cover
Contact Name
-
Contact Email
tugaspsi@uhamka.ac.id
Phone
+6282255115400
Journal Mail Official
tugaspsi@uhamka.ac.id
Editorial Address
Jl. Limau 2 , Kebayoran Baru, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12130
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JIPP
ISSN : 26859157     EISSN : 24773158     DOI : -
The editorial board would like to receive manuscripts submitted via the online submission system. Make sure that the manuscripts meet the scope and submission guidelines of the journal. For more detailed information, please refer to the terms and conditions of Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi: Kajian Empiris dan Non-Empiris. JIPP is providing a platform for the researchers, academicians, professionals, practitioners, and students to impart and share knowledge in empiric and non-empiric studies in psychology.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2018): 2018" : 5 Documents clear
Aktualisasi Mental Pemenang Kumala, Anisia
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 4 No 1 (2018): 2018
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v4i1.9224

Abstract

Al-Qur'an merupakan sumber inspirasi bagi kaum Muslim, bukan hanya terbatas pada soal hukum, tetapi juga keteladanan mental dan perilaku yang tidak saja membawa manusia pada jalan yang lurus, melainkan juga membawa kebahagiaan hidup. Tulisan ini ingin mendeskripsikan ciri-ciri dari mental pemenang yang bersumber pada al-Qur'an, khususnya pada surat Ali Imran ayat 139-158. Ayat-ayat yang dimaksud pada dasarnya turun pada konteks perang Uhud yang peristiwa dan pengalaman kaum Muslim pada perang tersebut dapat diambil menjadi pelajaran pada kehidupan sehari-hari. Pada kelompok ayat ini disimpulkan beberapa ciri mental pemenang, yaitu: berlandaskan iman dan konsep diri yang positif, kerja keras dan sabar, mandiri tidak tergantung pada figur, berani mengambil resiko, motivasi beyond reinforcement, tidak mudah dihancurkan oleh kegagalan/kekalahan, tidak tunduk pada kekuatan yang menjerumuskan dan berserah diri dengan kekuatan doa.
PENGGUNAAN CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS (CFA) DALAM PENGEMBANGAN ALAT UKUR TRAIT EMOTIONAL INTELLIGENCE QUESTIONNAIRE-SHORT FORM (TEIQUE-SF) Tresnawaty, Yulistin
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 4 No 1 (2018): 2018
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v4i1.9225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian validitas konstruk salah satu alat ukur yang mengukur kecerdasan emosional, yaitu Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form (TEIQUE-SF) yang dikembangkan oleh Petrides et all (2001, 2003, 2009) sejumlah 30 item dan telah diadaptasikan kedalam Bahasa Indonesia oleh Tresnawaty (2014). TEIQUE-SF yang telah dikembangkan oleh Petrides et all (2009) ini terdiri dari empat dimensi utama dan dua dimensi tambahan. Empat dimensi utama nya terdiri dari dimensi well being, self control, sociability, dan emotionality. Sedangkan dua dimensi tambahannya adalah adaptability dan self motivation. Pengujian validitas konstruk ini dianalisis dengan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan lisrel 8.70. Tujuan dari menggunakan metode CFA adalah untuk mengkonfirmasi apakah benar 30 item yang terdapat pada TEIQUE-SF dan telah diadaptasikan hanya mengukur model satu faktor (fit), yang berarti bahwa semua item pada tiap-tiap dimensi mengukur hanya satu dimensi yang didefinisikan dalam alat ukur tersebut. Hasil penelitian model fit menunjukkan bahwa terdapat 19 item yang valid mengukur emotional intelligence (EI).
Hubungan antara Helicopter Parenting dengan Kesepian pada Generasi Milenial di Masa Emerging Adulthood Khairunnisa, Ria; Trihandayani, Dewi
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 4 No 1 (2018): 2018
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v4i1.9226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Helicopter Parenting dengan Kesepian pada Generasi Milenial yang saat ini berada di periode Emerging Adulthood. Generasi milenial, yaitu individu yang lahir sekitar tahun 1982 hingga 2001, saat ini sebagian besar sedang memasuki periode emerging adulthood. Pada periode perkembangan yang berada di usia 18-25 tahun dan ditandai dengan ketidakstabilan, perasaan in-between, eksplorasi identitas, optimisme serta fokus pada diri ini membuat individu di generasi milenal seringkali merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Hal tersebut akhirnya menimbulkan berbagai dampak, salah satunya membuat mereka cenderung masih bergantung pada orangtuanya. Hal ini membuat orangtua dari kebanyakan generasi milenial memiliki keterlibatan yang tinggi pada kehidupan anaknya, bahkan cenderung terlalu melindungi dan memanjakan mereka. Orangtua generasi milenial tersebut seringkali diidentifikasi sebagai Helicopter Parenting. Perilaku orangtua helikopter yang terlalu terlibat, melindungi, dan mengontol anak ,meskipun mereka telah beranjak dewasa ini, telah banyak diteliti dan seringkali dihubungkan dengan berbagai dampak negatif pada perkembangan anak. Namun, saat ini belum ada penelitian mengenai Helicopter Parenting dan hubungannya dengan salah satu respons emosional negatif yang sering dikeluhkan oleh kebanyakan generasi milenial akibat dari kesulitan dan ketidakpuasaan dalam menjalin hubungan erat dengan orang lain, atau yang biasa disebut dengan kesepian. Penelitian menggunakan 70 individu generasi milenial yang berusia 18-25 tahun (Laki-laki = 12, Perempuan = 58) yang diambil dengan teknik accidental sampling. Teknik analisa data Pearson Product Moment digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. UCLA Loneliness Scale (Version 3) dengan reliabilitas 0.890 pun digunakan untuk mengukur kesepian dan Helicopter Parenting Instrument (HPI) dengan reliabilitas 0.755 untuk mengukur perilaku orangtua yang dihubungkan dengan Helicopter Parenting. Hasil penelitian dengan uji korelasi antara Helicopter Parenting dengan Kesepian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0.251 (p < 0.05). Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Helicopter Parenting dengan Kesepian yang ditemukan pada Generasi Milenial yang berada di periode Emerging Adulthood. Hal ini nampaknya disebabkan oleh orangtua yang terlalu terlibat, melindungi, dan mengontrol anak, sehingga membuat anak menjadi lebih bergantung pada orangtua, kurang mandiri, dan terhambat kemampuan sosialnya. Akibatnya, anak menjadi kesulitan untuk menjalin atau mempertahankan hubungan sosialnya dengan orang lain, yang menyebabkan mereka menjadi tidak puas dengan hubungan sosial yang dimiliki sehingga memunculkan rasa kesepian pada mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mengenai fenomena Kesepian yang dialami oleh kebanyakan Generasi Milenial serta memberikan sebuah gambaran baru mengenai Helicoter Parenting di Indonesia.
PERBEDAAN KONTROL DIRI DILIHAT DARI PILIHAN SANTRI PADA SAAT BERHADAPAN DENGAN DILEMMA MORAL NILAI AGAMA DI LINGKUNGAN PESANTREN Khoirunnida, Fathiya; El Hafiz, Subhan
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 4 No 1 (2018): 2018
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v4i1.9227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kontrol diri di lihat dari pilihan seseorang pada saat berhadapan dengan dilemma moral nilai agama di lingkungan pesantren. Partisipan penelitian ini adalah seseorang remaja Sekolah Menengah Pertama dengan umur 12-14 tahun dan beragama islam sebanyak 144 responden. Alat ukur yang di gunakan adalah skala Self Control Scale (SCS) dari Tangney dan skala dilema moral. Hasil analisa dengan menggunakan rumus compare mean. Hasil menunjukkan ada perbedaan kontrol diri yang signifikan dilihat dari alasan individu untuk menentukan pilihan jama' dan tidak jama' secara rasional karena nilai p sebesar 0.048 (<0.05). Hal ini berarti ada kontrol diri mempengaruhi alasaan memilih seseorang berdasarkan alasan secara rasional saja.
PENGARUH COGNITIVE-BEHAVIOUR THERAPY DENGAN MEDIATOR DZIKIR TERHADAP STRES WARGABINAANDI LAPAS WANITA KLAS IIA BANDUNG Kuswartanti, Dyah Rachman
Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi Vol 4 No 1 (2018): 2018
Publisher : Psikologi UHAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jippuhamka.v4i1.9228

Abstract

Di Lapas Wanita klas IIA Bandung, terdapat sekitar 310 wargabinaan (WBP) pada tahun 2014.Sebagian besar dari mereka belum dapat menerima kenyataan bahwa mereka harus jauh dari keluarga, suami dan anak-anak mereka. Tidak jarang mereka mengalami stress yang berakibat memiliki bermasalah pada psikis, fisiologi maupun sosialnya. Salah satu cara menurunkan stress pada seseorang adalah dengan menggunakan Cognitive Behaviour Therapy (CBT). Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian lain adalah menggunakan mediator dzikir dalam proses CBT, diharapkan klien dapat lebih cepat mengubah pikiran-pikiran negative menjadi pikiran-pikiran positive serta lebih mendekatkan diri dengan Allah SWT.Subjek berjumlah 3 orang wargabinaan beragama islam, seorang istri dan ibu, masa hukuman lebih dari 1 tahun, tidak pernah dikunjungi keluarga serta mengalami stress sedang hingga tinggi. Desain penelitian ini menggunakan eksperimental kuasi dengan pre-test and pos-ttest design (one grup pre-test dan post-test design).Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner riwayat hidup, skala stress, interview dan observasi. Pada skala stress yang dibuat sendiri oleh peneliti bahwa hasil uji reliabilitas terhadap skor stress, maka didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0, 855.Hasil penelitian dari ketiga subjek setelah diberikan CBT dengan mediator dzikir menyatakan bahwa terjadi penurunan stress berkisar antara 57,63% - 80,35%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5