cover
Contact Name
Sisko
Contact Email
siskochiko@gmail.com
Phone
+6287854261279
Journal Mail Official
sttborneo1@gmail.com
Editorial Address
Jl.Prof. M.Yamin No. 3 Kota Baru, Pontianak Selatan
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
ISSN : 27751740     EISSN : 27751759     DOI : -
Core Subject : Religion,
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Borneo yaitu Bulan Mei dan Desember. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ICHTUS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Kristiani di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025): Mei" : 5 Documents clear
Peran Remaja Kristen Sebagai Garam dan Terang Di Dunia Modern: Tinjauan Teologis Matius 5:13-16 sianturi, martinus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/xrpmha06

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menafsirkan dan menganalisis secara teologis serta kontekstual Matius 5:13–16 dalam kaitannya dengan kehidupan remaja Kristen di dunia modern. Melalui metode studi kepustakaan, penulis mengkaji makna mendalam dari metafora "garam dunia" dan "terang dunia" sebagaimana diajarkan oleh Yesus dalam Khotbah di Bukit. Dalam konteks zaman yang penuh relativisme moral, krisis identitas, dan tekanan budaya populer, remaja Kristen dipanggil untuk menjadi agen perubahan yang mencegah kerusakan moral dan menyatakan terang Kristus melalui kehidupan sehari-hari. Artikel ini menekankan bahwa menjadi garam dan terang bukanlah sekadar peran opsional, tetapi merupakan identitas ilahi yang melekat pada setiap murid Kristus, termasuk remaja, yang harus diwujudkan melalui kesaksian hidup yang otentik dan transformatif.
Prinsip Oikumenis dan Keadilan Sosial: Analisis Berdasarkan Kitab Mikha 6:8 Siregar, Esron Mangatas; Rangkang , Oktapianus; Agus , Afriatus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/hm2vrf15

Abstract

This article explores the close relationship between ecumenical principles and social justice based on the teachings of Micah 6:8. In Indonesia’s diverse context, issues such as religious discrimination, legal injustice, social inequality, and abuse of power are significant barriers to achieving a just and prosperous society. Using a descriptive and literature-based approach, this study examines God’s demands on His people—to act justly, love faithfulness, and walk humbly with Him. These three values serve as the moral and spiritual foundation for building a society grounded in justice and equality. The prophet Micah emphasizes that God is the source of true justice and calls His people to embody this character in everyday life. The ecumenical movement is seen as a strategic means of uniting Christians across denominations to advocate for social justice, peace, and collective well-being. The article asserts that social justice is not merely a moral responsibility but a divine calling that must be realized collectively by all segments of society. By adopting the values taught in the Book of Micah, churches and believers can serve as agents of transformation, working toward a socially just and harmonious society in accordance with God's will.   Artikel ini mengkaji hubungan erat antara prinsip oikumenis dan keadilan sosial berdasarkan ajaran kitab Mikha 6:8. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, diskriminasi agama, ketidakadilan hukum, ketimpangan sosial, dan penyalahgunaan kekuasaan menjadi tantangan nyata yang menghambat terwujudnya masyarakat adil dan sejahtera. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kajian literatur untuk menggali makna tuntutan Tuhan terhadap umat-Nya, yakni berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati. Tiga nilai ini menjadi fondasi moral dan spiritual dalam membangun masyarakat yang menjunjung keadilan dan kesetaraan. Mikha menegaskan bahwa Allah adalah sumber keadilan sejati, dan umat dipanggil untuk mencerminkan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan oikumenis dipandang sebagai sarana strategis untuk menyatukan umat Kristen lintas denominasi dalam memperjuangkan keadilan sosial, perdamaian, dan kesejahteraan bersama. Artikel ini menegaskan bahwa keadilan sosial bukan sekadar tanggung jawab moral, tetapi panggilan ilahi yang harus diwujudkan secara kolektif oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan menjadikan nilai-nilai kitab Mikha sebagai panduan, gereja dan umat beriman dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan tatanan sosial yang adil dan harmonis.
Filosofi Manajemen Pendidikan Berbasis Nilai-Nilai Kekristenan Dalam Konteks Sekolah Minggu Karbui, Titus
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/5w0en869

Abstract

Penelitian ini membahas filosofi manajemen pendidikan berbasis nilai-nilai Kekristenan dalam konteks Sekolah Minggu, dengan fokus khusus pada pelaksanaan di Gereja Masehi Injilli Di Timor  (GMIT) Jemaat Efata Sagulung, Batam. Sekolah Minggu sebagai bentuk pendidikan nonformal di lingkungan gereja memiliki peranan penting dalam membentuk karakter iman anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana prinsip-prinsip Kekristenan seperti kasih, keteladanan, pelayanan, dan tanggung jawab diintegrasikan ke dalam sistem manajemen pendidikan Sekolah Minggu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai landasan teoritis dan refleksi terhadap praktik nyata yang berlangsung di lingkungan gereja lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sekolah Minggu yang menerapkan prinsip kasih dan pelayanan dalam manajemennya memiliki partisipasi anak dan orang tua yang lebih tinggi. Guru yang memahami manajemen berbasis nilai Kekristenan lebih mampu menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan menyentuh kehidupan anak. Beberapa kendala umum di Sekolah Minggu adalah kurangnya pelatihan bagi guru, tidak adanya evaluasi berkelanjutan, serta minimnya integrasi nilai Kekristenan dalam perencanaan program. Penerapan filosofi manajemen berbasis Kekristenan membantu mengatasi konflik internal dan memperkuat identitas spiritual pengajar dan peserta. Artikel ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan berbasis nilai-nilai Kekristenan tidak hanya mendukung efektivitas pengelolaan pelayanan anak, tetapi juga memperkuat panggilan gereja dalam mendidik generasi yang beriman dan berintegritas. Kata kunci: Manajemen Pendidikan, Nilai-nilai  Kekristenan, Sekolah Minggu
Galatia 3:28 sebagai Dasar Teologis bagi Ekumenisme di Era Globalisasi Siregar, Esron Mangatas; Aldi, Aldi; Nyayan, Efendi; Sarumaha, Simeri Hati
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/bs2kbs75

Abstract

Globalisasi telah membawa dampak besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan gereja yang kini menghadapi tantangan serius seperti pluralisme agama, penurunan kehadiran jemaat, dan perubahan pemahaman teologis. Fenomena ini mendorong gereja untuk merefleksikan kembali ajaran-ajaran dasar iman Kristen agar tetap relevan tanpa kehilangan kebenaran esensialnya. Tesis dari penelitian ini adalah bahwa Galatia 3:28 memberikan dasar teologis yang kuat bagi gereja untuk mengembangkan semangat ekumenisme dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang berfokus pada analisis teologis dan kontekstual terhadap ayat Galatia 3:28 serta dampaknya terhadap realitas sosial-keagamaan masa kini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan dalam Kristus dapat menjadi landasan inklusivitas dan pemersatu gereja di tengah perbedaan etnis, status sosial, dan gender. Kesimpulannya, gereja perlu memanfaatkan prinsip kesetaraan dalam Kristus sebagai respon terhadap dinamika global tanpa mengorbankan integritas doktrin.  
Eksegesis Efesus 5:16 dan Relevansinya terhadap Manajemen Waktu di Era Digital Aliadi, Frans; Prissila, Amita
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 6 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/td3w0c72

Abstract

This article is rooted in Paul's exhortation in Ephesians 5:16, "make the most of every opportunity, because the days are evil," which carries profound theological and ethical relevance for addressing the challenges of time management in the digital age. The background of this study arises from the widespread phenomenon of digital distraction among Christians, where technological advancements often lead to wasted time and a decline in spiritual quality of life. The purpose of this research is to analyze the meaning of "redeeming the time" in Ephesians 5:16 through biblical exegesis and contextual hermeneutics, and to explore its practical relevance for Christian time management today. This study employs a textual exegetical method, including linguistic analysis of key Greek terms in the original text, along with a contextual hermeneutical approach to relate the biblical message to the realities of the digital era. The findings indicate that “redeeming the time” demands a faith-driven awareness to wisely seize every kairos opportunity amid a world full of distractions. In conclusion, Ephesians 5:16 provides a strong theological foundation for Christians to manage their time proactively, productively, and in alignment with God’s will in the face of digital life challenges.

Page 1 of 1 | Total Record : 5