cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 12 (2024)" : 21 Documents clear
Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Meningkatkan Kinerja UMKM Di Desa Sindangmukti Ridwan Hakiki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1521

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sindangmukti dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja. UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam manajemen SDM, termasuk di Desa Sindangmukti. Permasalahan yang sering dihadapi antara lain kurangnya pengetahuan tentang perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pembagian tugas yang tidak efektif, dan ketiadaan sistem evaluasi kinerja yang jelas. Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan utama. Tahap pertama adalah edukasi dasar mengenai konsep dan prinsip-prinsip manajemen SDM, termasuk pentingnya pengelolaan tenaga kerja yang baik dalam meningkatkan produktivitas usaha. Tahap kedua adalah pelatihan teknis pengelolaan kinerja yang mencakup penyusunan rencana kerja dan indikator kinerja utama (KPI) yang sederhana dan dapat diimplementasikan oleh pelaku usaha. Tahap terakhir adalah pendampingan implementasi, di mana peserta didampingi dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan dalam usaha mereka masing-masing. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manajemen SDM. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan pemahaman sebesar 85%. Selain itu, sekitar 70% peserta berhasil menyusun rencana kerja sederhana serta menetapkan indikator kinerja utama (KPI) sebagai acuan dalam mengevaluasi kinerja usaha mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan mampu memberikan dampak positif dan nyata terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha mikro. Dengan adanya program ini, pelaku UMKM di Desa Sindangmukti memperoleh pengetahuan dasar dan keterampilan praktis dalam manajemen SDM yang dapat diimplementasikan secara langsung dalam kegiatan operasional usaha mereka. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong keberlanjutan usaha mikro di desa tersebut dan menjadi contoh bagi program serupa di wilayah lain.
Edukasi Kepada Ibu Hamil Tentang Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital Sundari; Rury Narulita Sari; Fara Frameswari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1522

Abstract

Skrining hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir telah menjadi bagian penting dari program kesehatan masyarakat di banyak negara. Skrining ini umumnya dilakukan dengan tes darah sederhana yang mengukur kadar hormon tiroid pada bayi dalam 24-48 jam setelah kelahiran. Deteksi dini dapat mencegah keterlambatan diagnosis pada bayi baru lahir. Pengabdian ini dilaksanakan di PMB Atika, dengan memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dan pentingnya skrining hipotiroid kongenital. Diharapkan dapat mengurangi jumlah bayi yang terlambat didiagnosis dengan kondisi tersebut dan mencegah dampak buruk terhadap perkembangan fisik dan mental anak
Edukasi Tanggap Bencana Gempa Bumi Melalui Media Video Diwilayah RT 04 RW 08 Petoran Jebres Ester Khotiva Lukito Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1524

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, termasuk gempa bumi, yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana sangat penting untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi melalui media video di wilayah RT 04 RW 08 Petoran Jebres. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pre-test untuk mengukur pengetahuan awal masyarakat, penyampaian materi edukasi menggunakan presentasi dan video, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan setelah kegiatan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gempa bumi dan langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi bencana. Diharapkan, dengan adanya edukasi ini, masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi bencana gempa bumi di masa mendatang.
Pendidikan Kesehatan Anticipatory Guidance Pada Anak Usia Toddler Melalui Bimbingan Orang Tua Di Puskesmas Andalas Rischa Hamdanesti; Febby Irianti Deski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1525

Abstract

Anak usia toddler (12-36 bulan) sedang berada pada fase eksplorasi intens terhadap lingkungan, dengan kemampuan berjalan, berlari, melompat, dan menaiki tangga, namun belum memahami potensi bahaya. Orang tua memegang peran penting dalam mengawasi dan memberikan bimbingan. Ketidaktahuan orang tua dapat menyebabkan pengasuhan yang kurang tepat, berisiko trauma, serta memengaruhi tumbuh kembang anak (Susilawati, 2013). Data Riskesdas (2018) menunjukkan cedera di Indonesia meningkat dari 8,2% (2013) menjadi 9,2%, dengan cedera rumah tangga sebagai lokasi terbanyak (44,7%). Studi awal di Puskesmas Andalas Februari 2024 menemukan istilah anticipatory guidance belum dikenal. Edukasi ini bertujuan membekali orang tua dalam menerapkannya pada anak toddler.
Upaya Pencegahan Diabetes dengan Mengontrol Kadar Gula Darah pada Masyarakat di kelurahan Harjosari Tahun 2024 Kustiasih Lestar; Sari Anggela; Dewi Septiana; Hernitati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1526

Abstract

Keluarga yang sehat merupakan impian dan harapan dari strategi pembangunan negara. Unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki tugas dalam pemeliharaan kesehatan untuk seluruh anggotanya. Upaya yang dapat digunakan setiap anggota keluarga untuk mencapai keluarga yang sehat salah satunya dapat mengetahui dan mengontrol kadar gula dalam darah. Pengontrolan gula darah juga dilakukan agar meminimalkan terjadinya penyakit diabetes mellitus (DM). Indonesia menempati urutan ke lima dengan jumah kasus 19,47 juta. Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2019 dari 10 penyakit terbesar, penyakit DM berada diurutan kedua yaitu sebanyak 8.716 kasus. Pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengetahui dan mengontrol kadar gula darah dalam tubuh sebagai salah satu upaya pengoptimalan peran dalam keluarga. Hasil kegiatan di peroleh didapatkan peningkatan jumlahnya kategori pengetahuan baik yang semula hanya pengetahuan dengan kategori baik dari 12% menjadi 76%. Sedangkan ketrampilan responden dalam pemakaian alat POCT gula darah setelah diberikan pendampingan sebagian besar mampu menggunakan alat POCT gula darah.
Kelas Inkubasi Bisnis: “Menuju Pertumbuhan Ekonomi - Bersama Plut” Desa Tawangbanteng Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Adi Robith Setiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1530

Abstract

Program Kelas Inkubasi Bisnis: "Menuju Pertumbuhan Ekonomi - Bersama PLUT" merupakan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat di Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Program ini dilaksanakan dengan kerja sama antara Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan pemerintah desa setempat. Melalui pendekatan inkubasi bisnis, para peserta diberikan pelatihan dan pendampingan dalam berbagai aspek kewirausahaan, mulai dari perencanaan bisnis, manajemen keuangan, hingga strategi pemasaran. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan kemandirian ekonomi peserta, dengan beberapa peserta berhasil mendirikan usaha baru dan memperluas usaha yang sudah ada. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa secara keseluruhan melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan inkubasi bisnis yang terintegrasi dapat menjadi solusi efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat desa.
Edukasi Keluarga tentang Peran Kehadiran Seorang Pendamping dalam Persalinan Sari, Rury Narulita Sari; Sundari; Elita Chobi Baitu Uma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1532

Abstract

Childbirth is a very meaningful event for a woman. Childbirth can be a positive and stressful experience for the mother and family. Waiting for the arrival of a new member in the family is eagerly awaited not only by mothers but also by husbands and families. While waiting for the first stage of labor, the mother needs support, one of which is the presence of someone who is considered important by the mother, such as her husband or family. The purpose of this service is to provide education to families about the role of a companion in childbirth. This community service was carried out at PMB Atika, Dolopo, Madiun Regency on December 3 2024. This community service is carried out by providing education to families or companions of mothers giving birth about the active role of a companion's presence in supporting and carrying out activities that can provide comfort for the mother. This community service activity went well and smoothly, it can be seen from the participants paying attention to the explanation about the active role of birth attendants which includes verbal support, physical contact, and choosing positions that are allowed to reduce pain in mothers giving birth, supported by enthusiasm for asking questions. The conclusion obtained is that the active role of the presence of a birth companion can have a positive influence on the mother during the first stage of labor.
Penyuluhan Pada Ibu Postpartum Tentang Baby Blues Andrani; Rika Sri Wahyuni; Hamidah Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1534

Abstract

Baby blues adalah kondisi emosional yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, lelah, mudah tersinggung, dan menangis tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini biasanya muncul dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan dan berlangsung selama beberapa minggu. Metode penyuluhan dengan metode ceramah dan diskus atau tanya jawab. Kesimpulan ibu nifas memahami tentang Baby Blues sehingga terhindar dari gangguan Baby Blues. Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya Posyandu Kasih Ibu untuk menghimbau ibu Nifas untuk aktif dalam kegiatan posyandu guna mendapatkan informasi yang tepat
Pemberdayaan Caregiver Dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia Hipertensi Jepisa, Tomi; Linda Wati; Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1535

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kuranji, Padang. Penyakit ini sering kali menyebabkan komplikasi serius pada lansia, seperti stroke dan penyakit jantung, yang dapat mengurangi kualitas hidup mereka secara signifikan (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Mengingat lansia memiliki keterbatasan dalam mengelola kesehatannya secara mandiri, keberadaan caregiver atau pengasuh sangatlah penting dalam membantu mereka menjalani perawatan sehari-hari. Namun, kurangnya pengetahuan dan keterampilan caregiver mengenai perawatan hipertensi menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kesehatan lansia (Darmawan & Setyowati, 2022). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan caregiver melalui edukasi dan pelatihan mengenai perawatan hipertensi pada lansia. Dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan caregiver, diharapkan mereka dapat memberikan perawatan yang lebih baik dan efektif bagi lansia hipertensi di Puskesmas Kuranji. Pemberdayaan ini juga mencakup peningkatan pemahaman tentang pengelolaan tekanan darah, pengenalan gejala hipertensi, dan metode pencegahan komplikasi melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat (Purwanto & Lestari, 2021). Metode yang digunakan dalam program ini meliputi edukasi dan pelatihan praktis bagi caregiver. Program edukasi ini melibatkan pemberian informasi mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan hipertensi. Selain itu, pelatihan praktis dilakukan untuk mengajarkan teknik pemeriksaan tekanan darah, pemantauan diet, serta latihan fisik yang dianjurkan bagi lansia hipertensi (Setiawan et al., 2023). Edukasi diberikan secara interaktif menggunakan media seperti leaflet, video tutorial, dan sesi tanya jawab, sehingga caregiver dapat memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam perawatan sehari-hari.
Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kunjungan Ulang Pasien di Puskesmas Klotok Plumpang Sugiyono; Eva Silviana Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1536

Abstract

Peningkatan kunjungan ulang pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan di fasilitas kesehatan primer. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan niat kunjungan ulang pasien di Puskesmas Klotok Plumpang melalui pendekatan berbasis komunitas. Kegiatan meliputi edukasi masyarakat, pelatihan tenaga kesehatan, pembentukan kelompok pendukung kesehatan, serta pendampingan untuk optimalisasi pelayanan. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 30% setelah edukasi, terbentuknya kelompok pendukung kesehatan yang aktif, dan peningkatan jumlah kunjungan ulang pasien sebesar 20%. Selain itu, pelatihan tenaga kesehatan meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan dari 75% menjadi 88%. Pendekatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, memperbaiki komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, serta menciptakan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung fasilitas kesehatan. Namun, keberlanjutan program memerlukan dukungan lebih lanjut dari pihak terkait. Program ini dapat menjadi model intervensi yang relevan untuk diterapkan di fasilitas kesehatan primer lainnya

Page 2 of 3 | Total Record : 21