cover
Contact Name
Rifal
Contact Email
rifalmattirodeceng@gmail.com
Phone
+6282347281745
Journal Mail Official
rifalmattirodeceng@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kompleks IKIP Blok B5 No. 11 Makassar, Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Published by Rayhan Intermedia
ISSN : 26849860     EISSN : 26848384     DOI : https://doi.org/10.31970/pendidikan.v6i3
Core Subject : Education,
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles 1,193 Documents
Efektivitas Pembelajaran Daring Bahasa Inggris Melalui Media Google Classroom sebagai Dampak Pandemi Covid-19 di Kelas XI MAN 2 Tapin Kalimantan Selatan Hayati, Lia
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 menimbulkan masalah baru bagi pendidikan di Indonesia. Penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran telah mengalami perubahan yang drastis. Pembelajaran tidak lagi menggunakan pertemuan konvensional tatap muka, tetapi mulai diintegrasikan dengan pembelajaran online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran bahasa Inggris selama periode pandemi di MAN 2 Tapin dengan menggunakan media Google Classroom. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan instrumen yang di gunakan untuk pengambilan data yaitu dengan wawancara dan observasi langsung terhadap pembelajaran online ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada sampel yaitu kelas XI MIA 2 MAN 2 Tapin sebanyak 24 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan serta seorang guru bahasa Inggris kelas XI MAN 2 Tapin menunjukkan bahwa 40% siswa lebih efektif dalam belajar dengan menggunakan media Google Classroom sedangkan 60 % tidak efektif. Kesimpulannya pembelajaran bahasa Inggris melalui media Google Classroom tidak efektif karena menimbulkan berbagai dampak negatif bagi pembelajaran bahasa Inggris di MAN 2 Tapin.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Interaksi Antar Negara-Negara Asean Dengan Model Pembelajaran Self Organize Learning (SOLE) di Kelas VIII-2 SMP Negeri 1 Kisaran Kab. Asahan Sumatera Utara Purba, Asima
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa PPG di Universitas Negeri makassar. Praktek Pengalaman Lapangan merupakan sarana pembekalan bagi mahasiswa kependidikan sekaligus persiapan untuk menjadi tenaga kependidikan yang profesional. Pada kesempatan ini, mahasiswa melaksanakan praktik pengalaman lapangan di SMP Negeri 1 Kisaran, yang berlokasi di Jln.Madong Lubis Kel.Selawan Kab.Asahan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dimulai sejak tanggal 31 Mei 2021 Sampai 13 juli 2021 yang dilaksanakan dalam 3 Siklus.Sebelum melakukan PPL, mahasiswa mengadakan observasi terhadap kegiatan pembelajaran yang ada di SMP Negeri 1 Kisaran. Observasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2021. Observasi tersebut meliputi meminta ijin kepala sekolah,minta bantu teman MGMP dan teman sejawat, ,pemasangan spanduk,observasi sekolah dan juga terhadap pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa melakukan konsultasi terhadap DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Dan GP PPL (Guru Pamong Praktek Pengalaman Lapangan) untuk menindaklanjuti pembuatan RPP dan PPL yang mahasiswa lakukan. Materi RPP pada PPL 1 yakni berjudul Interaksi antar negara-negara ASEAN.Dalam pelaksanaan PPL 1 yang mahasiswa jalani, masih banyak masalah dan hambatan yang ditemukan . Kendala atau hambatan yang dihadapi bisa teratasi karena adanya kerjasama yang baik antar mahasiswa PPL dengan pihak sekolah baik kepala sekolah, pengawai, guru maupun siswa/siswi SMP Negeri 1 Kisaran, serta dengan dosen pembimbing dan guru pamong yang memberi masukan dan semangat kepada mahasiswa.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pbl pada Mata Pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan Dan Palawija di SMK Negeri 1 Sojol Kab. Donggala Sulawesi Tengah Arlin, Arlin
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus hingga 7 Oktober 2021. Tempat pelaksanaannya ialah di SMK Negeri 1 Sojol, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan menggunakan Model Project Based Learning untuk mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan dan Palawija Kelas XI Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Simpulan dari hasil yang didapatkan dari ketiga siklus pembelajaran adalah sebagai berikut : Berdasarkan data yang didapat disimpulkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 54,5% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa. Dalam pelaksanaan siklus I belum mencapai kriteria ketuntasan sehingga dilanjutkan pada siklus II dengan persentase hasil belajar siswa mencapai 68,2% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 15 siswa, kemudian dilanjutkan ke siklus III dengan hasil belajar mencapai 86,4% dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 19 siswa.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan di SMKN 9 Seram Bagian Barat Maluku Pattisinay, Ansye Lince
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus, dengan desain penelitian yang digunakan yaitu model Kemmis dan Mc. Taggart . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada kelas XI ATPH SMKN 9 Seram Bagian Barat khususnya mata pelajaran Agribinis Tanaman pangan. Penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Data kuantitaf berupa data peningkatan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan Kls XI SMKN 9 Seram Bagian Barat tahun Ajaran 2021/2022 dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik. Berdasarkan analisis data pada siklus I hasil belajar kognitif peserta didik yang mencapai KKM hanya 37%, sedangkan pada siklus II tingkat keberhasilan belajar kognitif peserta didik telah mencapai KKM meningkat menjadi 75%.
Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Kendaraan Ringan di SMKS Jakarta 1 Jakarta Timur Sutrisno Anggriawan, Obie
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kelistrikan kendaraan ringan siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 1 di Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta1 Jakarta Timur. Penelitian yang dilakukan berjenis Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 3 siklus. Ketiga siklus tersebut terbagi lagi dalam empat tahapan, tahapan yang dimaksud adalah 1. Perencanan Tindakan, 2. Pelaksanaan Tindakan, 3. Observasi, dan 4. Refleksi. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek adalah siswa yang berjumlah 41 siswa, objek penelitian yang dilakukan adalah hasil belajar sistem kelistrikan kendaraan ringan pada kelas XI Teknik Kendaraan Ringan 1 di Sekolah Menengah Kejuruan Jakarta 1 Jakarta Timur.Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Dari penelitian yang sudah dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, terdapat hasil yang sesuai dengan yang diharapkan yaitu nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 48,78%, lalu 65,85% pada siklus II dan yang terakhir pada siklus III adalah 90,24%. Dapat disimpulkan dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan 17,07% dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 24,39%.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 3 Kediri Tabanan Bali Nursarini, Ni Made
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diadakan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model Problem based l learning dalam pembelajaran. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi baik atau masih kurangnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran apabila dilihat dari hasil belajarnya. Salah satu faktornya tersebut adalah model pembelajaran yang dipergunakan oleh para guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk meningkatkan hasil belajar Dinamika Penduduk Indonesia peserta didik kelas VII A SMP Negeri 3 Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020 semester ganjil melalui penerapan model Problem based learning. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 3 Kediri tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 31 orang. Rendahnya motivasi belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil belajar yang dicapai, menyebabkan guru selaku peneliti mengadakan penelitian ini. Setelah penerapan model Problem based learning dalam pembelajaran Dinamika Penduduk Indonesia pada siklus I dan siklus II didapatkan hasil seperti berikut: pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar 73,91 dan ketuntasan belajar peserta didik mencapai 59 % dan pada silkus II setelah diadakan perbaikan-perbaikan dari hasil refleksi siklus I adapun nilai rata-rata hasil belajar 80,27 dan ketuntasan mencapai 95% dari total 31 orang. Hal tersebut menunjukkan model pembelajaran Problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik yang dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPS terkait materi Dinamika Penduduk Indonesia
Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Dengan Penerapan Model Discovery Learning Pada Pembelajaran IPS Terpadu di SMP Swasta Yapendak Tinjowan Kab. Simalungun Sumatera Utara Wulandari, Suci
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa akibat dari kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran IPS. Salah satu penyebab nya adalah karena pembelajaran berpusat pada guru. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk melihat peningkatan aktivitas belajar siswa setelah dilakukan penerapan model Discovery Learning pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Swasta Yapendak Tinjowan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran setelah dilakukan penerapan model Discovery Learning. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan siklus 1 (satu) dan siklus 2 (dua). Hasil penelitian dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dengan diterapkannya model Discovery Learning pada pembelajaran IPS. Dari hasil wawancara, 100 % siswa lebih suka dan memiliki minat belajar setelah diterapkannya model Discovery Learning, dan dari observasi di lapangan, siswa lebih meningkat aktivitasnya dari sebelumnya seperti bertanya, menanggapi dan menjawab masalah dalam pembelajaran IPS.
Penerapan Metode Pembelajaran Problem Basic Learning Pada Pembelajaran IPS dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PPG dalam Jabatan Universitas Negeri Makassar di SMP Negeri 2 Bangun Purba Kab. Deli Serdang Sumatera Utara Amha, Yulia
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ceramah merupakan metode pembelajaran yang lama, dimana siswa mendengarkan apa yang diajarkan guru secara monoton. Hal tersebut membuat siswa bosan dengan mata pelajaran IPS Terpadu, padahal materinya sebagian besar adalah hafalan. Akibatnya peserta didik kurang menguasai materi pelajaran. Padahal pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran. Hal itu membuat guru perlu merubah metode pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Penggunaan metode dimaksudkan untuk menggairahkan belajar peserta didik, jika peserta didik bersemangat untuk belajar akan dengan mudah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu metode yang dapat meningkatkan penguasaan materi pelajaran adalah metode Problem Basic Learning. Belajar dari masalah membuat siswa belajar berfikir analisis dan mencoba menyelesaikan masalah yang dihadapi. Guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang terpusat pada guru (teacher oriented) menjadi terpusat pada siswa (student oriented). Siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan yakni menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis serta membuat kesimpulan-kesimpulan. Penelitian ini dilakukan motede penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga yakni teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap penerapan metode pembelajaran Problem Basic Learning. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Problem Basic Learning sangat efektif untuk menghidupkan proses pembelajaran, dimana siswa dilatih untuk memecahkan masalah dengan mencari tahu/mencari informasi sendiri dan sehingga mampu mengembangkan ketrampilan berpikir tinggi dan meningkatkan efektivitas belajar pada masing masing siswa.
Menumbuh Kembangkan Critical Thinking Peserta Didik dengan Pembiasaan Berkolaborasi Mengemukakan Pendapat SMKS YPIB Majalengka Jawa Barat Okiat, Oki
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma pembelajaran abad 21 menuntut adanya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Di lapangan banyak peserta didik yang belum berusaha mencari sendiri materi ajar atau terlibat dalam pembahasan. Sebagai guru professional dituntut untuk menemukan teknik kolaborasi guru dan peserta didik dalam menumbuh kembangkan critical thinking peserta didik. Metode yang bisa digunakan yaitu di setiap pertemuan di kelas guru selalu mengajukan beberapa pertanyaan dan harus dijawab oleh seluruh peserta didik yang hadir ditunjuk oleh guru secara bergilir. Sehingga setiap peserta didik minimal akan menyampaikan jawaban atau pendapatnya satu kali dalam setiap pertemuan. Teknis analisis yang digunakan yaitu dihitung berapa peningkatan jumlah peserta didik yang secara aktif mengemukakan pendapat tanpa ditunjuk guru selama 3 kali pertemuan di SMK YPIB Majalengka. Hasil penelitian didapatkan pada pertemuan pertama hanya ada 20% peserta didik yang secara sukarela menjawab soal. Kemudian dari pertemuan pertama dicoba dengan menunjuk langsung nama dari peserta didik yang hadir tapi belum semua. Pada pertemuan kedua ada peningkatan peserta didik yang aktif secara mandiri yaitu sebanyak 45%. Kemudian diminta seluruh peserta didik memberikan pendapat secara bergilir sesuai yang disebut namanya oleh guru. Hal itu dilakukan lebih dari satu kali untuk beberapa pertanyaan. Pada pertemuan ketiga terjadi peningkatan menjadi 70% yang berani mengutarakan pendapatnya tanpa ditunjuk oleh guru.
Peningkatan Kemampuan Berpikir dan Hasil Belajar Melalui Latihan Merumuskan Pertanyaan pada Pembelajaran IPS di Kelas VII B1 SMPIT Imam Syafi’iy Kota Bima Nusa Tenggara Barat Kusumawati, Yuni
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendiskripsikan proses melatih peserta didik SMPIT Imam Syafi’iy Kota Bima Kelas VII B1 membuat rumusan pertanyaan yang baik ( 2 ) Mengetahui peningkatan kemampuan berpikir peserta didik SMPIT Imam Syafi’iy Kota Bima Kelas VII B1 setelah berlatih merumuskan pertanyaan yang baik. ( 3 ) Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik SMPIT Imam Syafi’iy Kota Bima Kelas VII B1 setelah berlatih merumuskan pertanyaan yang baik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 3 kali pertemuan tiap siklusnya dengan jumlah siswa 32 siswa. Pada pra tindakan persentase Hasil dari kegiatan prasiklus menunjukkan bahwa peserta didik belum bisa membuat rumusan pertanyaan yang baik. Rumusan pertanyaan yang dihasilkan peserta didik 92,7% berkisar pada pertanyaan ingatan dan konsep Ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir peserta didik masih berkisar pada kemampuan mengingat (C1) sedangakan pada siklus pertama menunjukkan hasil rumusan pertanyaan yang disusun peserta didik 89,2% menunujukkan kemampuan berpikir C3 ke bawah. Kemampuan berpikir peserta didik pada siklus II lebih baik dibandingkan dengan siklus I. Walaupun kemampuan berpikir C1 dan C2 masih dominan, namun prosentasenya sudah jauh menurun. Sebaliknya kemampuan berpikir C4 ke atas sudah meningkat. Berdasarkan rumusan pertanyaan yang disusun peserta didik, pertanyaan yang mengandung kemampuan C4 ke atas sudah mencapai 13,1% pada pertemuan 1 dan 33% pada pertemuan 2 siklus II ini

Page 35 of 120 | Total Record : 1193