cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
urnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
ISSN : -     EISSN : 29632188     DOI : 10.70570
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll), Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya. Journal title Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2025)" : 5 Documents clear
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Fadillah Ulva; Febriyanti Nursya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i4.1678

Abstract

Pada tahun 2020 jumlah kasus DBD di Indonesia yang telah dilaporkan sebanyak 95.893 kasus dengan kasus meninggal sebanyak 493 orang. Insidens Rate DBD di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 49 per100.000 penduduk dengan CFR sebesar 0,51%. Insiden Rate kasus DBD di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 27.5 kasus per 100.000 penduduk dan CFR sebesar 0,97% dimana Kota Bekasi menduduki peringkat pertama dengan 796 kasus DBD. Kasus DBD di Indonesia terus mengalami peningkatan yang singnifikan. Pada tahun 2022 jumlah kasus DBD di Indonesia yaitu 143.184 kasus, dengan jumlah kematian akibat DBD mencapai 1.236 kasus. Jumlah temuan Insidence rate DBD (jumlah kasus DBD per 100.000) tertinggi terjadi pada provinsi Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Utara (WHO, 2022). Sampai saat ini DBD masih menjadi masalah Kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya kasus DBD hampir diseluruh wilayah kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat sebanyak 4.024 kasus demam berdarah terjadi selama 2022. Sebanyak 13 orang di antaranya meninggal dunia. Kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi yaitu kota Padang 824 kasus, diikuti Pesisir Selatan 479 kasus, dan Tanah Datar 458 kasus (Dinkes Provinsi Sumatera Barat, 2022). Angka DBD berfluktuasi pada beberapa tahun kebelakang di Kota Padang, yakni pada angka 911 kasus di 2016, 608 kasus pada 2017, 699 kasus pada tahun 2018 serta 430 kasus ditahun 2019. Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat setidaknya ada 430 kasus DBD yang terjadi selama tahun 2019, 292 kasus pada tahun 2020, 366 kasus pada tahun 2021 dan 824 kasus pada tahun 2022 yang ditemukan diseluruh wilayah kerja Puskesmas di Kota Padang (Dinkes Kota Padang, 2021). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui ceramah dan diskusi
Pelatihan Dan Pendampingan Penyusunan Program Latihan Berbasis Iptek Keolahragaan Untuk Pelatih Utama Dan Calon Pelatih Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng Tahun 2024 I Gede Suwiwa; I Ketut Budaya Astra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i4.1679

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalm kegian pengabdian ini yaitu Memberikan Pengetahuan, Pemahaman dan Keterampilan Kepada Para Pelatih Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng tentang Penyusunan Program Latihan Berbasis Iptek Keolahragaan Melakukan pendampingan terhadap pelatih yang mengikuti Pelatihan dan pendampingan Para Pelatih Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia Komisariat Wilayah Buleleng tentang Penyusunan Program Latihan Berbasis Iptek Keolahragaan sehingga mampu menyusun program latihan dengan benar. Sasaran peserta kegiatan ini yaitu 5 orang pelatih perwakilan unit-unit latihan yang di bawah naungan PPS SMI Komwil Buleleng yang berjumlah 40 orang. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2024. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan 4 tahapan yaitu pemberian materi, diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Hasil akhir yang diharapkan Pelatih PPS SMI Komwil Buleleng Kabupaten Buleleng Memiliki permahaman, pengetahuan, dan keterampilan terkait Penyusunan Program Latihan Berbasis Iptek Keolahragaan.
Optimalisasi Posyandu Untuk Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Dan Kesehatan Ibu Hamil Meyi Yanti; Alkafi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan sarana penting dalam mendukung kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil dan balita. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2022, prevalensi stunting secara nasional adalah 21,6%, sementara di Kota Padang tercatat mencapai X% (Dinas Kesehatan Kota Padang, 2023). Selain itu, anemia pada ibu hamil masih menjadi tantangan besar, dengan prevalensi nasional sebesar 48,9% menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Beberapa permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan posyandu di wilayah Puskesmas Ulak Karang meliputi: Kurangnya kapasitas kader dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak. Rendahnya partisipasi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan secara rutin. Sistem pencatatan kesehatan yang masih manual dan belum terintegrasi. Untuk itu, diperlukan program pengabdian yang fokus pada penguatan kapasitas kader, edukasi kepada masyarakat, dan perbaikan sistem pemantauan kesehatan anak dan ibu. Tujuan dan Manfaat dari kegiatan ini adalah Meningkatkan kualitas layanan posyandu untuk mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil di Puskesmas Ulak Karang Kota Padang tahun 2024 Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim pelaksana, pihak Puskesmas Ulak Karang, serta Kader Kesehatan dan Ibu Hamil sebagai penerima layanan.
Pengembangan Strategi Promosi Rumah Sakit Berbasis Marketing Mix Guna Meningkatkan Loyalitas Pasien Wilda Tri Yuliza; Gusrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i4.1681

Abstract

Rumah Sakit Bhayangkara Padang merupakan satu-satunya rumah sakit umum tipe D diantara 14 rumah sakit umum yang ada di Kota Padang. Loyalitas pasien terhadap rumah sakit mengalami penurunan yang terlihat dari penurunan jumlah kunjungan berulang dan meningkatnya perpindahan pasien ke fasilitas kesehatan lain. Meskipun memiliki keunggulan dalam hal layanan medis berkualitas dan tenaga kesehatan yang kompeten, Rumah Sakit Bhayangkara Padang belum memiliki strategi promosi yang terintegrasi dengan baik, khususnya dalam memanfaatkan konsep marketing mix (produk, harga, promosi, tempat, orang, proses, dan bukti fisik) untuk meningkatkan loyalitas pasien. Untuk mengatasi tantangan yang dihadapi, Rumah Sakit Bhayangkara Padang perlu melakukan pengembangan strategi promosi berbasis marketing mix yang lebih komprehensif dan terintegrasi guna meningkatkan loyalitas pasien. Tujuan dan Manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemanfaatan media digital dalam upaya promosi dan pelayanan dan mengembangkan strategi promosi berbasis marketing mix yang disesuaikan dengan kondisi dan keunggulan Rumah Sakit Bhayangkara. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara tim pelaksana, pihak manajemen Rumah Sakit Bhayangkara Padang, serta pasien sebagai penerima layanan (hasil kuesioner penelitian sebelumnya).
Efektivitas Terapi Bermain Tebak Gambar Untuk Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah Di RSUD Dr. Rasidin Padang Rischa Hamdanesti; Sari Indah Kesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i4.1682

Abstract

Berdasarkan data WHO bahwa 3-10% anak dirawat di Amerika Serikat baik anak usia toddler, prasekolah ataupun anak usia sekolah, sedangkan di Jerman sekitar 3 sampai dengan 7% dari anak toddler dan 5 sampai 10% anak prasekolah yang menjalani hospitalisasi. Di indonesia sebanyak 33,2% dari 1.425 anak mengalami dampak hospitalisasi berat, 41,6% mengalami hospitalisasi sedang. Kecemasan dan stress dalam menjalani hospitalisasi ditunjukkan anak dengan reaksi tidak kooperatif dengan tindakan perawatan yang diberikan. Terapi bermain diharapkan dapat berpengaruh pada anak untuk menghilangkan batasan, hambatan dalam diri, stres, frustasi serta mempunyai masalah emosi dengan tujuan mengubah tingkah laku anak yang tidak sesuai menjadi tingkah laku yang diharapkan dan anak yang sering diajak bermain akan lebih kooperatif dan mudah diajak kerjasama selama masa perawatan. Terapi bermain tebak gambar sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan anak khususnya motorik kasar dan halus serta melatih ingatan anak. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Oktober 2024 di RSUD dr. Rasidin Padang, jumlah pasien anak yang dirawat sebanyak 22 anak yang mana ada bayi dengan usia kurang dari 12 bulan berjumlah 2 orang, usia toddler sebanyak 5 orang, usia prasekolah sebanyak 9 orang, dan usia sekolah berjumlah 6 orang. Diantara anak tersebut terdapat 8 orang mengalami hospitalisasi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan terapi bermain dalam mengatasi dampak hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Manfaat dalam kegiatan ini adalah agar anak tidak takut berada dirumah sakit dan merasa nyaman sehingga perawatan yang diberikan lebih efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5