cover
Contact Name
Herlinda Mawardika
Contact Email
herlinda.mawardika@iik.ac.id
Phone
+6287852768636
Journal Mail Official
pharmabhakta@iik.ac.id
Editorial Address
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri Jl KH Wahid Hasyim No. 65, Kediri, Jawa Timur Telp. (0354)773299
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pharma Bhakta
ISSN : -     EISSN : 27971163     DOI : 10.56710
Core Subject : Health,
Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian pada fokus dan bidang : 1. Biologi Farmasi 2. Farmasi Komunitas 3. Teknologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakologi dan Farmasi Klinik
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022): November 2022" : 8 Documents clear
ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERSPEKTIF MAHASISWA FARMASI MENGGUNAKAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) Yutia Ihza Komala
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pembelajaran online semakin populer selama pandemi COVID-19 sebagai metode baru untuk pembelajaran. Focus Group Discussion (FGD) merupakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data dimana sekelompok orang yang dipilih membahas topik atau isu yang ada. Tujuan: Menganalisis dampak dari pembelajaran online selama pandemi COVID-19 terhadap mahasiswa farmasi angkatan 2020 di Kabupaten Banyumas. Metode: Menggunakan metode FGD yang direkam secara digital kemudian ditranskripskan kata demi kata, dan hasil transkrip diimpor ke versi MAXQDA dan dianalisis secara tematis menggunakan prosedur pengkodean kualitatif yang ditetapkan. Hasil: Hasil penelitian menjelaskan bahwa dampak pembelajaran online ini cenderung negatif seperti yang telah dirasakan mahasiswa Farmasi jika dilihat dari hasil coding keseluruhan terdapat 18 kode dengan frekuensi sebanyak 313 terdiri dari solusi agar pembelajaran online efektif, adanya pengaruh teknologi, adanya toleransi dosen atas hambatan pembelajaran online, cara memperbaiki sistem penyampaian materi dosen, cara mengatasi kendala, efektifitas pembelajaran online bersifat optional, faktor penghambat di aspek dosen, lingkungan, sarana dan prasarana, teknologi, dan pribadi mahasiswa, faktor terciptanya pembelajaran online yang efektif, keluhan atas sistem penyampaian materi dosen, kendala pembelajaran online, ketidakefektifan pembelajaran online, pembelajaran online efektif dan solusi atas kendala sistem penyampaian materi dari dosen. Simpulan: Disimpulkan bahwa dampak pembelajaran online ini cenderung negatif dibandingkan dengan positif.
EVALUASI KEPATUHAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN OBAT AMOKSISILIN DI UPTD PUSKESMAS CAMPUREJO KOTA KEDIRI Djembor Sugeng Walujo
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik amoksisilin adalah obat yang umumnya diresepkan untuk pasien, namun penggunaannya sering tidak tepat. Akibat dari penggunaan yang tidak tepat akan mengakibatkan resistensi yaitu kondisi dimana bakteri dalam tubuh tidak dapat dibunuh menggunakan antibiotik. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pasien tidak tepat atau patuh dalam penggunaan obat amoksisilin, salah satunya kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat amoksisilin di UPTD Puskesmas Campurejo Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan uji skala guttman. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu seluruh pasien yang datang berobat dan mendapatkan obat amoksisilin yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 responden didapatkan hasil bahwa pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Variabel ketepatan penggunaan obat antibiotika amoksisilin angka persentase pasien tidak patuh lebih tinggi yaitu 54% dibanding variabel frekuensi penggunaan obat antibiotika amoksisilin. Dari hasil evaluasi kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat amoksisilin pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pasien patuh dan tidak patuh yang dikategorikan dalam persentase yaitu pasien patuh 24 pasien (48%) dan pasien tidak patuh 26 pasien (52%).
ANALISIS KUALITATIF FITOKIMIA KANDUNGAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI METANOL DAUN TALAS (Colocasia esculenta (L) Schott) MENGGUNAKAN METODE KLT-DENSITOMETRI Rachma Nurhayati
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang: Daun talas (Colocasia Esculenta (L) Schott) merupakan tanaman dari keluarga Araceae yang memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemia karena mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, polifenol dan alkaloid. Flavonoid diduga memberikan aktivitas paling besar. Tujuan: Melakukan analisis kualitatif kandungan flavonoid dalam ekstrak etanol dan fraksi metanol daun talas. Metode: Uji kualitatif menggunakan metode KLT-Densitometri dengan kuersetin sebagai pembanding. Hasil: Berdasarkan spektra yang diperoleh dari ekstrak etanol dan fraksi metanol daun talas yang dibandingkan dengan spektra standar kuersetin diperoleh koefisien korelasi 0,999 yang menandakan bahwa spektra sampel dan standar identik. Simpulan: Ekstrak etanol dan fraksi metanol daun talas mengandung flavonoid.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK SENYAWA BIOAKTIF KAROTENOID BUAH PEPAYA (Carica Papaya) MENGGUNAKAN METODE DPPH Ira Oktavia
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pepaya merupakan buah yang banyak mengandung senyawa bioaktif seperti karotenoid. Karotenoid merupakan pigmen yang memberikan warna kuning, orange dan merah pada tanaman. Eksploasi karotenoid sebagai antioksidan masih jarang dilakukan padahal berpotensi memiliki aktivitas tersebut. Karotenoid diduga memiliki aktivtias antioksidan yang kuat Tujuan: Melakukan ekstraksi karotenoid dan uji aktivitas antoksidan dari buah pepaya . Metode: Ekstraksi karotenoid menggunakan metode maserasi, identifikasi ekstrak menggunakan metode KLT dan uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH. Hasil: Maserasi menggunakan pelarut n-heksana didasarkan pada sifat karotenoid yang non polar. Selanjutnya ekstrak diidentifikasi menggunakan KLT didapatkan senyawa karotenoid dengan pembanding beta karoten serta uji antioksidan ekstrak karotenoid menunjukkan hasil yang tergolong kuat dengan pembanding vitamin C. Simpulan: Buah pepaya mengandung karotenoid yang memiliki aktivitas antioksidan.
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BEBERAPA TANAMAN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR TIKUS PUTIH Prihardini; Dewy Resty Basuki
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Luka bakar adalah cedera pada kulit yang disebabkan oleh panas yang berasal dari api, bahan kima, radiasi matahari maupun listrik, terjadinya luka bakar bisa diakibatkan oleh kelalaian maupun kecelakaan. Luka bakar derajat dua dengan ciri-ciri kulit berwarna terang, melepuh dan mengkilap atau basah.Tujuan: Ekstrak tanaman yang digunakan untuk mengobati luka bakar yaitu ekstrak etanol biji pepaya, ekstrak etanol kulit buah apokat dan ekstrak etanol pisang agung semeru. Metode: Skrining fitokimia dilakukan dengan pereaksi kimia diperoleh hasil positif kandungan tanaman di atas adalah flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Hewan coba pada penelitian luka bakar ini adalah tikus putih sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok meliputi kelompok kontrol positif (Bioplacenton), kontrol negatif, ekstrak etanol 50% dan 75%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi paling baik untuk menyembuhkan luka bakar adalah Ekstrak Etanol Biji Pepaya konsentrasi 75% yang dapat mengurangi luka bakar sebanyak 89,6%. Simpulan: Simpulan penelitian. Hindari singkatan dan referensi di dalam abstrak.
OPTIMASI DAN KARAKTERISASI SEDIAAN BODY LOTION EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) MENGGUNAKAN TWEEN 80 DAN SPAN 80 SEBAGAI EMULGATOR Ida Kristianingsih
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Daun kelor merupakan bahan alam yang berpotensi untuk melindungi kulit karena kandungan antioksidan yang terdapat didalamnya. Pengembangan bentuk sediaan dalam bentuk body lotion diperlukan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan: Mengetahui formulasi dan evaluasi sediaan body lotion ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) menggunakan Tween 80 dan Span 80 sebagai emulgator. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) bisa diformulasikan menjadi formulasi sediaan body lotion menggunakan Tween 80 dan Span 80 sebagai emulgator. Hasil evaluasi pada FI dan FII sediaan telah memenuhi syarat uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH rentang pH sediaan topical 4,5-8 (SNI 16-4399-1996), standart uji daya 5 - 7 cm, dan uji tipe emulsi. Namun, pada uji daya sebar FII daya sebarnya lebih luas daripada FI dan FII lebih homogen daripada FI
FORMULASI DAN EVALUASI GEL JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe) DENGAN HPMC SEBAGAI GELLING AGENT Nita Damayanti; Lia Agustina
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merah (Zingiber Officinale Roscoe) merupakan salah satu dari temu-temuan suku Zingiberaceae yang mempunyai komponen minyak atsiri dan oleoresin paling tinggi dibandingkan jenis jahe lainnya. Kandungan dari rimpang jahe merah dapat digunakan untuk berbagai macam obat salah satunya untuk aromaterapi. Kualitas mutu fisik sediaan gel dipengaruhi oleh bahan-bahan tambahan dalam formulasi yang digunakan untuk proses pembuatannya, salah satunya adalah HPMC sebagai gelling agent . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas formulasi gel dari minyak atsiri jahe merah dengan melihat dari sifat fisik sediaan gel yang mengandung minyak atsiri jahe merah dengan variasi konsentrasi yaitu sebesar 2%, 4% dan 6%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Uji mutu fisik sediaan gel meliputi uji organoleptik, uji kesukaan dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan sediaan telah memenuhi syarat uji mutu fisik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Covid-19 terhadap tingkat kecemasan dan stres pada santri pondok pesantren Al-Ma'ruf Kediri Umul Farida
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 2 (2022): November 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang: Covid-19 merupakan wabah virus yang berasal dari china yang menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kehadiran virus ini membuat masyarakat menjadi mudah panik, kecemasan hingga menimbulkan stres pada mereka. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan banyak informasi yang kurang benar sehingga terjadi gangguan kesehatan mental Metode: Survey dengan pendekatan cross sectional dan sampel 85 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Karakteristik yang diteliti meliputi usia dan pendidikan. Hasil: Responden terbanyak yang bersedia menjawab kuesioner yaitu usia 17-25 tahun (92,9%). Jumlah terbanyak karakteristik pendidikan responden adalah perguruan tinggi (85,9%). Kelompok yang mengalami kecemasan ringan merupakan kelompok dengan jumlah responden terbanyak, yaitu berjumlah 83 orang (97,6%) dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan (p ivalue 0,043), kelompok yang mengalami stres ringan selama masa pandemi merupakan kelompok dengan jumlah responden terbanyak, yaitu berjumlah 82 iorang (96,5%) dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan (p value 0,260). Simpulan dan saran: Tingkat pengetahuan masyarakat dapat dikategorikan baik sejumlah 38 orang (44,7%), cukup 35 orang (41,2%), dan kurang 12 orang (14,1%). Analisa rank spearman di dapat hasil persen nilai p value <0,050 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan,sedangkan didapatkan hasil nilai p value >0,050 yang berarti tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat stres

Page 1 of 1 | Total Record : 8