cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kota- Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Science: Indonesian Journal of Science
ISSN : -     EISSN : 30628784     DOI : https://doi.org/10.31004/fdfy2e35
Science: Indonesian Journal of Science adalah jurnal multidisiplin ilmu, Indonesian Journal of Sciences merupakan jurnal peer review, open accses yang menerbitkan artikel Penelitian, hasil karya Disertasi, Tesis, Skripsi, Karya Tulis Ilmiah, Makalah Penelitian, Resensi Buku, Study Kasus, Laporan Kasus, Sistematik Review, dll. Jurnal ini berguna bagi tenaga Profesi, mahasiswa, tenaga pengajar, peneliti dan lainnya. Fokus dan scope: Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Kesehatan dan keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen K3, Keperawatan, Farmasi, Ilmu Gizi, Fisioterapi, Radiologi, Psikologi, Kebidanan, Rekam Medis, Teknik Laboratorium Medik, Profesi Kesehatan, Kedokteran umum, Epidemiologi dan aspek kesehatan lainnya, Biologi, Kimia, Fisika, Statistik, Matematika, Peternakan, Pertanian (Agribisnis dan Agroteknologi) Indonesian Juornal of Science terbit 6 kali dalam setahun yaitu Januari, Maret, Mei, Juli, September, November
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 97 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2024)" : 97 Documents clear
Implementasi Teknik Aromaterapi Lemon untuk Mengurangi Intensitas Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Tentara Tk Iv 01.07.01 Pematangsianta Rahjiani, Sri; angin, Norong Perangin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.38

Abstract

Sectio Caesarea (SC) merupakan persalinan bayi melalui prosedur pembedahan yang dilakukan atas indikasi medis menyebabkan potensi nyeri karena adanya pembedahan salah satu terapi nonfarmakologis yang diberikan adalah implementasi teknik aromaterapi lemon. Metode desain penelitian kuantitatif berbasis kasus dengan metodelogi deskriptif . sampel penelitian adalah dua pasien pascaoperasi caesare dari Rumah Sakit Tentara TK IV 01.07.01 Pematangsiantar. Hail pengkajian klien mengeluh nyeri luka bekas operasi pada klien I dengan skala nyeri 6 dan klien II dengan skala nyeri 7. Intervensi dan implementasi yang diterapkan yaitu Teknik aromtaerapi lemon. Evaluasi didapatkan bahwa nyeri berkurang dengan skala nyeri pada klien I yaitu 2 dan pada klien II yaitu 3, merasa lebih nyaman. Rekomendasi untuk mengurangi keparahan nyeri pada pasien yang menjalani operasi Caesar, perawat harus mampu menggunakan Teknik aromaterapi lemon.
Analisis Faktor-faktor Resiko Perilaku tidak Aman (Unsafe Action) Pada Pekrja di Pt X Keramasan Kota Palembang Tahun 2024 Efriany, Reny; Muhammad, Noer; Fitri, Melly
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.39

Abstract

Kecelakaan kerja adalah insiden yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya perencanaan yang menyebabkan kerugian berupa waktu, harta benda, material, serta korban dengan tingkat keparahan yang bervariasi, dari ringan hingga fatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terkait perilaku tidak aman (Unsafe Action) pada pekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, dan dilaksanakan di PT X Keramasan Palembang. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 42 orang yang bekerja di unit Operasi dan Pemeliharaan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dan analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan perilaku tidak aman (p value = 0,2280), tetapi ada hubungan signifikan antara pengetahuan K3 dengan perilaku tidak aman (p value = 0,002) serta antara pemakaian APD dengan perilaku tidak aman (p value = 0,013). Disarankan agar pekerja meningkatkan pengetahuan dan kedisiplinan dalam penggunaan APD di tempat kerja, serta perusahaan diharapkan mengadakan sosialisasi rutin tentang K3 kepada pekerja.
Hubungan Beban Kerja, Shift Kerja dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT X Kota Palembang Lestari, Dwi; Dewi, Lisneni; Hardi, Yulia
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.41

Abstract

Kelelahan kerja merupakan keadaan seseorang dimana menurunnya ketahanan dan efisiensi dalam bekerja. Hal tersebut disebabkan oleh melemahnya kondisi tenaga kerja untuk melakukan suatu kegiatan dan mengakibatkan terjadinya pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh (Juliana, 2018). Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PT X Palembang. Populasi pada penelitian ini adalah sama dengan jumlah sampel pekerja di bagian Unit Operasi PT X Palembang yang berjumlah 36 orang pegawai. Sampel diambil dengan menggunakan Total Sampling Rendahkan, teknik uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan uji Chi-Square dengan nilai P value = 0.05, ada hubungan Beban Kerja, Shift Kerja Dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja nilai P value ≤ 0.05, Tidak ada hubungan Beban Kerja, Shift Kerja Dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan kerja nilai P value > 0.05, Kesimpulannya ada hubungan antara beban kerja, shift kerja dan masa kerja terhadap kelelahan kerja.Saran memberikan suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh serta minuman isotonik sebagai pengganti cairan tubuh secara rutin dan Menerapkan peraturan bahwa pekerja yang kurang sehat disarankan untuk beristrirahat guna memulihkan keadaan fisiknya baik itu sakit ringan maupun berat serta Mengganti tenaga manusia dengan mesin jika hal itu memungkinkan untuk mengurangi beban kerja pada pekerja
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stress Kerja pada Pekerja di PT X Kota Palembang Wati, Susi; Dewi, Lisneni; Septiani, Rima
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.42

Abstract

Stres kerja merupakan perasaan tertekan yang dialami karyawan akibat ketidakseimbangan antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan serta lingkungan kerjanya, yang berdampak pada perilaku, kondisi fisik, dan psikologis karyawan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di PT X Palembang. Populasi dalam penelitian ini sama dengan jumlah sampel pekerja di Unit Operasi PT X, yaitu 36 orang pegawai. Sampel diambil menggunakan Total Sampling, dan analisis statistik dilakukan dengan uji Continuity Correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Continuity Correction, terdapat hubungan antara usia dengan stres kerja (nilai P = 0.012), pendidikan dengan stres kerja (nilai P = 0.021), dan masa kerja dengan stres kerja (nilai P = 0.001). Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, dan masa kerja dengan stres kerja. Saran yang diberikan meliputi upaya untuk mengurangi tingkat stres kerja karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja, serta memperhatikan penyebab stres seperti pembagian beban kerja yang adil dan penambahan alat produksi agar waktu kerja tidak terlalu mendesak. Hal ini diharapkan dapat membantu karyawan dalam mengontrol emosi mereka dan meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan.
Implementasi Latihan Batuk Efektif untuk Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Pneumonia di Ruang Cendrawasih Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Irwansyah, Muhammad; Saragih, Julwansa
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.44

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang mengenai saluran pernapasan bawah di tandai dengan batuk dan sesak napas, hal ini diakibatkan oleh adanya agen infeksius seperti virus, bakteri, mycoplasma dan aspirasi substansi asing yang beruba eksudat dan konsolidasi pada paru-paru. Jenis  penelitian adalah kuantitatif melalui pendekatan studi kasus. Jumlah sampel sebanyak  2 orang responden dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan penyakit pneumonia sesudah melakukan tindakan latihan batuk efektif, pasien yang kooperatif, pasien dengan jenis kelamin pria dan wanita, Pasien yang bersedia ikut sertakan dalam penelitian di rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil Evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan bahwa kedua klien mengalami penurunan pada pernapasan pada pasien 1 frekuensi penapasan 25x/menit menjadi 20x/menit. Sedangkan pada pasien ke 2 frekuensi penapasan 23x/menit menjadi 21x/menit dan sputum sudah dapat dikeluarkan oleh kedua klien, bunyi napas klien menjadi vesikuler. Kesimpulan tindakan latihan batuk efektif lebih efektif  dilakukan pada pasien pneumonia dalam bersihan jalan napas. Saran bagi perawat diharapkan mampu mendampingi pasien untuk menerapkan pemberian latihan batuk efektif  untuk bersihan jalan napas  pada pasien pneumonia.     
Penerapan Walking Exercise untuk Menurunkan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Karo Kota Pematangsiantar Fitri, Dita Aisya; Fernanda , Shanty Maria Lissanora
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.45

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit metabolik dengan keadaan ketika kadar gula dalam  darah tinggi melebihi kadar gula darah normal. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2023, penderita diabetes melitus tipe II sebanyak 422 juta dan pada negara maju pada negara Australia berjumlah 462,3 juta jiwa. Salah satu upaya untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II yaitu dengan melakukan penerapan walking exercise. Metode jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel yang digunakan sebanyak 2 orang yang menderita diabetes melitus tipe II. Hasil setelah dilakukan implementasi tindakan keperawatan secara nonfarmakologis yaitu walking exercise secara berulang. Didapatkan hasil terjadi penurunan KGD pada pasien 1 (259 gr/dl menjadi 214 mg/dl) dan pasien 2 (232 gr/dl menjadi 139 mg/dl). Kesimpulan penerapan walking exercise dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II. Saran bagi pasien dan keluarga diharapkan menjalani penerapan walking exercise dengan teratur agar dapat mempercepat proses penurunan kadar gula darah yang diterapkan selama perawatan.
Penerapan Posisi Head Up 300 untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen pada Pasien Stroke Hemoragik di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Syahfitri, Dea; angin, Riskawani Eka Putri Perangin-
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.47

Abstract

Stroke hemoragik adalah pecahnya pembuluh darah pada otak yang menyebabkan perdarahan dan penurunan kadar saturasi oksigen. Berdasarkan data World Stroke Organization (WSO)  prevelensi penderita stroke hemoragik secara global berjumlah 3,409,122 jiwa di dunia, salah satu masalah keperawatan yang muncul yaitu  gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan ventilasi perfusi dan tindakan keperawatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik yaitu dengan melakukan tindakan posisi head up 300. Metode desain penelitian deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Sampel yang diambil sebanyak 2 responden, dengan stroke hemoragik yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil setelah dilakukan penerapan posisi head up 300 selama 3 hari pasien 1 hari pertama jumlah  SPO2 90% dan hari ke tiga jumlah SPO2 meningkat menjadi 99%, pada pasien 2 hari pertama jumlah SPO2 92% dan hari ke tiga jumlah SPO2 meningkat menjadi 98%. Kesimpulan penerapan posisi head up 300 dapat meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik. Saran penerapan posisi head up 300  diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan intrvensi mandiri keperawatan untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke hemoragik.
Implementasi Kompres Dingin dalam Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Post  Operasi Fraktur Femur Tertutup di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Sekadini, Wahyuni; Damanik, Derma Wani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.48

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang baik karena trauma, dan tekanan. Berdasarkan data Departemen Kesehatan tahun 2020 kejadian fraktur di Indonesia sekitar 5,8 atau 8 juta orang dan diantaranya adalah fraktur tertutup Penatalaksanaan pada fraktur salah satunya adalah operatif (pembedahan). Tindakan operasi akan menimbulkan rasa nyeri dan salah salah satu cara menghilangkan rasa nyeri adalah pemberian kompres dingin. Jenis  penelitian adalah kuantitatif melalui pendekatan studi kasus. Jumlah sampel sebanyak  2 orang responden dengan kriteria inklusi yaitu pasien dengan pasca operasi fraktur  femur sesudah melakukan tindakan operasi selama 6-8 jam, pasien yang kooperatit, pasien dengan rentang umur 22-81 tahun, pasien dengan jenis kelamin pria dan wanita, Pasien yang bersedia ikut sertakan dalam penelitian di rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil menunjukkan terjadi nyeri yang dirasakan pasien post fraktur femur tertutup pada penderita fraktur femur menurun dilihat pada skala nyeri Tn. M skala nyeri berat (8) menjadi nyeri sedang (4) dan Tn. Z skala nyeri berat (8) menjadi nyeri sedang (3). Kesimpulan tindakan kompres dingin lebih efektif dilakukan pada fraktur femur dalam menurunkan intensitas nyeri. Saran bagi perawat diharapkan mampu mendampingi dan mengaplikasikan tindakan pemberian kompres dingin dalam menurunkan intensitas nyeri post  operasi pada pasien fraktur femur tertutup.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Oral Hygiene Anak Tuna Grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota Oktarisa, Oktarisa; Harmia, Elvira; Sudiarti, Putri Eka
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.50

Abstract

Tuna grahita bukanlah sebuah penyakit tetapi hasil patologik dalam otak yang mengakibatkan keterbatasan intelektual dan fungsi adaptif. Pentingnya kemandirian oral hygiene bagi kesehatan tubuh karena mempengaruhi fungsi bicara anak tunagrahita, pengunyahan dan tingkat kepercayaan diri. Kebersihan mulut atau oral higiene merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut tanpa penggunaan antiseptik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian oral hygiene anak tuna grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan pada tan tanggal 05 sampai 09 bulan Juni tahun 2024 dengan jumlah sampel 89 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat diperoleh 44 (49,4%) orang tua menerapkan pola asuh demokratis dan 56 (62,9%) anak memiliki kemandirian oral hygiene yang baik. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian oral hygiene anak tuna grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota dengan p value 0,004. Diharapkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan dan meningkatkan pola asuhnya pada anaknya agar meningkatkana perkembangan anakanya terutama perkembangan dalam kemandirian oral hygiene.
Hubungan Higiene Sanitasi Makanan dan Fasilitas Sanitasi dengan Kepadatan Lalat pada Rumah Makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan  Medan Johor, Medan, Sumatera Utara Januariana , Neni Ekowati; Ramadhani, Safrina; Ramlaini, Ramlaini
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.51

Abstract

Pendahuluan: Keberadaan lalat di suatu tempat  merupakan salah satu indikasi dari kebersihan yang kurang baik.Faktor penting pengadaan rumah makan yang harus dijaga kebersihannya yaitu higiene dan sanitasi rumah makan tersebut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi dengan kepadatan lalat di rumah makan di kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor. Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desaincross sectional.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rumah makan yang berada di kelurahan pangkalan masyhur dengan jumlah sampel 73 rumah makan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, pengukuran kepadatan lalat menggunakan fly grill.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jamban sehat dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan SPAL dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,004<0,05.ada hubungan kondisi tempat sampah dengan kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada hubungan antara tempat pencucian peralatan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Ada  hubungan antara tempat penyajian makanan dengan tingkat kepadatan lalat p-value 0,000<0,05. Tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,057>0,05. Tidak ada hubungan antara tempat penyimpanan bahan makanan dangan tingkat kepadatan lalat p-value 0,425>0,05.Kesimpulan: hygiene sanitasi makanan dan fasilitas sanitasi rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur belum memenuhi syarat kesehatan karena tingkat kepadatan lalat di rumah makan di Kelurahan Pangkalan Masyhur sebagian besar termasuk dalam kategori tinggi. Disarankan bagi rumah makan agar meningkatkan higiene sanitasi dan fasilitas sanitasi rumah makan, dan bagi Dinas Kesehatan kota Medan diharapkan melakukan pemeriksaan berkala melakukan pengawasan higiene sanitasi dan pengujian mutu di rumah makan.

Page 1 of 10 | Total Record : 97