cover
Contact Name
R. Ahmad Nur Kholis
Contact Email
kholis3186@gmail.com
Phone
+6281335557124
Journal Mail Official
kholis3186@gmail.com
Editorial Address
Desa Banjarsari RT. 02 RW 03 Kec. Ngajum
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
AL-MANSYUR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Al-Mansyur: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syariah di STAI Nahdaltul Ulama (STAINU) Malang. Sebuah jurnal tentang kajian Ekonomi dan Bisnis syariah yang meliputi beberapa sub bidang, yang diantaranya adalah Ekonomi Islam, Manajemen Bisnis, Pemasaran, SDM, Keuangan dan lain-lain.. Diterbitkan oleh Program Studi Ekonomi Syariah di STAI Nahdaltul Ulama (STAINU) Malang dalam 1 (Satu) Tahun terbit 2 (dua) kali pada bulan Maret dan bulan September.
Articles 88 Documents
Penerapan Akad Salam dan Istishna’ dalam Transaksi Jual Beli Online pada Layanan Shopee Zahrotus Hamidah
AL-MANSYUR: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2021): EKONOMI SYARIAH DALAM PRAKTIK
Publisher : AL-MANSYUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan dalam aktivitas perdagangan, salah satunya melalui transaksi jual beli secara online pada platform marketplace seperti Shopee. Dalam perspektif ekonomi syariah, transaksi jual beli online perlu memperhatikan ketentuan akad agar terhindar dari unsur gharar, penipuan, dan ketidakjelasan. Paper ini bertujuan untuk menganalisis konsep serta penerapan akad salam dan istishna’ dalam transaksi jual beli melalui layanan Shopee. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field research dan kajian pustaka (literature review). Data diperoleh melalui pengamatan terhadap praktik transaksi serta informasi yang berkaitan dengan penerapan akad salam dan istishna’ pada layanan Shopee. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad salam dan istishna’ dapat diterapkan dalam transaksi jual beli online, khususnya pada transaksi dengan sistem pemesanan atau pre-order. Akad salam ditandai dengan pembayaran yang dilakukan di awal ketika barang belum tersedia dan hanya spesifikasi barang yang telah ditentukan, sedangkan akad istishna’ memiliki karakteristik serupa tetapi pembayaran dapat dilakukan di awal, di tengah, maupun di akhir sesuai kesepakatan. Dalam penerapannya pada Shopee, unsur-unsur transaksi meliputi pembeli, penjual, barang pesanan, harga, serta ijab dan qabul yang diwujudkan melalui komunikasi dan persetujuan secara elektronik. Penerapan kedua akad tersebut dapat dinilai sesuai dengan prinsip syariah selama spesifikasi barang, harga, metode pembayaran, serta waktu dan tempat penyerahan disepakati dengan jelas oleh kedua belah pihak. Dengan demikian, transaksi pada layanan Shopee dapat mengakomodasi akad salam dan istishna’ sebagai bentuk jual beli yang memberikan kemudahan bagi penjual dan pembeli sekaligus tetap memperhatikan prinsip-prinsip muamalah Islam.
Implementasi Akad Ijarah Muntahiyah Bittamlik pada Koperasi Masjid Sabilillah Malang: Tinjauan Konsep dan Praktik Pembiayaan Syariah Nisa Alfiatuzzahroh
AL-MANSYUR: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2021): EKONOMI SYARIAH DALAM PRAKTIK
Publisher : AL-MANSYUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) merupakan salah satu akad pembiayaan syariah yang menggabungkan transaksi sewa dengan perpindahan kepemilikan aset kepada penyewa pada akhir masa akad melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan syariah. Akad ini dapat menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan barang atau peralatan produktif maupun konsumtif tetapi belum mampu memperolehnya secara langsung. Paper ini bertujuan untuk menganalisis konsep, dasar hukum, serta implementasi akad Ijarah Muntahiyah Bittamlik pada Koperasi Masjid Sabilillah Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan pengamatan terhadap praktik pembiayaan IMBT pada koperasi tersebut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa IMBT memiliki karakteristik berupa pemanfaatan suatu aset melalui akad sewa dalam jangka waktu tertentu dengan pembayaran ujrah, yang kemudian dapat diikuti dengan perpindahan kepemilikan melalui akad tersendiri setelah masa ijarah berakhir. Dalam praktiknya, Koperasi Masjid Sabilillah Malang memberikan fasilitas pembiayaan kepada anggota yang membutuhkan berbagai peralatan, seperti laptop dan mesin oven, dengan memberikan pilihan antara akad ijarah dan IMBT. Proses pembiayaan dilakukan melalui pengajuan anggota, analisis kelayakan, penentuan kemampuan pembayaran, serta kesepakatan mengenai biaya sewa dan jangka waktu. Praktik tersebut menunjukkan bahwa IMBT dapat berfungsi sebagai instrumen pembiayaan yang mendukung kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan dan tolong-menolong. Namun, pelaksanaan perpindahan kepemilikan tetap perlu dilakukan melalui akad yang terpisah setelah akad ijarah berakhir agar sesuai dengan ketentuan syariah dan menghindari terjadinya penggabungan akad yang menimbulkan ketidakjelasan.
Analisis Penerapan Akad Istishna’ dan Ba’i As-Salam dalam Sistem Pemesanan Barang pada Instalasi Farmasi RSIA Haji Batu Diana Ratnasari
AL-MANSYUR: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2021): EKONOMI SYARIAH DALAM PRAKTIK
Publisher : AL-MANSYUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akad istishna’ dan ba’i as-salam merupakan bentuk akad jual beli pesanan yang diperbolehkan dalam ekonomi syariah selama memenuhi rukun dan syarat yang telah ditetapkan. Penerapan kedua akad tersebut dalam praktik pemesanan barang perlu diidentifikasi berdasarkan karakteristik transaksi, mekanisme pembayaran, spesifikasi barang, serta waktu dan tempat penyerahannya. Paper ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad istishna’ dan ba’i as-salam dalam sistem pemesanan barang pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Haji Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode field research dan pendekatan normatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan barang, yaitu petugas instalasi farmasi, salesman, dan bagian keuangan, serta didukung oleh data sekunder berupa buku, jurnal, dokumen, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemesanan barang pada Instalasi Farmasi RSIA Haji Batu memiliki dua bentuk mekanisme. Sistem pesan sediaan dikategorikan sebagai akad istishna’ karena barang dipesan berdasarkan spesifikasi tertentu, terdapat kesepakatan antara para pihak, pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan, dan transaksi memenuhi rukun serta syarat istishna’. Sementara itu, sistem pesan langsung dikategorikan sebagai akad ba’i as-salam karena pembayaran dilakukan terlebih dahulu, sedangkan barang diserahkan kemudian sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati. Dengan demikian, penerapan akad istishna’ dan ba’i as-salam pada sistem pemesanan barang di Instalasi Farmasi RSIA Haji Batu pada dasarnya telah menunjukkan karakteristik yang sesuai dengan ketentuan masing-masing akad, khususnya dalam aspek kesepakatan para pihak, kejelasan objek, spesifikasi barang, mekanisme pembayaran, serta penyerahan barang.
Implementasi Akad Mudharabah dalam Sistem Bagi Hasil Pemeliharaan Sapi: Studi Kasus Praktik Gaduh Sapi di Kabupaten Blitar Juniarti
AL-MANSYUR: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2021): EKONOMI SYARIAH DALAM PRAKTIK
Publisher : AL-MANSYUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mudharabah merupakan akad kerja sama usaha antara pemilik modal (shahibul mal) dan pengelola usaha (mudharib), dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Praktik kerja sama bagi hasil dalam pemeliharaan ternak merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang berkembang di lingkungan masyarakat pedesaan dan memiliki karakteristik yang dapat dikaitkan dengan konsep mudharabah. Paper ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad mudharabah dalam praktik gaduh sapi di lingkungan masyarakat, khususnya untuk mengetahui apakah kerja sama pemeliharaan sapi dengan sistem bagi hasil dapat dikategorikan sebagai akad mudharabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan mengamati praktik gaduh sapi serta memperoleh informasi dari narasumber yang terlibat dalam kerja sama tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gaduh sapi yang dilakukan oleh Bapak Purwandi sebagai pemilik sapi dan Bapak Subandi sebagai pihak yang merawat sapi memiliki karakteristik akad mudharabah. Pemilik sapi menyediakan modal berupa sapi secara penuh, sedangkan pihak pengelola memberikan tenaga dan keahlian untuk memelihara sapi hingga menghasilkan keuntungan. Apabila sapi menghasilkan anak yang telah layak dijual, hasil penjualan dibagi berdasarkan kesepakatan dengan proporsi 50% untuk pemilik dan 50% untuk pengelola. Praktik tersebut memiliki kesesuaian dengan prinsip dasar mudharabah, yaitu adanya pemilik modal, pengelola, modal, kegiatan usaha, serta pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang disepakati. Dengan demikian, praktik gaduh sapi yang menjadi objek penelitian dapat dipandang sebagai bentuk kerja sama bagi hasil yang menyerupai akad mudharabah, karena modal berasal dari pemilik sementara pengelolaan dilakukan oleh pihak lain dan keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan.
PERAN INSTRUMEN KEUANGAN SYARIAH DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BERKELANJUTAN DI INDONESIA Mahrus, Muhammad
AL-MANSYUR Vol 4 No 2 (2025): EKONOMI SYARIAH DAN PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran instrumen keuangan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Fokus utama penelitian terletak pada instrumen perbankan syariah, pasar modal syariah, sukuk, dan zakat yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai sumber akademik, regulasi pemerintah, serta data empiris dari OJK, Bank Indonesia, dan BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen keuangan syariah berperan dalam meningkatkan akses pembiayaan produktif, memperkuat stabilitas sektor keuangan, serta mendorong investasi pada sektor riil yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kesejahteraan sosial. Sukuk negara terbukti mendukung pembiayaan infrastruktur berkelanjutan, sementara zakat, infak, dan wakaf memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memberdayakan masyarakat. Dengan demikian, instrumen keuangan syariah tidak hanya berfungsi sebagai alternatif sistem keuangan, tetapi juga menjadi katalis penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.
Strategi Pengembangan UMKM Berbasis Syariah dalam Menghadapi Persaingan Global Rahman, Idrus
AL-MANSYUR Vol 4 No 2 (2025): EKONOMI SYARIAH DAN PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis syariah dalam menghadapi tantangan dan persaingan global. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, akses pasar, dan daya saing produk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara, serta analisis kebijakan terkait, penelitian ini menemukan bahwa prinsip-prinsip ekonomi syariah seperti keadilan, transparansi, dan keberlanjutan dapat menjadi landasan dalam penguatan UMKM. Strategi yang diidentifikasi meliputi optimalisasi pembiayaan syariah melalui bank dan lembaga keuangan mikro syariah, pemanfaatan teknologi digital berbasis halal, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berstandar syariah, serta penguatan branding produk halal di pasar internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi berbasis syariah tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM, tetapi juga mendukung terciptanya ekosistem bisnis yang etis, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan UMKM berbasis syariah menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah arus persaingan global.
Optimalisasi Zakat, Infaq, dan Sedekah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Rafsandjani, Rieza
AL-MANSYUR Vol 4 No 2 (2025): EKONOMI SYARIAH DAN PENGUATAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran optimalisasi zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ZIS merupakan instrumen filantropi Islam yang berfungsi tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai instrumen sosial-ekonomi yang mampu mengurangi kemiskinan, meningkatkan pemerataan pendapatan, serta memperkuat kemandirian umat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, analisis data sekunder dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta tinjauan praktik distribusi dan pengelolaan ZIS di beberapa daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ZIS yang optimal, profesional, dan berbasis teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas penyaluran dana kepada mustahik, mendorong pemberdayaan ekonomi melalui program produktif, serta memperkuat solidaritas sosial. Selain itu, sinergi antara lembaga pengelola zakat, pemerintah, dan masyarakat berperan penting dalam menciptakan ekosistem zakat yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, optimalisasi ZIS memiliki potensi besar sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Digital Marketing sebagai Upaya meningkatan Usaha di Anugerah Wira Angkasa Anwar, Khoirul Anwar
AL-MANSYUR Vol 5 No 1 (2025): MEMAJUKAN WIRAUSAHA MASYARAKAT MUSLIM
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penerapan digital marketing dalam meningkatkan usaha di Anugerah Wira Angkasa, khususnya pada pasca pandemi Covid-19 yang membatasi interaksi tatap muka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menganalisis strategi pemasaran digital melalui media sosial, terutama Instagram, serta dampaknya terhadap peningkatan jumlah siswa dan pengembangan brand awareness. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing memberikan berbagai keunggulan dibanding strategi konvensional, seperti efektivitas biaya, jangkauan yang lebih luas, proses branding yang lebih cepat, dan peluang peningkatan penjualan secara signifikan. Anugerah Wira Angkasa berhasil meningkatkan jumlah pengikut media sosial dari 1.500 pada tahun 2020 menjadi 4.500 pada 2025, yang berkontribusi pada peningkatan volume usaha dan minat calon siswa. Faktor penentu keberhasilan digital marketing meliputi pemilihan platform yang tepat, kualitas konten, konsistensi unggahan, serta pemahaman algoritma media sosial. Dengan demikian, digital marketing terbukti menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing, mempertahankan keberlangsungan usaha, sekaligus relevan dengan nilai Islam yang mendorong produktivitas dan inovasi.
Penerapan Bisnis Berbasis Syariah pada Wirausaha Muslim Nurwakhidah, Ana
AL-MANSYUR Vol 5 No 1 (2025): MEMAJUKAN WIRAUSAHA MASYARAKAT MUSLIM
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In an effort to meet their daily needs, many Muslim entrepreneurs choose to become independent entrepreneurs. However, not all traditional business owners apply Sharia principles in their business activities. Understanding how Muslim entrepreneurs conduct businesses based on Islamic values ​​is crucial to fostering economic practices that are not only financially profitable but also morally and spiritually sound. This study aims to explore how the principles of honesty (shiddiq), trustworthiness (amanah), justice, and ihsan (good deeds) are applied in daily business practices at Bu Indah Plastic Shop, Bakroto Market, Ampelgading District, Malang Regency. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation, and analyzed thematically through data reduction, presentation, and verification. The results indicate that this shop consistently applies Sharia principles through price transparency, trustworthy stock management, fair treatment of customers, and humanistic and empathetic service. These findings demonstrate that small-scale traditional businesses are capable of implementing Islamic economic principles sustainably. The implication is that other micro business can use this model as an example to strengthen business ethics and social contributions in daily economic activities.
Kaidah Marketing Berbasis Maqashid Al-Syari’ah Imam Al Ghazali Sayuti, Mufit
AL-MANSYUR Vol 5 No 1 (2025): MEMAJUKAN WIRAUSAHA MASYARAKAT MUSLIM
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marketing in its development has always been the spearhead of a business's success, although from time to time, along with that there has also been a shift in the paradigm of consumer behavior as a marketing object. Marketing management based on maqasid sharia is a study, program, implementation, procedure and handling of processes that are built with the intention of realizing, forming and protecting commercial alterations with the target market with implications for conveying the direction of the organization by focusing on the level of sharia based on maslahah, balance and prioritizing the attitude of willingness and affection between sellers and buyers. The purpose of this study is to analyze the concept of marketing based on Imam Al-Ghazali's maqashid sharia which can be a guide for producers in marketing to consumers so that it is in line with the values of maslahat. This study focuses on the formulation of a marketing concept based on maqashid sharia according to Imam Al-Ghazali. This type of research is qualitative descriptive using a literature study approach. In the thoughts of Imam Al-Ghazali Ra regarding the concept of welfare, which mentions the five objectives of sharia or maqashid sharia, it can be used as a reference for economic actors, especially marketers, to be able to carry out their business process activities according to the rules of Allah SWT.