cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 10 (2023)" : 63 Documents clear
Pengaruh Fisioterapi Dada Terhadap Volume Tidal Pada Anak Bronkopneumonia Yang Terpasang Ventilasi Mekanik Rahmadia Sari; Deswita; Arif Rohman Mansur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan ventilasi mekanik dapat meningkatkan pembentukan sekresi di paru-paru dan imobilisasi sekret yang terkumpul di jalan nafas dapat mengganggu proses pertukaran gas. Masalah ini dapat diatasi dengan fisioterapi dada. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap volume tidal  anak dengan bronkopneumonia yang terpasang ventilasi mekanik. Metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental without comparison group. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata volume tidal sebelum diberikan fisioterapi dada adalah 72,15 dan setelah diberikan fisioterapi dada adalah 93,85. Hasil uji bivariate didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dimana terdapat pengaruh fisioterapi dada terhadap volume tidal pada anak  bronkopneumonia terpasang ventilasi mekanik. Fisioterapi dada dapat dijadikan sebagai standar prosedur operasional (SOP) rumah sakit untuk mengurangi sekret dan meningkatkan volume tidal pada anak yang terpasang ventilasi mekanik.
Hubungan Sikap Pencegahan Gastritis Dengan Pola Makan Pada Remaja Di Lingkungan MTs Tanwiriyyah Kec. Karang Tengah Kab. Cianjur Tahun 2022 M. Rizky Listiansyah; Sancka Stella G. Sihura; Agus Purnama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan peradangan yang mengenai mukosa lambung, Gastritis biasanya diawali oleh pola makan yang tidak teratur sehingga lambung menjadi sensitif bila asam lambung meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan sikap pencegahan gastritis dengan pola makan pada remaja di lingkungan MTS Tanwiriyyah Kec. Karang tengah Kab. Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode korelasional dengan pendekataan Cross Sectional. Penelitian ini menggunakan data primer untuk mengetahui Hubungan sikap pencegahan gastritis dengan pola makan pada remaja, dengan populasi pada penelitian ini berjumlah 221 Siswa-Siswi, 85 Siswa, 136 Siswi di kelas IX MTS Tanwiriyyah Cianjur, peneliti mengambil sampel sebanyak 142 responden terdiri dari 46 siswa dan 96 siswi. Hasil uji Chi-Square di penelitian ini adalah dapat dilihat bahwa sebagian besar responden memiliki sikap pencegahan gastritis dan pola makan yang kurang baik. Dari nilai p-value yang didapatkan adalah 0,000 yaitu lebih kecil dari 0,05
Penerapan Terapi Afirmasi Positif Terhadap Quality of Life Pasien Harga Diri Rendah Diruang Srikandi Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta Narisa Wahyu Surantini; Norman Wijaya Gati; Suyatno
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga diri rendah adalah perasaan negatif terhadap dirinya sendiri menyebabkan kehilangan rasa percaya diri, pesimis, dan tidak berharga di kehidupan. Kualitas hidup yang tidak baik sering dikaitkan dengan perasaan tertekan, kurangnya kontrol atas gejala yang timbul dan kehidupan individu, maka kualitas hidup akan menyebabkan seseorang menderita harga diri rendah yang beresiko muncul masalah gangguan jiwa lain. Salah satu terapi generalis yang dapat menjadi terapi untuk pasien harga diri rendah yaitu terapi afirmasi positif yang mampu meningkatkan kualitas hidup. Tujuan : Mengetahui hasil implementasi Penerapan Terapi Afirmasi Positif Terhadap Quality Of Life Pasien Harga Diri Rendah. Metode : Jenis penelitian ini studi kasus yang menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan alat ukur WHOQOL dan SOP afirmasi positif. Hasil : Kualitas hidup sebelum dilakukan terapi afirmasi positif pada kedua responden termasuk dalam kualitas hidup sedang, kualitas hidup setelah dilakukan terapi afirmasi positif termasuk kualitas baik dan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kualitas hidup pada responden dengan kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapi afirmasi positif. Kesimpulan : Terdapat peningkatan perkembangan pada responden dengan kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan intervensi terapi afirmasi positif pada pasien harga diri rendah
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dan Kinerja Tenaga Kesehatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Bpjs Rawat Jalan Di Puskesmas Panti Kabupaten Jember Anton Setyawan Saputra; Sunanto; Ro’isah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu pelayanan dan kinerja kesehatan merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kepuasan pasien BPJS. BPJS Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan, pemerintah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Penelitan dilakukan pada tanggal 12- 17 Oktober tahun 2022 dengan popualsi sebanyak 70 responden. Hasil perhitungan rumus sampel didapatkan 59 responden sebagai sampel. Teknik penelitian menggunakan accidental sampling. Data diambil dengan menggunakan kuestioner. Uji statistik menggunakan Regresi Logistik Ordinal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dari 59 responden sebanyak 44 responden (74.6%) menyatakan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Panti sudah baik, sebanyak 42 responden (71.2%) menyatakan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas panti rsudah baik, sebanyak 40 responden (67.8%) menyatakan cukup puas terhadap mutu pelayanan dan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Panti. Hasil Uji statistik menyimpulkan bahwa Terdapat hubungan kinerja tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasaan pasien BPJS Rawat Jalan di Puskesmas dengan nilai p value 0.007< 0.05, sedangkan tidak terdapat hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien dengan nilai p value 0.96 > 0.05. Dari hasil penelitian diharapkan Pueksemas Panti untuk lebih meningkatkan Semua Kinerja Tenaga kesehatan sehinggua mutu pelayanan kesehatan dan tingkat kepuasan pasien menjadi lebih baik daripada sebelumnya
Analisis Pola Asuh Orang Tua Dengan Keberhasilan Toilet Training Pada Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Tahun 2023 Rischa Hamdanesti; Afzahul Rahmi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toilet training secara umum dapat dilaksanakan pada semua anak yang sudah memulai memasuki fase kemandirian pada anak. Suksesnya toilet training tergantung pada kesiapan yang ada pada diri anak, orang tua dan keluarga, seperti kesiapan fisik, dimana kemampuan anak secara fisik sudah kuat atau mampu. Berdasarkan observasi yang dilakukan bulan maret 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas, terdapat 48 anak balita, ditemukan fakta dan permasalahan masih ada anak yang menggunakan pempers, serta anak belum bisa mengatakan pipis dan pup. Orang tua yang santai atau membiarkan anak serta tidak memberikan aturan yang mengajarkan anak untuk toilet training, dampaknya anak terbiasa untuk pipis dan pup dalam celana. Jadi pola asuh orang tua yang bermacam-macam otoriter, permisif dan demokratis bisa dilaksanakan dengan baik untuk memberikan pemahaman tentang toilet training pada orang tua supaya toilet training bisa berhasil diajarkan pada anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian ini cross sectional study. Terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan Toilet training pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dengan nilai ???? = 0,001 < ???? = 0,05. Saran bagi institusi pendidikan agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan tambahan dokumentasi ilmiah, diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran dan sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya, Bagi orang tua, peneliti berharap agar hasil penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan pada orang tua tentang pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training dan orang tua mampu menerapkan toilet training pada anak dengan baik dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar bisa lebih luas lagi dalam hal ruang lingkup penelitiannya seperti menambahkan jumlah sampel penelitian dan desain penelitian.
Hubungan Health Belief Model Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Dm Tipe II Di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo Fajriatul Maulidah; Mariani; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah global, dimana banyak menimbulkan komplikasi. Salah satu perilaku pengendalian DM yaitu kepatuhan minum obat. Health Belief Model diasumsikan dapat menjelaskan alasan perilaku ketidakpatuhan penderita DM dalam melakukan penalaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Health Belief Model Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita DM tipe II di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo.Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi Seluruh penderita DM tipe II di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo berjumlah 71 orang, penentuan sampel menggunakan tekhnik Purposive sampling sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner Health Belief Model dan Kepatuhan Minum Obat. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Health Belief Model Penderita DM tipe II yang terbanyak adalah kelompok Health Belief Model baik yaitu sejumlah 22 responden (36,7%). Kepatuhan Minum Obat Penderita DM tipe II yang terbanyak adalah kelompok kepatuhan minum obat tinggi sebanyak 24 responden (40,0%). hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Health Belief Model Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita DM tipe II di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo nilai yaitu p=0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,000 ≤α 0,05).Melibatkan peran anggota keluarga sebagai pengawas minum obat, dan monitoring kepatuhan. Menciptakan persepsi penderita yang benar yaitu dari segi persepsi ancaman terhadap penyakit DM tipe II, serta persepsi manfaat dan persepsi hambatan dalam minum obat melalui promosi kesehatan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, agar kepatuhan akan pengobatan khususnya minum obat dapat meningkat, seperti diingatkan minum obat, ditemani ke fasilitas kesehatan, diperhatikan apabila mengalami keluhan, membawa obat diabetes apabila bepergian, dan diingatkan untuk melakukan check up kesehatan.
Hubungan Efikasi Diri Dan Koping Perawat Dengan Burnout Perawat Di UPTD Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo Setyowati; Rizka Yunita; Achmad Kusyairi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat merupakan profesi yang memiliki risiko mengalami burnout. Hal ini dikarenakan tugas rutin dan tuntutan pekerjaan untuk bertindak cepat dalam upaya penyelamatan pasien, Perawat yang memiliki efikasi diri tinggi dak koping yang baik akan mampu mengatasi kelelahan/burnout yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Efikasi Diri Dan Koping Perawat Dengan Burnout Perawat di UPTD Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo.Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi perawat di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo berjumlah 31 orang, penentuan sampel menggunakan tekhnik Total sampling sebanyak 31 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner efikasi diri, koping perwat dan burnout perawat. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efikasi Diri yang terbanyak adalah kelompok kelompok Efikasi diri tinggi yaitu sejumlah 14 responden (45,2%). Koping Perawat yang terbanyak adalah kelompok Koping perawat sedang sebanyak 14 responden (45,2%). Burnout Perawat yang terbanyak adalah kelompok Burnout perawat rendah sebanyak 15 responden (48,4%). hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Hubungan Efikasi Diri dengan Burnout Perawat di UPTD Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo, nilai yaitu p=0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,000 ≤α 0,05). Dan ada Hubungan koping perawat dengan Burnout Perawat di UPTD Didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000 dengan tingkat signifikansi α=0,05 (p<α=0,05).Untuk menghindari terjadi burnout pada perawat, pihak puskesmas diharapkan mampu merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan tujuan meningkatkan hasil karya dan prestasi, Sehingga puskesmas akan mempunyai tenaga yang cakap dan terampil untuk pengembangan pelayanan keperawatan dimasa depan
Hubungan Dukungan Emosional Keluarga Dengan Psychological Well-Being Pada Pasien Pasca Stroke Di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo Siti Walidah Dewi Murni; Rizka Yunita; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke menjadi masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Stroke memerlukan perawatan jangka panjang untuk membantu penderitanya benar-benar pulih. Pentingnya dukungan emosional keluarga dalam proses permulihan agar Psychological Well-being dan kualitas hidup pasien pasca stroke tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Dukungan Emosional Keluarga dengan Psychological Well-being pada Pasien Pasca Stroke di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo.Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi Seluruh pasien pasca stroke di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo berjumlah 32 orang, penentuan sampel menggunakan tekhnik Total sampling sebanyak 32 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dukungan emosinal keluarga dan Psychological Well-being. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dukungan Emosional Keluarga yang terbanyak adalah kelompok dukungan emosional keluarga sedang yaitu sejumlah 17 responden (53,1%).Psychological Well-being pada Pasien Pasca Stroke yang terbanyak adalah kelompok Psychological Well-being sedang sebanyak 12 responden (37,5%). hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Dukungan Emosional Keluarga dengan Psychological Well-being pada Pasien Pasca Stroke di Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo nilai yaitu p=0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,000 ≤α 0,05).Dukungan emosional keluarga mempunyai peranan penting khususnya pada pasien pasca stroke karena menyangkut kesejahteraan psikologis yang dapat meningkatkan motivasi penderita untuk sembuh, hal ini dikarenakan dukungan emosional keluarga mencakup ungkapan empati, kepedulian, dan perhatian terhadap penderita pasca stroke yang di berikan keluarga selaku pihak yang paling dipercaya oleh penderita
Pengaruh Konseling Kesehatan Jiwa Terhadap Kepatuhan Minum Obat Dan Kekambuhan Schizophrenia Terkontrol Di Wilayah Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo Hosni Surdiansyah Hidayat; Achmad Kusyairi; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizophrenia merupakan gangguan mental berat, cara mengatasi kekambuhan penderita Schizophrenia dengan kepatuhan minum obat. Konseling kesehatan jiwa dapat memberikan informasi untuk mencegah perilaku yang tidak sehat atau mencegah timbulnya masalah. Penenlitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Konseling Kesehatan Jiwa Terhadap Kepatuhan Minum Obat Dan Kekambuhan Schizophrenia Terkontrol Di Wilayah Puskesmas Ketapang Kota Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pre-post design. Populasi sebanyak 49 responden dan sampel sebanyak 44 responden yang memenuhi syarat inklusi penelitian, dipilih melalui tekhnik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner penilaian kepatuhan minum obat, lembar observasi kekambuhan Schizophrenia, serta modul konseling kesehatan jiwa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini menunjukkan kepatuhan minum obat sebelum konseling kesehatan jiwa yang terbanyak adalah kepatuhan minum obat sedang yaitu sejumlah 20 responden (45.5%), kekambuhan pasien Schizophrenia sebelum konseling kesehatan jiwa yang terbanyak adalah tidak kambuh sebanyak 23 responden (52.3%), kepatuhan minum obat setelah konseling kesehatan jiwa yang terbanyak adalah tinggi yaitu sejumlah 23 responden (52.3%), kekambuhan setelah konseling kesehatan jiwa yang terbanyak adalah tidak kambuh yaitu sejumlah 36 responden (81.8%). Hasil uji analisis didapatkan Ada Pengaruh Konseling Kesehatan Jiwa Terhadap Kepatuhan Minum Obat dengan Nilai ρ Value= 0,000, dan Ada Pengaruh Konseling Kesehatan Jiwa Terhadap pada pasien Schizophrenia Terkontrol dengan Nilai ρ Value = 0,002. Dapat disimpulkan Nilai ρ Value < 0,05. Konseling kesehatan jiwa dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi dalam asuhan keperawatan untuk mengatasi ketidakpatuhan minum obat dan mencegah kekambuhan. Intervensi ini dapat membantu seseorang dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan perasaan, emosi, sosial, dan perilaku
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Ketuntasan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Pada Kasus Kontak Erat Pasien TBC Paru Di Puskesmas Sukabumi Kota Probolinggo Linda Agustin; Iin Aini Isnawati; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Keluarga merupakan unit masyarakat terkecil yang dapat sangat beresiko lebih cepat dalam penularan penyakit. Pemberian TPT diharapkan dapat mencegah seseorang beresiko tertular TBC paru, memutus mata rantai penularan TBC paru, Dukungan keluarga sangat mempengaruhi dalam ketuntutasa pemberian TPT ini Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Dukungan Keluarga Dengan Ketuntasan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis(TPT) Pada kasus Kontak Erat Pasien TBC Paru di Puskesmas Sukabumi Kota Probolinggo. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi Seluruh anggota keluarga Kontak Erat Pasien TBC Paru di Puskesmas Sukabumi Kota Probolinggo berjumlah 31 orang, penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling sebanyak 31 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dukungan keluarga dan lembar observasi ketuntasan pemberian TPT. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dukungan Keluarga Pada Kasus Kontak Erat Pasien TBC Paru sebagian besar adalah Dukungan Keluarga sedang yaitu sejumlah 14 responden (45,2%), Ketuntasan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Pada Kasus Kontak Erat Pasien TBC Paru Sebagian tuntas sebanyak 20 responden (64,5%),hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test ada Hubungan Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Ketuntasan Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Pada Kasus Kontak Erat Pasien TBC Paru di Puskesmas Sukabumi Kota Probolinggo, nilai yaitu p=0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,000 ≤α 0,05).Pasien yang mengikuti pengobatan TPT yang memiliki dukungan keluarga tinggi, akan mampu mencapai ketuntasan dalam pengobatan dengan mengikuti standar perawatan serta pengobatan yang sedang dijalani sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Peran penting yang dapat dilakukan peer educator pada kumpulan dari pasien TBC yang sudah selesai menjalani pengobatan untuk kemudian memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pasien TBC paru yang masih menjalani pengobatan agar mau mengikuti jejak mereka