cover
Contact Name
Mika Rizki Puspaningrum
Contact Email
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Phone
+6281246804772
Journal Mail Official
mika.puspaningrum@itb.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bulletin of Geology
ISSN : 25800752     EISSN : 25800752     DOI : 10.5614/bull.geol.
Bulletin of Geology is a research-based periodical scientific open access journal published by Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung (ITB). The published article in Bulletin of Geology covers all geoscience and technology fields including Geology, Geophysics, Geodesy, Meteorology, Oceanography, Petroleum, Mining, and Geography. The submitted abstract must be written in English and Bahasa Indonesia, but the article content is English or Bahasa Indonesia.
Articles 112 Documents
ANALYZING SURFACE ROUGHNESS MODELS DERIVED BY SAR AND DEM DATA AT GEOTHERMAL FIELDS Tahjudil Witra; Asep Saepuloh; Agung Budi Harto; Ketut Wikantika
Bulletin of Geology Vol 1 No 2 (2017): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2017.1.2.1

Abstract

Surface roughness is a physical property which is used in many applications such as hydrological analyses, erosivity of rocks, and identification of geothermal surface manifestations. In this study, the surface roughness was calculated by a pin-meter. This tool is expected be able to measure the fragmental size at ground surface. However, there is a possibility that the tool still has some errors from the effect of topography undulation. In previous research, detrending method was used to minimise the topographical effect in the measured surface roughness. In this paper, we used Synthetic Aperture Radar (SAR) data from Sentinel-1A, and Digital Elevation Model (DEM) SRTM to evaluate the effectiveness of detrending method of pin-meter. Therefore, the measured surface roughness originated solely from fragmental materials. The selected research areas were Wayang Windu and Patuha geothermal field in Indonesia. Modelling the surface roughness by Sentinel-1A image was conducted by utilising backscattering coefficient and local incidence angle. While surface roughness model from DEM is formed by the Root mean square (RMS) for each grid with the optimum size 19×19 pixels. Both models were compared to pin-meter data which have been detrended. Then, the comparison was analyzed based on determination correlation value (R2). Surface roughness model derived by Sentinel-1A produced R2 about 0.1130 higher than DEM about 0.060. It might indicate that the surface roughness measured by the pin-meter following detrending process is free from the effect of topography undulation. Then, surface roughness model derived by Sentinel-1A data was used to identify surface manifestation. Analysis was performed based on pH measurement at field and scatter plot pattern. According to the selected model, the surface roughness at geothermal surface manifestation zones are inversely proportional to the soil pH.
PENGAYAAN TIMAH (Sn) DAN UNSUR TANAH JARANG (Ce, La, dan Y) ENDAPAN PLASER DI BADAU, KABUPATEN BELITUNG Rizal, Yan
Bulletin of Geology Vol 5 No 3 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.3.1

Abstract

Penelitian dilakukan di dalam wilayah Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, dengan tujuan untuk mengetahuidaerah sebaran dan pengayaan timah dan unsur tanah jarang pada endapan plaser. Metode yang dilakukan pada penelitian ini antara lain pemetaan geologi, penyontohan batuan, dan penyontohan endapan plaser. Kandungan mineral pada contoendapan plaser diidentifikasi menggunakan metoda Grain Counting Analysis (GCA). Analisis geokimia conto dilakukan dengan menggunakan metoda X-Ray Fluorescence (XRF) fortableuntuk menentukan kandungan unsur Sn, Ce, La, dan Y. Untuk mendapatkan nilai anomalikandunganunsur dilakukan analisis univariat.Hasil analisis univariat kemudian dihubungkan dengan kondisi geologi daerah penelitian sehingga dapat ditentukan daerah pengayaan timah dan unsur tanah jarang dominan di bagian tengah daerah penelitianberupa endapan alluvial purba.Kandungan unsur Sn memiliki nilai kandungan dengan rentangyang sangat jauh 9,67 ppm –82652 ppm, unsur Ce memiliki nilai kandungan dengan rentang 113,33 ppm –3570 ppm, unsur La memiliki nilai kandungan dengan rentang 72,67 ppm –1404,33 ppm, dan unsur Y memiliki nilai kandungan dengan rentang 6 ppm –784,67 ppm. Kata kunci: Endapan plaser, timah, unsur tanah jarang, sebaran, daerah pengayaan
HORIZONTAL STRESS ORIENTATION FROM BOREHOLE BREAKOUT ANALYSIS IN WEST NATUNA BASIN, INDONESIA Gumelar, Gumelar; Sapiie, Benyamin; Gunawan, Indra
Bulletin of Geology Vol 7 No 3 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.3.5

Abstract

The West NatunaBasin is an intracontinental basin that characterized by number of Eocene –Oligocene half grabens, which inverted during Miocene time. West Natuna Basin formed under transtensional conditions, featuring half grabens trendingin a SW-NE direction, accompanied by sinistral (left-lateral) wrench zones striking NW-SE. The inversion reactivates mainly the border fault formed during rifting and resulted in the similar SW-NE structural trend. This research aims to investigate the stress orientation from boreholebreakout data that might be responsible for the structural formation in West Natuna area.Borehole breakout data in this research comprise into different types of data, image processed log from one well and caliper log (four arms and six arms) from eight vertical wells. The analysis performed differently for both of the data sets. The image processed log (FMI) data will give the indication of breakout and induced tensile clearly, while the breakout from caliper is interpreted based on some typical shape representing the borehole condition. The analysis from the borehole breakout will implies the minimum horizontal stress (Shmin) orientation that perpendicular to the maximum horizontal stress orientation (SHmax). The analysis resulted in a breakout trend N 36° to 79.5° with standard deviation 4.3-26.1°. The results of breakout analysis are comparable with the existing structure trend in southwestern part of West Natuna Basin that also showing similar trend SW-NE. Implied SHmaxorientation at NW-SE trend is coincidence with major strike slip fault that believed the main force for the inversion occurred in West Natuna Basin. As comparison, the regional main fault at neighborhood Malay Basin is relatively parallel withthe maximum horizontal stress (SHmax) orientation resulting the basin keep opened and subside until present day time. Key words: West Natuna Basin, borehole breakout, horizontal stress, inversion
KARAKTERISTIK REKAHAN PADA BATUAN DASAR DI BLOK JABUNG, SUB-CEKUNGAN JAMBI, SUMATRA SELATAN Kiddy Nahli Aulia; Benyamin Sapiie
Bulletin of Geology Vol 3 No 1 (2019): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2019.3.1.3

Abstract

Cekungan Sumatra Selatan merupakan cekungan yang memiliki batuan dasar terekahkan penghasil gas yang cukup berhasil. Batuan dasar di Blok Jabung Sub-Cekungan Jambi memiliki potensi untuk menjadi reservoir pada batuan dasar terekahkan. Saat mengidentifikasi reservoir batuan dasar terekahkan, harus dilakukan identifikasi dari karakteristik rekahan tersebut, karena hidrokarbon pada batuan dasar akan terkonsentrasi pada rekahan yang membuat batuan dasar tersebut memiliki porositas rekahan yang baik. Karakteristik rekahan yang akan dikji adalah tingkat intensitas rekahan, densitas rekahan dan porositas rekahan pada 2 sumur pemboran di daerah penelitian, dengan beberapa rentang kedalaman yang ditentukan. Rentang kedalaman yang berbeda akan memperlihatkan hasil yang berbeda pula. Nilai intensitas, densitas, dan porositas rekahan tidak selamanya memiliki puncak pada kedalaman yang sama, dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi seperti luas rekahan dan ketebalan rekahan. Porositas rekahan akan menjadi hal yang menarik karena merupakan salah satu syarat untuk menjadi reservoir.
PALEOCURRENT STUDY OF NYALINDUNG FORMATION THROUGH MOLLUSCS PALEONTOLOGICAL ASPECTS IN CI GALASAR TRAVERSE SECTION, SUKABUMI, WEST JAVA Kesuma, Nisrina Bahiyah
Bulletin of Geology Vol 6 No 2 (2022): Bulletin of Geology Special Issue: International Seminar on Earth Sciences and Te
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2022.6.2.1

Abstract

Formasi Nyalindung mengandung fosil moluska dari Kelas Gastropoda dan Bivalvia yang dapat digunakan sebagai proksi lingkungan untuk studi arus purba. Studi ini menganalisis kondisi arah arus pada saat pengendapan suatu lapisan batuan sedimen dengan melihat orientasi fragmennya, atau dalam kasus ini, kandungan fosilnya. Walaupun studi ini dapat menunjukkan informasi baru mengenai lingkungan pengendapan, studi arus purba pada satuan batuan ini belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi paleogeografi yang lebih detil pada Formasi Nyalindung di daerah penelitian yang belum pernah dikaji sebelumnya. Berlokasi di Sungai Ci Galasar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, penampang lintasan penelitian menunjukkan perlapisan fosil moluska dengan beberapa satuan stratigrafi dengan umur fosil Miosen Tengah. Analisis arus purba dilakukan di empat lokasi yang tersebar di tiga unit stratigrafi yang berbeda. Hasil studi arus purna menunjukkan bahwa menunjukkan Formasi Nyalindung di daerah penelitian terendapkan pada arah arus yang berbeda yang kemudian diinterpretasikan sebagai perubahan lingkungan pengendapan setelah disandingkan dengan data asosiasi fosil. Diukur di empat lokasi, arus menunjukkan perubahan arus purba dari bimodal, kompleks, unimodal dalam arah N 291 ° - 300 ° E, dan unimodal pada arah N 281 ° - 290 ° E. Arus bimodal bersamaan dengan keberadaan Turritella terebra talahabensis dan Cypraeasp. menunjukkan lingkungan litoral, sedangkan orientasi cangkang kompleks dengan keberadaan Gemmula (Gemmula) granosa woodwardii, Dientomochilus javanus, dan Terebra talahabensis menunjukkan lingkungan litoral hingga neritik yang sangat dipengaruhi oleh gelombang. Arus unimodal di N 291 ° - 300 ° E menunjukkan hubungan fosil yang serupa dengan arus kompleks menunjukkan pengaturan lingkungan yang serupa, yaitu litoral ke neritik, tetapi dengan pengaruh gelombang yang lebih rendah dan lebih banyak pada arus searah yang lebih cepat. Terakhir, arah arus N 281 ° - 290 ° E menunjukkan asosiasi fosil kerang besar yang menunjukkan lingkungan neritik dalam yang dipengaruhi oleh arus searah. Berdasarkan paleogeografi pada Miosen Tengah, arus searah yang mempengaruhi pengendapan Formasi Nyalindung diduga sebagai arus sejajar pantai. Kata kunci: Studi Arus Purba, Paleontologi, Moluska, Formasi Nyalindung, Miosen Tengah
PARAGENESIS MINERAL DAN INKLUSI FLUIDA PADA ENDAPAN EPITERMAL, AREA MAIN RIDGE DAN OSELA, DISTRIK BAKAN, SULAWESI UTARA Sipatriot, Rizqi Faishal; Subandrio, Andri Slamet
Bulletin of Geology Vol 4 No 1 (2020): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2020.4.1.1

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui par agenesis mineral dan karakteristik fluida hidrotermal yang membentuk endapan epitermal sulfidasi tinggi. Penelitian dilakukan di area Main Ridge dan Osela,Distrik Bakan,Desa Motandoi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.Metode penelitian yang digunakan antara lain; analisis petrologi megaskopis, petrografi,mineragrafi, geokimia dan inklusi fluida.Asosiasi mineral dan proses silisifikasi intensif serta tekstur vuggy yang terbentuk mengindikasikan adanya mineralisasi epitermal sulfidasi tinggi. Pada area Main Ridgekisaran kadar Au 0.4-1 g/t, Ag 1-3 g/t, Cu 5-63 g/t, Pb 5-55 g/t, Zn 4-5 g/t, sedangkan pada area Oselakisaran kadarAu1-89,4 g/t, Ag 4-33 g/t, Cu 306-403 g/t, Pb 30-120 g/t, Zn 14-41 g/t, pola tersebut sesuai dengan kehadiran pirit euhedral, kalkopirit, enargit-luzonit pada area Osela dan tidak hadir pada area Main Ridge. Pada area Main Ridge memiliki temperatur homogenitas (Th) 212 oC, salinitas 2.5 wt. % NaCl eq., dan kedalaman mineralisasi 210 m, pada area Osela memiliki Th 267 oC, salinitas 2.9 wt. % NaCl eq., dan kedalaman mineralisasi 620 m.Data inklusi fluida menunjukkan adanya pencampuran fluida hidrotermal yang berkembang di area Main Ridge, sedangkan pada area Osela menunjukan adanya pengenceran fluida hidrotermal selama proses evolusi fluida. Kata kunci: Epitermal, Distrik Bakan, paragenesis mineral, inklusi fluida
GEOLOGI BATUBARA DAERAH TANJUNG ENIM, KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN Rizal, Yan
Bulletin of Geology Vol 5 No 2 (2021): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2021.5.2.3

Abstract

Penelitian dilakukan dalam areal seluas 52,8 km2. Satuan batuan yang dijumpai dapat dibagi atas enam satuan batuan, yaitu Satuan Batu pasir, Satuan Batu lempung termasuk tujuh lapisan batubara utama didalam nya (lapisan batubara A1, A2, B, B1, B2, C, D).Satuan Batupasir –Batulanau termasuk empat lapisan batubara gantung didalamnya, Satuan Batupasir –Tuf, Satuan Intrusi Andesit, dan Satuan Endapan Alluvial.SatuanBatulempung dan Satuan Batupasir –Batulanaumemilikikesetaraan dengan Formasi Muaraenimyang merupakan formasi pembawa Batubara di daerah penelitian. Batubara didaerah penelitian diendapkan pada lingkungan Lower delta plain –Transitional lower delta plain –Upper delta plain. Peningkatan kematangan batubara pada beberapa contoh dari lapisan batubara utama disebabkan oleh pengaruh panas intrusi yang terdapat didalam daerah penelitian. Hasil perhitungan sumberdaya batubara didasarkan pada data pemetaan permukaan dan didukung oleh 27 data pengeboran di dalam daerah penelitianmilik PT. Bukit Asam,Tbk., didapat kandungan sumber daya lapisan batubara gantung adalah sebesar 25.570.170 tondan lapisan batubara utama sebesar 1.275.631.640 ton. Peringkat kualitas batubara padalapisan batubara gantung adalah Subbituminous B coal, lapisan batubara A1 adalah Subbituminous A Coal sedangkan peringkat lapisan batubara A2,B,B1, B2, dan C adalah High volatile C Bitumious. Kata Kunci: Pemetaan geologi, Formasi Muaraenim, batubara, penyebaran, sumberdaya, kualitas
ANALISIS KUALITAS AIR TANAH PADA AKIFER DANGKAL UNTUK KEBUTUHAN HIGIENE SANITASI DI DESA BUMI HARAPAN, KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Priyono, Imam; Wowiling, Yohanes Stefanus Samuel
Bulletin of Geology Vol 7 No 2 (2023): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2023.7.2.6

Abstract

Desa Bumi Harapan merupakan desa terdekat dari pusat pengembangan Kawasan Ibu Kota Nusantara (K-IKN). Dalam prosesnya, akan semakin banyak terjadi perpindahan penduduk ke daerah ini. Semakin tinggi jumlah penduduk menyebabkan semakin tinggi juga jumlah pemakaian air. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk membahas mengenai kualitas air tanah untuk kebutuhan higiene sanitasi sebagai aspek penunjang kehidupan warga ibu kota yang baru. Metode yang digunakan adalah studi literatur serta pengambilan data primer yaitu pengukuran sampel air tanah pada 40titik sumur gali milik warga dan pengambilan sampel air tanah pada perwakilan 4titik sumur gali. Sampel air tanah dianalisis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Balikpapansesuai dengan baku mutu air higiene sanitasi pada PERMENKES No. 32 Tahun 2017 dan hasil analisis parameter tersebut akan ditentukan kualitasnya melalui metode Indeks Pencemaran (IP) pada KEPMEN LH No. 115 Tahun 2003. Terdapat beberapa parameter yang nilainyatidak sesuai dengan baku mutu meliputi kekeruhan, pH (kondisi asam), besi (Fe2+), mangan (Mn2+), zat organik (KMnO4), total coliform, dan E. coli. Analisis Indeks Pencemaran (IP) menunjukan kualitas air tanah untuk kebutuhan higiene sanitasi pada daerah penelitian tergolong dalam cemar ringan. Litologi daerah penelitian dominan tersusun oleh satuan batu lempung yang merupakan bagian dari Formasi Pamaluan. Batu lempung tersebut membentuk sistem hidrogeologi tertutup sehingga membuat air tanah menjadi asam. Selain itu, batu lempung berkontribusi pada sedikit peningkatan kadar besi terlarut dalam air tanah serta membuat air tanah menjadi keruh pada musim penghujan. Lapisan tanah pada daerah penelitian mempunyai ciri keberadaan mineral Hematit (Fe2O3) dan Goetit (FeO(OH)) yang berkontribusi pada peningkatan kandungan besi terlarut di dalam air tanah. Pengolahanair tanah yang disarankan pada daerah penelitian meliputi penyaringan air sederhana kombinasi dengan kapur dan kaporit, penyaringan keramik, Water treatment plant, dan pembuatan saluran buangan. Kata Kunci: Hidrogeologi, higiene sanitasi, Ibu Kota Nusantara, kualitas air tanah
BASIN GEOMETRY ANALYSIS OF “NOKEN” AREA, MESOZOIC INTERVAL, AKIMEUGAH BASIN, PAPUA David Ontosari; Benyamin Sapiie; Hermes Panggabean; Edy Slameto
Bulletin of Geology Vol 2 No 2 (2018): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2018.2.2.3

Abstract

Area "Noken" is located in the Akimeugah Basin, southern of Papua, covering onshore and offshore areas. In previous research, this area is still defined as laterally uniform passive margin basin during Mesozoic Era. A number of data include airborne-gravity anomaly, satellite gravity (TOPEX-Sandwell), land gravity, the total intensity of magnetism, oil and gas wells, seismic, and data retrieval surface sample obtained from the Center for Geological Survey, Geological Agency (PSG) and the Center for Data and Information (Pusdatin) Ministry energy and Mineral Resources (ESDM). Data processed by the method of forward-inversion modeling on Geosoft software and mapped by the method of minimum curvature in the Petrel software. The results of the analysis are fault and stratigraphic horizons in the Mesozoic Era. Their density recorded properly using distribution data from three wells (Well A, Well B, and Well C). Based on interpretation of gravity maps, total magnetic intensity maps, and subsurface geological model at the top of the Mesozoic, could be concluded that the geometry of the basin in "Noken" area during Mesozoic was dominated by the graben and half-graben, with the longitudinal axis of the fault trending relative northeast - southwest (NW- SW). Isopach map of the Mesozoic interval is supporting data to prove this basin geometry. In particular, during Triassic syn-rifts were formed and the post-rift sediments were formed during Jurassic - Cretaceous. The longitudinal axis of the basin is relatively parallel to the fault constituent. Based on the analysis of the structure of the subsurface geological structure map of the Mesozoic and Cenozoic, gravity sections and models can be interpreted that tectonic evolution during Cenozoic changes the geometry of the basin became trending northwest-southeast.
POTENSI PENGAYAAN TIMAH DAN UNSUR TANAH JARANG PADA ENDAPAN PLASER DI DAERAH AIR BELO, KABUPATEN BANGKA BARAT Afghani, Firdaus El
Bulletin of Geology Vol 6 No 1 (2022): Bulletin of Geology
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/bull.geol.2022.6.1.1

Abstract

Daerah penelitian terletak di Air Belo, Kabupaten Bangka Barat. Penelitian bertujuan untuk menentukan daerah potensi timah dan unsur tanah jarang serta menentukan arah eksplorasi lanjut di daerah penelitian. Studi ini berfokus pada endapan aluvial yangtergolong sebagai endapan plaser. Endapan plaser di daerah penelitianterdiri atas dua jenis yaitu endapan aluvial purba dan endapan sungai aktif. Metode penelitian yang dilakukan antara lain pemetaan geologi, analisis geokimia, dan Grain Counting Analysis (GCA). Analisis geokimia dengan metode X-ray Fluorescence (XRF) Portable dilakukan terhadap sampel endapan aluvial dan granit untuk mengetahui kandungan timah dan unsur tanah jarang. Mineral berat yang terkandung dalam endapan aluvial diidentifikasi menggunakan GCA. Berdasarkan analisis geokimia, daerah pengayaan timah terletak di area tenggara daerah penelitian sedangkan daerah pengayaan unsur tanah jarang terbagi menjadi tiga area yaitu area baratlaut, baratdaya, dan utara daerah penelitian. Oleh karena itu, arah eksplorasi lanjut untuk timah yaitu pada arah tenggara daerah penelitian sedangkan arah eksplorasi lanjut untuk unsur tanah jarang yaitu arah baratlaut, baratdaya, dan utara daerah penelitian. Disisi lain, GCAmenunjukkan bahwamineral berat yang diduga membawa timah dan unsur tanah jarang adalah kasiterit, zirkon, dan turmalin. Densitas mineral menjadi faktor pengontrol penyebaran timah dan unsur tanah jarang di daerah penelitian. Sebagai contoh, unsur tanah jarang lebih tersebar dibandingkan timah dikarenakan mineral pembawa unsurtanah jarang seperti turmalin (ρ=2,9-3,1 g/cm3) dan zirkon (ρ=4,6-5,8 g/cm3) memiliki densitas yang lebih rendah sehingga lebih mudah tertransport dibandingkan kasiterit (ρ=6,98-7,01 g/cm3). Kata kunci: Bangka Barat, endapan plaser, timah, unsur tanah jarang

Page 3 of 12 | Total Record : 112