cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
alfian.rokhmansyah@gmail.com
Phone
+62541-7809033
Journal Mail Official
fib@unmul.ac.id
Editorial Address
Jalan Ki Hajar Dewantara, Kampus Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti)
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26852756     EISSN : 27769992     DOI : -
Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) merupakan seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman. Seminar ini dimulai pada tahun 2019 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ruang lingkup seminar ini khususnya kajian-kajian bidang kebudayaan, seperti kajian bahasa, kajian sastra, dan kajian seni.
Articles 82 Documents
NILAI PERSONAL DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL MATA DI TANAH MELUS KARYA OKKY MADASARI Norma Atika Sari; Eka Yusriansyah
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis aspek nilai personal dan nilai pendidikan di dalam novel Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teori sastra anak. Pada analisis perkembangan nilai personal (personal values) akan mendeskripsikan nilai perkembangan; (a) emosional, (b) intelektual, (c) imajinasi, (d) rasa sosial, serta (e) rasa etis dan religius yang termuat di dalam novel. Sedangkan pada analisis perkembangan nilai pendidikan (educational values) akan mendeskripsikan aspek; a) eksplorasi dan penemuan, b) perkembangan bahasa, c) nilai keindahan, d) wawasan nilai kultural, serta e) penanaman kebiasaan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel menyajikan komponen nilai personal dan nilai pendidikan yang sangat lengkap. Pembaca anak tidak hanya dibuat terhibur dengan konflik yang dimunculkan, namun juga sarat akan nilai pendidikan. Kritik terhadap novel ini adalah bahasa yang digunakan terlalu kompleks untuk dipahami anak-anak, namun novel berhasil mengajarkan mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam kepada generasi muda; menghargai keberagaman suku budaya (multikulturalisme), serta menanamkan kebiasaan membaca. Membaca novel direkomendasikan untuk anak-anak mulai dari usia 10 tahun sebagai bagian dari pembelajaran dengan bimbingan guru/orang tua, membaca novel juga direkomendasikan untuk remaja dan orang dewasa.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP HAK WANITA UNTUK MELAKUKAN ABORSI LEGAL DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF INTUISIONISME Alvi Aniqo Nuri Salsabila; Maria Ardiningsih Pandin; Moses Glorino Rumambo Pandin
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menelaah mengenai bagaimanakah resepsi masyarakat, terhadap hak wanita untuk melakukan aborsi legal di Indonesia dalam perspektif intuisionisme. Dalam menjalankan penelitian ini, penulis akan menggali informasi sebanyak-banyaknya melalui jurnal ilmiah, tesis, artikel, maupun buku teks. Tak hanya menggali informasi dari sumber-sumber yang telah disebutkan sebelumnya, penulis juga akan mengolah informasi-informasi yang telah didapat melalui hasil kuesioner online, lalu data-data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teori resepsi model encoding-decoding Stuart Hall. Didapatkan bahwa mayoritas informan yang mengisi kuesioner online yang telah dibagikan termasuk ke dalam kategori negotiated. Dari total 40 orang informan, sejumlah 21 orang merasa bahwa wanita Indonesia berhak mendapatkan pelegalan praktik aborsi yang dilindungi oleh hukum, namun harus terdapat alasan logis dan jelas yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
PENGGUNAAN BAHASA PROKEM PADA INFO CEGATAN WONOGIRI (ICW) DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK Wahyu Krisna Adi Ismaya; Titik Sudiatmi; Sukarno
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pembentukan bahasa prokem yang terdapat di Info Cegatan Wonogiri (ICW) dan makna bahasa prokem yang terdapat pada postingan dan kolom komentar di Info Cegatan Wonogiri (ICW). Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, karena dalam melakukan sebuah penelitian ini dengan cara menelaah suatu hal yang terjadi dalam sebuah media sosial yang berlangsung secara wajar dalam kondisi terkendali. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif karena untuk mendeskripsikan karakteristik bahasa prokem yang terdapat dalam postingan dan kolom komentar Info Cegatan Wonogiri (ICW). Hasil penelitian ini yaitu terdapat 36 data bahasa prokem yang terdapat pada postingan dan kolom komentar di Info Cegatan Wonogiri (ICW) yang terdiri dari (a) pola pengurangan (pola pengurangan di awal, tengah, akhir, ganda, dan pengurangan yang disertai penggantian), (b) pola singkatan (pola singkatan murni dan pola singkatan membentuk akronim), dan (c) pola perubahan kata. Secara umum bahasa prokem dalam Info Cegatan Wonogiri (icw) tidak mengalami perubahan makna dari bentuk aslinya, perubahan makna hanya terjadi pada pemakaian kata “COD”.
ANALISIS NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT ASAL-USUL MINANGKABAU Abdul Aziz
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya dan sastra mempunyai ketergantungan satu sama lain. Sastra sangat dipengaruhi oleh budaya, sehingga segala hal yang terdapat dalam kebudayaan akan tercermin di dalam sastra. Dengan demikian karya sastra dapat didekati dengan menggunakan pendekatan nilai budaya. Masalah penelitian ini tentang nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat asal-usul Minangkabau. Tujuan dari penelitian ini Kabau. Data penelitian ini berupa gambaran nilai budaya dalam cerita rakyat asal-usul Minangkabau. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis kualitatif untuk mengetahui gambaran deskripsi nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat asal-usul Minang dengan mendeskripsikan gambaran nilai budaya dalam cerita rakyat asal-usul Minangkabau. Metode ini didasarkan pada pertimbangan kesesuaian antara bentuk penelitian dengan tujuan penelitian. Instrumen penelitian dilakukan dengan studi dokumentasi pada cerita rakyat asal-usul Minangkabau dengan pendekatan analisis nilai budaya. Dari hasil penelitian ini dapat ditemukan hasil penelitian, empat nilai budaya dalam cerita rakyat asal-usul Minangkabau nilai budaya hubungan manusia dengan tuhan Kerajaan Pagaruyuang mengajak taruhan pada Kerajaan Majapahit untuk mengadu Kerbau, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat Kerajaan Pagaruyuang bermusyawarah dengan rakyatnya untuk membuat rencana mengadu Kerbau dengan Kerajaan Majapahit, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain masyarakat Kerajaan Pagaruyuang saling tolong menolong untuk rencana mengadu Kerbau dengan Kerajaan Majapahit, dan nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam masyarakat Kerajaan Pagaruyuang membawa Anak Kerbau untuk diadu sedangkan Kerajaan Majapahit membawa Induk Kerbau untuk diadu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan dapat ditarik suatu kesimpulan, cerita rakyat asal-usul Minangkabau banyak menunjukkan nilai-nilai budaya sosialnya yaitu saling menolong dan bermusyawarah.
DESAIN KAOS KE-BUNG HATTA-AN MENDUKUNG PEMBANGKITAN INDUSTRI KREATIF KOTA BUKITTINGGI PASCAPANDEMI Edi Eskak; Ahmad Bahrudin
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program inklusi sosial tahun 2021 Perpustakaan Proklamator Bung Hatta salah satunya adalah Workshop Seni Sablon pada kaos dengan tema Bung Hatta. Pengenangan tokoh nasional untuk diteladani bagi generasi berikutnya khususnya anak muda, melalui media komunikasi desain kaos. Kaos dipilih karena busana kasual ini disukai anak muda dan sering digunakan dalam beraktivitas sehari-hari. Produk kaos juga merupakan suvenir yang banyak dibeli oleh wisatawan. Bung Hatta merupakan pahlawan nasional yang figurnya ikonik bagi Kota Bukittinggi, kota kelahirannya sehingga dapat dijadikan sumber inspirasi penciptaan desain suvenir kaos. Penelitian untuk penciptaan seni ini bertujuan merancang desain kaos bertema ke-Bung Hatta-an untuk mendukung pembangkitan industri kreatif Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, desain, serta diseminasinya. Hasilnya adalah karya desain kaos dan penerapannya pada industri dengan langkah-langkah pembinaannya yang dapat dilakukan pada masa pascapandemi.
A COMPARISON OF SUSIE SALMON AND HANNAH BAKER’S CHARACTERS AS THE VICTIMS OF RAPE Anastasia Amelia; Muhammad Natsir; Indah Sari Lubis
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to analyze the main characters of two novels, which are Susie Salmon from The Lovely Bones novel (2002) by Alice Sebold, and Hannah Baker from Thirteen Reasons Why novel (2007) by Jay Asher. The purpose of the research was to found out the similarities and differences of both characters as the victims of rape through the characterization and plot development theories. The research used the qualitative method and content analysis. The results showed that both characters have similarities based on their characterization through the actions, speeches, and narration that showed them as smart girls. In the plot development, the similarities of both characters were found in the exposition. As the victims of rape, both characters reveal the reason for their death in exposition. In terms of differences, based on the characterization through their thought and action, Susie was showed as a confident and strong girl. While Hannah was showed as an introvert and weak girl in the plot development, the differences of both characters were found in the ending of the plot. As the victim of rape who did not survive, Susie finally let go of her regrets and chose to move on, while Hannah who can no longer bear the pain chose to end her life. The researcher suggests the next researcher to analyze the mental health of rape survivors and victims of bullying.
THE CORRELATION BETWEEN PRONUNCIATION ANXIETY AND MOTIVATION Amedea Cathriona Maharia; Noor Rachmawaty; Susilo Susilo
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study reports on quantitative study, conducted among 48 English majors, examining the relationship between a language-skill-specific type of anxiety—pronunciation anxiety and motivation. Pronunciation anxiety is presented as a feeling of apprehension and worry deriving from negative self-perceptions, and beliefs. The fears related specifically to pronunciation (Baran–Lucarz, 2014). When motivation is concerned, it has been conceptualized on the basis of the L2 Motivational Self System Model (Dörnyei, 2005), as the desire to reach highest communication proficiency levels nativelike target language accent, represented by the ideal L2 self and ought-to L2 self. The result of the calculation to find the correlation between pronunciation anxiety and motivation were having correlation but not significant. The data from 2 questionnaires which were calculated by using Pearson product moment formula showed most of subcomponents of PMQ and MPA had correlation but not significant, only between pronunciation anxieties to talk outside the classroom with Criterion Measure which had correlation and they were significant. The results showed in the table that Pearson correlation between PA-cl and Criter.Meas were -777*, it meant if the pronunciation anxiety to talk to native and non-native speaker outside the Fl-classroom was high than the strength of desire to achieve target language native-like pronunciation free from L1 influenced would be low. There was correlation but not significant between the level of motivation to reach a target language, represented by the Ideal L2 Self and the Ought to L2 Self of high and low PA students. However, in the level of motivation between high and low PA students to become communicative in the Tl, represented the Ideal L2 Self and Ought to L2 self was found significantly difference.
THE TRIPARTITE ROLE OF THE PSYCHE IN RON WILLIAMSON’S CHARACTER IN JOHN GRISHAM’S THE INNOCENT MAN: MURDER AND INJUSTICE IN A SMALL TOWN NOVEL Hafiz Naufal Anshoor; Singgih Daru Kuncara; Fatimah Muhajir
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychoanalysis is the study to analyze the human's behavior and personality. It is one of the scientific disciplines developed by Sigmund Freud. It appears to scrutinize deeper of human personality. The tripartite psyche refers to id, ego, and superego. It exists to construct human’s personality based from the experiences. The role of id, ego, and superego are to maintain or balance human’s behavior. This thesis discusses about the tripartite role of the psyche in the main character in John Grisham’s The Innocent Man: Murder and Injustice in a Small Town novel named Ron Williamson. The purpose of this thesis is to investigate Ron Williamson’s tripartite psyche portrayed in the novel. The researcher used qualitative research methodology and psychoanalysis approach. The results of this thesis Ron Williamson, as the main character is a unique character. The Id of Ron Williamson depicted in the novel are immoral, uncontrollable, unethical, troublemaker, selfish, drunk, childish, excessive, erratic, unpredictable, hallucination, disoriented, mood swings, uncertain, delusional, and confused. In the other hand, the ego of Ron Williamson are worried, regret, reduce the selfishness, responsible, mindful, slowly unconfused, reduced the troublemaker, honest, patience, and rational thinking. The last is superego of Ron Williamson are polite, good attitudes, servant of God, sympathetic, stable behavior, intelligent, more sensible thinking, more responsive to his surroundings, devout Christian, quit from troublemaker, break out from selfishness, and forgiving. Furthermore, the findings show that those depictions are from conflicts to other minor character, self-conflict, direct description from the author, dialogues, and events in each chapter.
TACKLING THE COVID-19 IN INDONESIA THROUGH DISCOURSE: THE REVIEW OF MODALITY IN NEWS Nita Maya Valiantien; Ririn Setyowati
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Employing the data from selected English news from the official website of Cabinet Secretariat of The Republic of Indonesia (www.setkab.go.id), we analyzed the use of modal verbs as the indicator of modality. The findings show four modal verbs that indicate epistemic modality and deontic modality. For epistemic modality, we found the function of expressing possibility or probability which is signed by the use of modal will and can. Meanwhile, for deontic modality, the functions that we found are obligation and permission. Obligation is expressed by the use of must and should, meanwhile for permission, it is signed by modal verb can.
MIMICRY AND HYBRIDITY THROUGH JAPANESE SOCIETY IN THE LAST SAMURAI MOVIE Dikhy Zhawara; Satyawati Surya; Nasrullah Nasrullah
Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni (Sesanti) 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the mimicry and hybridity by Homi K. Bhabha in The Last Samurai movie. This research is also conducted to discuss more broadly how the characters develop themselves with western culture and create a new way of life. The forms of mimicry and hybridity represented by the Japanese characters in The Last Samurai movie are based on their practices in applying American culture where these practices are based on the desire to be more modern like the western countries. This research used a descriptive qualitative method to examine cultural adaptation by analyzing the context of the events in the story as well as how the characters deal with each event around them. The researcher revealed that the process of cultural adaptation could be seen through the way every individual responded toward west cultures in the environment. In The Last Samurai movie, the researcher found forms of mimicry and hybridity that the Japanese did for the sake of modernity focused on property, cloth, and language.