cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 10 (2023)" : 63 Documents clear
Efektifitas Latihan Isometric Dan Latihan ROM Pasif Terhadap Ambulansi Dini Pasien Post Operasi Close Fraktur Ekstremitas Bawah Di R. Bedah RSUD Dr. R.Soedarsono Kota Pasuruan Yulita Roospuspitasari; Achmad Kusyairi; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur memegang proporsi terbesar penyebab trauma atau cedera, dapat terjadi pada semua tingkat usia dan dapat menimbulkan perubahan yang signifikan pada aktualitas hidup individu. Perubahan yang ditimbulkan diantaranya terbatasnya aktifitas, karena rasa nyeri akibat tergesernya saraf motorik dan sensorik. Insiden terjadinya patah tulang terutama terjadi pada usia produktif antara 15-44 tahun. Masalah utama pada psien post operasi fraktur ekstremitas bawah adalah kemampuan ambulasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas latihan isometric dan latihan ROM pasif terhadap kemampuan ambulasi dini pasien post operasi close fraktur ekstermitas bawah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantiatif menggunakan desain Two Group Pretest Posttest. Populasi sebanyak 30 responden dengan sampel 15 responden yang memenuhi syarat inklusi penelitihan dipilih melalui tehnik Sampling inseidental/ Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, kemudian data dikumpulkan melalui proses Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Normalitas Shapiro Wilk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ambulasi dini sebelum diberikan Latihan isometric yaitu 0,15 dan setelah diberikan Latihan isometric 0,09. Nilai tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal karena >0,05. Sedangkan pada tingkat ambulasi dini sebelum diberikan Latihan ROM pasif yaitu 0,06 dan setelah diberikan Latihan ROM pasif 0,17. Hasil uji Analisa didapatkan ambulasi dini efektif apabila diberikan Latihan isometric. Hasil uji analisis didapatkan bahwa Latihan Isometric efektif untuk kemampuan ambulasi dini dengan nilai r= 0,000 dengan tingkat signifikan 0,05 (r= 0,000 < a = 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ambulasi dini efektif apabila diberikan Latihan isometric pada pasien post operasi Close fraktur ekstremitas bawah di Ruang Bedah RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan.
Perbedaan Skala Nyeri Dan Kualitas Penyembuhan Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Metode Eracs Dan Non Eracs Di Ruang Bersalin RS Sahabat Pasuruan Putri Anugrah Heni Fajarnia; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio cesarea (SC) merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim. Persalinan dengan metode SC ini dapat dilakukan atas dasar indikasi medis baik dari sisi ibu dan janin. (Cunningham et al, 2018). Enhanced recovery after caesarean section (ERACS) merupakan salah satu teknik operasi yang dikembangkan pada persalinan sesar dan diperkenalkan sejak tahun 2016. Indikasi faktor ibu melakukan tindakan SC dengan ERACS dan SC Non ERACS adalah CPD (cephalopelvic Dysproportional), usia ibu, ketuban pecah dini, plasenta previa, riwayat sayatan pada uterus, persalinan tidak maju, penyakit ibu yang berat atau kelainan tali pusat. Indikasi faktor janin adalah janin besar, gawat janin, letak janin dan janin abnormal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskkripsi kuantitatif. Deskripsi kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi suatu keadaan secara tujuan (Notoatmodjo, 2011). Populasi yang digunakan adalah sebagian besar ibu melahirkan post op sc eracs dan post op sc non eracs di ruang bersalin RS sahabat. Peneitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan crossectional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variable. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan pada skala nyeri dan kualitas penyembuhan post sc eracs dan post sc non eracs di dapatkan data bahwasanya skala nyeri dan kualitas penyembuhan post sc eras didapakan nilai signifigan sebesar 0,003 ≤ 0.005, sedangkan pada skala nyeri dan kualitas penyembuhan post sc non eracs di dapatkan nilai signifigan sebesar 0,006 ≥ 0.005.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Pengendalian Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kanigaran Kota Probolinggo Hasri Yudya Kusumadayanti; Nur Hamim; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga merupakan hal yang penting dalam pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Keluarga menjadi support system dalam kehidupan penderita hipertensi, agar keadaan yang dialami tidak semakin memburuk dan terhindar dari komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Perilaku Pengendalian Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kanigaran Kota Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, adapun desain penelitian yaitu cross sectional. Data diambil dari rekap penderita hipertensi yang berobat ke Puskesmas Kanigaran dengan jumlah populasi 35 orang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar memiliki dukungan keluarga positif sebanyak 22 responden (68.8%). Dan sebagian besar tingkat perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi pada kategori tinggi sebanyak 19 responden (59,4%). Hasil uji Spearman Rho didapatkan p = 0,001 < a = 0,05 artinya, ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Perilaku dalam pengendalian hipertensi setidaknya harus diiringi dengan dukungan keluarga dan juga motivasi yang baik. Saran yang diberikan untuk keluarga adalah diharapkan keluarga lebih meningkatkan dukungan dalam perilaku pengendalian tekanan darah, agar penderita dapat terhindari komplikasi hipertensi
Hubungan Antara Kesejahteraan Psikologis Dan Konsep Diri Dengan Kinerja Perawat Di RSAD Brawijaya Surabaya Susi Susanti; Dodik Hartono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perawat adalah hasil dari pelayanan keperawatan yang menjadi penentu kualitas pelayanan kesehatan dan faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan dimata masyarakat dan menunjukkan pelayanan.Kesejahteraan psikologis dan konsep diri mewujudkan keadaan positif. Keduanya saling mempengaruhi dan bersama-sama berkontribusi pada kinerja yang lebih baik,Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Kesejahteraan psikologis dan konsep diri dengan kinerja perawat di RSAD Brawijaya Surabaya.Desain penelitian ini desain studi analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling menggunakan total sampling,dengan populasi 30 dan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data meliputi coding, editing, dan tabulating.Kemudian data yang diperoleh dilakukan uji statsitik analisis bivariat dengan uji korelasi spearmank.Hasil penelitian di dapatkan variabel kesejahteraan psikologis p=0,001 dan variabel konsep diri p=0,023. Hal ini menunjukkan ada hubungan Kesejahteraan psikologis dan konsep diri dengan kinerja perawat di RSAD Brawijaya Surabaya. Seseorang dapat dikatakan memiliki kesejahteraan psikologis ketika dapat berfungsi positif secara psikologis Perawat yang memiliki kesejahteraan psikologis dapat berfungsi secara positif akan membuat perawat mampu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.Konsep diri seseorang menentukan seseorang tersebut dapat menghadapi tantangan yang ada dihadapannya dengan semangat yang tinggi. Tanpa adanya konsep diri yang positif maka seorang individu tidak akan memiliki semangat dan gairah untuk melakukan hal yang lebih baik .Diharapkan Rumah Sakit dapat mengembangkan dan memberikan edukasi tentang kesehatan mental serta berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan mental dan konsep diri
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Keparahan Stroke Di Ruang Melati RSUD Dr. Haryoto Lumajang Ima Yulian Handayani; Iin Aini Isnawati; H Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke memiliki faktor risiko yang cukup banyak, namun secara umum dikenal faktor yang dapat diubah dan faktor yang tidak dapat diubah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan stroke. Desain penelitian menggunakkan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study (non eksperimental). Sampel yang diambil sebanyak 30 responden dengan metode accidental sampling, dianalisis menggunakan uji chi-square test, uji spearman rank, uji fisher exact dan uji regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan hubungan usia dengan tingkat keparahan stroke pvalue = 0.002, suku pvalue = 0.132, genetic pvalue = 0.132, penyakit jantung pvalue = 0.015, dislipidemia pvalue = 0.004, diabetes mellitus pvalue = 0.001, hipertensi pvalue = 0.004, merokok pvalue = 0.129, konsumsi alcohol pvalue = 0.520, obesitas pvalue = 1,000, aktivitas fisik pvalue = 0.007, pemakaian kontrasepsi hormonal pvalue = 0.466, ketepatan membawa pasien ke rumah sakit pvalue = 0.007, factor paling dominan adalah diabetes mellitus dengan nilai p = 0.002 dan nilai OR = 24.000 Saran pada pasien yang memiliki diabetes mellitus melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur, mengontrol pola makan dengan diet rendah gula, melakukan aktifitas fisik ringan
Pengaruh Terapi Guided Imagery Dan Terapi Murottal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesaria Siti Rochma; Rizka Yunita; Titik Suhartini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sectio caesaria merupakan proses persalinan dengan melalui pembedahan pada daerah abdomen yang akan menimbulkan terputusnya kontinuitas jaringan dan saraf sehingga mengakibatkan timbulnya rasa nyeri pada daerah bekas sayatan post sectio caesaria. Nyeri pada pasien post op umumnya disertai respon emosional dan respon otonomik yang menimbulkan respon fisiologis yang dapat mengganggu proses penyembuhan pasien. Penatalaksanaan nyeri pada pasien post sectio caesaria dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Penatalaksanaan nyeri dengan farmakologis menggunakan obat-obat analgesik narkotik secara intravena, sedangkan penatalaksanaan nyeri non farmakologis beberapa diantaranya dapat menggunakan terapi guided imagery dan terapi murottal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi guided imagery dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesaria di ruang teratai RSUD dr. Haryoto Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre-test post-test design. Jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 83 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah jumlah sampel 69 pasien. Instrumen pengumpulan data untuk mengidentifikasi tingkat nyeri pasien yaitu menggunakan VAS (Verbal Analog Scale). Analisa data menggunakan uji parametrik yaitu dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan terapi guided imagery dan terapi murottal rata-rata skala nyeri pasien yaitu 4,55. Setelah dilakukan terapi guided imagery dan terapi murottal rata-rata skala nyeri pasien turun menjadi 2,37. Berdasarkan analisa data menggunakan paired T test didapatkan pengaruh terapi guided imagery dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesaria dengan p value = 0,000 (p < 0,005). Berdasarkan penelitian, secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi guided imagery dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi sectio caesaria
Hubungan Perawatan Diri Dengan Terjadinya Ulkus Pada Penderita Diabetes Melitus Di Unit Gawat Darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan Nur Maulidiah; Sunanto; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus Diabetik adalah kerusakan integritas kulit atau infeksi yang meluas sampai jaringan kulit bawah, tendon, otot bahkan tulang. Ulkus diabetik tidak akan terjadi bila penderita Diabetes Mellitus (DM) mengetahui perawatan diri yang tepat untuk merawat kaki sebelum muncul komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perawatan diri terhadap terjaidinya komplikasi ulkus pada penderita Diabetes Melitus di Unit Gawat Darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan analitik menggunakan desain analitik korelasional. Pada penelitian ini Jumlah sampel yang diambil sebnayak 32 responden dengan menggunakan teknik non-probability sampling yang diambi di unit gawat darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji koefisien korelasi Spearman’s Rank. Hasil perawatan diri sebagian besar baik dengan jumlah 20 sampel yaitu 62,5 %. Ulkus pada penderita diabetes mellitus sebagian besar tidak terjadi dengan hasil (pp=0,000) Maka kesimpulannya terdapat Hubungan perawatan diri dengan terjadinya ulkus pada penderita DM di Unit Gawat Darurat Klinik Praditha Medica Pasuruan. Sejalan dengan kesimpulan di atas maka diharapkan adanya peran dari pasien untuk meningkatkan perawatan diri lebih tinggi dan konsisten agar tidak terjadi ulkus.
Hubungan Regulasi Diri Dengan Stres Kerja Perawat IGD Di RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Agung Supriyanto; Titik Suhartini; Sunanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat IGD memiliki risiko mengalami stres kerja, karena dituntut untuk selalu menjalankan perannya di berbagai situasi dan kondisi khususnya penanganan pada pasien gawat darurat.Perawat yang memiliki regulasi diri yang baik akan mampu mencegah erjadinya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Regulasi Diri Dengan Stres Kerja Perawat IGD di RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi Seluruh Perawat IGD RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Kota Pasuruan sebanyak 30 perawat, penentuan sampel menggunakan tekhnik Total sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner regulasi diri dan stres kerja perawat. Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Spearman Rank Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Regulasi Diri Perawat yang terbanyak adalah Regulasi Diri sedang yaitu sebanyak 12 responden (40,0%). Stres Kerja yang terbanyak adalah Stres Kerja sedang sebanyak 13 responden (43,3%). hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank Test Ada Hubungan Regulasi Diri Dengan Stres Kerja Perawat di IGD RSUD Soedarsono Kota Pasuruan Didapatkan hasil bahwa nilai p=0,000 dengan tingkat signifikansi α=0,05 (p<α=0,05).Menciptakan suasana harmonis antara tenaga kesehatan, terutama perawat, Melakukan edukasi untuk meningkatkan regulasi diri dan pengalihan stres kerja, Pendekatan dukungan sosial, dilakukan melalui aktivitas yang bertujuan memberikan kepuasan sosial kepada perawat, Menyusun program pengembangan dan pelatihan staf. Sehingga rumah sakit akan mempunyai tenaga yang cakap dan terampil untuk pengembangan pelayanan keperawatan dimasa depan
Pengaruh Penggunaan Foam Dalam Modern Dressing Terhadap Luka Pasien Diabetes Melitus Wiwid Novita Sari; Grido Handoko Sriyono; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, yang terjadi sebagai akibat dari kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi dari hiperglikemia atau DM adalah luka diabetic. Pemeriksaan deteksi dini diabetes adalah salah satu upaya penting dalam mendeteksi adanya risiko luka diabetes. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan foam dalam modern dressing terhadap luka diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah studi kasus. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah penderita luka diabetes mellitus di Rumah Terapi Wound Specialist Kota Pasuruan. Teknik pengumpulan data adalah editing, coding, scoring, tabulating. Analisis data menggunakan analisa paired T test dimana dilakukan analisa tentang merupakan uji beda dua sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan nilai skor design tools dan adanya pengaruh pada penggunaan foam dressing yang disertai dengan perkembangan penyembuhan luka ke arah yang lebih baik pada responden
Pengaruh Edukasi Self Foot Care Berbasis Media Online Terhadap Perawatan Diri Pada Pasien Diabetes Di Puskesmas Gedangan Sidoarjo Aulia Atma Yudini; Nafolion Nur Rahmat; Alwin Widiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 10 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes dikaitkan dengan berbagai komplikasi kronis dengan komplikasi paling umum yaitu ulkus diabetik. Ulkus kaki diabetik tidak akan terjadi bila penerita Diabetes Melitus mempunyai pengetahuan Self Foot Care secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi Self Foot Care berbasis media online terhadao perawatan diri pada pasien diabetes di Puskesmas Gedangan Sidoarjo. Rancangan penelitian ini menggunakan One Group Pretest-Posttest Design, yaitu desain penelitian yang terdapat pretest sebelum diberi edukasi dan posttest setelah diberi edukasi. Sampel pada penelitian adalah penderita Diabetes binaan Posbindu Puskesmas Gedangan Sidoarjo, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 35 responden. Variabel Independen adalah pengaruh edukasi Self Foot Care, sedangkan variabel dependen adalah perawatan diri pasien diabetes. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Data analisis dengan menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi Self Foot Care berbasis media online terhadap perawatan diri pada pasien diabetes di Puskesmas Gedangan Sidoarjo (p = 0,000). Pendidikan kesehatan sebagai upaya untuk penderita diabetes supaya bertanggung jawab terhadap kesehatannya dengan meningkatkan pengetahuan mereka. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat modifikasi atau pengembangan penelitian