cover
Contact Name
Marcellius Lumintang
Contact Email
marcelliuslumintang@sttikat.ac.id
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
lppm@sttikat.ac.id
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : -     EISSN : 27211622     DOI : https://doi.org/10.52220/sikip.v4i2.196
Core Subject : Religion, Education,
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu Pendidikan Agama Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian SIKIP adalah: 1. Pendidikan Agama Kristen 2. Pendidikan Keluarga Kristen 3. Pendidikan Kristen di Gereja 4. Manajemen Pendidikan Kristen 5. Teknologi Pendidikan Kristen SIKIP menerima artikel dari dosen dan para praktisi pendidikan dari segala institusi teologi atau Sekolah Tinggi Agama Kristen, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1: Pebruari 2024" : 8 Documents clear
Pendidikan Kristiani Intergenerasional sebagai Upaya Mewariskan Iman pada Generasi Selanjutnya Nugraeni, Giarti
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.188

Abstract

The life of faith is acquired through inheritance from previous generations to later generations. The inheritance of faith will be realized in the relationship between generations. Given that each generation has its characteristics, intergenerational relationships will be connected (inter) between generations. This research confirms that intergenerational Christian education is an important tool for the inheritance of faith in the next generation. In this research, the author uses habitus theory by using the literature study method. The result is understanding intergenerational Christian education as a vital means to pass on faith to the next generation. Based on this study, intergenerational faith education is recommended as a contextualized model of Christian education. AbstrakKehidupan beriman didapat melalui pewarisan dari generasi terdahulu terhadap generasi kemudian. Pewarisan iman akan terwujud di dalam relasi antar generasi. Mengingat setiap generasi memiliki karakteristiknya masing-masing, relasi antar generasi akan terhubung di dengan saling (inter) antar generasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kristiani intergenerasional merupakan sebuah sarana yang penting bagi pewarisan iman pada generasi selanjutnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori habitus dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil yang dicapai adalah pemahaman tentang pendidikan kristiani intergenerasional merupakan sarana yang kuat untuk mewariskan iman pada generasi selanjutnya. Berangkat dari kajian itu, pendidikan iman intergenerasional direkomendasikan untuk menjadi model pendidikan kristiani yang kontekstual. 
Integritas Kristen dalam Profesi Pendidikan: Upaya Guru meningkatkan pentingnya Spiritulitas bagi Nara didik Pasaribu, Jonias
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.200

Abstract

This article discusses the importance of Christian integrity in the education profession, especially in the context of increasing spirituality for students. Professional teachers should strengthen students' spirituality and integrate Christian values into daily learning. Using a qualitative descriptive method with a literature study approach, it can be concluded that Christian integrity is the foundation of character building in the education profession, where teachers' effort is to pay special attention to the importance of spirituality for students. Integrity is a foundation in education, and the role of spirituality in the formation of character and ethics of students must be a reference to continue to be taught. So that teachers have a strategy to increase student spirituality. Christian integrity is introduced as a moral foundation for teachers' actions and teaching. Emphasis is placed on how spirituality can shape students' character and ethics, as well as strategies teachers can use to enhance students' spirituality, including prayer, Bible reading, and other spiritual activities. With a Christian values-centered approach, teachers can be essential in guiding students toward solid spiritual growth and strengthening their integrity in daily life. Keywords:   AbstrakArtikel ini membahas pentingnya peran integritas kristiani dalam profesi pendidikan, khususnya dalam konteks peningkatan spiritualitas bagi naradidik. Guru yang berprofesi harussnya mempunyai tanggung jawab untuk memperkuat spiritualitas siswa dan mengintegrasikan nilai-nilai kristiani dalam pembelajaran sehari-hari. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur,maka dapat disimpulkan bahwa integritas kristiani merupakan landasan pembentukan karakter dalam profesi pendidikan, di mana hal ini merupakan upaya guru untuk memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya spiritualitas bagi peserta didik. integritas sebagai landasan dalam pendidikan, maka peran spiritualitas dalam pembentukan karakter dan etika peserta didik harus menjadi acuan untuk terus diajarkan. sehingga guru mempunyai strategi untuk meningkatkan spiritualitas siswa. Konsep integritas kristiani diperkenalkan sebagai landasan moral dalam tindakan dan pengajaran guru. Penekanannya ditempatkan pada bagaimana spiritualitas dapat membentuk karakter dan etika siswa, serta strategi yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan spiritualitas siswa, termasuk doa, membaca Alkitab, dan kegiatan spiritual lainnya. Dengan pendekatan yang berpusat pada nilai-nilai kristiani, guru dapat memainkan peran penting dalam membimbing siswa menuju pertumbuhan rohani yang kokoh dan memperkuat integritas mereka dalam kehidupan sehari-hari.   
Penguatan Karakter Siswa Melalui Penggunaan Metode Bercerita: Sebuah Studi pada Charis Institute, Surakarta Viani, Neni; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.218

Abstract

It is essential to strengthen character as early as possible by instilling positive things in children, such as good manners, independence, responsibility, etc. Each individual has their character, some positive and some negative. However, children sometimes cannot differentiate between good and evil, so they tend to have negative characteristics, such as stealing, fighting, lying, etc. Therefore, schools must implement character education in every lesson for students' future. This research was conducted to increase educators' insight into the importance of character strengthening, which is implemented early; schools, families, and communities play an essential role in strengthening children's character. The author uses a qualitative research approach using descriptive analysis methods and collects data. Charis Institute Surakarta Kindergarten School works with parents to enhance the character of their students by using the storytelling method in daily devotional learning.  AbstrakPenguatan karakter sangat penting dilakukan sedini mungkin dengan menanamkan hal-hal yang positif kepada anak-anak misalnya sopan santun, mandiri, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Setiap individu memiliki karakternya masing-masing ada yang positif dan ada yang negatif. Tetapi anak-anak terkadang tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat sehingga cenderung memiliki karakter yang negatif misalnya, mencuri, berkelahi, berbohong dan lain sebagainya. Maka dari itu sekolah harus menerapkan Pendidikan karakter dalam setiap pembelajarannya bagi masa depan anak didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menambah wawasan para pendidik akan pentingnya penguatan karakter yang diterapkan sejak dini, bukan hanya sekolah tetapi keluarga dan Masyarakat juga turut berperan penting dalam menguatkan karakter anak-anak. Penulis menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan memakai metode deskriptif analisis serta melakukan pengumpulan data. Sekolah TK Charis Institute Surakarta bekerja sama dengan orang tua untuk memperkuat karakter anak didiknya dengan menggunakan metode bercerita dalam pembelajaran yang dilakukan didevosi setiap hari.  
Pengetahuan dan Keterampilan Teknis sebagai Fondasi bagi Guru Kristen: Studi Kasus di Desa Parbotihan Sirait, Jannes Eduard; Marbun, Purim; Hardori, Johni
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.222

Abstract

This study aims to find practical and explorable approaches or steps to improve Christian teachers' knowledge and technical skills in Parbotihan village. The focus is on finding relevant solutions that are practical and cost-effective. In the process, this research examines Christian teachers' perceptions of efforts to improve their competence. This research involves collecting relevant literature and in-depth analysis using explanatory and phenomenological-qualitative methods. The implementation began by compiling a semi-structured interview instrument for Christian teachers as the primary informants. The data collected focuses on the most effective strategies and steps in improving their technical knowledge and skills. The research results highlight the need to optimize the strategic role of government, schools, churches, and society in supporting Christian teachers. In addition, research also confirms the importance of individual initiative for each teacher in developing technical knowledge and skills independently. AbstrakMisi dari studi ini adalah untuk menemukan pendekatan-pendekatan yang efektif dan dapat dieksplorasi, pendekatan ataupun langkah-langkah efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis guru Kristen di desa Parbotihan. Fokusnya adalah menemukan solusi yang relevan, praktis, dan biaya efektif. Dalam prosesnya, penelitian ini menelaah persepsi guru Kristen terhadap upaya meningkatkan kompetensi mereka. Menggunakan metode analisis penjelasan dan fenomenologi-kualitatif, penelitian ini melibatkan pengumpulan literatur yang relevan dan analisis mendalam. Pelaksanaannya dimulai dengan menyusun instrumen wawancara semi-terstruktur untuk para guru Kristen sebagai informan utama. Data yang dikumpulkan berfokus pada strategi dan langkah-langkah yang dianggap paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis mereka. Hasil penelitian menyoroti perlunya optimalisasi peran strategis pemerintah, sekolah, gereja, dan masyarakat dalam mendukung guru-guru Kristen. Selain itu, penelitian juga menegaskan pentingnya inisiatif individu bagi setiap guru dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan teknis secara mandiri.
Memetakan Tantangan dan Peluang Pendidikan Kristiani pada Era Post-Truth Kalalo, Delf Gustaaf
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.223

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 has brought advances in economics and technology, touching on social, cultural, and religious aspects. In the Industrial Revolution 4.0 era, society's moral and spiritual values were explicitly disrupted by information technology, where access to information occurred massively, leaving a problem where facts no longer determined truth but by opinions and emotions. This phenomenon is known as Post-Truth. The Post-Truth phenomenon has become a challenge for Christian religious education in building students' Christian values. Based on this information, this research method uses a qualitative approach through literature studies obtained from various literature sources, such as books, journals, and scientific articles relevant to the focus of the research. The results and conclusions show that the post-truth phenomenon affects students in determining the truth of the information received to encourage efforts to increase information literacy about Christian values to students. AbstrakRevolusi Industri 4.0 telah membawa kemajuan pada aspek ekonomi, teknologi, yang selanjutnya menyentuh sendi-sendi sosial, budaya, dan agama. Pada era Revolusi Industri 4.0, nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat turut terdisrupsi secara khusus oleh teknologi informasi, di mana akses informasi terjadi secara masif dan meninggalkan suatu masalah di mana kebenaran tidak lagi ditentukan oleh fakta melainkan oleh opini dan emosi. Fenomena ini dikenal dengan sebutan Post-Truth (paska kebenaran). Fenomena Post-Truth telah menjadi tantangan tersendiri bagi pendidikan agama Kristen dalam membangun nilai-nilai kekristenan peserta didik. Berdasarkan keterangan tersebut maka metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualititaif melalui studi pustaka yang diperoleh dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil dan kesimpulan menunjukkan bahwa fenomena post truth mempengaruhi peserta didik dalam menentukan suatu kebenaran dari informasi yang diterima sehingga mendorong upaya peningkatan literasi informasi tentang nilai-nilai Kekristenan kepada peserta didik.   
Strategi Pendidikan Agama Kristen Menghadapi Fenomena Bonus Demografi Nenomataus, Ade Epatry
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.225

Abstract

The demographic bonus is an opportunity or chance lived by every country that occurs only once. This study aims to determine how the strategy of Christian religious education faces the demographic bonus phenomenon. The problems found here are the rapidly increasing unemployment rate, the absence of a balance of human resource qualifications, and the low quality of human resources. The research method used in this research is a descriptive qualitative approach with library study research methods such as books, national journals indexed by Sinta, international journals, and websites. This research results in how Christian religious education prepares quality Christian young generation resources through Christian religious education in the family as a foundation for character, emotional intelligence, creativity, and basic skills for children. Christian religious education can strengthen children's early education both formally and informally to create superior human beings so they can compete in the labor market in the demographic era.  AbstrakBonus demografi merupakan suatu peluang atau kesempatan yang dijalani oleh setiap negara yang terjadi hanya satu kali. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana stretegi pendidikan agama Kristen dalam menghadapi fenomena bonus demografi. Masalah yang ditemukan disini adalah meningkatnya angka pengangguran yang semakin pesat, tidak adanya keseimbangan kualifikasi sumber daya manusia, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian studi kepustakaaan seperti, buku-buku, jurnal nasional terindeks sinta, jurnal internasional dan website. Hasil penelitian ini adalah bagaimana pendidikan agama Kristen mempersiapkan sumber daya generasi muda Kristen yang berkualitas, melalui pendidikan agama Kristen dalam keluarga sebagai suatu landasan karakter, kecerdasan emosional, kreativitas serta keterampilan dasar bagi anak. Melalui pendidikan agama Kristen dapat memperkokoh pendidikan anak sejak dini baik secra formal dan informal agar dapat menciptakan manusia yang unggul, sehingga mampu bersaing dalam pasar kerja di era demografi. 
Memetakan Tantangan dan Peluang Pendidikan Agama Kristen dalam Masyrakat Majemuk di Era Disrupsi Digital Hotmarlina, Evinta
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.211

Abstract

Secara geografis Indonesia terdiri dari 17.760 pulau dan lebih dari 1340 suku. Setiap suku memiliki budaya dan keyakinan yang berbeda pula.  Keberagaman suku dan keyakinan tersebut sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Pengalaman masyrakat indonesia hidup dalam kemajemukan yang telah dimulai sejak lama, hendaknya tidak menjadi permasalahan, namun pada kenyataannya persoalan hubungan antar umat beragama masih terjadi, masalah ini sering disebut dengan isu SARA.  
Penanaman Nilai-nilai Etika Kristiani Anak melalui Peneladanan Karakter: Sebuah Studi terhadap Anak Usia 3-4 Tahun di TK Kristen Bethesda Sumogawe, Getasan Sari, Desi Ratna; Sari, Dwi Novita; Mononimbar, Yonathan Yakub
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.237

Abstract

Research conducted at Bethesda Christian Kindergarten Sumogawe Getasan directed towards research titled "Teacher strategies in instilling Christian ethical valuesin children aged 3-4 years". Christian ethics is directed toward the word of god, which contains truths based on the bible. Christian ethics is essential in instilling ethical values in children aged 3-4. children aged 3-4 are excellent for shaping their attitudes and character. This is one good thing for children to receive good teaching during their development period. Christian ethical values are also often associated with a person's character. It can be termed as ongoing education provided in the school and family environment. The research uses qualitative and descriptive methods, and it is a literature review aimed at forming a teacher strategy for instilling Christian ethical values in children aged 3-4 years. The author concludes that in instilling ethical values in children, one must be guided by the truth of the word of god. Christian ethical values are the basis for character formation in guiding children so that they can live according to truth and not be influenced by things contrary to the Bible. AbstrakPenelitian yang dilakukan di TK Kristen Bethesda Sumogawe Getasan yang megarahkan kepada penelititan dengana judul Strategi Guru Dalam Penanaman Nilai Etika Kristen Pada Anak Usia 3-4 Tahun Kanak-Kanak (TK). Etika Kristen merupakan suatu hal yang mengarahkan kepada firman Tuhan yang berisis tentang kebenaran yang berdasarkan pada alkitabiah. Etika Kristen merupakan hal terpenting dalam penanaman nilai etika pada anak usia 3-4 tahun, Anak yang berusia 3-4 tahun adalah usia yang sangat baik dalam membentuk sikpa dan karakternya, ini menjadi salah satu hal yang baik bagi anak untuk mendapatkan suatu pengajaran yang baik dalam masa perkembangannya. Nilai etika Kristen juga seringkali dikaitkan dengan watak seseorang, dalam sebuah pendidikan dapat diistilahkan dengan berlansungnya dalam pendidikan yang ada dilingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian mengunkan metode kualitatif dan deskritif, kajian pustaka yang bertujuan untuk membentuk suatu strategi guru dalam penanaman nilai etika Kristen pada anak usia 3-4 tahun. Kami menyimpulkan bahwa dalam penanaman nilai etika pada anak harus berpedoman pada kebenaran firman Tuhan. Nilai etika Kristen merupakan dasar pembentukan karakter dalam membimbing anak supaya anak dapat hidup sesuai dengan kebenaran dan tidak terpengaruh kepada hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab.  

Page 1 of 1 | Total Record : 8