cover
Contact Name
R. Ahmad Nur Kholis
Contact Email
kholis3186@gmail.com
Phone
+6281335557124
Journal Mail Official
kholis3186@gmail.com
Editorial Address
Desa Banjarsari RT. 02 RW 03 Kec. Ngajum
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
AN NAHDLIYAH
ISSN : -     EISSN : 28305612     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal An Nahdliyah: Jurnal Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) di STAI Nahdaltul Ulama (STAINU) Malang yang memuat kajian-kajian tentang tentang studi manajemen pendidikan Islam, inovasi manajemen Pendidikan Islam dan pemikiran dalam Manajemen Pendidikan Islam. Diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di STAI Nahdaltul Ulama (STAINU) Malang dalam 1 (Satu) Tahun terbit 2 (dua) kali pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
MEMAHAMI PENGEMBANGAN KOMPETENSI TENAGA KEPENDIDIKAN YANG EFEKTIF Duki
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The competence of a manager is one of the factors in the development of an organization. A manager who has adequate competence tends to be able to improve the organization, whereas a manager who lacks competence tends to make the organization stop or retreat. Because management controlled by managers is the center or core of administration. While administration is a process that exists within the organization. If the process is getting better, it means the organization is progressing. On the other hand, if the process gets worse and eventually stalls, it means that the organization is retreating and eventually dies. This article discusses the Competence Development of Education Personnel (Staff) and the reasons why it needs to be done. This article also discusses the obstacles faced in the effort to develop the competence of education personnel, and most importantly discusses the models of staff competency development according to experts.
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA DI SMP AR-ROHMAH BOARDING SCHOOL DAU KABUPATEN MALANG Pujiharti, Endang
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the competencies that must be possessed by the principal in carrying out his role in schools is managerial competence. This study aims to determine: 1) how the principal's leadership is to improve student achievement, 2) how the principal motivates students to improve achievement, and 3) how the principal's managerial ability is to improve student achievement at Ar Rohmah Boarding School Junior High School. This study uses a descriptive type of qualitative approach. The data collection uses interviews, documentation, and observation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and concluding. The results of this study are: 1) The principal at Ar-Rohmah Boarding School Junior High School has a democratic leadership style because it always involves all school members in determining achievement targets, and is guided because he always directs that the suggestions given by school residents are rational and not deviating from the initial target, 2) Principals provide direct motivation by encouraging students to excel, as well as providing rewards for students who excel, 3) Principals apply good management to achieve student achievement targets. Every program that is run always begins with a careful planning process, followed by organizing, implementing, directing, and evaluating as a correction to all processes that have been carried out and used as a reference so that in the future it can be better.
PENGUATAN KUALITAS KELUARGA SEBAGAI DETERMINAN KUALITAS PENDIDIKAN PESERTA DIDIK Kholis, R.
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau determinasi kondisi keluarga terhadap aktifitas belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif di dalam desain penelitian survey. Penelitian dilakukan terhadap 12 (dua belas) peserta didik yang mengalami masalah belajar di sebuah Madrsah Tsanawiyah di Kabupaten Malang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa 7 (tujuh) dari 12 (dua belas) peserta didik yang mengalami masalah belajar berada dalam latar belakang yang tidak kondusif. Persebaran kasus ini tersebar di dalam kasus-kasus keluarga seperti: (1) orang tua jarang di rumah; (2) posisi peserta didik sebagai anak tiri; (3) perceraian keluarga; (3) tidak tinggal bersama orang tua; (4) keluarga tidak harmonis; dan (5) ekonomi non-sejahtera.
INOVASI BIDANG KETENAGAAN PENDIDIKAN Mahrus
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pendidikan, pendidik memegang peran yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai tujuan pendidikan. Pendidik merupakan orang dewasa baik secara kodrati (orang tua) maupun secara profesi (menjadi pendidik karena tugas jabatan) bertanggungjawab menumbuhkembangkan anak didik. Beberapa karakteristik yang perlu untuk dimiliki oleh pendidik antara lain: (a) Mandiri atau mampu berdiri sendiri. Yaitu orang yang tida bergantung lagi dengan orang lain, karena ia telah memiliki cukup ilmu, baik dalam pengetahuan, keterampilan, sikap dan lain-lain; (b) Bertanggung jawab, yaitu mampu menentukan keputusan dan tindakan atas pilihannya sendiri, namun mampu menerima segala konsekuensi atas pilihannya; (c) Mampu menyerahkan diri, yaitu berani berkorban untuk nilai-nilai atau norma-norma yang diakuinya, cita-cita atau tujuan hidupnya, pekerjaanya, masyarakat atau orang lain dan demi Tuhannya; (d) Keterampilan dan membimbing, yaitu seperti sikap-sikap yang dibutuhkan dalam membimbing seperti sabar, beribawa, ulet, pantang menyerah, dan memberikan semangat agar peserta didik dapat berhasil; (e) Mampu bersosialisai dan berkomunikasi dengan baik, yaitu dapat membangun hubungan antara pendidik dan peserta didik dengan baik dan lebih dalam sehingga dapat memotivasi peseta didik. Masalah esensial yang dihadapi dalam pengelolaan tenaga kependidikan di Indonesia saat ini tidak lagi semata-mata terletak pada cara menghasilkan tenaga kependidikan yang bermutu melalui lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), melainkan sejauh mana profesi itu dapat diakui oleh Negara sebagai profesi yang sesungguhnya. Oleh sebab itu jika pendidikan merupakan salah satu instrument utama pengembangan sumber daya manusia (SDM), tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab untuk mengemban tugas tersebut.
INDIKATOR-INDIKATOR BUDAYA BELAJAR SISWA, PENYEBAB DAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNGNYA Kholis, R.
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan indikator-indikator budaya belajar siswa, penyebab dan faktor-faktor pendukungnya. Penelitian ini dilaksanakan di 2 (dua) Lembaga Pendidikan Islam tingkat Tsanawiyah di Kabupaten Malang, dan 1 (satu) Sekolah Menegah Pertama (SMP) Islam di Kota Batu Jawa Timur. Penilitian ini menggunakan pendekatan kualitatif cross longitudinal ex post facto. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada dasarnya budaya belajar siswa merupakan suatu sikap tanggung jawab siswa atas pelajaran dan belajar mereka sendiri. Indikator-indikator yang coba diuraikan disini dapat dibagi ke dalam 3 (tiga) klasifikasi, yaitu: (a) Indikator budaya belajar siswa pada saat pembelajaran di kelas; (b) indikator budaya belajar siswa pada saat di luar kelas di dalam sekolah; dan (c) Indikator budaya belajar siswa pada saat di luar kelas di luar sekolah. Pada saat pembelajaran di kelas, ditunjukkan dengan: (1) Bertanya saat pembelajaran; (2) Memperhatikan dengan baik; (3) Mengerjakan tugas yang diberikan; (4) Mencari guru untuk mengisi pembelajaran; dan (5) Mengikuti pembelajaran dengan baik dan antusias tinggi. Di luar kelas di dalam sekolah: (1) Belajar untuk pelajaran yang akan datang; (2) Mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh; (3) Menggunakan waktu luang dengan belajar; (4) Mendiskusikan pelajaran bersama teman / guru; (5) Menanyakan nilai hasil test kepada guru; dan (6) Memperbandingkan nilai hasil test bersama teman. Di luar sekolah: (1) Belajar bersama untuk pekerjaan rumah atau persiapan ujian; (2) Mendiskusikan bersama teman materi pelajaran yang akan diujikan; (3) Menanyakan kepada guru seputar test yang akan diberikan (komposisi/kisi-kisi soal, dls.), dan (4) Antusias mencari soal-soal ujian terdahulu (pereode terdahulu) untuk dipelajari kembali.
PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU MELALUI KOMPETENSI MANAJERIAL DI MI AL-MA’ARIF 03 LANGLANG SINGOSARI Rohmah, Muhtamilatur; Pujiono
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 1 (2022): MENGUATKAN KAPASISTAS TENAGA PENDIDIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI Al-Ma’arif 03 Langlang Singosari, (2) meningkatkan kinerja guru di MI Al-Ma’arif 03 Langlang Singosari, (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru melalui kompetensi manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil temuan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: (1) strategi yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru melalui kompetensi manajerial di MI Al-Ma’arif 03 Langlang Singosari antara lain: (a) melakukan evaluasi terhadap guru, (b) melakukan kegiatan rapat, (c) mengikutsertakan guru dalam pelatihan, workshop, KKG dan webinar. (2) untuk tercapainya kinerja guru yang optimal maka dibutuhkan beberapa komponen pendukung seperti: (a) metode pembelajaran yang sesuai, (b) penilaian k13. (3) faktor pendukung kepala madrasah MI Al-Ma’arif 03 Langlang Singosari seperti: (a) adanya program unggulan, (b) ekstrakulikuler, (c) adanya peran orang tua dalam proses pembelajaran. adapun faktor penghambatnya yaitu: (a) sarana dan prasarana yang belum memadai, (b) fasilitas elektronik madrasah, (c) penggunaan kuota dalam metode daring.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBELAJARAN ONLINE DALAM UPAYA EFEKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19: Studi Kasus di Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang Arifin, Samsul
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 2 (2022): PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ENDEMI
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona disease yang sedang melanda dunia saat ini termasuk juga Indonesia. Virus corona mempengaruhi dunia pendidikan dimana proses pembelajaran yang biasanya diselenggarakan di dalam kelas secara tatap muka sekarang dialihkan menjadi pembelajaran secara jarak jauh. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan mendukung pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. Beberapa kebijakan yang dikluarkan oleh pemerintah seperti belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah harus dilaksanakan dengan efektif. Efektif atau tidaknya penerapan kebijakan tersebut tergantung pada sumber daya yang ada, baik manusia, sarana prasarana dan sumber daya lainnya. Proses pembelajaran yang dilaksanakan memanfaatkan teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet. Penelitian ini diadakan di STAINU Malang dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus yang mana prosedur dalam mengumpulkan data menggunakan langkah-langkah penelitian sebagai berikut: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Sedangkan analisis data penulis menggunakan: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) Verifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan kebijakan Pembelajaran di masa pandemi covid-19 di STAINU Malang, 2) Mendeskripsikan implementasi kebijakan program pembelajaran online di masa pandemi covid-19 di STAINU Malang, 3)Mendeskripsikan evaluasi kebijakan program pembelajaran online pada masa pandemi covid-19 di STAINU Malang. Dalam penelitian ini didapatkan Kesimpulan: 1) kebijakan yang dibuat oleh STAINU Malang diantaranya: (a) Melakukan Social Distancing, (b) Kebijakan Pembelajaran Online (c) Memberi Fasilitas yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran online. 2) Implementasi Kebijakan Pendidikan dimasa Pandemi covid-19 sudah berjalan dengan sebaik mungkin. Terlihat dari adanya mahasiswa mempunyai fasilitas yang memadi dalam melaksanakan proses perkuliahan, efektivitas pembelajaran berjalan dengan baik, serta pembelajaran secara online bisa mencegah penularan virus corona 3) evaluasi kebijakan pembelajaran pada masa pandemi covid-19 di STAINU Malang melibatkan seluruh stakeholder sehingga semua kendala yang terjadi dilapangan bisa segera teratasi dan juga proses monitoring yang intens oleh Ketua STAINU Malang.Implementasi Kebijakan Pembelajaran Online dalam Upaya Efektivitas Belajar Mahasiswa di Masa Pandemi Covid-19.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL QUR’AN DAN HADITS Mahrus
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 2 (2022): PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ENDEMI
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an dan hadis diyakini mengandung prinsip dasar menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Penafsiran atas al-Qur’an dan Hadis perlu senantiasa dilakukan. Hal ini penting dilakukan, sebab pada satu sisi wahyu dan kenabian telah berakhir sedangkan pada sisi yang lain kondisi zaman selalu berubah seiring dengan perkembangan pemikiran manusia dan tetap mutlak diperlukannya petunjuk yang benar bagi manusia. Manusia dikenal sebagai makhluk sosial, sehingga eksistensinya dipengaruhi oleh interaksi dengan manusia lain. Di dalam berinteraksi antar individu hingga yang lebih luas mustahil tanpa adanya kiat-kiat atau manajemen. Sudah menjadi kepastian, bahwa al-Qur’an dan Hadis menjadi referensi dan pandangan hidup dalam aspek kehidupan umat Islam seperti manajemen. Pengertian manajemen pada dasarnya dapat disimpulkan ke dalam beberapa hal, yaitu: (1) Manajemen merupakan suatu usaha atau tindakan ke arah pencapain tujuan melalui suatu proses; (2) Manajemen merupakan suatu sistem kerja sama dengan pembagian peran yang jelas; (3) Manajemen melibatkan secara optimal kontribusi orang-orang, dana, fisik, dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efsien. Proses manajemen sebenarnya telah dicontohkan di dalam al-Qur’an dan diaplikasikan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Memang, al-Qur’an dan Hadis Nabi tidak menyebutkan hal-hal yang berhubungan dengan manajemen secara rinci. Tetapi manajemen yang baru-baru ini menjadi disiplin ilmu, pokok-pokoknya telah tercantum dalam al-Qur’an dan Hadis Nabi seperti perencanaan, pola kepemimpinan yang berkaitan dengan kehidupan organisasi, pelaksanaan dan evaluasi.
PERAN SUMBER DAYA PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF EKONOMI PENDIDIKAN Pujiharti, Endang
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 2 (2022): PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ENDEMI
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu modal penting dalam proses pembangunan ekonomi bangsa. Sedangkan pendidikan merupakan salah satu cara pengembangan SDM agar menjadi lebih berkualitas. Pendidikan merupakan investasi modal manusia (human capital investment). Ekonomi pendidikan merupakan cabang ilmu ekonomi yang mempelajari beragam cara yang efektif dan efisien dalam proses pendidikan dan latihan. Secara khusus, ekonomi pendidikan mempelajari pengembangan pengetahuan, keterampilan, akal, dan karakter terutama yang dilaksanakan melalui pendidikan formal. Fokus dari ekonomi pendidikan adalah menghasilkan ‘outcome’, yaitu sumber daya manusia (human capital) yang dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan penghasilan masyarakat, serta berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan formal (sekolah-sekolah) yang berorientasi dan berupaya untuk memenuhi prinsip “Economic of Scale” (efisiensi, efektivitas dan produktivitas). Serta kebutuhan (demand) masyarakat yang sangat besar akan ketersediaan pendidikan, distribusi pendidikan, serta besarnya biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk pendidikan. Dalam lembaga pendidikan formal, pendidik sangat besar perannya dalam proses pendidikan secara keseluruhan demi tercapainya tujuan pendidikan, termasuk perannya dalam menyiapkan “outcome” serta berkontibusi dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas dan produktivitas lembaga pendidikan. 
GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: TUGAS DAN TANGGUNG JAWABNYA DALAM KERANGKA STRATEGI PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF Duki
AN NAHDLIYYAH Vol 1 No 2 (2022): PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ERA ENDEMI
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

strategi merupakan sebuah rencana berupa rangkaian kegiatan-kegiatan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran dengan baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan kerja yang efektif, efisien dan profesional. Strategi menunjukan pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Imam Al Ghazali menjelaskan guru dalam pengertian akademik yaitu, seseorang yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain atau seseorang yang menyertai sesuatu institusi untuk menyampaikan ilmu pengetahuan kepada para pelajarnya. Karena guru merupakan sebuah publik figur yang akan dijadikan panutan pelajarnya, maka guru harus memiliki akhlak yang luhur. Pembinaan dan pembimbingan murid dari guru yang berakhlak luhur sangat menentukan terbentuknya prilaku sebagai pencerminan dari al akhlak al-karimah. Dalam kaitannya dengan tugas guru, maka: Ada pernyataan tentang tugas guru, yaitu: (a) Guru harus mengetahui karakter murid; (b) Guru harus selalu berusaha meningkatkan keahliannya baik dalam bidang yang diajarkannya maupun dengan cara mengajarkannya. (c) Guru harus mengamalkan ilmunya, jangan berbuat berlawanan dengan ilmu yang diajarkannya. Tanggung jawab guru ialah keyakinannya bahwa setiap tindakannya dalam melaksanakan tugas dan kewajiban didasarkan atas pertimbangan professional (professional judgement) secara tepat.