cover
Contact Name
Mokh. Yahya
Contact Email
myahyaiainska@gmail.com
Phone
+6285726965279
Journal Mail Official
tabasajurnal@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura Sukoharjo 57168, Jawa Tengah Indonesia
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya
ISSN : 27460789     EISSN : 27460770     DOI : https://doi.org/10.22515/tabasa
Core Subject : Education,
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya facilitates and disseminates scientific articles from academics, teachers, and observers of Indonesian language and literature which includes the following focus and scope. 1. Indonesian language and its development 2. Indonesian literature and its development 3. Teaching Indonesian 4. Teaching Indonesian literature 5. Teaching Indonesian to Foreign Speakers (BIPA) 6. Malay Language and Literature
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 01 (2023)" : 5 Documents clear
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Perempuan Jawa oleh Tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series” (Kajian Sosiopragmatik) Alfi, Kunti Zahrotun
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 01 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v4i01.7168

Abstract

This study discusses the violation of the politeness principle in Javanese women by the character Bu Tejo in the film "Tilik: The Series". Through this research, it is hoped that it can increase understanding of the importance of maintaining politeness in the context of Javanese culture and building harmonious and respectful communication. This study uses a qualitative descriptive method to explain the politeness principles in Javanese women's language as explained by the character Bu Tejo in the film "Tilik: The Series. The data was obtained from the dialogue spoken by Bu Tejo, which violated the principle of politeness in language, and data collection was carried out through the see note method with sociopragmatic analysis. The results of the study showed that (1) the violation of the maxim of respect was carried out with subtle satire; (2) the violation of the maxim of wisdom was carried out by stereotyping gender and insulting physical appearance; (3) Bu Tejo violated the maxim of sympathy by insulting Tari's facial expressions and satirizing Pak Subari; (4) Bu Tejo violated the maxim of agreement by expressing disapproval and forcing something with expressive directive speech and intonation that tends to rise; (5) Bu Tejo violated the maxim of modesty through exaggerated expressions with stereotyping of work; and (6) Bu Tejo violated the maxim of generosity by being cynical, arrogant, and blaming others. Keywords: principle of politeness, javanese women's language, Tilik the Series   Penelitian ini membahas mengenai pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa perempuan Jawa yang dilakukan oleh tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series”. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesantunan berbahasa dalam konteks budaya Jawa dan membangun komunikasi yang harmonis serta saling menghormati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan prinsip kesantunan berbahasa perempuan Jawa oleh tokoh Bu Tejo dalam Film “Tilik The Series. Data diperoleh dari dialog yang dituturkan oleh Bu Tejo yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa, dan pengumpulan data dilakukan melalui metode simak catat dengan analisis sosiopragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelanggaran maksim penghargaan dilakukan dengan bahasa sindiran halus, (2) pelanggaran maksim kebijaksanaan dilakukan dengan stereotipisasi terhadap jenis kelamin dan menghina tampilan fisik, (3) Bu Tejo melanggar maksim kesimpatian dengan menghina ekspresi wajah Tari dan menyindir Pak Subari, (4) Bu Tejo melanggar maksim permufakatan dengan menyatakan ketidaksetujuan dan memaksakan sesuatu dengan tuturan direktif ekspresif serta intonasi yang cenderung naik, (5) Bu Tejo melanggar maksim kesederhanaan melalui ungkapan yang berlebihan dengan stereotipisasi terhadap pekerjaan, (6) Bu Tejo melanggar maksim kedermawanan dengan sikap sinis, sombong, dan menyalahkan orang lain. Kata Kunci: prinsip kesantunan, bahasa perempuan jawa, Tilik the Series
Analisis Pola Bunyi dalam Bahasa Gaul di Media Sosial Emira Hayatina Ramadhan; Selvina Maharani; Dona Aji Karunia Putra
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 01 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v4i01.7236

Abstract

Slang is a language that is popular among the millennial generation. This slang is not always used in everyday life. This research aims to describe the language sound patterns found in slang. This research was conducted using descriptive qualitative method. The data in this research is in the form of slang vocabulary. The data source of this research is slang in social media. The data in this study were obtained using documentation, listening, and note-taking techniques. The results show that there are several sound patterns in slang on social media including twitter, instagram, and tiktok. The pattern of slang formation is the phenomenon of phoneme changes and changes in the phoneme structure of words. Social media plays an important role in the wide spread of slang. Social media is one way to socialize between individuals and become a means of entertainment. The purpose of slang is to joke, greet, mock, and to build closeness between friends. Therefore, the use of slang in the millennial generation is a self-expression to establish friendship and intimacy between friends.   Bahasa gaul adalah bahasa yang populer di kalangan generasi milenial. Bahasa gaul ini tidak selalu digunakan pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola bunyi bahasa yang terdapat di dalam bahasa gaul. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kosa kata bahasa gaul di media sosial. Sumber data penelitian ini adalah bahasa gaul dalam media sosial. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pola bunyi dalam bahasa gaul di media sosial antara lain twitter, instagram, dan tiktok. Pola dari pembentukkan bahasa gaul yaitu fenomena perubahan fonem dan perubahan struktur fonem pada kata. Media sosial sangat berperan penting bagi penyebaran luas bahasa gaul. Media sosial merupakan salah satu cara untuk bersosialisasi antar individu serta menjadi salah satu sarana hiburan. Tujuan dari bahasa gaul ini untuk bercanda, menyapa, mengejek, serta untuk membangun kedekatan antara pertemanan. Maka dari itu, penggunaan bahasa gaul pada generasi milenial itu sebagai ekspresi diri untuk menjalin keakraban antar sesama teman dan menunjukkan identitas kelompok.
Nilai-Nilai Perjuangan Hidup Tokoh Novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas Karya J.S. Khairen: Kajian Sosiologi Sastra Rohman, Taufiqur
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 01 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v4i01.7239

Abstract

This research is motivated by the many phenomena of undergraduate graduates who are still not ready to compete in the world of work. On average, they only graduate based on a diploma without any additional skills, not even many bachelor graduates are unemployed. Our Novel (Not) Bachelor of Paper contains similar phenomena which contain values that can be taken as lessons in life. The purpose of this study is to describe the values of the struggle of the characters in the novel Kami (Not) Bachelor of Paper with the analysis of sociology of literature, Joyomartono. This study used a qualitative descriptive method with repeated reading and note-taking techniques derived from the novel. The results of this study indicate that there are 5 values of the struggle of the characters in the novel Kami (Not) Bachelor of Paper. There were 42 data found, including 4 data on the value of volunteering, 5 data on the value of unity, 3 data on the value of respect, 21 data on the value of patience and never giving up, and 9 data on the value of cooperation. The benefits of these 5 values include friendship that is compact and takes care of each other, being able to survive any attack, being able to take risks, success does not depend on GPA, and never giving up in trying.   Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya fenomena-fenomena para lulusan sarjana yang masih belum siap bersaing di dunia kerja. Rata-rata dari mereka hanya lulus didasarkan pada ijazah tanpa adanya skil tambahan, bahkan tidak banyak lulusan sarjana yang mengganggur. Novel  Kami (Bukan) Sarjana Kertas didalamnya memuat fenomena serupa yang memuat nilai-nilai yang dapat diambil sebagai pembelajaran dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendesripsikan nilai- nilai perjuangan tokoh dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas dengan analisis sosiologi sastra Joyomartono. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tehnik baca berulang dan catat yang bersumber dari novel tersebut.  Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 5  niai-nilai perjuangan tokoh dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas. Ditemukan sebanyak 42 data diantaranya 4 data nilai rela berkoran, 5 data nilai persatuan, 3 data nilai harga-menghargai, 21 data nilai sabar dan pantang menyerah, dan 9 data nilai kerja sama. Dari 5 nilai tersebut dapat diambil manfaatnya diantaranya persahabatan yang kompak dan saling menjaga, mampu bertahan dari gempuran apapun, mampu mengambil resiko, kesuksesan tidak tergantung IPK, dan pantang menyerah dalam berusaha.
Analisis Tematik terhadap Syair Dagang Karya Hamzah Al-Fansuri Yahya, Wirda Humaira; R. Myrna Nur Sakinah
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 01 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v4i01.7310

Abstract

Hamzah Fansuri considerably influenced the development of Islamic culture in the Nusantara. His works are poems that contain religious and Sufi values. This research will examine one of the poems by Hamzah Fansuri, namely Syair Dagang. The purpose of this study is to examine the truth in this poem systematically and to find out in detail about the themes contained in the poem that will be studied in this study. This research uses a descriptive qualitative method and a thematic analysis method. The reading technique used in this research is the heuristic reading technique. The minor themes in this poem are simplicity and self-satisfaction, humble attitude, freedom and inner calm, self-sacrifice, deep self-awareness, good thinking, independence, humility and worldliness, avoiding greedy behavior, abundance and diversity, as well as safety and security. The major theme in this poem is spiritual and religious journeys. Through thematic analysis, a deeper understanding of the philosophical, spiritual, and moral messages contained in the poem can be obtained.   Hamzah Fansuri memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan kebudayaan Islam di Nusantara. Karyanya berupa syair-syair yang mengandung nilai-nilai keagamaan dan kesufian. Tulisan ini akan mencoba mengkaji lebih dalam mengenai salah satu puisi karya Hamzah Fansuri, yaitu Syair Dagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kebenaran yang ada dalam syair ini secara sistematis dan untuk mengetahui secara rinci mengenai tema-tema yang terdapat pada syair yang akan dikaji dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan metode analisis tematik. Adapun teknik pembacaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik membaca heuristik. Tema minor dalam syair ini adalah tentang kesederhanaan dan kepuasan diri, sikap rendah hati, kebebasan dan ketenangan batin, pengorbanan diri, kesadaran diri yang mendalam, pemikiran yang baik, kemandirian, kehinaan dan keduniawian, menghindari perilaku tamak, keberlimpahan dan keragaman, serta keselamatan dan keamanan. Sedangkan tema mayor dalam syair ini adalah tentang perjalanan spiritual dan religius. Melalui analisis tematik dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pesan-pesan filosofis, spiritual, maupun moral yang terkandung di dalam syair tersebut. 
Perjuangan Kartini dari Belenggu Budaya Jawa Pingitan dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo Krismonita, Fanie Yuniar; Revinta Santiara Siringo-ringo; Aliffia Harsa Wicaksana; Helni Ernawati; Ahmad Kurniawan
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 4 No. 01 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v4i01.7338

Abstract

Films made based on a character's biography are a valuable reference for analysis. Kartini's film as the object of analysis in this study, provides a more detailed picture and findings. This research aims to find out the efforts of the main character of Kartini to be separated from the fringe culture that took place in Javanese society in the past as stated in the film Kartini by Hanung Bramantyo. This research method is a qualitative descriptive method. Kartini's film is the source of data in this study. The data collection process is in the form of notes derived from quotes obtained after carefully observing and researching the film. This film is directed by Hanung Bramayanto who is played by Dian Sastrowardoyo as Kartini. The result of this study is the struggle of Kartini's character in the shackles of Javanese culture in the film Kartini in the form of  (1) Javanese culture in Kartini's film, (2) Ideas that give birth to change, (3) Starting change together, (4) The response of the 'Londo' about the Pingit culture, (5) Kartini's resistance is opposed, (6) Kartini's thinking changes the views of Javanese girls, (7) Netherlands school scholarships, (8) Submission of application requirements.   Film yang dibuat berdasarkan biografi seorang tokoh menjadi referensi yang berharga untuk dianalisis. Film Kartini sebagai objek analisis dalam penelitian ini, memberikan gambaran serta temuan yang lebih detail. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya perjuangan gender tokoh utama Kartini untuk terlepas dari budaya pingitan yang berlangsung pada masyarakat jawa di masa lalu yang tertuang dalam film Kartini karya Hanung Bramantyo. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Film Kartini menjadi sumber data dalam penelitian ini. Proses pengumpulan data berupa catatan yang berasal dari kutipan-kutipan yang di peroleh setelah mengamati dan meneliti film dengan seksama. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramayanto yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo sebagai Kartini. Hasil pada penelitian ini adalah upaya perjuangan tokoh Kartini dalam belenggu budaya Jawa pingitan dalam film Kartini berupa (1) Budaya Jawa pingitan dalam Film Kartini, (2) Gagasan yang melahirkan perubahan, (3) Memulai perubahan bersama, (4) Tanggapan para ‘Londo’ tentang Budaya Pingit, (5) Perlawanan Kartini ditentang, (6) Pemikiran Kartini merubah pandangan gadis jawa, (7) Beasiswa sekolah Belanda, (8) Pengajuan syarat lamaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5