cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unw.ac.id
Phone
+6224-6925408
Journal Mail Official
lppm@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Ngablak, Gedanganak, Kec. Ungaran Timur., Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi
ISSN : -     EISSN : 27765865     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Economy,
JIBAKU (Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi) Universitas Ngudi Waluyo is an electronic international journal, provides a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to management.
Articles 94 Documents
Analisis Implementasi Green Economy pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Fenny Noor Salam; Dinda Ayu Izmi; Devi Trenggani
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5163

Abstract

The implementation of a green economy in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is a strategic step toward balancing economic growth and ensuring environmental sustainability. This study aims to analyze the influence of policy factors, technology and investment factors, and social and behavioral factors on the implementation of a green economy in MSMEs in Bandung Regency. A quantitative research approach was used. Data were collected through a questionnaire distributed to 100 MSME respondents selected using purposive sampling. Quantitative data analysis was conducted using multiple linear regression analysis with SPSS version 25. The results of the regression analysis indicate that Policy Factors (t = 3.603, p < 0.05), Technology and Investment Factors (t = 3.202, p < 0.05), and Social and Behavioral Factors (t = 2.584, p < 0.05) each have a positive and significant partial effect on the implementation of the green economy. The Policy Factor has a regression coefficient of 0.213, the Technology and Investment Factor of 0.297, and the Social and Behavioral Factor of 0.275. These findings confirm that synergy between supportive government regulations, readiness to adopt environmentally friendly technologies, capital support, and shifts in public consumption behavior are key to the success of the green transformation in the MSME sector.   Abstrak Implementasi green economy pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi langkah strategis dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Faktor Kebijakan, Faktor Teknologi dan Investasi, serta Faktor Sosial dan Perilaku terhadap Implementasi Green Economy pada UMKM di Kabupaten Bandung. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda melalui software SPSS versi 25. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Faktor Kebijakan (t = 3,603, p < 0,05), Faktor Teknologi dan Investasi (t = 3,202, p < 0,05), dan Faktor Sosial dan Perilaku (t = 2,584, p < 0,05) secara parsial memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Implementasi Green Economy. Faktor Kebijakan memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,213, Faktor Teknologi dan Investasi sebesar 0,297, serta Faktor Sosial dan Perilaku sebesar 0,275. Temuan ini menegaskan bahwa sinergi antara regulasi pemerintah yang suportif, kesiapan adopsi teknologi ramah lingkungan, dukungan modal, serta pergeseran perilaku konsumsi masyarakat menjadi kunci keberhasilan transformasi hijau pada sektor UMKM.
Analisis Kebutuhan Pelaku UMKM Desa terhadap Platform Pemasaran Produk Lokal Berbasis Peta dan Logistik Kolaboratif Setya Indah Isnawati; Irsal Fauzi; Ucta Pradema Sanjaya; Prieza Dheva Tanti
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5188

Abstract

Digital marketing for village products has become a strategic need for rural MSMEs to expand market access, increase product visibility, and strengthen the local economy. However, rural MSME actors still face several challenges, including limited digital promotion, the absence of integrated business location information, weak distribution coordination, and unstable internet connectivity. This study aims to analyze the needs of rural MSME actors for a map-based local product marketing platform integrated with collaborative logistics as a foundation for developing GeoDesaConnect. This research employed a descriptive qualitative approach and was conducted in Lerep Village, Sumogawe Village, and Bergas Kidul Village, Semarang Regency. Informants were selected through purposive sampling, consisting of MSME actors, village officials, BUMDes managers, tourism awareness groups, and MSME facilitators. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed using thematic analysis. The findings indicate that rural MSME actors need a platform that can provide product catalogs, map business locations, support market location recommendations, facilitate distribution coordination, and remain accessible under limited internet connectivity. The study concludes that GeoDesaConnect should be developed as a contextual, adaptive, inclusive, and user-need-based platform to support marketing, spatial mapping, collaborative logistics, and sustainable local economic development in rural areas.   Abstrak Digitalisasi pemasaran produk desa menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku UMKM desa untuk memperluas akses pasar, meningkatkan visibilitas produk, dan memperkuat ekonomi lokal. Namun, pelaku UMKM desa masih menghadapi kendala berupa keterbatasan promosi digital, belum terintegrasinya informasi lokasi usaha, lemahnya koordinasi distribusi, serta keterbatasan konektivitas internet. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pelaku UMKM desa terhadap platform pemasaran produk lokal berbasis peta dan logistik kolaboratif sebagai dasar pengembangan GeoDesaConnect. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi di Desa Lerep, Desa Sumogawe, dan Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang. Informan dipilih secara purposive, meliputi pelaku UMKM, perangkat desa, BUMDes, pokdarwis, dan pendamping UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM desa membutuhkan platform yang mampu menyajikan katalog produk, memetakan lokasi usaha, mendukung rekomendasi lokasi pasar, memfasilitasi koordinasi distribusi, serta tetap dapat digunakan pada kondisi jaringan terbatas. Kesimpulannya, GeoDesaConnect perlu dikembangkan sebagai platform yang kontekstual, adaptif, inklusif, dan berbasis kebutuhan riil pengguna, sehingga mampu mendukung pemasaran, pemetaan spasial, logistik kolaboratif, serta penguatan ekonomi lokal desa secara berkelanjutan.
Strategi Pengelolaan Karyawan dalam Meningkatkan Kinerja: Studi Kualitatif pada Staf Tenaga Kependidikan Bidang Administrasi, Umum, dan Keuangan Universitas Ngudi Waluyo Adi Purwanto; Fitriyanto; Setya Indah Isnawati
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5219

Abstract

Education personnel play a strategic role in supporting effective governance and service quality in higher education institutions. However, studies examining employee management strategies using the Ability, Motivation, Opportunity (AMO) framework remain limited, as previous research has predominantly focused on business and industrial sectors. This study aims to analyze employee management strategies for improving the performance of administrative, general affairs, and financial education personnel at Universitas Ngudi Waluyo based on the Ability–Motivation–Opportunity (AMO) framework. A qualitative approach with a case study design was employed. Thirteen informants, consisting of unit leaders and education personnel, were selected using purposive sampling based on their direct involvement in administrative, general affairs, and financial services. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and document analysis. The data were analyzed using thematic analysis through the stages of coding, theme development, theme review, and conclusion drawing. The trustworthiness of the findings was ensured through source and method triangulation as well as member checking. The findings reveal that the ability dimension was strengthened through competency-based job placement, training, mentoring, and the enhancement of digital competencies. The motivation dimension was fostered through clear job responsibilities, performance evaluation, constructive feedback, recognition, leadership support, and a conducive work environment. Meanwhile, the opportunity dimension was realized through staff involvement in coordination, problem-solving, decision-making, cross-functional collaboration, and the effective utilization of organizational facilities and information systems. These three dimensions complement one another in enhancing service quality, work accuracy, responsiveness, accountability, and the overall effectiveness of administrative services in higher education. This study extends the application of the AMO framework to the context of education personnel in higher education institutions and provides practical recommendations for university leaders in designing integrated human resource management strategies to improve organizational performance.   Abstrak Tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas tata kelola dan kualitas pelayanan perguruan tinggi. Meskipun demikian, kajian mengenai strategi pengelolaan tenaga kependidikan dengan menggunakan kerangka Ability, Motivation, Opportunity (AMO) masih relatif terbatas, karena sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada sektor bisnis dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan karyawan dalam meningkatkan kinerja staf tenaga kependidikan bidang administrasi, umum, dan keuangan Universitas Ngudi Waluyo berdasarkan kerangka Ability–Motivation–Opportunity (AMO). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sebanyak 13 informan yang terdiri atas pimpinan unit dan staf tenaga kependidikan dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pelayanan administrasi, umum, dan keuangan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengodean, pengembangan tema, peninjauan tema, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ability diwujudkan melalui penempatan pegawai sesuai kompetensi, pelatihan, pendampingan, serta penguatan kemampuan digital. Dimensi motivation dibangun melalui kejelasan pembagian tugas, evaluasi kinerja, umpan balik, penghargaan, dukungan pimpinan, dan lingkungan kerja yang kondusif. Sementara itu, dimensi opportunity diwujudkan melalui pelibatan staf dalam koordinasi, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, kerja sama lintas unit, serta pemanfaatan fasilitas dan sistem informasi organisasi. Ketiga dimensi tersebut saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, ketepatan kerja, responsivitas, akuntabilitas, dan efektivitas penyelenggaraan layanan administrasi perguruan tinggi. Penelitian ini memperluas penerapan teori AMO pada konteks tenaga kependidikan di perguruan tinggi serta memberikan rekomendasi bagi pimpinan perguruan tinggi dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang terintegrasi untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Analisis Faktor Penghambat Adopsi QRIS pada UMKM Kuliner Menggunakan Technology Acceptance Model dan Perancangan Prototype Panduan Digital Berbasis Human-Centered Design Sintya Angelina Situmorang; Nanang Hoesen Hidroes Abbrori
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5265

Abstract

The adoption of digital technology, particularly QRIS, still faces barriers among culinary MSMEs in Indonesia. This study aims to (1) analyze factors influencing QRIS adoption using the Technology Acceptance Model (TAM) and (2) design a digital guide prototype based on Human-Centered Design (HCD). A quantitative approach was used with Likert-scale questionnaires distributed to 112 respondents. Variables measured include four TAM components: perceived usefulness (PU, 5 items), perceived ease of use (PEOU, 4 items), behavioral intention to use (BI, 4 items), and actual system use (AU, 5 items). All variables are reliable (PU α=0.707; PEOU α=0.664; BI α=0.702; AU α=0.740). Multiple regression analysis showed that PEOU significantly affects BI (β = 0.524; p < 0.001), while PU does not (p = 0.120); BI significantly affects AU (β = 0.562; p < 0.001); PU (β = 0.467; p < 0.001) and PEOU (β = 0.310; p = 0.015) both significantly affect AU. A QRIS onboarding guide prototype was evaluated using the System Usability Scale (SUS) with 11 respondents, yielding a mean score of 81.59, classified as Good category. The HCD-based QRIS onboarding prototype received a mean System Usability Scale (SUS) score of 81.59, classified as Good (Bangor et al., 2008).   Abstrak Adopsi teknologi digital, khususnya QRIS, masih menghadapi hambatan di kalangan UMKM sektor kuliner Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi QRIS pada UMKM kuliner menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) dan (2) merancang prototipe panduan digital berbasis Human-Centered Design (HCD) sebagai solusi atas hambatan yang ditemukan. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan instrumen kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 112 responden pelaku UMKM kuliner. Variabel yang diukur mencakup empat komponen TAM: perceived usefulness (PU, 5 item), perceived ease of use (PEOU, 4 item), behavioral intention to use (BI, 4 item), dan actual system use (AU, 5 item). Hasil uji reliabilitas menunjukkan seluruh variabel reliabel (PU α=0,707; PEOU α=0,664; BI α=0,702; AU α=0,740). Analisis regresi berganda menggunakan IBM SPSS 25 menunjukkan bahwa: (1) PEOU berpengaruh signifikan terhadap BI (β = 0,524; p < 0,001), sedangkan PU tidak berpengaruh signifikan terhadap BI (p = 0,120); (2) BI berpengaruh signifikan terhadap AU (β = 0,562; p < 0,001); (3) PU berpengaruh signifikan terhadap AU (β = 0,467; p < 0,001) dan PEOU berpengaruh signifikan terhadap AU (β = 0,310; p = 0,015). Berdasarkan temuan tersebut, dirancang prototipe panduan onboarding QRIS yang dievaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 11 responden, menghasilkan skor rata-rata 81,59 dari 100 poin, termasuk kategori Good (Bangor et al., 2008). Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan adopsi QRIS di kalangan UMKM kuliner Indonesia.

Page 10 of 10 | Total Record : 94