cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@unw.ac.id
Phone
+6224-6925408
Journal Mail Official
lppm@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Ngablak, Gedanganak, Kec. Ungaran Timur., Kabupaten Semarang, Jawa Tengah 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen, dan Akuntansi
ISSN : -     EISSN : 27765865     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Economy,
JIBAKU (Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi) Universitas Ngudi Waluyo is an electronic international journal, provides a forum for publishing the original research articles, review articles from contributors, and the novel technology news related to management.
Articles 94 Documents
Menjembatani Konsep Akuntansi Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Digitalisasi : Perspektif Konsep pada Entitas Bisnis Andrianto; Muh. Nasruddin Darajat; Fathir Angga Saputra
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5099

Abstract

This study aims to develop a conceptual understanding of digitalization-based sustainable development accounting from a business entity perspective. Using an exploratory qualitative approach with a phenomenological design, this study examines the implementation of sustainability accounting practices and the role of digital technology in supporting their development. The findings indicate that sustainability accounting is still at an early stage, with limited integration of social and environmental information into conventional accounting systems. However, digitalization creates opportunities to improve data integration, real-time monitoring, and reporting accuracy. The study identifies three main drivers of digital-based sustainability accounting: organizational awareness of sustainability, the adoption of digital information systems, and increasing stakeholder demands for transparency and accountability. These findings contribute to developing a conceptual model integrating accounting, sustainability, and digitalization.   Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman konseptual tentang akuntansi pembangunan berkelanjutan berbasis digitalisasi dari perspektif entitas bisnis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan desain fenomenologis, studi ini meneliti implementasi praktik akuntansi keberlanjutan dan peran teknologi digital dalam mendukung pengembangannya. Temuan menunjukkan bahwa akuntansi keberlanjutan masih berada pada tahap awal, dengan integrasi informasi sosial dan lingkungan yang terbatas ke dalam sistem akuntansi konvensional. Namun, digitalisasi menciptakan peluang untuk meningkatkan integrasi data, pemantauan waktu nyata, dan akurasi pelaporan. Studi ini mengidentifikasi tiga pendorong utama akuntansi keberlanjutan berbasis digital: kesadaran organisasi akan keberlanjutan, adopsi sistem informasi digital, dan meningkatnya tuntutan pemangku kepentingan akan transparansi dan akuntabilitas. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model konseptual yang mengintegrasikan akuntansi, keberlanjutan, dan digitalisasi.
Pengaruh Literasi Keuangan, Norma Subjektif, Kontrol Perilaku, Fasilitas, dan Niat terhadap Penggunaan QRIS Generasi Z Tamara Oktaviani; Akhmad Afnan
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5101

Abstract

This study aims to analyze the main factors affecting QRIS usage among Generation Z in Indonesia. The rapid development of digital payment methods, particularly QRIS, underscores the importance of understanding the various factors that influence user behavior. In this study, the author employed a quantitative method, drawing on data from 346 generation Z respondents who had previously used QRIS. The analysis method used was partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). The findings reveal that subjective norms, enabling conditions, and intentions have a positive and significant influence on the use of QRIS. Conversely, financial literacy and behavioral control do not have a significant influence on QRIS usage. Results suggest that social factors, infrastructure support, and intention to use play a more significant role in promoting QRIS usage than individual competence factors. Thus, the growing use of QRIS among Generation Z is determined more by the social environment and support for access to technology than by individual financial literacy and behavioral self-control.   Abstrak Kajian ini bermaksud untuk menelaah determinan penggunaan QRIS pada gen Z di Indonesia. Perkembangan pembayaran digital yang pesat, khususnya QRIS, mendorong pentingnya pemahaman mengenai berbagai aspek yang memengaruhi perilaku pengguna. Pada kajian ini penulis menerapkan metode kuantitatif serta data yang diperoleh sebanyak 346 responden generasi Z serta pernah memakai QRIS. Teknik analisis menerapkan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan mengungkapkan norma subjektif, kondisi pemfasilitas, dan niat memengaruhi penggunaan QRIS secara positif dan signifikan. Tetapi literasi keuangan serta kontrol perilaku tidak memengaruhi penggunaan QRIS secara signifikan. Hasil mengindikasikan bahwa faktor sosial, dukungan fasilitas, dan niat memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan faktor kemampuan individu dalam mendorong penggunaan QRIS. Dengan demikian, peningkatan penggunaan QRIS pada Gen Z lebih banyak ditentukan oleh lingkungan sosial dan dukungan akses teknologi daripada tingkat literasi keuangan dan kontrol perilaku individu.
Pengaruh Dukungan Pemerintah, Pendidikan Kewirausahaan, Akses Teknologi, Faktor Sosial Budaya, dan Peluang Pasar Terhadap Minat Berwirausaha Startup (Studi pada Gen Z di Kota Kabupaten Probolinggo) Ummi Latifah; Wahyu Nofiyan Hadi; Umi Diantika Susilowati; Anisa Nurul Wilda; Moh. Fadel
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5104

Abstract

This study aims to analyze the influence of government support, entrepreneurship education, technology access, socio-cultural factors, and market opportunities on startup entrepreneurial intention among Generation Z in Probolinggo City and Regency. The study employed a quantitative approach with a descriptive and causal research design. Data were collected through structured questionnaires distributed to 200 respondents selected using purposive sampling. The results indicate that government support, entrepreneurship education, technology access, socio-cultural factors, and market opportunities significantly influence Generation Z's startup entrepreneurial intention. The main findings reveal that entrepreneurship education, technology access, and market opportunities are the most influential factors in fostering startup entrepreneurial intention among young people. Meanwhile, government support and socio-cultural factors also contribute positively to strengthening startup entrepreneurial intention. These findings highlight the importance of collaboration among government, higher education institutions, and industry in creating an adaptive and sustainable digital entrepreneurship ecosystem. The study implies that strengthening entrepreneurship education programs, expanding access to digital technology, and enhancing market opportunities should become strategic priorities to encourage the emergence of new startup entrepreneurs among Generation Z.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan pemerintah, pendidikan kewirausahaan, akses teknologi, faktor sosial budaya, dan peluang pasar terhadap minat berwirausaha startup pada Generasi Z di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan pemerintah, pendidikan kewirausahaan, akses teknologi, faktor sosial budaya, dan peluang pasar secara signifikan memengaruhi minat berwirausaha startup Generasi Z. Temuan utama menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan, akses teknologi, dan peluang pasar merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong minat berwirausaha startup. Sementara itu, dukungan pemerintah dan faktor sosial budaya juga memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan minat berwirausaha. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dalam membangun ekosistem kewirausahaan digital yang adaptif dan berkelanjutan. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan kewirausahaan, perluasan akses teknologi, dan peningkatan peluang pasar menjadi strategi utama dalam mendorong lahirnya wirausaha startup di kalangan Generasi Z.
Pengaruh Paparan Iklan, Risiko dan Keamanan Data Terhadap Keputusan Penggunaan Aplikasi Pinjaman Online pada Karyawan Pabrik Yanuarai Lase; Jaya Ramadaey Bangsa
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5106

Abstract

The increasing use of online loan applications among the public, including factory workers, has prompted the need for an in-depth study of the factors influencing user decisions, namely advertising exposure, potential risks, and the level of data security, which are key considerations in utilizing digital financial services. This study aims to analyze the influence of advertising exposure, risk, and data security on factory employees' decisions to use online loan applications. This study uses a quantitative approach, collecting data through questionnaires distributed to factory employees. The data obtained were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) to test the relationship between variables. The results show that advertising exposure and risk have a positive and significant influence on the decision to use online loan applications. Meanwhile, data security shows a significant negative influence on the decision to use online loan applications. The R-square value of 0.524 indicates that 52.4% of the variation in the decision to use online loan applications can be explained by advertising exposure, risk, and data security, while the remaining 47.6% is influenced by factors outside the research model. Based on these results, it can be concluded that advertising exposure, risk, and data security have a significant influence on the decision to use online loan applications among factory employees.   Abstrak Meningkatnya penggunaan aplikasi pinjaman online di kalangan masyarakat, termasuk karyawan pabrik, telah mendorong perlunya studi mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pengguna, yaitu paparan iklan, potensi risiko, dan tingkat keamanan data, yang merupakan pertimbangan utama dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan iklan, risiko, dan keamanan data terhadap keputusan karyawan pabrik dalam menggunakan aplikasi pinjaman online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada karyawan pabrik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan iklan dan risiko memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan untuk menggunakan aplikasi pinjaman online. Sementara itu, keamanan data menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan terhadap keputusan untuk menggunakan aplikasi pinjaman online. Nilai R-square sebesar 0,524 menunjukkan bahwa 52,4% variasi dalam keputusan untuk menggunakan aplikasi pinjaman online dapat dijelaskan oleh paparan iklan, risiko, dan keamanan data, sedangkan sisanya 47,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar model penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa paparan iklan, risiko, dan keamanan data memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk menggunakan aplikasi pinjaman online di kalangan karyawan pabrik.
Pengaruh E-service quality dan Digital After-Sales service terhadap Repurchase intention melalui Customer satisfaction RedSeller RedDoorz Naufal Zamzami; Fresha Kharisma; Achmad Fitro; Ratih Amelia
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5117

Abstract

The advancement of digital commerce requires e-commerce platforms to continuously improve service quality to maintain customer satisfaction and encourage repurchase intention. This study aims to examine the effects of E-service quality and Digital After-Sales service on Customer satisfaction and Repurchase intention among RedSeller RedDoorz agents. A quantitative approach was employed using the SEM-PLS method (SmartPLS 4) with 162 respondents selected through purposive sampling. The results indicate that E-service quality has a positive and significant effect on both Customer satisfaction and Repurchase intention. In contrast, Digital After-Sales service does not have a significant effect on Customer satisfaction but has a positive and significant effect on Repurchase intention. Customer satisfaction is also found to have a positive and significant effect on Repurchase intention. Furthermore, Customer satisfaction does not mediate the relationship between E-service quality and Repurchase intention, nor the relationship between Digital After-Sales service and Repurchase intention. These findings suggest that customers' repurchase intention toward RedSeller is influenced more directly by digital service quality and after-sales service than through customer satisfaction. Therefore, RedDoorz should continuously enhance its e-service quality and strengthen effective after-sales support to encourage sustainable service usage and customer retention.   Abstrak Kemajuan perdagangan digital mengharuskan platform e-commerce untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna mempertahankan kepuasan pelanggan dan mendorong niat pembelian kembali. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh E-service quality dan Digital After-Sales service terhadap Customer satisfaction serta Repurchase intention pada agen RedSeller RedDoorz. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS (SmartPLS 4) terhadap 162 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer satisfaction dan Repurchase intention. Sebaliknya, Digital After-Sales service tidak berpengaruh signifikan terhadap Customer satisfaction, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase intention. Customer satisfaction juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase intention. Selain itu, Customer satisfaction tidak mampu memediasi pengaruh E-service quality maupun Digital After-Sales service terhadap Repurchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa niat pembelian kembali pelanggan RedSeller lebih banyak dipengaruhi secara langsung oleh kualitas layanan digital dan layanan purna jual dibandingkan melalui mekanisme kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, RedDoorz perlu terus meningkatkan kualitas e-service dan efektivitas layanan after-sales untuk mendorong penggunaan layanan secara berkelanjutan.  
Pengaruh Green Accounting, Environmental Performance, dan Leverage terhadap Profitabilitas dengan Firm Size sebagai Variabel Moderasi Dwi Putri Nadiatul Maula; Iva Sofi Gunawati
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5118

Abstract

This study was conducted to examine the relationship between green accounting, environmental performance, and leverage on profitability with firm size as a moderating variable in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020–2024 period. The study was motivated by increasing regulatory pressure and environmental sustainability demands on energy sector companies that have high environmental risks. This research employed a quantitative approach with an explanatory research design. The total observations consisted of 120 data obtained from 24 companies selected using purposive sampling techniques. Data analysis was carried out using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) and Moderated Regression Analysis (MRA) u of EViews 12 software. The results indicate that the implementation of green accounting and environmental performance does not have a significant effect on company profitability. Meanwhile, leverage has a significant negative effect on company profitability. In addition, firm size is unable to moderate the effect of green accounting, environmental performance, and leverage on company profitability.   Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menguji hubungan green accounting, environmental performance, dan leverage terhadap profitabilitas dengan firm size sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang tergabung dalam Bursa Efek Idonesia (BEI) periode 2020-2024. Penelitian ini dilakukan karena adanya peningkatan tekanan regulasi dan tuntutan keberlanjutan lingkungan pada perusahaan sektor energi yang memiliki risiko lingkungan yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian explanatory research. Jumlah observasi sebanyak 120 data dari 24 perusahaan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi data panel menggunakan model Fixed Effect Model (FEM) serta uji Moderated Regression Analysis (MRA) dengan menggunakan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan green accounting, environmental performance, tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Sedangkan leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Selain itu, firm size tidak dapat dapat memoderasi pengaruh green accounting, environmental performance, dan leverage terhadap profitabilitas perusahaan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Persepsi Harga Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Customer Experience Pondok Keluarga Osamaliki Salatiga Nurhayati; Yanuar Surya Putra
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5119

Abstract

Intensifying competition in the accommodation sector requires business operators to not only offer competitive pricing but also deliver superior service quality in order to create positive and sustainable customer experiences. This study aims to examine the effect of service quality and price perception on customer loyalty through customer experience at Pondok Keluarga Osamaliki Salatiga. This research employs a quantitative approach using a causal associative method. The sampling technique applied was purposive sampling, involving 98 respondents who had stayed at the accommodation at least once. Primary data were collected through a structured questionnaire that had passed validity and reliability testing. Data analysis was conducted using multiple linear regression and path analysis. The results indicate that service quality and price perception have a positive and significant effect on customer experience. Furthermore, service quality, price perception, and customer experience significantly influence customer loyalty, both partially and simultaneously. Customer experience demonstrates the strongest influence on customer loyalty. Path analysis reveals that customer experience acts as a partial mediator in the relationship between service quality and price perception on customer loyalty. Empirically, the total effect of service quality on customer loyalty is greater than that of price perception. These findings highlight the strategic importance of managing service quality that consistently enhances customer experience in fostering long-term customer loyalty within the family accommodation sector.   Abstrak Persaingan pada sektor akomodasi menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya menawarkan harga yang kompetitif, tetapi juga mampu memberikan kualitas pelayanan yang unggul guna menciptakan pengalaman pelanggan yang positif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan melalui customer experience pada Pondok Keluarga Osamaliki Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 98 tamu yang pernah menginap minimal satu kali. Data primer diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan analisis jalur (path). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer experience. Selain itu, kualitas pelayanan, persepsi harga, dan customer experience terbukti berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Customer experience memiliki pengaruh paling dominan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa customer experience berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan. Secara empiris, pengaruh total kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan lebih besar dibandingkan persepsi harga. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan kualitas pelayanan yang konsisten dan berorientasi pada pengalaman pelanggan merupakan strategi penting dalam membangun loyalitas pelanggan jangka panjang pada sektor akomodasi keluarga.
Inovasi Teknologi sebagai Pemoderasi Pengaruh Struktur Modal dan Komisaris Independen terhadap Kinerja Keuangan Khoirunnisa Firdarini; Manendha Maganitri Kundhala
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5123

Abstract

This study aims to examine the role of technological innovation in moderating the influence of capital structure and independent commissioners on financial performance. This study uses the population of consumer goods industries listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2021-2024 amounting to 210. These types of companies were chosen because they have a high sensitivity to economic volatility such as inflation and recession. The final sample obtained was 128 using the purposive sampling method. Multiple linear regression tests using SPSS were used to test the hypotheses. The results of this study show that capital structure has a negative effect on financial performance, independent commissioners have no effect on financial performance, technological innovation moderates the influence of capital structure on financial performance, and technological innovation moderates the influence of independent commissioners on financial performance. The conclusion obtained is that technological innovation can reduce the negative effects of leverage by improving the effectiveness of operational activities and assisting independent commissioners in reducing the asymmetry of the company's financial information, thereby enhancing the company's financial performance.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran inovasi teknologi dalam memoderasi pengaruh struktur modal dan komisaris independen terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan pupulasi industri consumer goods yang terdaftar di BEI pada tahun 2021-2024 sebanyak 210. Jenis perusahaan ini dipilih karena memiliki tingkat sensitivitas tinggi terhadap volatilitas ekonomi seperti inflasi dan resesi. Sampel final yang didapatkan sebesar 128 dengan menggunakan purposive sampling method. Uji regresi linier berganda SPSS digunakan dalam pengujian hipotesis. Hasil pengujian penelitian ini membuktikan bahwa struktur modal berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan, komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, inovasi teknologi memoderasi pengaruh struktur modal terhadap kinerja keuangan dan inovasi teknologi memoderasi pengaruh komisaris independen terhadap kinerja keuangan. Kesimpulan yang diperoleh adalah inovasi teknologi mampu mengurang efek negatif leverage dengan meningkatkan efektivitas kegiatan operasional dan membantu komisaris independen dalam mengurangi asimetri informasi keuangan perusahaan sehingga meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Mekanisme Tata Kelola Perusahaan dan Financial Distress: Bukti Empiris pada Perbankan Indonesia Richatul Jannah; Rischa Inung Fauziah; Andre Yulian Hidayat; Tiara Saharani Fatimah; Aulia Dewi Puspita
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5124

Abstract

The achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) requires companies to maintain financial integrity as part of their efforts to ensure business sustainability, particularly in the banking sector, which is characterized by high complexity and risk. Weak financial integrity may increase the potential for fraud and financial distress. Therefore, the implementation of effective corporate governance mechanisms through managerial ownership, internal audit, and whistleblowing systems is essential as a means of detecting and preventing fraud while maintaining financial stability. This study examines the effect of managerial ownership, internal audit, and whistleblowing systems on financial distress, which serves as a proxy for fraud risk and corporate financial integrity. Using an exploratory quantitative approach, this study analyzes banking sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019–2023 period. A total of 33 observations were analyzed using panel data regression with the Random Effect Model (REM). The findings show that the whistleblowing system significantly reduces the risk of financial distress. In contrast, managerial ownership and internal audit do not show statistically significant effects, although the direction of their relationships is consistent with corporate governance theory. These findings indicate that strengthening the whistleblowing system is important for banking companies to reduce the risk of financial distress and maintain financial integrity.   Abstrak Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut perusahaan untuk menjaga integritas keuangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keberlanjutan usaha, khususnya pada sektor perbankan yang memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi. Lemahnya integritas keuangan dapat meningkatkan potensi terjadinya fraud dan kesulitan keuangan (financial distress). Oleh karena itu, penerapan mekanisme tata kelola perusahaan yang efektif melalui kepemilikan manajerial, audit internal, dan whistleblowing system menjadi penting sebagai sarana deteksi dan pencegahan fraud guna menjaga stabilitas keuangan. Studi ini meneliti dampak kepemilikan manajerial, audit internal, dan whistleblowing system terhadap financial distress, yang berfungsi sebagai proksi untuk risiko fraud dan integritas keuangan perusahaan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif, studi ini menganalisis perusahaan-perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama periode 2019–2023. Sebanyak 33 unit observasi dianalisis menggunakan regresi data panel dengan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa whistleblowing system secara signifikan mengurangi risiko financial distress. Sebaliknya, kepemilikan manajerial dan audit internal tidak menunjukkan efek yang signifikan secara statistik, meskipun hubungan arahnya selaras dengan teori tata kelola perusahaan. Temuan ini menunjukkan penguatan whistleblowing system penting dilakukan oleh perusahaan perbankan untuk menekan risiko financial distress dan menjaga integritas keuangan.  
Menavigasi Inovasi di Era Manufaktur Cerdas: Bagaimana Budaya Organisasi dan Modal Intelektual Memediasi Pengaruh Berbagi Pengetahuan terhadap Perilaku Inovatif Kusuma Dwi Wikka Kukuh Satrianto; Fudji Sri Mar’ati; Jaya Ramadaey Bangsa; Hardi Utomo
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5125

Abstract

The development of the manufacturing industry in the era of smart manufacturing requires stronger knowledge-based innovation capabilities to sustain organizational competitiveness, where innovation is not only determined by the availability of knowledge but also by how knowledge is shared and internalized within the organization. This study aims to examine the effect of knowledge sharing on innovative behavior with intellectual capital and organizational culture as mediating variables among manufacturing employees in Central Java, Indonesia. A quantitative approach was employed using a survey method involving 195 respondents, with data collected through a structured questionnaire based on a 1–5 Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (PLS-SEM). The results indicate that knowledge sharing has a significant positive effect on intellectual capital, organizational culture, and innovative behavior. Furthermore, intellectual capital and organizational culture are found to significantly mediate the relationship between knowledge sharing and innovative behavior. These findings highlight that strengthening knowledge sharing practices, supported by robust intellectual capital and a conducive organizational culture, is a key driver in enhancing employees’ innovative behavior in the manufacturing sector.   Abstrak Perkembangan industri manufaktur di era manufaktur cerdas menuntut peningkatan kemampuan inovasi berbasis pengetahuan untuk menjaga daya saing organisasi, di mana inovasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pengetahuan tetapi juga oleh bagaimana pengetahuan tersebut dibagikan dan diinternalisasi dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh knowledge sharing terhadap innovative behavior dengan intellectual capital dan organizational culture sebagai variabel mediasi pada karyawan perusahaan manufaktur di Jawa Tengah, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 195 responden dan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert 1–5 yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap intellectual capital, organizational culture, dan innovative behavior, serta intellectual capital dan organizational culture terbukti memediasi hubungan tersebut secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan praktik knowledge sharing yang didukung oleh intellectual capital dan budaya organisasi yang kondusif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan perilaku inovatif karyawan di industri manufaktur.

Page 8 of 10 | Total Record : 94