cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 10 (2025)" : 47 Documents clear
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD Dr. R Koesma Tuban Juliarti Indah Putri; Su’udi; Titik Sumiatin; Teresia Retna Puspitadewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1945

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) termasuk salah faktor kematian paling signifikan secara global, termasuk di Indonesia. PJK berkontribusi terhadap gangguan kardiovaskular yang timbul dari pembuluh darah koroner, sehingga mengurangi asupan oksigen dan nutrisi otot jantung. Berdasarkan data nasional dan internasional, prevalensi PJK terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner di Poli Jantung RSUD Dr. R. Koesma Tuban. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Jumlah total pasien PJK dalam penelitian ini adalah 112 pasien, sampel 87 pasien. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Variabel yang diteliti mencakup berbagai faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung koroner di poli jantung RSUD Dr. R Koesma Tuban. Lembar kuisioner digunakan sebagai instrumen penelitian. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian didapatkan pasien penyakit jantung koroner di RSUD Dr. R Koesma Tuban Sebagian besar berusia 40 - 65 tahun. Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Hampir seluruhnya pasien PJK di poli jantung tidak ada riwayat keluarga penyakit jantung koroner. Sebagian besar tidak merokok/berhenti merokok. Sebagian besar memiliki faktor riwayat hipertensi. Hampir seluruhnya pasien PJK di poli jantung tidak ada riwayat diabetes mellitus. sebagian besar tidak obesitas. Sebagian besar memiliki faktor aktifitas fisik teratur. Hampir seluruhnya tidak mengalami stres. Faktor usia, jenis kelamin, dan hipertensi memiliki pengaruh terhadap terjadinya PJK. Upaya pencegahan PJK sebaiknya difokuskan pada edukasi rutin kepada pasien tentang pentingnya pemantauan kondisi kesehatan secara berkala, terutama pada kelompok usia produktif, sebagai upaya mencegah PJK.
Hubungan Usia Menarche Dengan Usia Menopause Di TPMB Rini, Amd. Keb Lailatul Fitriyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1947

Abstract

Menarche merupakan suatu tanda yang penting bagi wanita yang menunjukkan adanya produksi hormon yang normal dibuat oleh hypothalamus dan kemudian diteruskan pada ovarium dan uterus. Menopause didahului oleh suatu periode kegagalan ovarium progresif yang ditandai oleh peningkatan daur ireguler dan kemerosotan kadar estrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara usia menarche dengan kejadian menopause pada wanita di wilayah kerja TPMB Rini Dringu. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan studi cross-sectional, dimana data variabel bebas dan variabel terikat dikumpulkan secara bersamaan, kemudian menggunakan metode Pearson Chi-Square untuk melihat hubungan antara usia menarche dengan usia menopause. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari data 45 responden, didapatkan hasil 30 (66,7%) responden mengalami menarche > 13 tahun dan 15 (33,3%) responden mengalami menarche < 13 tahun. Artinya bahwa usia menarche > 13 tahun lebih banyak dibandingkan dengan usia menarche < 13 tahun. Sementara itu, dari 45 responden, sebanyak 31 (69,9%) responden mengalami menopause lebih cepat dan 14 (30,1%) mengalami menopause lambat. Uji analisis Pearson Chi-Square menghasilkan p-value sebesar 0,001 (< 0,05) yang menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan usia menopause.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kesadaran Diri Terhadap Self Care Management Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Desa Karangbong Kabupaten Probolinggo Salsabila Putri Azhari; Ro’isah; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1948

Abstract

Pengelolaan jangka panjang. Keberhasilan self care management penderita DM sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesadaran diri, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga. Namun, masih banyak penderita DM yang memiliki self care management rendah akibat kurangnya kedua faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kesadaran diri terhadap self care management pada penderita DM di Desa Karangbong Kabupaten Probolinggo. Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi semua penderita DM sebanyak 45 responden, penentuan sampel menggunakan total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengumpulan data meliputi coding, editing, tabulating dan kemudian data dianalisis secara manual dan menggunakan SPSS dengan uji Regresi Ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan dukungan keluarga pada penderita DM cukup sebanyak 16 responden (35,6%), kesadaran diri penderita DM kurang sebanyak 18 responden (40,0%), dan self care management penderita DM kurang sebanyak 20 responden (44,4%). Hasil uji spearman rank pada variabel dukungan keluarga didapatkan nilai r = 0,001 < α 0,05, adanya hubungan dukungan keluarga dengan self care management. Pada variabel kesadaran diri didapatkan nilai r = 0,001 < α 0,05, adanya hubungan kesadaran diri dengan self care management. Hasil uji analisis menggunakan regresi ordinal didapatkan nilai r = 0,001 < 0,05 pada variabel kesadaran diri, sehingga hubungan kesadaran diri merupakan variabel yang paling dominan. Kesadaran diri memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan dukungan keluarga terhadap self care management pada penderita DM. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran penderita terhadap kondisi kesehatannya melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Hipertensipada Lansia Di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo Jamila; Rizka Yunita; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1949

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah seseorang melebihi batas normal ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmhg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmhg pada dua kali istirahat yang cukup. Hipertensi juga diketahui banyak menimbulkan komplikasi diantaranya adalah stroke, penyakit pembuluh darah tepi, gangguan saraf, penyakit ginjal, dan retinopati. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Efikasi Diri Dengan Perilaku Pencegahan Komplikasi Hipertensi Pada Lansia Di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian ini menggunakan design analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi semua lansia hipertensi Umur 45-59 tahun Di Desa Maron Kidul yang datang ke Puskesmas Maron Sebanyak 60 orang dan sampel sebagian Lansia penderita Hipertensi Di Desa Maron Kidul Umur 45-59 tahun sebanyak 52 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi diambil dengan cara purposive sampling. Tehnik analisa data menggunakan spearman rank Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner General Self efficacy Scale (GSES), dan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi. Dari hasil penelitian ini didapatkan efikasi diri tinggi sebanyak 28 responden (53.8%), dan perilaku pencegahan komplikasi baik sebanyak 24 responden (46.2%). Hasil analisa dengan spearman rank didapatkan ada hubungan efikasi diri dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia dengan nilai pvalue = 0.000 ≤ α 0.05. Efikasi diri tinggi pada seseorang yang memiliki hipertensi memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik dalam proses perubahan perilaku untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Kepatuhan Minum Obat Dengan Terjadinya Neuropati Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban Mirna Tri Cahyani; Su’udi; Titik Sumiatin; Binti Yunariyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1950

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, salah satunya neuropati diabetikum. Komplikasi ini sering muncul akibat hiperglikemia kronis yang tidak terkontrol, dan salah satu penyebabnya adalah ketidakpatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian neuropati diabetikum pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh penderita diabetes melitus yang mengikuti program PROLANIS sebanyak 65 orang. Sampel diambil sebanyak 56 orang menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8 untuk menilai kepatuhan minum obat dan DNS untuk mendeteksi neuropati diabetikum. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar (59%) penderita dengan kepatuhan rendah mengalami neuropati diabetikum, sedangkan pada penderita dengan kepatuhan tinggi, sebagian besar (30%) tidak mengalami komplikasi tersebut. Hasil uji Chi-Square menunjukkan P-value = 0,001 (P < 0,05), yang berarti ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kejadian neuropati diabetikum. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kepatuhan, semakin rendah risiko terjadinya neuropati diabetikum. Oleh karena itu, edukasi dan pemantauan rutin dari tenaga kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan penderita dan mencegah komplikasi.
Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Anggota Prolanis Di Puskesmas Tuban Siti Munawaroh; Binti Yunariyah; Roudlotul Jannah; Titik Sumiatin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1951

Abstract

Hipertensi memengaruhi 34,1% populasi di Indonesia, menurut Riskesdas 2018 (Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, 2023). Sebanyak 268.107 orang di Kabupaten Tuban menderita hipertensi, seperti yang dilaporkan dalam Profil Kesehatan Kabupaten Tuban 2023. Menurut Profil Kesehatan Kabupaten Tuban (2023), 13.801 orang di kabupaten tersebut menderita hipertensi, menjadikan Puskesmas Tuban sebagai yang paling terdampak di antara 33 puskesmas di kabupaten tersebut. Salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat tidak terlalu memahami tentang hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kesadaran hipertensi di kalangan anggota Prolanis Puskesmas Tuban. Metodologi penelitian ini bersifat deskriptif cross-sectional. Di Puskesmas Tuban, 76 anggota Prolanis yang didiagnosis menderita hipertensi menjadi populasi penelitian. Sebanyak 64 individu termasuk dalam sampel. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengetahuan tentang hipertensi di kalangan lansia menjadi variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data, kemudian menggunakan tabel, distribusi, frekuensi, dan persentase untuk menggambarkan hasil penelitian. Dari seluruh anggota Prolanis di Puskesmas Tuban, 41 orang (64%) menunjukkan pengetahuan yang memadai tentang hipertensi, menurut hasil penelitian. Kebiasaan hidup sehat anggota Prolanis dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman tentang hipertensi, yang disebabkan oleh tenaga kesehatan yang tidak memberikan informasi dan pendidikan yang cukup.
Perilaku Pencegahan Gastritis Pada Remaja Di SMA Negeri 3 Tuban Zahra Aulia Sari; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1952

Abstract

Gastritis merupakan kondisi peradangan pada dinding lambung dan menimbulkan gejala nyeri perut, mual, dan muntah. Secara umum, penyakit ini dikenal dengan istilah maag dan sering dijumpai di kalangan masyarakat luas terutama banyak dialami usia remaja dan dewasa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran Perilaku Pencegahan Gastritis pada Remaja di SMA Negeri 3 Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang diteliti adalah seluruh siswa kelas 10 di SMAN 3 Tuban sebanyak 252 remaja, dengan sampel sebanyak 155 remaja yang dipilih. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Variabel yang diteliti adalah perilaku pencegahan gastritis pada remaja. Data dikumpulkan melalui pembagian kuesioner, kemudian diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk menganalisis persentase hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (67%) remaja berjenis kelamin perempuan dan sebagian besar (52%) penghasilan orangtua remaja berdasarkan UMR ≤ 3.000.000. Perilaku pencegahan gastritis pada remaja di SMAN 3 Tuban sebagian besar (56%) memiliki perilaku cukup. Sebagian besar (63%) remaja berjenis kelamin laki laki dan sebagian besar (61%) remaja dengan penghasilan orangtua UMR ≤ 3.000.000 memiliki perilaku cukup dalam pencegahan gastritis. Perilaku pencegahan gastritis pada remaja di SMAN 3 Tuban menunjukkan Perilaku Cukup, dimana masih banyak remaja yang mengabaikan tentang kesehatan lambungnya seperti tidak makan tepat waktu, kebiasaan konsumsi makanan pedas dan asam yang dapat mengiritasi lambung. Remaja SMAN 3 Tuban bisa mencari informasi tentang penyakit gastritis melalui beberapa media yang baik dan benar guna menambah informasi mengenai penyakit gastritis dan perilaku pencegahan gastritis.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Wasting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Semanding Kabupaten Tuban Laura Azhira Ladya Sheril; Wahyuningsih Triana Nugraheni; Wahyu Tri Ningsih; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1953

Abstract

Masalah gizi akut yang sering ditemukan pada balita ialah wasting, yaitu kondisi berat badan rendah dibandingkan panjang/tinggi badan atau bisa dikatakan kegagalan menambah berat badan dan mengalami penurunan berat badan. Jumlah balita wasting di wilayah kerja Puskesmas Semanding mengalami peningkatan pada tahun 2022 hingga 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya wasting pada balita usia 1-5 tahun. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan tujuan untuk menganalisis factor yang mempengaruhi terjadinya wasting pada balita usia 1-5 tahun. Populasi sebanyak 78 dan besar sampel sebanyak 65 ibu yang memiliki balita. Teknik sampling menerapkan purposive sampling, instrument penelitian mengimplementasikan kuesioner serta buku KMS. Data dianalisis uji Chi-square. Temuan studi mengindikasikan bahwa mayoritas (57%) balita mengalami wasting, dan termuat korelasi antara pemberian asi eksklusif dengan terjadinya wasting (p= 0,041), pemberian MPASI dengan terjadinya wasting (p= 0,037), imunisasi dasar dengan terjadinya wasting (p= 0,029), pola hidup bersih dan sehat dengan terjadinya wasting (p= 0,024), serta tak termuat korelasi antara diare dengan terjadinya wasting (p= 0,339), pemberian vitamin A dengan terjadinya wasting (p= 0,919), lingkungan rumah dengan terjadinya wasting (p= 0,339). Terdapat korelasi antara pemberian asi eksklusif, imunisasi dasar dengan terjadinya wasting dikarenakan berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh anak. Terdapat korelasi antara pemberian MPASI dengan terjadinya wasting karena kurangnya kecukupan gizi setiap makanan, serta pola hidup bersih sehat dengan terjadinya wasting karena mampu memunculkan penyakit infeksi pada balita.
Pengetahuan Dan Stigma Masyarakat Tentang HIV Di Puskesmas Sumurgung Virnavanka Greslanda Putri; Titik Sumiatin; Su’udi; Wahyu Tri Ningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1954

Abstract

Stigma negatif terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) masih menjadi tantangan utama dalam upaya penanggulangan HIV di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Puskesmas Sumurgung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV berkontribusi besar terhadap diskriminasi dan rendahnya kesadaran untuk melakukan tes atau pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengetahuan dan stigma masyarakat tentang HIV. Penelitian ini memakai rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Jumlah sampel penelitian adalah 200 responden yang berusia antara 18 sampai 45 tahun. Sampel diambil secara acak. Data yang diperoleh dalam studi ini disusun dengan cara mengedarkan kuesioner dan selanjutnya dianalisis melalui distribusi frekuensi serta pendekatan persentase. Dalam hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki pengetahuan yang baik tentang HIV (74,5%) dan menunjukkan stigma positif terhadap ODHIV( 80,5%). Namun demikian, masih terdapat sebagian masyarakat (3,5%) yang memiliki pengetahuan rendah dan (19,5%) yang masih menunjukkan stigma negatif. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat dapat menurunkan stigma terhadap ODHIV. Mayoritas masyarakat menunjukkan pemahaman dan sikap yang baik, masih dibutuhkan upaya edukatif dan preventif yang lebih intensif, terutama kepada kelompok usia muda dan mereka yang berpendidikan rendah. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pendekatan intervensi yang lebih efektif dalam membentuk stigma positif secara berkelanjutan.
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Resiko Tinggi Kehamilan 4t (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Ariska Ristiani; Titik Sumiatin; Su’udi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 10 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i10.1955

Abstract

Kehamilan berisiko besar yang dapat memicu masalah medis serius pada ibu maupun bayi, serta berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Faktor 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak) secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan risiko komplikasi dan kematian ibu. Pemahaman ibu hamil mengenai bahaya kehamilan berisiko sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menurunkan AKI. Studi ini dilakukan untuk mengukur derajat pemahaman ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan 4T di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian menggunakan desain Analisis kuantitatif deskriptif menggunakan metode cross-sectional. Subjek penelitian ini mencakup semua ibu hamil trimester 1 sampai trimester 3 tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Tuban, Kelurahan Perbon dan Sugiharjo. Sampel berjumlah 49 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas serta konsistensinya. Data diproses secara deskriptif guna memetakan karakteristik dan pemahaman responden. Temuan riset mengindikasikan mayoritas ibu hamil di area layanan Puskesmas Tuban memiliki derajat pemahaman mengenai kehamilan berisiko kehamilan 4T dalam kategori baik (55%), kategori sedang (35%), dan kategori kurang (10%). Pentingnya pelaksanaan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan terarah menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas wawasan ibu hamil, sehingga risiko komplikasi kehamilan 4T dapat diminimalkan di masa mendatang.