Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021"
:
15 Documents
clear
PEMETAAN VARIABEL-VARIABEL PEMBENTUK INDEKS DAYA SAING DAERAH MENGGUNAKAN METODE MICMAC
Hari Soesanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.112
Indeks daya saing daerah sebagai pembentuk indeks daya saing nasional sangat penting untuk diketahui oleh banyak pihak. Hal ini karena melalui indeks daya saing daerah dapat diketahui dimensi dan varibel yang memerlukan perhatian lebih. Saat ini, pemetaan indeks daya saing daerah sudah dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2019 dengan 4 kategori dan 12 varibel. Dari pemetaan tersebut menghasilkan kesimpulan dimensi yang paling berpengaruh yaitu ekosistem inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan varibel-varibel yang mempengaruhi daya saing daerah dengan metode analisis MICMAC sebagai komparasi awal dari laporan yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel kunci atau variabel penggerak yang menjadi pemicu daya saing daerah berkelanjutan yaitu terdiri dari dua variabel pada kategori faktor penguat, yaitu variabel kelembagaan dan infrastruktur; serta dua variabel pada kategori pasar yaitu variabel efisiensi pasar dan akses keuangan. ABSTRACT The regional competitiveness index, which forms the national competitiveness index, is significant to be recognized by many parties because the regional competitiveness index can identify dimensions and variables that require more attention. At present, the mapping of the regional competitiveness index was carried out by the Ministry of Research and Technology in 2019, resulting in 4 categories and 12 variables. This mapping concludes that the most influential dimension is the innovation ecosystem. This study aims to map the variables that affect regional competitiveness using the MICMAC analysis method as an initial comparison of the Ministry of Research and Technology reports. The results indicated that the key variables or driving variables that trigger sustainable regional competitiveness consist of two variables: the reinforcing factor category (institutional and infrastructure variables) and two variables in the market category (market efficiency and financial access variables).
PENGARUH AKSES TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TAHUN 2015-2019
Reza Septian Pradana
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.114
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi sumber daya baru bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan analisis data panel delapan kabupaten/ kota di Provinsi Banten tahun 2015-2019. Hasil estimasi dengan random effect model menunjukkan bahwa akses teknologi informasi dan komunikasi yang diukur dengan variabel persentase pengguna komputer, internet, dan telepon seluler secara signifikan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Banten. Dengan demikian, pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi pada seluruh kanupaten/ kota di Provinsi Banten disertai upaya peningkatan kualitas penduduk dan tenaga kerja dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. ABSTRACT Information and Communication Technology (ICT) has become a new resource for economic growth. This study aims to analyze the effect of access to information and communication technology (ICT) on economic growth in Banten Province. This study used panel data analysis of eight regencies/ cities in Banten Province period 2015-2019. The estimation results using the random effect model show that access to information and communication technology measured by the variable percentage of computer, internet, and cellular phone users has a significant positive effect on the economic growth of regencies/ cities in Banten Province. Thus, the government needs to improve information and communication technology infrastructure in all regencies/ cities in Banten Province along with efforts to improve the quality of the population and labors in the use of information and communication technology.
PENGARUH POTENSI PENERIMAAN PAJAK DAN RETRIBUSI TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA SERANG
Anis Masyruroh Masyruroh
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.116
Sumber Pendapatan Asli Daerah salah satunya adalah pajak dan retribusi, karena memiliki peran yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintah, baik dalam pembangunan maupun peningkatan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui pengaruh pajak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Serang, 2) Untuk mengetahui pengaruh retribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Serang. 2). 3) Untuk mengetahui pengaruh retribusi dan pajak daerah terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Serang. Data penelitian ini adalah data runtut waktu (time series). Data yang digunakan yaitu data sekunder tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Metode penelitian menggunakan metode kausatif, merupakan penelitian yang menganalisis pengaruh antara variabel dependen dan variable independen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Retribusi berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Serang karena nilai Sig sebesar 0,008 < dari 0,05, 2) Pajak Daerah berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Serang karena nilai Sig sebesar 0,027 < dari 0,05, 3) Retribusi Daerah dan Pajak Daerah secara bersama-sama berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Serang karena nilai bahwa nilai Sig. 0,047 < dari 0,05.
ANALISIS KETIMPANGAN DAN KLASIFIKASI PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI BANTEN TAHUN 2016-2020
Noviar Noviar
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.118
ABSTRAK Pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelenggarakan hampir seluruh fungsi pemerintahan telah menyebabkan kebijakan pembangunan ekonomi disetiap daerah berbeda, mengingat kemajuan dan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan perkapita di setiap wilayah juga berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat ketimpangan pembangunan ekonomi dan menentukan klasifikasi wilayah kabupaten/kota di Banten periode tahun 2016-2020 menggunakan pendekatan Indeks Williamson dan Tipologi Klassen. Dari hasil penghitungan Indeks Williamson selama tahun 2016-2020, menunjukkan angka indeks yang selalu berada diatas angka 0,7 dan mendekati angka 1, kondisi ini menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi antarkabupaten/kota di Provinsi Banten tidak merata dan terjadi ketimpangan yang cukup tinggi antarkabupaten/kota. Perbedaan konsentrasi kegiatan ekonomi wilayah menjadi salahsatu penyebab tingginya ketimpangan pembangunan ekonomi daerah. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis Tipologi Klassen, disimpulkan bahwa sebagian besar kabupaten/kota di Banten pada periode 2016-2020 termasuk klasifikasi daerah yang cepat berkembang, yaitu sebanyak 5 (lima) kabupaten/kota. Selain itu, ada satu daerah termasuk klasifikasi cepat maju dan tumbuh pesat, satu daerah termasuk klasifikasi daerah maju tetapi tertekan, bahkan masih ada daerah yang dibawah rata-rata Provinsi Banten yang masuk kategori daerah relatif tertinggal.
ANALISIS USAHATANI PORANG (Amorphophalus muelleri) DI KECAMATAN MANCAK, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN
Yunia Rahayuningsih
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.119
Tanaman porang memiliki nilai ekonomis tinggi yang potensial sebagai sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dan komoditas ekspor. Namun, salah satu kendala terbesar ekspor porang terletak pada keterbatasan pasokan bahan baku. Di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, porang sudah banyak dibudidayakan, akan tetapi masih banyak petani yang ragu untuk menanam porang dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha tani porang sehingga diketahui nilai efisiensi dan kelayakannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2021 di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Selanjutnya data dianalisis dengan rumusan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani porang di Kecamatan Mancak Kabupaten Serang sudah efisien dan layak dikembangkan dengan nilai R/C Ratio sebesar 3,72 yang artinya setiap 1 rupiah pengeluaran petani untuk usahatani porang, akan mendapatkan penerimaan sebesar 3,72 rupiah.
PEMETAAN VARIABEL-VARIABEL PEMBENTUK INDEKS DAYA SAING DAERAH MENGGUNAKAN METODE MICMAC
Soesanto, Hari
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.112
Indeks daya saing daerah sebagai pembentuk indeks daya saing nasional sangat penting untuk diketahui oleh banyak pihak. Hal ini karena melalui indeks daya saing daerah dapat diketahui dimensi dan varibel yang memerlukan perhatian lebih. Saat ini, pemetaan indeks daya saing daerah sudah dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2019 dengan 4 kategori dan 12 varibel. Dari pemetaan tersebut menghasilkan kesimpulan dimensi yang paling berpengaruh yaitu ekosistem inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan varibel-varibel yang mempengaruhi daya saing daerah dengan metode analisis MICMAC sebagai komparasi awal dari laporan yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel kunci atau variabel penggerak yang menjadi pemicu daya saing daerah berkelanjutan yaitu terdiri dari dua variabel pada kategori faktor penguat, yaitu variabel kelembagaan dan infrastruktur; serta dua variabel pada kategori pasar yaitu variabel efisiensi pasar dan akses keuangan. ABSTRACT The regional competitiveness index, which forms the national competitiveness index, is significant to be recognized by many parties because the regional competitiveness index can identify dimensions and variables that require more attention. At present, the mapping of the regional competitiveness index was carried out by the Ministry of Research and Technology in 2019, resulting in 4 categories and 12 variables. This mapping concludes that the most influential dimension is the innovation ecosystem. This study aims to map the variables that affect regional competitiveness using the MICMAC analysis method as an initial comparison of the Ministry of Research and Technology reports. The results indicated that the key variables or driving variables that trigger sustainable regional competitiveness consist of two variables: the reinforcing factor category (institutional and infrastructure variables) and two variables in the market category (market efficiency and financial access variables).
PENGARUH AKSES TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI BANTEN TAHUN 2015-2019
Pradana, Reza Septian
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.114
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi sumber daya baru bagi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan analisis data panel delapan kabupaten/ kota di Provinsi Banten tahun 2015-2019. Hasil estimasi dengan random effect model menunjukkan bahwa akses teknologi informasi dan komunikasi yang diukur dengan variabel persentase pengguna komputer, internet, dan telepon seluler secara signifikan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Banten. Dengan demikian, pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi pada seluruh kanupaten/ kota di Provinsi Banten disertai upaya peningkatan kualitas penduduk dan tenaga kerja dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. ABSTRACT Information and Communication Technology (ICT) has become a new resource for economic growth. This study aims to analyze the effect of access to information and communication technology (ICT) on economic growth in Banten Province. This study used panel data analysis of eight regencies/ cities in Banten Province period 2015-2019. The estimation results using the random effect model show that access to information and communication technology measured by the variable percentage of computer, internet, and cellular phone users has a significant positive effect on the economic growth of regencies/ cities in Banten Province. Thus, the government needs to improve information and communication technology infrastructure in all regencies/ cities in Banten Province along with efforts to improve the quality of the population and labors in the use of information and communication technology.
PENGARUH POTENSI PENERIMAAN PAJAK DAN RETRIBUSI TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KOTA SERANG
Masyruroh, Anis Masyruroh
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.116
One of the sources of local revenue is taxes and levies, because they have a very important role in government administration, both in development and in improving the community. This study aims 1). To determine the effect of taxes on increasing Serang City Original Revenue, 2) To determine the effect of levies on increasing Serang City Local Revenue. 2). 3) To determine the effect of levies and local taxes on increasing Serang City Original Regional Revenue. The data of this research are time series data. The data used are secondary data from 2015 to 2019. The research method uses the causative method, which is a study that analyzes the effect of the dependent variable and the independent variable. Data analysis in this study using multiple linear regression analysis. The results showed that 1) Retribution has an effect on the increase in Serang City Local Revenue because the Sig value is 0.008
ANALISIS KETIMPANGAN DAN KLASIFIKASI PEMBANGUNAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI BANTEN TAHUN 2016-2020
Noviar, Noviar
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.118
ABSTRAK Pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelenggarakan hampir seluruh fungsi pemerintahan telah menyebabkan kebijakan pembangunan ekonomi disetiap daerah berbeda, mengingat kemajuan dan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan perkapita di setiap wilayah juga berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat ketimpangan pembangunan ekonomi dan menentukan klasifikasi wilayah kabupaten/kota di Banten periode tahun 2016-2020 menggunakan pendekatan Indeks Williamson dan Tipologi Klassen. Dari hasil penghitungan Indeks Williamson selama tahun 2016-2020, menunjukkan angka indeks yang selalu berada diatas angka 0,7 dan mendekati angka 1, kondisi ini menunjukkan bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi antarkabupaten/kota di Provinsi Banten tidak merata dan terjadi ketimpangan yang cukup tinggi antarkabupaten/kota. Perbedaan konsentrasi kegiatan ekonomi wilayah menjadi salahsatu penyebab tingginya ketimpangan pembangunan ekonomi daerah. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis Tipologi Klassen, disimpulkan bahwa sebagian besar kabupaten/kota di Banten pada periode 2016-2020 termasuk klasifikasi daerah yang cepat berkembang, yaitu sebanyak 5 (lima) kabupaten/kota. Selain itu, ada satu daerah termasuk klasifikasi cepat maju dan tumbuh pesat, satu daerah termasuk klasifikasi daerah maju tetapi tertekan, bahkan masih ada daerah yang dibawah rata-rata Provinsi Banten yang masuk kategori daerah relatif tertinggal.
ANALISIS USAHATANI PORANG (Amorphophalus muelleri) DI KECAMATAN MANCAK, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTEN
Rahayuningsih, Yunia
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.119
The porang plant has a potential high economic value as a source of regional income and an export commodity. However, one of the biggest obstacles to porang exports lies in the limited supply of raw materials. In Mancak Subdistrict, Serang Regency, porang has been widely cultivated, but there are still many farmers who are hesitant to plant large amounts of porang. Therefore, this study aims to analyze the porang farming business so that its efficiency and feasibility values are known. The research was conducted in April-May 2021 in Mancak District, Serang Regency, Banten Province. The research method used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews and literature study. Furthermore, the data were analyzed by using the R/C Ratio formula. The results showed that porang farming in Mancak Subdistrict, Serang Regency is efficient and feasible to be developed with an R/C Ratio of 3.72, which means that every 1 rupiah of farmer expenditure for porang farming will get 3.72 rupiahs of revenue.