cover
Contact Name
-
Contact Email
edutrained@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
edutrained@gmail.com
Editorial Address
Jl. Temugiring, Banyumanik, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah 50264
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan
ISSN : 25810375     EISSN : 27210154     DOI : https://doi.org/10.37730/edutrained
Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan diterbitkan secara periodik dalam scope pembahasan tentang 1) Pendidikan dan Pelatihan bagi tenaga teknis dan administratif kependidikan seperti guru, tenaga kependidikan, laboran, kepala madrasah, pengawas, dosen, widyaiswara dan peneliti yang melingkupi topik pendekatan, model, strategi, inovasi pembelajaran dan peningkata kualitas pendidikan. 2) Pendidikan dan Pelatihan tenaga teknis keagamaan yaitu penyuluh, penghulu tenaga keagamaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji, zakat wakaf, kemasjidan, produk halal, hisab rukyat yang mencakup model, strategi, metode media dan inovasi kepenyuluhan kepenghuluan, haji, zakat dan wakaf dan aspek keagamaan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 83 Documents
Peran Penyuluh Agama Buddha dalam Penguatan Moderasi Beragama Marjianto .
Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37730/edutrained.v10i1.443

Abstract

This study explores the challenges and strategies of Buddhist religious instructors in promoting religious moderation in Central Java. Using a phenomenological qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and questionnaires involving 62 active instructors. The findings reveal five main dimensions of challenges: humanitarian, religious, national, cultural, and digital. In response, instructors employ various strategies, including community-based outreach, interfaith dialogue, the use of social media, and the internalization of Middle Way values from Buddhist teachings. These findings are examined through the lens of religious moderation theories, highlighting the gap between theoretical frameworks and digital-age complexities. The study emphasizes the importance of institutional support and the integration of multicultural values into public policy. Its main contribution lies in proposing a contextual, inclusive, and adaptive model of religious moderation for pluralistic societies
Implementasi Good Governance dalam Administrasi Pendidikan: Tinjauan Literatur Sistematis Surya Tarmiani
Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37730/edutrained.v10i1.450

Abstract

Penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) yang menganalisis implementasi prinsip-prinsip good governance dalam administrasi pendidikan pada era digital pasca-pandemi. Novelty kajian ini terletak pada tiga hal: (1) integrasi dimensi tata kelola digital sebagai dimensi kelima good governance pendidikan; (2) analisis komparatif hambatan struktural versus kultural antara negara berkembang dan maju; serta (3) konstruksi model konseptual lima dimensi governance berbasis sintesis lintas-studi. Melalui sintesis 35 sumber literatur (2014–2026) dengan protokol PRISMA, kajian ini menemukan bahwa transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan berkorelasi positif dengan mutu pendidikan. Hambatan implementasi berupa hambatan struktural (defisit infrastruktur, fragmentasi kebijakan) dan hambatan kultural (resistensi organisasi, compliance theater) berinteraksi membentuk lingkaran umpan balik negatif, terutama di negara berkembang. Implikasi praktis disajikan untuk empat kelompok pemangku kepentingan.
Paradoks Kebijakan Mutu Pesantren: Studi Kasus Implementasi Standar Mutu Pendidikan Nonformal Yayasan Al-Jamil Bambang Dwi Wijayanto
Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan dan Pelatihan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37730/edutrained.v10i1.453

Abstract

Abstract Strengthening the quality of pesantren education is an important part of human resource development toward Indonesia Emas 2045. This study aims to analyze the implementation gap of the 2024 Quality Standards for Nonformal Pesantren Education at Yayasan Al-Jamil and its implications for human resource development. A qualitative approach with a single-case study design was employed at three Yayasan Al-Jamil locations in East Kalimantan, South Jakarta, and Yogyakarta. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings show that the foundation demonstrates strength in curriculum and learning processes, yet still faces limitations in institutional and financing aspects. These findings indicate a pesantren quality policy paradox, namely normative recognition that is not fully followed by adequate material support. Therefore, more inclusive, adaptive, and output-based funding policies are needed for self-funded pesantren. Keywords: pesantren quality; nonformal Islamic education; policy implementation; self-funded pesantren; human resources.