cover
Contact Name
Suryaning Setyowati
Contact Email
suryaning.setyowati@ums.ac.id
Phone
+6285869463911
Journal Mail Official
suryaning.setyowati@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt. 5, Pabelan, Kartasura, Kab. Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur
ISSN : 14118912     EISSN : 27146251     DOI : https://www.doi.org/10.23917/sinektika
Core Subject : Art, Engineering,
SINEKTIKA: Jurnal Arsitektur is a scientific journal of the Architecture Department, Faculty of Engineering, Universitas Muhammadiyah Surakarta which focuses on delivering information on the results of scientific research conducted by researchers, especially in the field of architecture. The scientific articles in the scope of pure and applied sciences about architectural science including art & design, history & human behavior, technology, urban planning and the environment. Research results are scientific, critical and comprehensive on important and current issues covered in the field of architecture.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1: January 2025" : 15 Documents clear
Preferensi Pengunjung Terhadap Karakteristik Arsitektur Spot Foto Buatan pada Destinasi Hutan Pinus Mangunan: - Moedia, Nurul Izzah; Pramitasari, Diananta
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4698

Abstract

Pariwisata Indonesia berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi dalam era pariwisata 4.0.  Evolusi ini menuntut setiap bagian pada industri pariwisata untuk berperan aktif. Tidak hanya manusianya, melainkan destinasi wisata pun harus ikut beradaptasi. Pada pariwisata 4.0 ini ditetapkan Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai target pasar wisatawan, sehingga destinasi dan atraksi disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kedua generasi ini. Penelitian ini dilakukan di destinasi Hutan Pinus Mangunan yang sangat dikenal akan atraksi spot foto buatannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik arsitektur dari spot foto buatan yang ada dan mengeksplorasi preferensi wisatawan Generasi Z dan Generasi Milenial untuk mengetahui kebutuhan spot foto buatan dalam berwisata.  Metode yang digunakan yaitu observasi dan penyebaran kuesioner secara langsung kepada wisatawan, sehingga didapatkan 67 responden yang mewakili kedua generasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa wisatawan cenderung lebih menyukai spot foto yang harmonis dengan latar belakang alaminya, baik dari segi material, warna, tekstur dan skala tanpa menciptakan kontras yang berlebihan dengan sekitarnya. Selain itu, penting untuk spot foto buatan menggabungkan kecantikan spot foto buatan dengan view alami di belakangnya untuk menciptakan visualisai yang lebih menyatu. Adanya spot dengan bentuk beraturan dan simetris antara kedua sisinya juga menjadi pilihan favorit wisatawan Generasi Z dan Generasi Milenial untuk berfoto.
Analisis Potensi Penempatan Sky Bridge Stasiun Solo Balapan dengan Space Syntax Nugraha, Dwi Agung; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.4713

Abstract

Tingginya mobilitas dapat berdampak pada kepadatan arus lalu-lintas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah dengan  mendirikan infrastruktur pejalan kaki seperti trotoar sebagai jalur pejalan kaki dan jembatan penyeberangan orang atau JPO atau sky bridge. Apabila diamati fasilitas yang telah disediakan pemerintah untuk pejalan kaki tersebut masih kurang diminati oleh masyarakat. Kondisi tersebut terjadi juga di kawasan Stasiun Solo Balapan. Pengunaan fasilitas pejalan kaki seperti jalur pedestrian dan sky bridge sepi peminat.  Tujuan dari penulisan untuk mengetahui letak titik posisi yang berpotensi dalam penempatan sky bridge guna memperkuat interaksi sosial di lingkungan Kawasan Stasiun Solo Balapan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang bersifat eksperimental. Penempatan sky bridge ini dianalisis menggunakan analisis space syntax dengan menggunakan program DepthmapX. Program ini akan menghasilkan dari 3 poin berupa Connectivity, Integration, dan Intelligibility, sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian adalah, 1] Connectivity, terdapat variasi nilai connectivity di kawasan Stasiun Solo Balapan, dengan nilai minimum sebesar 3, nilai maksimum sebesar 167, dan rata-rata sebesar 40.4627. Jalan Gadjah Mada memiliki tingkat keterhubungan paling signifikan dengan jalan sekitarnya; 2] Integration, menunjukkan Jalan Gajah Mada Mongonsidi mendapatkan nilai tertinggi sebesar 2.37888, menandakan potensi destinasi tertinggi dan cocok untuk penempatan sky bridge; 3] Intelligibility, memiliki nilai yang rendah (0.336793), mengindikasikan bahwa struktur ruang secara keseluruhan sulit dipahami hanya dari pemahaman sebagian ruang.
Permanensi Kawasan Pusat Kota Banyuwangi Wijaya, Catherine Kirsten Eka; Sunaryo, Rony Gunawan; Hariyanto, Agus Dwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.5072

Abstract

Banyuwangi sebagai wilayah perkotaan memiliki perjalanan sejarah panjang,  dari wilayah Kerajaan Blambangan kemudian beralih menjadi  pos induk VoC di ujung timur Jawa di era kolonial. Banyuwangi selanjutnya menjadi kota pelabuhan dagang yang berlanjut hingga era kemerdekaan, hingga beralih kembali pada era pemerintahan Bupati Azwar Anas, Kota Banyuwangi ditetapkan salah satu visinya menjadi kota wisata. Hingga masa yang cukup lama elemen-elemen perkotaan Banyuwangi bersifat persisten, namun perubahan visi kota yang terakhir mendorong perubahan elemen-elemen perkotaan. Beberapa elemen persisten di pusat kota diubah dengan tren masa kini, sehingga karakter awalnya berubah atau hilang. Upaya pembaruan ini kontradiktif terhadap strategi pemanfaatan potensi sejarah perkotaan untuk pariwisata. Penelitian ini merupakan analisis urban tissue pusat kota Banyuwangi,  dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, mengidentifikasi elemen kota yang bertahan maupun yang punah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi permanensi elemen perkotaan Banyuwangi agar elemen-elemen yang memiliki signifikansi dalam morfologi dan sejarah transformasi  kota Banyuwangi dapat dikenali. Hasil penelitian terdapat dua puluh lima yang persisten dan delapan elemen yang punah. Sebagian besar elemen perkotaan yang persisten bernilai historis signifikan dan potensial dikembangkan menjadi bagian srategi wisata sejarah dan budaya perkotaan Banyuwangi.
Sense of Place pada Kawasan Baluwarti Surakarta Kinanti, Woro Utari Dwi; Ikaputra, Ikaputra
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.6353

Abstract

Setiap kota memiliki jati diri atau ciri-ciri masing-masing masyarakat dan lingkungan kotanya. Namun, seiring perkembangan zaman, ciri khas suatu kota yang menunjukkan identitas kota semakin tergerus oleh zaman. Berdasarkan SK Walikota Nomor 646/1-R/1/2013 Baluwarti merupakan kawasan bersejarah sehingga kawasan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi dan tentunya penting untuk menjaga dan melestarikan aspek-aspek fisik dan non-fisik pada kawasan Baluwarti. Seiring perkembangan waktu, kawasan Baluwarti telah mengalami perubahan bersamaan dengan perubahan tuntutan dan sistem kehidupan. Hal tersebut memungkinkan akan hilangnya keaslian dan identitas Baluwarti sebagai kawasan tradisional serta potensi historis bagi Kota Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sense of place pada kawasan bersejarah di kawasan Baluwarti berdasarkan persepsi masyarakat yang tinggal maupun berkunjung di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi lapangan dan wawancara. Partisipan dalam penelitian ini adalah warga setempat dan pengunjung datang berwisata ke Baluwarti. Variabel dalam penelitian ini menggunakan sense of place yaitu setting fisik, aktivitas dan makna. Hasil penelitian menunjukkan tempat-tempat yang memiliki sense of place pada kawasan Baluwarti sehingga dapat membentuk identitas kawasan.
Evaluation of Education Building Based on Healthy Building Aspects (Air Circulation, Humidity, Natural Light Intensity) Landrian, Lutfi; Maulina, Wilda; Nyssa, Amelia Rizyan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.vi.7248

Abstract

This study aims to evaluate the condition of building quality by using the main principles of healthy buildings. The main principles of a Healthy building should be in good condition in three aspects, there are air circulation (air velocity and air temperature), humidity, and natural light intensity. The evaluation was conducted at Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ), one of the Laboratory buildings at the Universitas Indonesia, Depok, Indonesia. The process is carried out by first analyzing the existing condition of the building and evaluating it with the standard of comfort in Standar Nasional Indonesia (SNI). Then it will be determined which parts need to be improved and continued with the intervention using simulation software Dialux, Ansys, and Revit. It was found that this building had shortcomings in all three aspects of the healthy building, such as humidity levels above the standard 40-60%, lack of natural air velocity for air circulation, high air temperature, and low natural light intensity in corridors and auditoriums. The results of interventions in all three aspects of health could increase by 66.5% in air velocity for air circulation, reduce 13.3% in humidity, and increase by 78.2% in natural light intensity aspects.

Page 2 of 2 | Total Record : 15