cover
Contact Name
Harya Gusdevi
Contact Email
p3m@utb-univ.ac.id
Phone
+6282118357887
Journal Mail Official
p3m@utb-univ.ac.id
Editorial Address
https://sistemik.utb-univ.ac.id/index.php/sistemik/EditorialBoard
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
ISSN : 23373636     EISSN : 25276425     DOI : https://doi.org/10.53580
Core Subject : Engineering,
SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Teknologi Bandung. Jurnal Sistemik terbit dalam jangka waktu satu tahun sebanyak dua kali yaitu pada bulan Juni dan Desember. Cakupan ilmu yang dibahas dalam Jurnal Sistemik meliputi : 1. Manajemen Industri 2. Modeling & Simulation 3. Sistem Manufaktur 4. Ergonomi 5. Riset Operasi Jurnal Sistemik merupakan jurnal dengan open access atau akses terbuka yang memungkinkan pembaca dapat dengan bebas membaca dan mengakses jurnal ini tanpa dipungut biaya.
Articles 89 Documents
ANALISIS KEBISINGAN PADA RUANGAN MESIN BORDER TERHADAP KELELAHAN OPERATOR MESIN BORDER DI HOME INDUSTRI BERKAH BORDER Rafi Abdul Khalik; Agus Rahmat Hermawanto
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 7 No 2 (2019): Sistemik (Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v7i2.27

Abstract

AbstrakKebisingan merupakan salah satu faktor lingkungan fisik yang perlu diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kebisingan yang ditimbulkan di tempat ruang mesin border 1 dan mesin border 2, termasuk mengidentifikasi pengaruh tingkat kebisingan yang ditimbulkan mesin border 1 dan mesin border 2 terhadap kelelahan di tempat ruang mesin border. Hasil kebisingan di tempat rung mesin 1 menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi berada pada titik ke-1 (satu) dengan tingkat kebisingan 97,6 dBA. Sedangkan tingkat kebisingan terendah berada pada titik ke-4 (empat) dengan tingkat kebisingan 95,5 dBA. Hasil kebisingan di tempat rung mesin 2 menunjukkan bahwa tingkat kebisingan tertinggi berada pada titik ke-2 (dua) dengan tingkat kebisingan 91,1. Sedangkan tingkat kebisingan terendah berada pada titik ke-4 (empat) dengan tingkat kebisingan 88 dBA. Sedangkan pada tingkat kelelahan yang paling dominan adalah kelelahan berat yang berjumlah 3 orang dan 1 orang hanya merasakan kelelahan menengah. Dari hasil pengujian Analisis Regresi Linear Sederhana bahwa probalitasnya sebesar 0,002 lebih kecil < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, ini artinya ada pengaruh kebisingan terhadap kelelahan pada bagian ruang mesin 1 dan mesin 2Kata Kunci : Kebisingan, Nilai Ambang Batas, Kelelahan.AbstractNoise is one of the physical environmental factors that need attention. The purpose of this study was to analyze the noise generated at the border machine room and border machine 2, including identifying the effect of the level of noise generated by border machine 1 and border machine 2 on fatigue in the border machine room. The results of noise in the engine rung 1 show that the highest noise level is at point 1 (one) with a noise level of 97.6 dBA. While the lowest noise level is at point 4 (four) with a noise level of 95.5 dBA. The results of noise in engine 2 show that the highest noise level is at point 2 (two) with a noise level of 91.1. While the lowest noise level is at point 4 (four) with a noise level of 88 dBA. While the most dominant level of fatigue is heavy fatigue, amounting to 3 people and 1 person only feels medium fatigue. From the test results of the Simple Linear Regression Analysis that the probability of 0.002 is smaller <0.05, it can be concluded that H0 is rejected, this means that there is a noise effect on fatigue in the engine room 1 and engine 2Keywords: Noise, Threshold Value, Fatigue.
MENINGKATKAN KEANDALAN KOMPONEN MESIN DAN MINIMASI DOWNTIME PADA MESIN PICANOL GTX SERI 22844 Ragil Pardiyono; Putri Suryani
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 1 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i1.33

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang dihasilkan kain grey jenis denim. Pada salah produknya yaitu kain 1455 biru tua terdapat 8 jenis cacat yaitu cacat pakan carang, pakan putus, pakan dobel, pakan kosong, pakan ngambang, lusi putus, lusi tegang dan lusi kendor. Berdasarkan identifikasi sebagian besar disebabkan oleh faktor mesin, yaitu cacat pakan putus, pakan kosong, pakan ngambang, lusi putus, dan lusi tegang. Salah satu mesin tenun yang digunakan merk Picanol GTX seri 22844 dengan 30 komponen. Komponen yang kritis karena sering mengalami kerusakan yaitu Dobby, Hamess Transmition, Leno Device, Harness Guiede, Take Up Motion, dan Bearing Beam. Selama 2017, mesin ini mengalami kerusakan sebanyak 36 kali dengan total downtime 16,22 Jam. PT. XYZ belum memiliki sistem perawatan yang terjadwal dengan baik, sehingga menyebabkan sering terjadinya kerusakan mesin dengan downtime yang tinggi. Penelitian ini mengusulkan jadwal preventive maintenance berupa jadwal interval perawatan untuk komponen kritis untuk meningkatkan keandalan komponen mesin dan meminimasi downtime. Dari hasil pengolahan data diperoleh hasil jadwal interval waktu perawatan komponen mesin Picanol GTX seri 22844 adalah; 1) Komponen Dobby dengan jadwal preventive maintenance setiap 18 hari dan peningkatan keandalan 3,84% serta ekspektasi downtime 2,4 jam. 2) Komponen Hamess Transmition dengan jadwal preventive maintenance setiap 20 hari dan peningkatan keandalan 2,23%serta ekspektasi downtime 1,61 jam. 3) Komponen Leno device dengan jadwal preventive maintenance setiap 29 hari dan peningkatan keandalan 2,25% serta ekspektasi downtime 1,06 jam. 4) Komponen Harness Guiede dengan jadwal preventive maintenance 12 hari dan peningkatan keandalan 2,2% Serta ekspektasi downtime 1,18 jam. Setiap komponen memiliki jadwal interval preventive maintenance yang berdekatan, maka untuk menghindari terhambatnya proses produksi karena dilakukan preventive maintenance yang berdekatan harinya maka perawatan akan dilakukan pada satu hari diantara interval preventive maintenance setiap komponen yaitu perawatan akan dilakukan setiap 20 hari.
STRATEGI BISNIS PRODUK UMKM DENGAN MODIFIKASI METODE KORESPONDENSI STATISTIK Ai Nurhayati
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 1 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan produsen karpet dengan cara mengembangkan strategi bisnis dengan pendekatan metode statistik, melihat posisinya di mata konsumen agar mudah memasarkan produk kepada calon konsumen. Tahapan metode penelitian dimulai dari studi literature dan pengambilan data dari lapangan kemudian diolah dengan melaksanakan beberapa tahapan sehingga diperoleh output rancangan strategi bisnis dan pemasaran. Strategi bisnis dapat ditentukan dengan cara melihat keunggulan dan kelemahan sebuah toko untuk setiap atribut dibandingkan dengan toko lainnya, serta mengidentifikasi toko mana yang menjadi pesaing dan mana yang tidak. Toko yang paling unggul menurut persepsi konsumen adalah toko dengan nilai skor yang paling besar.
PENENTUAN PEMESANAN BARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ DAN MIP (MIX INTEGER PROGRAMMING) DI CV XYZ Abdul Fatah
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 1 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i1.35

Abstract

Persediaan sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Persediaan yang sedikit beresiko kehilangan pendapatan dan konsumen, namun persediaan yang terlalu banyak akan mengakibatkan tingginya biaya persediaan yang terdiri dari biaya pesan dan biaya simpan. Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana menentukan ukuran dan waktu pemesanan dengan total biaya persediaan yang minimum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Simple EOQ dan Mix Integer Programming (MIP). Setelah dilakukan pengolahan data. Metode Mix Integer Programming menghasilkan biaya total persediaan yang lebih kecil dibandingkan dengan metode Simple EOQ dengan total biaya persediaan sebesar 3.711.900, dengan keputusan melakukan pemesanan pada periode 1 sebanyak 6.666 unit, periode 3 sebanyak 6.839 unit, periode 5 sebanyak 7.013 unit, periode 7 sebanyak 7.187 unit, periode 9 sebanyak 7.361 unit, dan periode 11 sebanyak 7.534 unit
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA BAGIAN PELAYANAN DISTRIBUSI LISTRIK DENGAN METODE HIRARC (Studi Kasus di PT. Haleyora Power) Ligia Aulia; Agus Rahmat Hermawanto
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 1 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i1.36

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya untuk menjamin keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja karyawan di dalam suatu perusahaan. PT Haleyora Power merupakan anak perusahaan yang menjadi penyedia layanan Operasi dan Pemeliharaan Transmisi dan Distribusi bidang ketenagalistrikan bagi PT PLN (Persero). di PT. Haleyora power terdapat pekerjaan pelayanan distribusi listrik yang memiliki tingkat potensi bahaya paling tinggi, diantaranya yaitu risiko sengatan listrik, jatuh dari ketinggian hingga potensi terbakar. Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk menganalisis risiko pada bagian distribusi listrik di PT Haleyora Power adalah dengan metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control). HIRARC merupakan salah satu persyaratan yang harus ada dalam menerapkan SMK3 yang mengharuskan organisasi/perusahaan menerapkan dan melakukan penyusunan HIRARC pada perusahaannya.. hasil dari penelitian setelah dilakukan additional control sebagai usulan untuk menurunkan level risiko yang ada pada bagian pelayanan distribusi listrik, dari 20 risiko pada masing-masing aktivitas yang pada awalnya terdapat 17 tingkat risiko tinggi menjadi 16 risiko sedang dan 1 risiko rendah. 3 risiko sedang lainnya turun menjadi 3 risiko rendah.
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA MENTAL DAN STRESS KERJA TERHADAP LOYALITAS PEKERJA PADA OPPO SERVICE CENTER INDONESIA Jeferson Siahaan
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 1 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i1.37

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beban kerja mental dan stress kerja terhadap loyalitas pekerja pada OPPO Service Center Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 responden dari total populasi sebanyak 461 responden. Adapun teknik menganalisis data yang digunakan yaitu, analisis regresi linier berganda, pengujian hipotesis dan analisis data dengan bantuan aplikasi SPSS Versi 22.Dari hasil pengolahan data, nilai Uji t dari masing-masing variabel independent terhadap dependent, untuk pengaruh variabel beban kerja mental (X1) terhadap loyalitas pekerja (Y) didapat thitung -0,527< ttabel 2.074 dapat disimpulkan H1 di tolak artinya tidak terdapat pengaruh beban kerja mental (X1) terhadap loyalitas pekerja (Y), sedangkan untuk variabel stress kerja (X2) terhadap loyalitas pekerja (Y) didapat thitung 19,150> ttabel 2.074 dapat disimpulkan H2 diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara stress kerja (X2) terhadap loyalitas pekerja (Y). Nilai Uji f dari hasil pengolahan data didapat fhitung 336.528 > ftabel 3.42 dapat disimpulkan H3 diterima artinya terdapat pengaruh yang siginifikan antara beban kerja mental (X1) dan stress kerja (X2) terhadap loyalitas pekerja (Y). Variabel beban kerja mental dan stress kerja memiliki pengaruh sebesar 96.5% terhadap loyalitas pekerja sedangkan 3,5% dipengaruhi oleh variabel lain.
ANALISIS PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL PENYAPU PERUSAHAAN DAERAH KEBERSIHAN (JALAN PROTOKOL KECAMATAN CIBEUNYING KALER) Rika Andriyanti Dinata
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 1 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i1.38

Abstract

Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung dalam mencapai proses pengelolaan sampah yang optimal berpaku kepada beberapa aspek-aspek penting seperti peran serta masyarakat, organisasi/kelembagaan, peraturan, pembiayaan, teknik operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia. Salah satu SDM pada Perusahaan Daerah Kebersihan yaitu penyapu jalan yang berjumlah 648 penyapu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa berpengaruh tingkat kebisingan terhadap beban kerja mental. Metode penelitian ini menggunakan metode NASA – TLX. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengukuran beban kerja mental menggunakan NASA – TLX, terdapat 3 responden yang dikategorikan sangat tinggi yaitu P2 = 80.7, P7 = 86, P13 = 81. Beban kerja mental 17 penyapu lainya dikategorikan tinggi. Kebisingan wilayah Kelurahan Cihaurgeulis pada titik wilayah Jalan Pahlawan yang menghasilkan Leq sebesar 91,26 dBA. Wilayah Kelurahan Sukaluyu pada titik wilayah Jalan Surapati yang menghasilkan Leq sebesar 91,31 dBA. Wilayah Kelurahan Neglasari pada titik wilayah Jalan Cikutra yang menghasilkan Leq sebesar 91,71 dBA. Wilayah Kelurahan Cigadung pada titik wilayah Jalan Cigadung yang menghasilkan Leq sebesar 91,22 dBA. Dari keempat titik wilayah pengukuran kebisingan yang hasilkan lebih dari 85 dBA nilai ambang batas kebisingan dengan waktu kerja 8 jam per hari menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.KEP-51/MEN/1999.
SKENARIO KEPUTUSAN BERDASARKAN TINGKAT RISIKO UNTUK MENGURANGI BIAYA CACAT (Studi Kasus: Home Industri Milik Bapak Sutarmo, Produksi Jeruji Sangkar Burung Di Modinan, Desa Gondangmanis, Kecamatan Karangpandan) Nunuk Lestari; Herman Ruswan Suwarman
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 2 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i2.42

Abstract

Kualitas merupakan salah satu hal yang sangat penting didalam sebuah proses produksi. Di mana pada saat proses produksi dimulai dari proses masukan (input) menjadi keluaran (output) haruslah dipastikan untuk produk tidak memiliki kekurangan dalam kualitas. Risiko cacat dalam proses produksi akan selalu dihadapi oleh pelaku usaha. Begitu juga dalam usaha kecil (home industri) yang memiliki latar belakang modal yang kurang kuat, risiko ini akan menyebabkan gangguan operasional dan kerugian finansial. Walaupun risiko terdapatnya produk cacat dalam proses produksi memiliki berbagai kemungkinan yang beragam, namun dampak yang mungkin timbul dari risiko produk cacat dapat dideteksi lebih awal sehingga dapat di antisipasi. Dengan membuat proses perencanaan produksi yang mempertimbangkan berbagai alternatif dan kemungkinan melalui dibuatnya suatu skenario keputusan, di mana skenario keputusan ini disusun berdasarkan metode analisis keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menentukan scenario keputusan yang akan dibuat dengan didasarkan pada tingkat risiko dalam mengurangi biaya cacat produksi jeruji sangkar burung di industri rumahan Bapak Sutarmo, dan 2) Menentukan scenario yang terpilih sebagai scenario terbak dalam memberikan keuntungan pada produksi jeruji sangkar burung di industri rumahan Bapak Sutarmo Metode analisis keputusan adalah metode pengambilan keputusan yang melibatkan kondisi ketidakpastian sebagai kemungkinan (probabilitas) yang harus dipertimbangkan di mana dalam penelitian ini kondisi ketidakpastian berasal dari bahan baku dan kondisi fisik (cuaca). Dari hasil penelitian berbagai skenario yang ada diperoleh keputusan yang di mana pada saat cuaca buruk bahan baku yang digunakan adalah bambu Betung dan pada saat cuaca bagus digunakanlah bambu Apus. Keputusan tersebut diambil berdasarkan analisis tiga aspek yang meliputi aspek kecocokan, aspek biaya, dan aspek risiko.
PENINGKATAN KEANDALAN REM MEKANIK SUB KOMPONEN ALAT ANGKUT KONVEYOR REL DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE, EFFECT AND CRITICALITY ANALIYSIS (FMECA) Dewi Mulyasari Sumarta
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 2 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i2.43

Abstract

FMECA adalah suatu metode untuk mengevaluasi ataupun mendesain dari komponen pada suatu sistem dengan cara meneliti potensi modus kegagalannya untuk menentukan dampak yang akan terjadi pada komponen atau sistem kerja. Hasil FMECA ini adalah nilai kekritisan yang tertinggi. Nilai kekritisan yang tinggi akan mendapatkan nilai keandalan yang rendah, dimana keandalan mempunyai pengertian kemungkinan selamat suatu komponen dari semua komponen uji yang digunakan.Konveyor rel terdiri dari 8 sub sistem, salah satunya adalah drive station yang merupakan komponen penggerak yang dipasang pada lokasi-lokasi tertentu. Drive Station sendiri terdiri dari 5 komponen utama, yaitu panel daya listrik, sistem kontrol, unit penggerak, mekanisme pendorong dan rem mekanik. Rem mekanik sebagai komponen utama diharapkan memiliki sub komponen yang memadai. Untuk itu, penelitian ini akan membahas mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan keandalan dari sub komponen rem mekanik. Dengan menggunakan metode FMECA akan didapatkan nilai kekritisan tertinggi dari sub komponen rem mekanik, setelah itu dilakukan perhitungan nilai keandalan dengan waktu yang sama, maka akan terlihat sub komponen yang nilai kekritisannya tertinggi dan nilai keandalannya terendah. Setelah itu, akan dilakukan peningkatan keandalan dengan tiga kemungkinan, yaitu Mengganti sub komponen atau dengan komponen yang memiliki keandalan yang lebih tinggi, dan atau pemasangan sistem secara redundancy, dan atau menurunkan waktu observasi dengan pemeriksaan dan pemeliharaan berkala.Dari analisis keandalan sub kompenen rem mekanik yang memiliki nilai kekritisan tertinggi dan nilai keandalan yang terendah adalah sub komponen pompa yang mempunyai modus kegagalan pompa bocor. Untuk menaikan keandalan yang akan diterapkan pada sub komponen pompa bocor, yaitu dengan cara menurunkan waktu observasi dengan pemeliharaan dan pemeriksaan berkala.
EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM MELAKSANAKAN PENELITIAN SKRIPSI PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA DI BANDUNG Teguh Aprianto; Zakiya Muallifa Rahman
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 8 No 2 (2020): Sistemik : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v8i2.44

Abstract

Pendidikan adalah indikator penting yang menentukan kemajuan sebuah bangsa. Mutu mahasiswa baru semakin banyak menjadi perhatian pengelola perguruan tinggi karena berperan penting dalam menunjang terciptanya proses pembelajaran kelas tinggi. Dalam proses pembelajaran mahasiswa lebih banyak dituntut untuk lebih mandiri. Kesulitan yang dihadapi sangatlah beragam, mulai dari kurang memahami fenomena yang sedang dikaji, kurang menguasai teori, terbatasnya referensi dan lain sebagainya. Hasil wawancara menunjukan bahwa mahasiswa mengalami kelelahan dalam penelitian sekitar 60%, peningkatan tingkat stress sekitar 88,6%, kurang konsentrasi 88,6%, tekanan dalam penelitian 68,6%, penurunan tingkat kewaspadaan 47,1%, rasa kantuk yang mengganggu 82,9%, beban kerja yang berlebihan 64,3%. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi beban kerja mental mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir dalam melaksanakan penelitian skripsi. Metode yang digunakan menggunakan metode Nasa TLX. Hasil penelitian menunjukan bahwa Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa mahasiswa yang merasakan beban kerja mental ringan sebanyak 2 orang atau sekitar 2,85%, beban kerja mental sedang sebanyak 48 orang atau sekitar 68,57%dan beban kerja mental berat sebanyak 20 orang atau sekitar 28,57%.