cover
Contact Name
Mika Rizki Puspaningrum
Contact Email
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Phone
+6281246804772
Journal Mail Official
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Geology
ISSN : 25800752     EISSN : 25800752     DOI : 10.5614/bull.geol.
Bulletin of Geology is a research-based periodical scientific open access journal published by Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung (ITB). The published article in Bulletin of Geology covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Geodesy, Meteorology, Oceanography, Petroleum, Mining, and Geography. The submitted abstract must be written in English and Bahasa Indonesia, but the article content is English or Bahasa Indonesia.
Articles 112 Documents
POTENSI PENGAYAAN TIMAH PRIMER DAN SEKUNDER SERTA UNSUR TANAH JARANG DI DAERAH SIMPANG PESAK, KABUPATEN BELITUNG TIMUR Rizal, Yan
Bulletin of Geology Vol 5 No 3 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.3.2

Abstract

Studi pengayaan timah primer dan sekunder sertaunsur tanah tanah jarangpada studiini dilakukan di daerah Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur yang terletak pada koordinat UTM 823865 –827977 mE dan 9653722 –9658725 mS.Studi ini dilakukan untuk menentukan daerah potensi kandungan timah primer dan sekunder sertaunsur tanah jarang pada endapan plaserdan batuan induk granit. Analisis dilakukan atas data primer yang diambil langsung di lapangan, berupa sampel batuan dan sampel endapan plaser. Analisis sampel endapan plaser dilakukan pada tiga fraksi ukuran butir, yaitu fraksi #48 (297-354 μm), fraksi #100 (149 μm) dan fraksi -100 (<149 μm). Analisis geokimia dilakukan dengan X-Ray Fluorescence (XRF) portable pada sampel batuan dan konsentrat endapan plaser untuk mengetahuikadar timah dan unsur tanah jarang. Analisis statistik univariat dilakukan untuk menentukan batas nilai anomali kadar unsur. Grain Counting Analysis (GCA) dilakukan juga pada sampel konsentrat endapan plaser untuk mengetahui mineral-mineral yang terkandung pada endapan tersebut. Unsur tanah jarang yang ditemukan di daerah penelitian meliputi Yttrium, Cerium, dan LanthGanum. Kadar timah yang tinggi berada di bagian Selatan dan beberapa di bagian tengah daerah penelitian. Unsur tanah jarang dengan kadar tinggi tersebar di bagian tengah daerah penelitian. Anomali timah dan unsur tanah jarang terkayakan pada morfologi undak sungai dengan jenis plaser aluvial purba. Faktor yang mempengaruhi daerah anomali unsur tersebut yaitu batuan sumber, tingkat pelapukan, transportasi dan sedimentasi.Eksplorasi lebih lanjut direkomendasikan mulai dari bagian barat ke tenggara kemudian mengarah ke utara menuju perbukitan granit di daerah penelitian. Kata kunci: Belitung timur, endapan plaser, timah, unsur tanah jarang, Grain Counting Analisys, X-ray Fluorescence portable
MULTIPARAMETER LAND SUBSIDENCE VULNERABILITY ASSESSMENT THROUGH SATELLITE IMAGERY, GIS, AND SPATIAL DATA INTEGRATION Prayudi, Sinatrya Diko
Bulletin of Geology Vol 7 No 4 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.4.1

Abstract

Land subsidence is a substantial issue today, particularly in some regions where it has the ability to interrupt future devel-opment, halt the process, and even modify the development plan. This study generally focuses on updating current knowledge on land subsidence and performing risk assessments using a case study in Semarang City, Central Java, where land subsidence is aserious problem. Several satellite imageries, such as Sentinel-1 and Sentinel-2, are used as databases in this work, with various target analysis and Geographic Information Systems (GIS) methods used to handle and alter the data. Sentinel-1’s radar data, along with the displacement analysis approach of Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR), is primarily used to provide a snapshot of the present state of land subsidence under this area in 2022. The result demonstrates the variation of verticaldisplace-ment values ranging from -7.7 to 6.65 cm with subsidence spread primarily on the northern region, using two datasets with 60-day intervals between January and March. Using a combination of the Normalize Difference Vegetation Index (NDVI) and the Normalize Difference Built-in Index (NDBI) to create Built-up Index (BU) data, the Sentinel-2 data with optical-based images was then used to map the human-made feature and expansions, notably buildings. Each piece of information considered multiparameter was after-ward overlapped to build a vulnerability map while also considering the geological dataset and validated by ground verification. This finding will be presented to the section of the city that can help support its future growth in terms of its vulnerability to dangers caused by land subsidence. Keywords: GeographicInformation System, Land Subsidence, Remote Sensing, Semarang City, Vulnerability Assessment
STUDI GEOMEKANIKA DAN NILAI KEGETASAN UNTUK EVALUASI POTENSI GAS SERPIH FORMASI BATU KELAU CEKUNGAN KUTAI Daniel Radityo; Benyamin Sapiie; Yusup Iskandar
Bulletin of Geology Vol 3 No 1 (2019): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2019.3.1.4

Abstract

Gas serpih merupakan gas yang terbentuk di batuan induk berupa serpih dan berperan sebagai reservoir. Akumulasi gas serpih terjadi dikarenakan batuan tersebut memiliki nilai porositas dan permeabilitas yang rendah. Gas serpih memerlukan kajian geomekanika, geokimia, dan petrografi formasi sebagai batuan induk dan batuan reservoir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan proses karakterisasi fasies serpih Formasi Batu Kelau berdasarkan perbedaan kondisi geologi, geomekanika, dan geokimia; dan memberikan informasi tentang kriteria perekahan buatan yang sesuai untuk dapat mendistribusikan gas pada setiap fasies serpih Formasi Batu Kelau. Penelitian dilakukan pada Formasi Batu Kelau di Cekungan Kutai, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan data lapangan, data log sumur, data seismik, dan data geokimia. Data log sumur diolah kemudian menghasilkan data petrofisika serpih, geomekanik, dan geokimia. Data lapangan dan XRD dilakukan untuk mendukung data log sumur sebagai korelasi stratigrafi. Kemudian dilakukan penarikan horizon Formasi Batu Kelau dengan strukturnya pada interpretasi seismik. Hasil interpretasi seismik menghasilkan Peta Stuktur Kedalaman, Peta Ketebalan dan Peta Paleogeografi umur Eosen Akhir Formasi Batu Kelau. Peta Kandungan Serpih, Peta Fasies Serpih, Peta Indeks Kegetasan, dan Peta Distribusi TOC di dapat dari hasil proses petrofisika. Data TOC, BI, dan kandungan serpih kemudian digabungkan sehingga dapat dibuat Peta Potensi Gas Serpih Formasi Batu Kelau. Proses petrofisika terbagi menjadi 3 tahap berupa petrofisika properti serpih yang membahas kandungan serpih, kandungan mineral, porositas, permeabilitas, saturasi air; petrofisika geomekanik yang membahas UCS, nisbah poisson, modulus elastisitas, indeks kegetasan dan petrofisika geokimia yang membahas TOC metode Passey. Penentuan Indeks kegetasan mengunakan metode indeks kegetasan rata-rata dengan menggunakan parameter nisbah poisson dan modulus elastisitas. Perhitungan TOC metode Passey membutuhkan log resistivitas dan sonik. Hasil petrofisika properti sepih, petrofisika geomekanik, dan petrofisika geokimia digabungkan dan kemudian di analisis. Kata kunci: Formasi Batu Kelau, gas serpih, geokimia, geomekanika, indeks kegetasan
EFEK AKURASI DAN GEOMETRIK SISTEM TINGGI DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM) TERHADAP PEMODELAN BAHAYA BANJIR ROB DI JAKARTA Juliandri, Firman; Andreas, Heri; Pradipta, Dhota
Bulletin of Geology Vol 6 No 2 (2022): Bulletin of Geology Special Issue: International Seminar on Earth Sciences and Te
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2022.6.2.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek akurasi DEM terhadap hasil pemodelan bahaya banjir rob di Jakarta dengan membandingkan hasil pemodelan menggunakan beberapa data DEM yang memiliki variasi akurasi. Model berbasis DEM LiDAR yang memiliki akurasi tinggi dijadikan baseline untuk pengukuran akurasi model lainnya. Pemodelan dengan DEMNAS menghasilkan luas area tergenang yang mendekati model DEM LiDAR dengan rasio perbandingan sebesar 97%. Pemodelan DEM global (open access), terdiri dari DEM SRTM (30 m), DEM TanDEM-X (60 m), dan DEM AW3D (30 m), menghasilkan luas area tergenang yang memiliki variasi antara 5% - 48% dari model DEM LiDAR. Pemodelan menunjukkan korelasi positif antara akurasi vertikal dan resolusi spasial DEM dengan akurasi produk model bahaya banjir rob di Jakarta. Perbandingan antar model secara lebih lanjut dilakukan untuk mendapatkan efek akurasi model terhadap hasil penilaian risiko bencana banjir rob. Penggunaan model DEM global yang berakurasi rendah menghasilkan nilai risiko jumlah penduduk terpapar sebesar 2,2 - 54,0 kali lebih rendah, serta nilai risiko kerugian ekonomi sebesar 1,9 - 37,6 lebih rendah dibandingkan penilaian risiko menggunakan model berbasis DEM LiDAR. Kata kunci: DEM, Jakarta, pemodelan banjir rob, penilaian risiko
STRUCTURAL CONTROL RELATED WITH MEDIUM-TO-VERY HIGH Au GRADE AT PIT B EAST AND B WEST, TUJUH BUKIT MINE, EAST JAVA Dermawan, Ilham Aji; Subandrio, Andri Slamet; Rudyawan, Alfend; Sanjaya, Arya Dwi; Maharief, Rama; Anditya, Krisma; Hasnur, Rizfan; Muttaqien, Muchamad Satya; Fitri, Cicih Larasati Widya; Pahlevi, Andi; Daulay, Dedy; Purwanto, Agus; Sjoekri, Adi Adriansyah
Bulletin of Geology Vol 4 No 1 (2020): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2020.4.1.2

Abstract

Tujuh Bukit secara umum disusun oleh batuan vulkanik dan vulkaniklastik Formasi Batuampar berumur Oligosen Akhir sampai Miosen Tengah. Setelah terjadi aktivitas tektonomagmatisme pada Pliosen, satuan tersebut teralterasi dan menjadi host rock bagi mineralisasi ekonomis yang juga terbentuk pada Pliosen.Daerah penelitian berada di tambang terbuka Pit B Eastdan B West. Kavling yang mencakup kedua pit tersebut memiliki luas ± 700 x 500 m2, terletak pada koordinat ± 9045100 –9045600 mU dan ± 174400 –175100 mT sistem proyeksi koordinat UTM WGS 1984 zona 50S. Penelitian ini membahas tentang kontrol struktur yang berperan dalam pembentukan karakteristik alterasi dan mineralisasi Au sistem epitermal sulfidasi tinggi yang berkembang di Pit B East dan B West, tambang Tujuh Bukit. Struktur geologi yang dominan berkembang berupa sistem sesar mendatar berumur Pliosen, berarah relatif NW-SE dan N-S, dengan arah tegasan utama NNW-SSE mengikuti model pure shear. Terdapat pula sesar normal berarah relatif NW-SE dan sesar naik berarah relatif ENE-WSW. Sesar-sesar tersebut pada skala regional merupakan kompensasi akibat gaya tektonik tekanan (compressive) berarah NNW-SSE dalam satu periode tektonik yang sama. Sistem sesar mendatar menghasilkan zona-zona sesar normal dan zona tinggian pada geometri releasing stepover, releasing bend, dan restraining bend. Sesar-sesar mendatar yang ada di Pit B East dan B West merupakan sistem sesar strike-slippaling kecil pada skala regional Tujuh Bukit. Struktur geologi yang berkembang merepresentasikan tektonik Pulau Jawa saat ini.Terdapat lima satuan alterasi setelah dilakukan integrasi data lapangan, data pengeboran, dan hasil pemindaian ASD, yaitu: satuan kuarsa, kuarsa-alunit, kuarsakaolinit, kaolinit-montmorilonit-klorit, dan kaolinit-montmorilonit.Mineral bijih yang ditemukan berdasarkan observasi di lapangan dan pengamatan mineragrafi berupa pirit, kalkopirit, kovelit, bornit, tetrahedrit, azurit, malakit, hematit, dan goetit. Mineral-mineral tersebut umumnya ditemukan berasosiasi dengan alterasi yang mengalami silisifikasi, seperti satuan kuarsa, kuarsa-alunit, dan kuarsa-kaolinit.Alterasi silisifikasi dan mineralisasi Au kadar menengah hingga sangat tinggi umumnya berada pada zona-zona sesar normal yang diakibatkan oleh pergerakan sesar mendatar pada geometri releasing bend (daerah di sepanjang belokan Sesar BE 2 dan Sesar BE 3) dan releasing stepover (daerah di antara Sesar BE 1-BE2, di antara Sesar BW 2-BW3, dan di antara sesar BW 6-BW 7-BW 8), serta sesar normal yang sejajar dengan arah tegasan utamanya pada skala regional. Kata kunci: Sistem sesar mendatar, mineralisasi, epitermal sulfidasi tinggi, Tujuh Bukit
Studi Fasies dan Elemen Arsitektur Formasi Ranggam Di Daerah Belo Laut, Kabupaten Bangka Barat Rizal, Yan; Annisa, Elvira Risyeu Nur
Bulletin of Geology Vol 5 No 2 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.2.4

Abstract

Pulau Bangka merupakan salah satu daerah dengan potensi timah dan mineral ikutan timah yang besar.Potensi timah dan mineral ikutan timah dijumpai sebagai endapan primer dan endapan plaser. Endapan plaser di pulau Bangka dikelompokkan sebagai endapan undak sungai Purba dan Formasi Ranggam. Formasi Ranggam merupakan endapan sedimen sungai yang berumur Tersier. Formasi Ranggam tersusun atas9 litofasies, yaitu Fasies Konglomerat Pasiran (Gmm), Batupasir Halus (Sm), Batupasir Konglomeratan (Gcm),Batulanau Tufan (Fsm), Batupasir Silang-siur Planar(S-p), Batupasir Konglomeratan Gradasi Terbalik(Gmg), Batulempung (Fm), Batulempung-Batupasir (FI), Batupasir Tufan(Sm). Berdasarkan pada Elemenarsi tekturnya Formasi Ranggam diendapkan dalam lingkungan Sungai sebagai endapan channel fill, flood plain, natural levee, dan crevasses play. Kata kunci: Bangka, Formasi Ranggam,Litofasies, Elemen Arsitektur
ANALISIS KESTABILAN LERENG BATUAN MENGGUNAKAN STUDI PERBANDINGAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN RMR, RMI, DAN GSI PADA POTENSI LONGSORAN GULING DI DAERAH CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT, JAWA BARAT Atmojo, Hasan Tri
Bulletin of Geology Vol 7 No 3 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.3.1

Abstract

Pada analisis kestabilan lereng batuan diperlukan penentuan massa batuan dari sebuah lereng. Untuk mendapatkan nilai massa batuan tersebut diperlukan uji parameter yang menyangkut karakteristik dan kondisi diskontinuitasnya. Pada penelitian ini digunakan studi perbandingan klasifikasi massa batuan terhadap lereng batuan, yaitu klasifikasi Geological Strength Index (GSI) dan Rock Mass Rating (RMR) dengan objek penelitian pada lereng batuan yang berada di Tebing Bancana, Daerah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Lokasi tersebut berada pada morfologi bentuk lereng terjal dengan litologi dominan berupabatugamping yang memiliki potensi longsoran guling. Tujuan dari studi perbandingan ini yaitu untuk menentukan dan mengevaluasi metode yang tepat untuk analisis kestabilan lereng berdasarkan nilai properti keteteknikan beserta nilai faktor keamanan yangdihasilkan. Metode klasifikasi massa batuan tersebutdianalisis menggunakan metode kesetimbangan batas dari peranti lunak Roctopple. Hasil analisis dari batugamping kalkarenit yang berada di Tebing Bancana memiliki nilai properti keteknikan klasifikasi massa batuan RMR yang lebih besar meliputi kohesi, sudut geser dalam, dan modulus deformasi berdampak pada nilai faktor keamanan dari lereng cenderung lebih besar dari metode GSI. Berdasarkan hasil analisis kinematik, lereng batuan memiliki potensi longsoran guling. Faktor keamanan yang diperoleh dengan menggunakan metode kesetimbangan batas menghasilkan nilai 0,95 dengan probabilitas longsoran 59,7%. Uji sensitivitas yang dilakukan terhadap pengaruh longsoran guling di sini didapatkan bahwafaktor yang paling berpengaruh pada longsoran guling di antaranya kohesi (toppling joints), sudut geser dalam (toppling joints), kemiringan (toppling joints), tinggi lereng, dan sudut kemiringan lereng. Kata kunci: Klasifikasi massa batuan, kestabilan lereng, longsoran guling, metode kesetimbangan batas
DISTRIBUSI CHANNEL STEPNESS INDEX ZONA SESAR CIMANDIRI UNTUK IDENTIFIKASI JALUR SESAR AKTIF Rahmat Indrajati
Bulletin of Geology Vol 2 No 2 (2018): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2018.2.2.2

Abstract

Zona Sesar Cimandiri dapat dilihat dari data citra satelit berupa kelurusan punggungan dan lembah dari teluk Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi hingga Padalarang, Kabupaten Bandung. Sesar Cimandiri merupakan sesar aktif, karena terdapat gempabumi dangkal di sekitar sesar dan mengalami pergerakan horizontal berdasarkan pengamatan GPS. Gempabumi yang terjadi jarang melebihi magnitudo 6 Mw sehingga morfologi sesar tidak terlalu terlihat, sehingga jalur sesar aktif sulit didentifikasi. Perhitungan channel stepness index merupakan salah satu metode untuk mengenali sesar aktif dari profil sungai. Profil sungai yang dianalisa di sepanjang zona Sesar Cimandiri menunjukkan nilai ksn > 100 m0.9 merupakan nilai pada zona sesar aktif. Jalur sesar yang diperoleh adalah segmen Mekarasih, Cibatu, Tanjungsari dan Gandasoli. Jalur sesar diperoleh dari kompilasi data distribusi nilai channel stepness index, sejarah gempa, data seismisitas dan morfologi.
1D GEOMECHANICAL MODELING AND CRITICALLY-STRESSED FRACTURES ANALYSIS IN NATURALLY FRACTURED RESERVOIR, MUARA LABOH GEOTHERMAL FIELD, WEST SUMATRA, INDONESIA Amin, Taufik Al; Baroek, Marino Christiano; Santana, Sonny; Sapiie, Benyamin; Gunawan, Indra
Bulletin of Geology Vol 6 No 1 (2022): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2022.6.1.2

Abstract

Efektivitas struktur geologi untuk membantu aliran fluida dipengaruhi oleh faktor bentuk geometri struktur geologi tersebut dan tegasan lokal. Beberapa investigasi telah menunjukkan bahwa rekahan/sesar kritis (critically stressed fractures) menyebabkan dilatasi dan pergeseran pada bidang rekahan dan dapat menjadi zona permeabel. Analisis geomekanika satu dimensi (1D) dan rekahan kritis dilakukan di salah satu sumur pengembangan ML-2, di lapangan geotermal Muara Laboh, Sumatra Barat, Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan pola permeabilitas pada rekahan/sesar dan hubungannya dengan tegasan in-situ saat ini.Analisis ini menggunakan data sumur yang terdiri dari log tali kawat gambar, sinar gamma (GR), sonik, survei tekanan dan suhu, dan data pengeboran. Pemodelan geomekanik menerapkan estimasi nilai tegasan secara empirismenggunakan data log dan hasil uji tekanan, yang dikalibrasi dengan menggunakan stress polygon dan fenomena kemunculan tanda-tanda borehole failure. Analisis Mohr-Coulomb dan kriteria kegagalan digunakan untuk menentukan rekahan kritis. Hasil model geomekanika 1D menunjukkan bahwa rezim tegasan in-situ di sumur ML-2 didominasi oleh strike-slip dan arah tegasan horizontal maksimum sekitar N60°E, mengikuti arah tegasan medan jauh. Rekahan kritis lebih mungkin terjadi pada arah NNE-SSW dan kebalikannya. Intensitas tinggi rekahan kritis cenderung berhubungan dengan interval produktif/feed zones Kata kunci: Analisis geomekanika, tegasan in-situ, rekahan kritis, permeabilitas, Muara Laboh
GEOLOGI DAN SUMBERDAYA BATUBARA DAERAH SATIUNG – KUALA KUAYAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Rizal, Yan; Fahmi, Muhammad Agung Akrom; Haq, Hamzal Imanul
Bulletin of Geology Vol 3 No 3 (2019): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2019.3.3.2

Abstract

Geological mapping on a scale of 1:25.000 was held in Satiung – Kuala Kuayan and its surrounding, East Kotawaringin, CentralKalimantan. The goal of this study is to identify the geological setting and coal potential in the research area. Primary data used in this research obtained from field observation and field data collection, such as outcrop data and drilling data. The stratigraphy of research area is divided into three unofficial units from the oldest to the youngest: Basement (Mesozoic), Dahor Formation (Pliocene – Pleistocene) and Alluvial. Coal quality of the study area shows lignite to sub-bituminous rank, with total resources is 291.737.730,9 Ton (measured 95.928.991,0 Ton and indicated 195.808.739,9 Ton).

Page 5 of 12 | Total Record : 112