cover
Contact Name
Semual Rudy Angkouw
Contact Email
jurnalkhamisyim@gmail.com
Phone
+62895395000168
Journal Mail Official
jurnalkhamisyim@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang Jl. Mundu No. 24-26 Bareng Kec. Klojen, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 30324068     DOI : 10.71415
KHAMISYI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani merupakan wadah bagi setiap penulis, peneliti baik para dosen maupun mahasiswa, yang ingin mempublikasikan naskah penelitian dalam bentuk penelitian literature maupun penelitian lapangan. Adapun Fokus dan Scope ruang lingkup KHAMISYIM Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Meliputi: 1. Teologi Kristen 2. Pendidikan Agama Kristen baik di Gereja maupun di Sekolah 3. Missiologi 4. Kepemimpinan Kristen 4. Etika Kristen 5. Pastoral
Articles 32 Documents
Dekonstruksi Hegemoni Patriarkal dalam Perspektif Church in the Round Letty M. Russell Lendombela, Mutiara Zhara; Kalalo, Jefry F.
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1 (2025): OKTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v3i1.61

Abstract

This article examines the integration of the Church in the Round paradigm developed by Letty M. Russell as a transformative strategy for building a gender-just, participatory, and contextual church. The background to this paper is based on the fact that church structures and practices are still dominated by patriarchal hegemony that limits women's roles. The main question posed is: how can the Church in the Round approach be integrated into church practices as a form of deconstruction of patriarchal structures and as a more just and participatory ecclesiological proposition? This research uses a qualitative approach through a literature review of Letty M. Russell's work and contextual reflection on church practices. The results indicate that Church in the Round offers a church framework built on mutuality, radical hospitality, and liberating faith education. Practically, this paradigm can be implemented in the development of inclusive church structures, participatory liturgy, and collaborative leadership to create a faith community that reflects justice, equality, and love in the light of the Gospel.Keywords: Patriarchal, Feminist, Transformative, Church, Gender, Equality Abstrak: Artikel ini mengsintesiskan paradigma Church in the Round yang dikembangkan oleh Letty M. Russell sebagai strategi transformatif membangun gereja yang adil gender, partisipatif, dan kontekstual dalam konteks Indonesia. Latar belakang penulisan didasarkan pada kenyataan bahwa struktur dan praksis gereja masih didominasi oleh hegemoni patriarkal yang membatasi peran perempuan. Pertanyaan utama yang diajukan adalah: bagaimana pendekatan Church in the Round dapat diintegrasikan dalam praksis gereja sebagai bentuk dekonstruksi terhadap struktur patriarkal serta sebagai tawaran eklesiologis yang lebih adil dan partisipatif? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap karya Letty M. Russell, serta refleksi kontekstual terhadap praktik gerejawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Church in the Round menawarkan kerangka gereja yang dibangun atas dasar kesalingan, hospitalitas radikal, dan pendidikan iman yang membebaskan. Secara praktis, paradigma ini dapat diimplementasikan dalam pengembangan struktur gereja yang inklusif, liturgi yang partisipatif, dan kepemimpinan kolaboratif demi mewujudkan komunitas iman yang mencerminkan keadilan, kesetaraan, dan kasih dalam terang Injil.Kata kunci: Patriarkal, Feminis, Transformatif, Gereja, Gender, Kesetaraan
Model Sekolah Kristen Kontekstual bagi Anak Gen Alfa di Era Digital: Framework Teologis Digital Discipleship Pasaribu, Ferdinan
KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2026): APRIL
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Batu, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71415/jkmy.v3i2.67

Abstract

This study aims to develop a contextual Christian educational theology model for Generation Alpha in the digital era. The background arises from the tendency of Christian education to become technologically instrumental without strong theological grounding. Employing a theological qualitative approach and library research method, this study introduces four new theological concepts: Digital Incarnation, Cyber-Pneumatology, Virtual Sacramental Praxis, and Digital Missiology. These concepts establish a framework of Christian educational theology that understands the digital sphere as a locus of God’s presence and a space for incarnational faith practice. The findings reveal that Christian education must move beyond mere technological adaptation toward an incarnational praxis that manifests Christ in virtual spaces. This model offers a novel theological contribution to contemporary Christian education discourse and provides a relevant foundation for developing Christian school curricula and spirituality in the digital era. Keywords: Christian Education, Generation Alpha, Digital Era, Christian School  AbstrakLatar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena perubahan paradigma pendidikan Kristen yang cenderung teknologis-instrumental, tanpa fondasi teologis yang kuat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model sekolah pendidikan Kristen yang kontekstual bagi anak Generasi Alfa di tengah pesatnya perkembangan era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif teologis dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menawarkan empat gagasan teologis baru: inkarnasi digital, pneumatologi siber, virtual sacramental praxis, dan digital missiology. Keempat konsep tersebut membentuk kerangka teologi pendidikan Kristen yang memandang ruang digital sebagai tempat kehadiran Allah dan praksis iman yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen harus bergerak dari sekadar adaptasi teknologi menuju praksis inkarnasional yang menghadirkan Kristus dalam dunia maya. Model ini memberikan kontribusi teologis baru bagi wacana pendidikan Kristen, serta relevan bagi pengembangan kurikulum dan spiritualitas sekolah Kristen pada anak generasi alfa di era digital . Kata Kunci: Pendidikan Kristen, Generasi Alfa, Era Digital, Sekolah Kristen

Page 4 of 4 | Total Record : 32