cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Agustus 2023" : 8 Documents clear
Pengembangan Soft Skills Guru Pendidikan Agama Kristen Melalui Pembacaan Reflektif 2 Timotius 4:5 di Era Disrupsi Sirait, Jannes Eduard
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.194

Abstract

The era of disruption caused the methods and approaches to teaching Christian Religious Education students to be different. Students need Special soft skills to accept God's Word's message. However, some soft skills teachers possess contradict the truth of God's Word. Therefore, it is necessary to revitalize the soft skills of Christian Religious Education teachers that are relevant to students' thinking in the era of disruption but still based on the Word of God. This study aims to explain the soft skills of Christian religion teachers in carrying out their vocation as educators. The main reason is that changing times require educators to have good soft skills. However, the problem is that Christian religion teachers still need to understand these skills based on the message of 2 Timothy 4:5. This study uses a descriptive qualitative method with a hermeneutic approach. The study results show that 2 Timothy 4:5 clearly explains soft skills and is very relevant for teachers in education. Christian religious teachers must use these soft skills to adapt to changing times. Soft skills improvement, which includes interpersonal and intrapersonal skills, must be continuously developed. AbstrakEra disrupsi menyebabkan metode dan pendekatan mengajar siswa Pendidikan Agama Kristen menjadi berbeda. Dibutuhkan soft skill khusus agar pesan Firman Tuhan dapat diterima oleh siswa. Namun, terdapat soft skill yang dimiliki guru justru bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan. Oleh karena itu, perlu dilakukan revitalisasi soft skill guru Pendidikan Agama Kristen yang relevan dengan corak berpikir siswa di era disrupsi, namun tetap berlandaskan Firman Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan soft skills guru agama Kristen dalam menunaikan tugas panggilannya sebagai pendidik. Alasan utamanya karena perubahan zaman membutuhkan pendidik yang memiliki soft skills yang baik dalam pelayanan. Namun, permasalahannya bahwa guru agama Kristen belum memiliki pengertian yang benar tentang kecakapan tersebut berdasarkan pesan 2 Timotius 4:5. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 Timotius 4:5 menjelaskan dengan terang benderang mengenai soft skills dan sangat relevan digunakan guru dalam pendidikan. Guru agama Kristen harus memperlengkapi diri dengan soft skills tersebut sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Peningkatan soft skills yang mencakup kecakapan interpersonal dan intrapersonal harus terus dikembangkan secara berkesinambungan.  
Patron Keteladanan Kristus dalam Pendidikan bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Haninuna, Benyamin; Lumintang, Marcellius; Piong, Defly Farly; Wariki, Valentino
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.196

Abstract

Pendidikan kristiani merupakan salah satu bagian yang penting dalam bidang pendidikan. Pendidik Kristiani mempunyai tugas dan tanggung jawab yang begitu berat sebagai seorang manusia yang penuh keterbatasan. Pendidik Kristiani bertugas untuk mengajar, menyampaikan materi pembelajaran agar peserta didik memiliki pemahaman dan pengetahuan yang baik sesuai nilai-nilai kebenaran yang Kristus teladankan. Pendidik Kristiani yang berhasil adalah pendidik yang menggunakan dan mengikuti setiap pola dan metode pendidikan yang Yesus Kristus gunakan.Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk menguraikan kajian teologis dari keteladanan Kristus sebagai guru yang agung yang menjadi fondasi dari pendidikan agama Kristen. Penelitian ini juga akan membahas keberadaan Kristus yang adalah seorang guru yang agung dan menjadi standar ideal bagi para pendidik Kristiani. Adapun metode yang digunakan adalah studi pustaka, di mana melalui metode ini akan diurai secara sistematis pokok-pokok gagasan dari Alkitab yang mendefinisikan dan mendeskripsikan nilai-nilai keteladanan Kristus. Keteladanan Kristus tersebut yang kemudian direlevansikan di konteks guru PAK. Berdasarkan itu maka didapat simpulan bahwa Kristus tidak hanya cakap dalam mengajar secara verbal, melainkan Ia juga menunjukkan tanggung jawab Dia dalam menjalankan apa yang Ia ajarkan selama tugasnya di dunia. Kristus selalu konsisten antara apa yang diajarkan dengan apa yang Ia lakukan  
Peran Guru Kristen Sebagai Imam dalam Memfasilitasi Transformasi Kehidupan Murid Siahaan, Julieta Putri; Wardhani, M. Kusuma
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.182

Abstract

Christian education has a mission to guide students to achieve life transformation. In the educational process, philosophy influences the way teachers teach to the success of life transformation mission. Therefore, the role of Christian teacher must be present in facilitating a transforming educational process. As priest, teacher view students as the image of God. The purpose of this study is to determine the role of Christian teacher as priest in facilitating the transformation of students' lives. The author uses a research method in the form of a literature review. Teachers as a priest must first ensure that Christ is an example in their life so that teacher can radiate the love of Christ that touches the hearts of students through the role of the Holy Spirit who instills the truth and transforms the lives of students through the knowledge of the true God. Christian teacher as priest must pray for students, prevent bad situations from happening, become agents of recovery, build a mutually supportive classroom atmosphere, demand reasonable student learning outcomes, and facilitate student devotional activities. Teachers should equip themselves to God's truth and correct themselves for the application of truth in personal life and to subsequent writers to examine the challenges and solutions faced by teachers as priests.  AbstrakPendidikan Kristen memiliki misi untuk membimbing murid mencapai transformasi kehidupan. Pada proses pendidikan, filsafat memengaruhi cara mengajar guru terhadap keberhasilan misi transformasi kehidupan tersebut. Oleh karena itu, peran guru Kristen harus hadir dalam memfasilitasi proses pendidikan yang mentransformasi. Sebagai imam, guru memandang murid sebagai gambar dan rupa Allah. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran guru Kristen sebagai imam dalam memfasilitasi transformasi kehidupan murid. Penulis menggunakan metode penelitian berupa kajian literatur. Guru sebagai imam harus memastikan dahulu bahwa Kristus menjadi teladan hidupnya sehingga dapat memancarkan kasih Kristus yang menyentuh hati murid lewat peran Roh Kudus yang menanamkan kebenaran serta mentransformasi kehidupan murid melalui pengenalan Allah yang sejati. Guru Kristen sebagai imam harus mendoakan murid, mencegah terjadinya situasi buruk, menjadi agen pemulihan, membangun suasana kelas yang saling mendukung, menuntut hasil belajar murid secara wajar, serta memfasilitasi kegiatan devosi murid. Saran bagi guru adalah memperlengkapi diri pada kebenaran Allah dan mengoreksi diri akan pengaplikasian kebenaran dalam kehidupan pribadi serta kepada penulis selanjutnya untuk mengkaji tantangan dan solusi yang dihadapi guru sebagai imam.  
Kreativitas Menggunakan Multimedia Interaktif dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen Kainara, Semi Darius; Widiono, Gidion; Zai, Leo Swastani; Marampa, Elieser R.
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.154

Abstract

This study aims to analyze and describe the creativity of Christian Education teachers using interactive multimedia to increase students' interest in learning. The research method used is a qualitative approach with a literature method. Information collection begins with identifying or understanding information related to the discussion to be sought, finding and selecting data, using keywords to facilitate searching, evaluating data sources, and presenting in written form. A creative Christian Education teacher creates various ideas to produce new methods to be applied in interactive multimedia in the classroom. Using interactive multimedia as a learning medium can stimulate focus, concentration, feelings, and desire to learn to motivate a more interactive and communicative learning process.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kreativitas guru Pendidikan Agama Kristen menggunakan multimedia interaktif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan. Pengumpulan informasi dimulai dengan mengidentifikasi atau memahami informasi terkait pembahasan yang akan dicari, menemukan dan menyeleksi data, menggunakan kata kunci untuk memudahkan pencarian, mengevaluasi sumber data, dan terakhir menyajikan dalam bentuk tulisan. Guru Pendidikan Agama Kristen   yang kreatif adalah proses bagaimana seorang guru mengkreasikan berbagai macam ide sehingga menghasilkan metode yang baru untuk diterapkan dalam multimedia interaktif di kelas. Dengan menggunakan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran, dapat merangsang fokus dan konsentrasi, perasaan, dan keinginan belajar peserta didik sehingga memotivasi terjadinya proses belajar yang lebih interaktif dan komunikatif.  
Metode Pengajaran Yesus dalam Pendidikan Spiritual Kristiani Araro, David Livingstone
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.164

Abstract

This research investigates the teaching methods employed by Jesus Christ as the Great Teacher in delivering spiritual truths. Drawing from various sources of biblical texts and related literature, the study delves into the use of parables, lectures, questioning, activities, and discussions as the primary methods utilized by Jesus. The analysis is also conducted on the instructional media He employed and the diverse teaching contexts in which He operated. The findings of this research provide a deeper understanding of Jesus's communicative wisdom and its relevance in contemporary spiritual education contexts.  AbstrakPenelitian ini menyelidiki metode-metode pengajaran yang digunakan oleh Yesus Kristus sebagai Guru Agung dalam konteks penyampaian pesan kebenaran spiritual. Dengan mempertimbangkan berbagai sumber teks Alkitab dan literatur terkait, penelitian ini mendalam pada penggunaan perumpamaan, ceramah, bertanya, aktivitas, dan diskusi sebagai metode-metode utama yang digunakan Yesus. Analisis juga dilakukan terhadap media pembelajaran yang digunakan-Nya, serta konteks-konteks pembelajaran yang beragam di mana-Nya mengajar. Temuan penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kearifan komunikasi Yesus dan relevansinya dalam konteks pendidikan spiritual saat ini. 
Konseling Pranikah dalam Mengatasi Helicopter Parenting Paais, Angel Sara
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v3i1.104

Abstract

 The family is the main base in parenting for children. One of the parenting styles for children is helicopter parenting. Helicopter parenting involves parents such as hovering around children, assuming that it can save children from danger and prevent them from failure. So, the purpose of this study is to provide understanding to prospective Christian parents through premarital counseling to provide an understanding of good parenting styles for children without applying helicopter parenting, which can cause children to experience psychological pressure. This writing uses qualitative research with a literature approach carried out by collecting sources related to this writing. Overall, the results of this study show that helicopter parenting can trigger disorders in children's mental health, reduce self-confidence and it interfere with the nature of development of children's growth and development, hence the need for premarital counseling to overcome these parenting problems.
Pendidikan Kristiani melalui Mezbah Keluarga berbasis Media Digital Widasari, Christin Novalia; Andrianti, Sarah
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.103

Abstract

Faith is essential in the lives of a Christian family, especially in this turbulent time. As a result, every family should provide room and time for a family altar where they may assemble to honor God and pray. However, today, it is considered typical for many parents to be busy working outside the house, resulting in little time to spend with their children and ignoring their children's spiritual needs. The researcher used a qualitative method with descriptive discussion to try to explain the importance of the family mezbah as a means of religious education for each family member and to bridge the limitations of Christian families who have become lay congregations in starting family mezbahs with the help of YouTube media. From this research, the sophistication of digital and information technology has created an opportunity for lay congregations to use it to start a family altar, specifically with the help of the YouTube application, which is available on every gadget that people of all ages can use. One family member can play a spiritual praise song on YouTube that all family members can sing together, listen to thoughts on the pastor's sermon on a particular issue, and conclude with a collective prayer. If this activity is done on a regular and consistent basis, this Christian family will eventually become accustomed to the family mezbah and will begin to have the courage to hold a family mezbah without the help of YouTube anymore.  AbstrakIman sangat penting dalam kehidupan keluarga Kristen, terutama di masa yang penuh gejolak ini. Oleh karena itu, setiap keluarga hendaknya menyediakan ruang dan waktu untuk mezbah keluarga di mana mereka dapat berkumpul untuk menghormati Tuhan dan berdoa. Namun, saat ini sudah menjadi hal yang lumrah jika banyak orang tua yang sibuk bekerja di luar rumah, sehingga hanya memiliki sedikit waktu bersama anak dan mengabaikan kebutuhan rohani anak. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pembahasan deskriptif untuk mencoba menjelaskan pentingnya mezbah keluarga sebagai sarana pendidikan kristiani bagi setiap anggota keluarga dan menjembatani keterbatasan keluarga Kristen yang menjadi jemaah awam dalam memulai mezbah keluarga dengan bantuan media youtube. Dapat disimpulkan bahwa kecanggihan teknologi digital dan informasi membuka peluang bagi jemaat awam untuk memanfaatkannya sebagai sarana memulai mezbah keluarga, khususnya dengan bantuan aplikasi YouTube yang tersedia di setiap gadget yang ada. Salah satu anggota keluarga dapat memutar lagu pujian rohani di YouTube yang dapat dinyanyikan bersama oleh seluruh anggota keluarga, kemudian mendengarkan pemikiran tentang khotbah pendeta tentang suatu masalah tertentu, dan diakhiri dengan doa bersama. Jika kegiatan ini dilakukan secara teratur dan konsisten, maka keluarga Kristen ini pada akhirnya akan terbiasa dengan mezbah keluarga dan mulai berani untuk mengadakan mezbah keluarga tanpa bantuan youtube lagi.   
Mengaktualisasikan Pendidikan Agama Kristen Anak dalam Pelayanan Misi Poluan, Deice Miske; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i2.197

Abstract

The Great Commission as stated in Matthew 28:18-20 gives the mandate and command to every believer to go and make disciples of all ethnic groups of Christ. The phrase all nations certainly includes children, who must be made disciples of Christ. However, children are often forgotten, the focus of evangelism is only on adults. In the context of Christian education, there is Christian religious education for children which specifically educates and serves children. The research explains how to actualize children's Christian religious education in mission service to reach and serve children to be brought to Christ to become His disciples. This research uses qualitative research methods with a literature review approach. The results of this research explain that children's Christian Religious Education is the spearhead in mission services to reach children, children's Christian Religious Education presents the concept of an approach to children, children's Christian Religious Education has a concept of how to disciple children. After this research, the author found that children's Christian religious education can be actualized in mission service to reach and make disciples of every ethnic group of Christ, especially children.  AbstrakAmanat Agung yang tertuang dalam Matius 28:18-20 memberikan amanah dan perintah kepada setiap orang percaya untuk pergi menjadikan semua suku bangsa murid Kristus. Frasa semua bangsa tentunya termasuk anak-anak, yang harus dijadikan murid Kristus. Namun demikian, anak-anak seringkali dilupakan, fokus penginjilan hanya pada orang dewasa. Dalam konteks pendidikan Kristen ada Pendidikan Agama Kristen anak yang secara spesisfik mendidik dan melayani anak. Penelitian menjelaskan bagaimana mengaktualisasikan Pendidikan Agama Kristen anak dalam pelayanan misi untuk menjangkau dan melayani anak-anak untuk dibawa kepada Kristus menjadi murid-Nya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen anak merupakan ujung tombak dalam pelayanan misi untuk menjangkau anak-anak, Pendidikan Agama Kristen anak menyuguhkan konsep pendekatan kepada anak-anak, Pendidikan Agama Kristen anak memiliki konsep bagaimana memuridkan anak-anak. Pada kesimpulan penelitian ini, penulis menemukan bahwa Pendidikan Agama Kristen anak dapat diaktualisasikan dalam pelayanan misi untuk menjangkau dan menjadikan setiap suku bangsa murid Kristus secara khusus anak-anak.  

Page 1 of 1 | Total Record : 8