cover
Contact Name
Ifa Muhimmatin
Contact Email
bioeducatiajournal@untag-banyuwangi.ac.id
Phone
+6289507620006
Journal Mail Official
bioeducatiajournal@untag-banyuwangi.ac.id
Editorial Address
Jalan Adi Sucipto nomor 26, Banyuwangi
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Biologiei Educația: Jurnal Pendidikan Biologi
ISSN : -     EISSN : 30477042     DOI : https://doi.org/10.62734/be.v3i2.217
Biologiei Educația: jurnal pendidikan biologi merupakan jurnal yang menyediakan platform untuk publikasi penelitian ilmiah di bidang keilmuan biologi dan bidang pendidikan biologi. Artikel mewakili berbagai perspektif teoretis dan pendekatan metodologis yang berbeda. Kriteria utama dalam peninjauan dan proses seleksi artikel menyangkut bidang ilmu biologi yang meliputi: • Zoologi • Botani • Mikrobiologi • Fisiologi • Sistematika • Konservasi dan bidang pendidikan biologi yang meliputi: • Strategi pembelajaran biologi • Teknologi pembelajaran biologi • Telaah dan Pengembangan kurikulum biologi • Asesmen pembelajaran biologi
Articles 61 Documents
Mengulas Dampak Polusi Suara Akibat Sound Horeg terhadap Kualitas Lingkungan Masyarakat Apriliyanti, Silvia Apriliyanti; Putri, Reza Intan Prasetia; Hermawati, Darissa’adah Hermawati; Azizi, Rizky Daffa Azizi; Susintowati, Susintowati
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2025): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v5i2.732

Abstract

Fenomena sound horeg merupakan bagian dari tradisi hiburan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Penggunaan sound system berkapasitas besar dengan intensitas suara sangat tinggi ini bertujuan memeriahkan berbagai acara, mulai dari perayaan keagamaan hingga pawai dan karnaval. Namun, penggunaan sound horeg secara berlebihan menimbulkan polusi suara yang  negatif terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penggunaan sound horeg, menganalisis dampak kebisingannya terhadap kesehatan fisik, mental, dan lingkungan, serta mengkaji dinamika sosial dan potensi konflik yang timbul di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa paparan kebisingan sound horeg dapat mencapai 120–135 desibel, melebihi ambang batas aman WHO, sehingga berisiko menyebabkan gangguan pendengaran, stres,insomnia, hipertensi, serta gangguan ekosistem dan kerusakan fisik bangunan. Selain itu, fenomena ini juga memicu keresahan, kemacetan, dan konflik antar warga. Oleh karena itu, pengelolaan sound horeg memerlukan regulasi tegas, penetapan zona khusus, penerapan teknologi peredam kebisingan, serta peningkatan edukasi masyarakat agar manfaat budaya tetap terjaga tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan.
Analisis Polusi Suara dan Udara Sebagai Bahaya Lingkungan: Studi Kasus Knalpot Motor yang Dimodifikasi (Knalpot Brong) di Banyuwangi Qomariah, Siti Qomariah; Paroh, Istik Paroh; Rahmawati, Devita Ayu Rahmawati; Lusiani, Linda Lusiani
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2025): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v5i2.733

Abstract

Polusi suara dan udara merupakan dua bentuk pencemaran lingkungan yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, khususnya di daerah urban dan semi-urban. Salah satu penyebab utama adalah penggunaan knalpot brong pada kendaraan bermotor yang menimbulkan kebisingan ekstrem dan emisi berbahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat polusi suara dan udara akibat penggunaan knalpot brong di Kabupaten Banyuwangi serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka sebagai dasar data. Hasil menunjukkan bahwa suara kendaraan berknalpot brong mencapai 92–112 dB, melebihi ambang batas aman, dan emisi gas buangnya mengandung senyawa polutan seperti CO, HC, dan NOx yang membahayakan sistem pernapasan. Data lokal menunjukkan adanya peningkatan pengaduan masyarakat dan kualitas udara memburuk di titik lalu lintas padat. Diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini. Studi ini menjadi dasar rekomendasi regulasi dan edukasi lingkungan yang lebih efektif.
Analisis Dampak Polusi Suara Sound Horeg di Sumbersewu Banyuwangi: Tinjauan Ekologi dan Sosial Fikriyah, Wafirotul Fikriyah; Wati, Intan Sidah Wati; Nazila, Icha Aulia Nazila; Arisa, Ahmad Dani Arisa; Susintowati, Susintowati
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2025): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v5i2.735

Abstract

Fenomena sound horeg di Desa Sumbersewu, Banyuwangi telah menjadi bagian dari tradisi lokal dalam berbagai acara sosial dan keagamaan. Tradisi yang memadukan tradisi lokal dengan teknologi modern ini telah ada sejak tahun 2014 di Kabupaten Malang dan kini menyebar ke berbagai daerah, termasuk di daerah Sumbersewu, Banyuwangi. Sound Horeg bahkan telah menjadi tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa dan menjadi hiburan utama dalam berbagai acara, dari pesta pernikahan hingga acara desa. Namun, intensitas suara yang sangat tinggi dari aktivitas ini menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem dan kehidupan sosial masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan suara yang melebihi 85 dB dapat mengganggu sistem pendengaran, meningkatkan stres, serta menyebabkan gangguan tidur dan hipertensi pada manusia. Selain itu, kebisingan juga berdampak pada hewan, seperti perubahan pola migrasi dan perilaku, serta gangguan pertumbuhan tanaman akibat getaran suara. Dari sisi sosial, konflik antar warga, ketidaknyamanan komunitas, serta ketidaksesuaian dengan norma budaya menjadi isu yang muncul diperlukan regulasi dan edukasi masyarakat untuk meminimalkan dampak negatif sambil melestarikan nilai budaya.
Studi Etnobotani Pemanfaatan Tumbuhan pada Upacara Adat Ngaben Suku Bali di Desa Patoman Kabupaten Banyuwangi, Indonesia Harsono, Belvira Monica Harsono; Prasetiyo, Totok Hari Prasetiyo; Jannah, Iis Ni’matul Jannah
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2025): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v5i2.736

Abstract

Ngaben merupakan upacara pembakaran jenazah yang tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu di Bali, namun juga oleh umat hindu di desa Patoman, kabupaten Banyuwangi. Ngaben di desa Patoman melibatkan berbagai jenis tumbuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis dan bagian tanaman yang digunakan, serta mengetahui makna filosofi dari penggunaan tanaman dalam upacara ngaben suku Bali di Desa Patoman. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi teknik digunakan sebagai uji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 46 jenis tumbuhan dari 28 famili yang dimanfaatkan untuk upacara ngaben di Desa Patoman. Bagian tumbuhan yang digunakan ialah daun, bunga, dan buah, umbi, rimpang, batang, dan biji. Masing-masing jenis tumbuhan memiliki makna filosofinya. Bunga memiliki makna yaitu kesucian hati, buah-buahan memiliki makna sebagai ucapan rasa syukur umat kepada Sang Hyang Widhi. Selain itu, penggunaan tumbuhan terkait dengan bentuk organ tumbuhan yang mirip dengan bentuk anggota tubuh jenazah, serta warna yang mewakili para dewa. Penggunaan tumbuhan ini ada yang dapat diganti dengan tumbuhan lain, namun ada tumbuhan yang bersifat harus ada dan sulit tergantikan. Penelitian lanjutan penting untuk memahami cara konservasi masyarakat hindu di desa Patoman dalam melestarikan tumbuhan yang digunakan dalam upacara ngaben.
Etnobotani Ragam Tumbuhan pada Ritual Slametan Ngaturi Suku Osing Kemiren Banyuwangi untuk Pengembangan Poster Edukasi Rosid, Abdur Rosid; Muhimmatin, Ifa Muhimmatin; Jannah, Iis Ni'matul Jannah
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 5 No 2 (2025): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v5i2.754

Abstract

Ritual slametan ngaturi di desa adat Kemiren, Banyuwangi, Indonesia merupakan bagian dari rangkaian upacara Barong Ider Bumi. Namun karena pelaksanaan ritual slametan ngaturi yang sakral dan hanya dapat diikuti oleh orang tertentu, maka masyarakat kurang mengenal ritual slametan ngaturi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan yang digunakan pada ritual, mengetahui manfaat dan makna filosofinya, serta mengembangkan poster edukasi tentang pemanfaatan tumbuhan pada ritual slametan ngaturi di Desa Adat Kemiren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi, dan dianalisis melalui data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 jenis tumbuhan yang digunakan dalam ritual Slametan Ngaturi dan terdiri dari 9 Familia: Piperaceae, Solanaceae, Rubicaceae, Arecaceae, Poaceae, Leguminosae, Musaceae, Nyctaginaceae, Pandanaceae. Tumbuhan pada ritual adat Slametan Ngaturi dibagi menjadi: bunga tabur, kinangan untuk sesajen, pembungkus makanan udan sesajen, dan bahan pelengkap makanan. Penggunaan setiap tumbuhan dalam ritual Slametan Ngaturi mempunyai makna yang berkaitan dengan simbol kehidupan sosial. Berdasar respon dari 15 pemuda desa Kemiren, poster edukasi dapat digunakan untuk mengedukasi masyarakat tentang nilai filosofis dan pentingnya penggunaan tanaman, sehingga muncul rasa untuk turut melestarikan tumbuhan yang digunakan dalam ritual Slametan Ngaturi.
Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Pengelolaan Laboratorium Biologi di SMA Negeri X Jakarta Nahdah Raflina; Raihan Rizqi Ardani; Hilal Umar; Nur Izzati Maula; Evi Muliyah
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2026): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v6i1.1022

Abstract

Laboratorium biologi sebagai sarana yang dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran sains melalui kegiatan praktikum. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat perlu dilaksanakan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja dan mewujudkan lingkungan belajar yang aman serta nyaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis penerapan K3, sistem penyimpanan alat dan bahan praktikum, koordinasi dan pengelolaan limbah B3, dan tingkat aspek ketaatan pengguna laboratorium terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) K3. Adapun penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini meliputi guru biologi sekaligus penanggung jawab laboratorium dan tiga orang siswa kelas XI sebagai perwakilan dalam penggunaan laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan K3 telah berjalan cukup optimal, laboratorium telah memiliki beberapa sarana yang mendukung kegiatan praktikum meliputi jas laboratorium, masker, sarung tangan lateks, APAR, SOP K3 yang tertempel didinding laboratorium, inventaris alat dan bahan dan teknis pelabelan bahan kimia. Guru dan siswa menunjukkan ketaatan yang baik terhadap prosedur keselamatan selama kegiatan praktikum, namun masih terdapat beberapa kekurangan meliputi ketersediaan kacamata safety, kotak P3K yang isinya masih kurang lengkap, tidak terdapat jalur evakuasi serta pengelolaan limbah B3 yang belum jelas dan optimal. Berdasarkan data lapangan tersebut maka disimpulkan bahwa penerapan K3 di laboratorium biologi SMAA Negeri X Jakarta telah diterapkan cukup optimal dengan segala hal yang masih menjadi kekurangan maka memerlukan perbaikan hingga sesuai dengan standar K3 yang berlaku.
Pengembangan E-Booklet Keanekaragaman Tumbuhan Tingkat Tinggi sebagai Media Pembelajaran Biologi Kelas X di SMAN Darussholah Singojuruh Nurqofiya Nisa Azzahara; Triana Kartika Santi; Candra Hermawan
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2026): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v6i1.1047

Abstract

Keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi merupakan salah satu capaian pembelajaran wajib dalam mata pelajaran Biologi kelas X pada Kurikulum Merdeka. Namun, pembelajaran pada materi tumbuhan tingkat tinggi di sekolah masih dominan bersifat verbal dan teoritis, dengan minimnya variasi media pembelajaran serta keterbatasan fasilitas laboratorium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan dan memastikan kelayakan e-booklet keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi sebagai media belajar pada mata pelajaran biologi kelas X di SMAN Darussholah Singojuruh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi oleh ahli media dan ahli materi, serta angket uji pengguna oleh guru biologi dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli media memperoleh skor 85,45% (sangat valid), validasi ahli materi 90,67% (sangat valid), uji pengguna oleh guru 81,67% (sangat layak), dan uji pengguna oleh siswa 85,73% (sangat layak). Berdasarkan hasil uji kelayakan tersebut, e-booklet keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi ini dinyatakan layak dan direkomendasikan untuk digunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran biologi kelas X di SMAN Darussholah Singojuruh
Pengembangan Augmented Reality pada Materi Sistem Ekskresi untuk Mendukung Pemahaman Konsep Siswa Kelas XI MAN 3 Banyuwangi Tria Hentiningsih; Ifa Muhimmatin; Dinicen Viclara
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2026): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v6i1.1067

Abstract

Pemahaman konsep sistem ekskresi kerap terkendala oleh materinya yang abstrak, karena media konvensional dua dimensi belum cukup memvisualisasikan struktur dan mekanisme organ secara interaktif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Augmented Reality (AR) serta menguji kelayakan dan kepraktisan media bagi siswa kelas XI. Dengan model ADDIE, data dikumpulkan melalui analisis kebutuhan, wawancara, validasi ahli, dan angket respons. Validasi ahli materi (81,9%) dan ahli media (69,4%) masing-masing berkategori sangat valid dan valid. Uji kepraktisan oleh satu guru biologi mencapai 93,6% (sangat layak), sedangkan oleh 62 siswa kelas XI sebesar 81,5% (sangat layak). Media AR berbasis Assemblr Edu dan flashcard ini menyajikan organ ginjal, paru-paru, hati, dan kulit secara 3D interaktif. Dengan demikian, media AR untuk materi sistem ekskresi dinyatakan layak dan praktis digunakan
Pengembangan E-booklet Keanekaragaman Hayati Tumbuhan di Lingkungan Sekolah untuk Siswa Kelas X MAN 3 Banyuwangi Ahmad Dani Arisa; Ifa Muhimmatin; Dinicen Viclara
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2026): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v6i1.1087

Abstract

Keanekaragaman hayati menjadi salah satu topik penting dalam pembelajaran biologi sebab keterkaitannya yang erat dengan kondisi lingkungan di sekitar peserta didik. Lingkungan sekolah sendiri dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang memudahkan peserta didik memahami materi secara lebih konkret dan kontekstual. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-booklet keanekaragaman hayati tumbuhan yang berbasis lingkungan sekolah, sekaligus mengukur tingkat kevalidan dan kepraktisannya. Pengembangan media ini dilakukan menggunakan model ADDIE, yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation, dengan melibatkan 66 peserta didik dan 1 guru biologi sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, lembar validasi, serta angket respons pengguna. Hasil validasi menunjukkan persentase sebesar 89% dari ahli materi dan 93% dari ahli media, yang keduanya berada pada kategori sangat valid. Hasil uji kepraktisan menunjukkan skor sebesar 82,30% dan respons guru biologi sebesar 87%, yang keduanya tergolong sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-booklet yang dikembangkan valid dan praktis sebagai media pembelajaran biologi berbasis lingkungan sekolah
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Berprestasi Siswa SMA Pada Pembelajaran Biologi Materi Kingdom Animalia Desy Ayenx Aslami Pranada; Totok Hari Prasetio; Triana Kartika Santi
BIO EDUCATIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2026): BIOLOGIEI EDUCAȚIA JOURNAL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/be.v6i1.1090

Abstract

Media sosial kini banyak dimanfaatkan oleh peserta didik tidak hanya sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang berpotensi memengaruhi motivasi berprestasi siswa, khususnya dalam pembelajaran biologi. Namun, hasil penelitian terdahulu masih menunjukkan perbedaan temuan terkait efektivitas penggunaan media sosial dalam pembelajaran, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh penggunaan media sosial terhadap motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran biologi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design, melibatkan siswa kelas X SMA yang dibagi menjadi kelas eksperimen menggunakan empat platform media sosial (TikTok, WhatsApp, Instagram, dan YouTube) dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional, dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji homogenitas dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor motivasi berprestasi kelas eksperimen sebesar 45,96 lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 42,72 dengan nilai signifikansi 0,006 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran biologi, sehingga berpotensi dijadikan media pendukung pembelajaran apabila dikombinasikan dengan strategi pembelajaran yang tepat.