com
Phone
+62811484408
Journal Mail Official
hendriklegi83@gmail.com
Editorial Address
Jalan Patimura Kel. Wamena Kota Kec. Wamena Papua 99511
Location
Kab. jayawijaya,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ap-Kain
ISSN : -     EISSN : 29864208     DOI : 10.52879
urnal Ap-Kain merupakan jurnal penelitian dan PKM bagi Mahasiswa dan Dosen yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena. Jurna Ap-Kain mengundang bapak/ibu sebagai mahasiswa untuk dapat menerbitkan hasil penelitian yang dikerjakan baik bersama dosen maupun sesama mahasiswa lainnya. Kata Ap-Kain diambil dari bahasa Lembah Baliem Wamena Papua. Ap-Kain memiliki arti seorang pemimpin yang berkarisma dan dihormati, Ap-Kain bisa juga diartikan sebagai seorang pemimpin atau kepala suku.
Articles 32 Documents
Pastoral Kristen dan Etika Publik untuk Rekonsiliasi Perdamaian dalam Masyarakat Multikultural-Digital Arifianto, Yonatan Alex; Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar
Jurnal Ap-Kain Vol 3, No 2 (2025): Ap-Kain: Jurnal Penelitian dan PKM
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v3i2.197

Abstract

Contemporary society lives in an increasingly complex multicultural dynamic, where social interaction is expanded and accelerated through the development of digital technology. This condition not only presents opportunities for cross-cultural encounters, but also gives rise to conflicts that are often triggered by differences in identity, intolerance, and social polarisation. The Church is required to play an active role in contextual pastoral ministry and transformative public ethics. The phenomena that support this reality are evident in the increase in religious and cultural conflicts in the digital space, which affect communal life in multicultural societies. The purpose of this study is to analyse and examine the integrative role of Christian pastoral ministry and public ethics in building peace and reconciliation in multicultural-digital societies. Using qualitative research methods with a literature study approach, it can be concluded that the essence of Christian pastoral care integrated with public ethics emphasises the importance of holistic ministry that is not limited to the church space but is actively present in the life of a multicultural-digital society. Through this approach, Christian pastoral care can function as an agent of reconciliation that promotes public moral values, while responding to ethical challenges that arise in the digital age. The actualisation of practical theology that combines pastoral care and public ethics is thus able to present a paradigm of service for the creation of just and sustainable peace.AbstrakMasyarakat kontemporer hidup dalam dinamika multikultural yang semakin kompleks, di mana interaksi sosial diperluas dan dipercepat melalui perkembangan teknologi digital. Kondisi ini tidak hanya menghadirkan peluang bagi perjumpaan lintas budaya, tetapi juga memunculkan konflik yang sering kali dipicu oleh perbedaan identitas, intoleransi, dan polarisasi sosial. Gereja dituntut untuk berperan aktif dalam pelayanan pastoral yang kontekstual dan etika publik yang transformatif. Fenomena yang mendukung realitas ini tampak jelas dalam meningkatnya konflik berbasis agama dan budaya di ruang digital, yang memengaruhi kehidupan bersama dalam masyarakat multikultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji peran integratif pastoral Kristen dan etika publik dalam membangun rekonsiliasi perdamaian di tengah masyarakat multikultural-digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa hakikat pastoral Kristen yang terintegrasi dengan etika publik menegaskan pentingnya pelayanan holistik yang tidak terbatas pada ruang gerejawi, melainkan hadir aktif dalam kehidupan masyarakat multikultural-digital. Melalui pendekatan ini, pastoral Kristen dapat berfungsi sebagai agen rekonsiliasi yang mengedepankan nilai-nilai moral publik, sekaligus menjawab tantangan etis yang muncul di era digital. Aktualisasi teologi praktis yang menggabungkan pastoral dan etika publik dengan demikian mampu menghadirkan paradigma pelayanan bagi terciptanya perdamaian yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Model Pelayanan Holistik Gereja dalam Perspektif Injil Lukas: Studi Kasus Panti Asuhan Stergein Yustinus, Yustinus; Yobel, Christian; Sudarsono, Sudarsono; Tambunan, Brio Gideon
Jurnal Ap-Kain Vol 3, No 2 (2025): Ap-Kain: Jurnal Penelitian dan PKM
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v3i2.215

Abstract

Children in orphanages face complex issues that are often not addressed holistically due to limited funds and resources. This qualitative case study, conducted at the Stergein Orphanage, aims to examine the implementation of holistic church ministry based on Luke 4:18-19 and to formulate an applicable ministry model for the local church. The findings reveal that while basic physical and spiritual needs are largely met, psychological aspects, particularly inner healing, remain unaddressed. Consequently, this study underscores the need for local churches to develop integrated psychological support programs to complement existing ministry efforts. The research offers novelty by systematically integrating the narrative of Luke 4:18-19 with the contextual case study of the Stergein Orphanage to propose an applicable model of holistic ministry.AbstrakAnak-anak di panti asuhan menghadapi masalah kompleks yang sering kali tidak tertangani secara holistik akibat keterbatasan dana dan sumber daya. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pelayanan holistik gereja berdasarkan Lukas 4:18-19 di Panti Asuhan Stergein dan merumuskan model pelayanan yang aplikatif bagi gereja lokal. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Panti Asuhan Stergein ini menemukan bahwa pelayanan jasmani dan rohani pada dasarnya sudah dipenuhi, namun aspek psikologi terutama terkait pemulihan jiwa belum terpenuhi. Berdasarkan temuan ini, gereja lokal perlu mengembangkan program pendampingan psikologis yang terintegrasi untuk melengkapi pelayanan di Panti Asuhan Stergein. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan integrasi narasi Lukas 4:18–19 dan studi kasus Panti Asuhan Stergein untuk model pelayanan holistik yang aplikatif bagi gereja lokal.

Page 4 of 4 | Total Record : 32