cover
Contact Name
Muhammad Ridha Syafii Damanik
Contact Email
mridhadamanik@unimed.ac.id
Phone
+6285225469715
Journal Mail Official
tunasgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate Medan, 20211 Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tunas Geografi
ISSN : 2301606X     EISSN : 26229528     DOI : https://doi.org/10.24114/tgeo
The main focus of this journal is Geography Learning, Social and Human Geography, Regional Development, Geographic Information Systems, Remote Sensing, Disaster and Mitigation, Geology and Geomorphology, Oceanography and Coastal. This journal target is teachers, lecturers, graduates, and practitioners in the field of geography. As a scientific communication medium, this magazine serves to provide a publication tool for the development of concepts and theoretical studies, and actual issues relevant in the field of Geography. This journal is published twice a year in July and December and is circulated as a publication material for education in geography, geography, or other relevant fields.
Articles 188 Documents
Dampak Program GEMAR dalam Pendampingan Pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan Dedek Syahrani; Agus Suriadi
Tunas Geografi Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i1.14946

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to find out how much the impact was felt directly and related to the positive impact of the GEMAR program in assisting the empowerment of socio-economic prone women in Belawan Bahari Village, Medan Belawan District. This type of research is descriptive research that is analyzed quantitatively. Sampling techniques using the formula N = n, the sample in this study were 30 respondents, namely women who received the benefits of the GEMAR program. This research instrument uses a questionnaire distributed to 30 respondents. The data obtained tabulated into the table is then analyzed and processed quantitative data by analysis of Case Processing Summary and Test of Normality that before and after the GEMAR program valid data amounts to 30 and no data is missing with a percentage of 100% and significance values before the program GEMAR is 0.083 and after the GEMAR program is 0.719 and greater than 0.05, the two data are declared to be normally distributed. Paired Sample Statistics analysis, Paired Samples Correlation and Paired Samples Test analysis. Based on the results of Paired Sample Statistics analysis after the GEMAR program is higher than before the GEMAR program with an average value before = 35.97 and after average value = 47.20 from 30 data, the results of Paired Samples Correlation analysis that the correlation value before and after the GEMAR program, which produces a number 0.622 with a probability value (Sig.) 0,000 that the correlation between before and after the GEMAR program relates strongly and positively, because the probability value is <0.05. Paired Samples analysis results calculated values for the impact of the GEMAR program are 7.157 with probability (Sig.) 0,000. Because the probability (Sig.) 0,000 <0,05 is rejected. This means that there is a significant influence before and after the GEMAR program in assisting the empowerment of socio-economic prone women.Keywords: Impact, GEMAR Program, Empowerment Assistance for Women in Socio-Economic Prone, Poverty AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak yang dirasakan langsung dan berkaitan dengan dampak positif program GEMAR dalam pendampingan pemberdayaan perempuan rawan sosial ekonomi di Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan. Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dianalisis secara kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden yaitu perempuan yang menerima manfaat program GEMAR. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara. Analisis data dilakukan analisis Case Processing Summary dan Test of Normality bahwa sebelum dan sesudah program GEMAR data yang valid berjumlah 30 dan tidak ada data yang hilang (missing) dengan persentase 100% dan nilai signifikansi sebelum program GEMAR sebesar 0,083 dan sesudah program GEMAR sebesar 0,719 dan lebih besar dari 0,05 maka kedua data dinyatakan berdistribusi normal. Analisis Paired Sample Statistics, Paired Samples Correlation dan analisis Paired Samples Test. Berdasarkan hasil analisis Paired Sample Statistics sesudah adanya program GEMAR lebih tinggi di banding sebelum ada program GEMAR dengan nilai rata-rata sebelum = 35,97 dan nilai rata-rata sesudah = 47,20 dari 30 data, hasil analisis Paired Samples Correlation bahwa nilai korelasi sebelum dan sesudah program GEMAR, yang menghasilkan angka 0,622 dengan nilai probabilitas (Sig.) 0,000 bahwa korelasi antara sebelum dan sesudah adanya program GEMAR berhubungan secara kuat dan positif, karena nilai probabilitas <0,05. Hasil analisis Paired Samples nilai t-hitung untuk dampak program GEMAR adalah 7.157 dengan probabilitas (Sig.) 0,000. Karena probabilitas (Sig.) 0,000 < 0,05 maka H₀ ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah adanya program GEMAR dalam pendampingan pemberdayaan perempuan rawan sosial ekonomi. Kata Kunci: Dampak, Program GEMAR, Pendampingan Pemberdayaan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, Kemiskinan
KINERJA GURU PROFESIONAL di SMA NEGERI se-KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Bernardo Marpaung
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v1i1.496

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dibandingkan dengan Kinerja Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional di SMA Negeri se-Kabupaten Serdang Bedagai. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru di SMA Negeri se-Kabupaten Serdang Bedagai  dan sampel penelitian adalah 12 Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dan 12 Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif, yaitu cara atau teknik yang mengungkapkan fakta yang jelas tentang perbedaan Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dan belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, yakni menanyakan secara lansung tentang tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran di sekolah meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sebagai gambaran kinerjanya di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional adalah baik dengan skor rata-rata 85,08 dan Kinerja Guru belum Bersertifikat Pendidikan Profesional adalah kurang dengan skor rata-rata  64,92. Selanjutnya ada perbedaan antara Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional dengan Kinerja Guru belum Bersertifikat Pendidik Profesional di SMA Negeri se-Kabupaten Serdang Bedagai. Kinerja Guru Bersertifikat Pendidik Profesional lebih baik dari pada Kinerja Guru Belum Bersertifikat Pendidik Profesional. Perbedaan ini diperkuat dari hasil analisis statistik menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung  lebih besar dari nilai kritiknya pada taraf signifikansi 5%, yaitu 18,50 > 2,07.   Kata Kunci      : kinerja, guru profesional
ANALISIS SPASIAL TERHADAP PERSEBARAN FASILITAS SEKUNDER PARIWISATA DI KOTA MEDAN Immanuel Sihombing; Ali Nurman
Tunas Geografi Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i1.8347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pola persebaran objek wisata di Kota Medan (2) Pola persebaran hotel berbinang, (3) Pola persebaran hotel melati (4) kesesuaian pola persebaran objek wisata dengan pola persebaran hotel berbintang dan (5) Kesesuaian pola persebaran objek wisata dengan pola persebaran hotel melati di Kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Medan tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh objek wisata (20 objek wisata), hotel berbintang (48 hotel) dan hotel melati (25 hotel). Mengingat data yang diperlukan adalah data persebaran maka populasi dijadikan sekaligus sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni teknik studi dokumenter dan pengukuran, data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pola persebaran objek wisata di Kota Medan tergolong mengelompok, terutama disebabkan objek wisata menarik bagi wisatawan dan bernilai untuk dikunjungi hal ini ditunjukkan nilai T yang diperoleh adalah 0,15 sehingga menarik bagi wisatawan dan dapat melayani kebutuhan wisatawan di objek wisata, (2) Pola persebaran hotel berbintang termasuk mengelompok, ini disebabkan jarak hotel berbintang relatif dekat dengan objek wisata keadaan itu dibuktikan nilai T yang diperoleh yakni 0,18 menyebabkan dapat melayani kebutuhan wisatawan yang beranekaragam di hotel berbintang, (3) Pola persebaran hotel melati tergolong pola persebaran yang semakin mengelompok, kondisi ini ditunjukkan nilai T yang diperoleh yakni 0,09 menyebabkan kebutuhan pengunjung dapat terlayani di hotel melati, (4) Pola persebaran objek wisata memiliki kesesuaian dengan pola persebaan hotel berbintang. Dengan adanya kesesuaian kedua pola ini dapat memberikan pelayanan kebutuhan wisatawan di objek wisata dan pelayanan wisatawan yang beranekaragam di hotel berbintang yang pada gilirannya mendukung perkembangan fasilitas sekunder pariwisata. (5) Pola persebaran objek wisata memiliki kesesuaian dengan pola persebaran hotel melati. Adanya kesesuaian kedua pola tersebut, dapat melayani kebutuhan wisatawan di objek wisata sekaligus di hotel melati yang pada akhirnya dapat mendukung perkembangan pariwisata khususnya perkembangan pelayanan fasilitas sekunder pariwisata di Kota Medan.Kata kunci : sebaran, spasial, fasilitas, pariwisata, hotel
ANALISA PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP POTENSI BANJIR DI KECAMATANMEDAN DENAI Wirawan Masyhuri
Tunas Geografi Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i1.7192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi pola perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Medan Denai pada tahun 2008 – 2013, (2) mengetahui pola perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Medan Denai yang menunjukkan potensi banjir. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Medan Denai Kota Medan tahun 2014. Populasi penelitian ini adalah penggunaan lahan di Kecamatan Medan Denai pada tahun 2008 dan 2013. Sampel penelitian ini ditentukan secara acak atau menggunakan teknik random sampling yakni berupa penggunaan lahan yang dominan di Kecamatan Medan Denai, yaitu permukiman/lahan terbangun, lahan terbuka, lahan jasa, kebun campuran, lahan pertanian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, interpretasi, kerja lapangan dan analisis. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) penggunaan lahan yang paling banyak mengalami penambahan luas dalam kurun waktu 5 tahun terakhir adalah permukiman/lahan terbangun sebesar 96,55%, dan penggunaan lahan yang paling sedikit mengalami penambahan luas adalah lahan jasa sebesar 3,45%. Sedangkan kebun campuran mengalami penurunan luas sebesar 59,94%, lahan sawah sebesar 5,23%, lahan terbuka sebesar 30,83%, dan lahan tegalan sebesar 4,01% dari total luas lahan yang berubah. (2) penggunaan lahan yang di kecamatan medan denai yang mengakibatkan banjir muncul akibat dominasi lahan permukiman/ lahan terbangun dengan jumlah titik yang bertambah dari 9 titik pada tahun 2008 berubah menjadi 16 titik pada tahun 2013 serta luasan yang bertambah. Kelurahan Tegal Sari Mandala 3 merupakan yang rentan terkena banjir karena lahan permukiman/ lahan terbangun yang padat cukup mendominasi, jumlah titik genangan/ banjir yang tadinya hanya 3 titik berubah menjadi 4 titik dengan luasan yang bertambah.
FASILITAS INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI Sri Utami Sri Utami
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v1i1.468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui intensitas pemanfaatan internet sebagai sumber belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi. (2)Untuk mengetahui motif mahasiswa jurusan pendidikan geografi dalam memanfaatkan fasilitas internet sebagai sumber belajar (3)Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa jurusan pendidikan geografi dalam pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan pada bulan September 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah 482 orang dan yang menjadi sampel adalah 20% dari 482 yaitu 96, yang diambil secara acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu komunikasi tidak langsung (angket). Teknik analisis data yang digunaknan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa (1) intensitas pemanfaatan fasilitas internet di jurusan pendidikan geografi adalah 4-5 kali adalah 52 mahasiswa (59%) dalam satu minggu dan mencari sumber informasi dan komunikasi dengan selalu menggunakan fasilitas internet yaitu WWW (World Wide Web) 100%. (2)motif mahasiswa jurusan pendidikan geografi dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar sebanyak 89 (93%) digunakan untuk menyelesaikan tugas (3)faktor yang mendukung adalah 81 (84%), tersedianya akses sumber informasi dan komunikasi, lebih informatif 92 (96%), membantu dalam penelitian sendiri 90 (94)% dan faktor yang menghambat adalah pengetahuan akses terbatas 87 (91%), layanan internet tidak baik 90 (94%). Kata kunci : fasilitas internet, sumber belajar
HUBUNGAN KREATIVITAS GURU TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 12 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Yunmiati Pohan
Tunas Geografi Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v5i1.5854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kreativitas Guru Terhadap Efektivitas Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 12 Medan.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X, XI IPS, dan XII IPS sebanyak 518 orang. Sampel dalm penelitian ini diambil secara proposional random sampling sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi yang dilihat dari APKG I dan APKG II serta membagikan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan rumus product moment.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hubungan Kreativitas Guru Terhadap Efektivitas Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 12 Medan bahwa dengan hasil r hitung adalah sebesar 0,660 apabila dibandingkan dengan r tabel pada taraf signifikansi 1% dengan n=100, maka r tabel sebesar 0,256 sesuai dengan ketentuan apabila r hitung > r tabel atau 0,660 > 0,256, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kreativitas guru dengan efektivitas pembelajaran geografi di SMA Negeri 12 Medan dan hipotesis diterima.Kata kunci: Kreativitas Guru, Efektivitas Pembelajaran Geografi
KESESUAIAN PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN PEMUKIMAN DENGAN KONDISI SEBENARNYA DI KECAMATAN KATOBU DAN KECAMATAN DURUKA KABUPATEN MUNA Andri Estining Sejati; Muhammad Hasan; La Ode Nursalam; Eko Harianto; Deris Deris
Tunas Geografi Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v9i1.17732

Abstract

The population in Katobu District and Duruka District are always increased. BPS data shown increased from 2011 to 2018 in Katobu District as much 3.194 people and Duruka District as much as 1.205 people. This caused the requirement of settlement area also increased. The research aim was to determine the suitability between settlement land use map and actual conditions in Katobu District and Duruka District. This research type is a regional survey. Data were collected by interviews and observations. Data were analyzed using quantitative descriptive with percentage and scoring. The results shown the settlements map in Katobu and Duruka Districts in the S1 category 53.65%, S2 4.46%, and N1 41.89%. The suitability between settlement map in Katobu and Duruka Districts with actual conditions reached 100%. This showed that the GIS spatial analysis map results can be used in determining policies or public consumption related to the suitability of settlement locations in Katobu District and Duruka District of Muna Regency.Keywords: suitability, actual conditions, settlement mapping Jumlah penduduk di Kecamatan Katobu dan Kecamatan Duruka selalu meningkat. Data BPS menunjukkan peningkatan dari tahun 2011 ke 2018 di Kecamatan Katobu sebanyak 3.194 jiwa dan kecamatan Duruka sebanyak 1.205 jiwa. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan lahan permukiman juga meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian peta penggunaan lahan permukiman dengan kondisi sebenarnya di Kecamatan Katobu dan Kecamatan Duruka. Jenis penelitian ini adalah survey wilayah. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase dan skoring. Hasil menunjukkan peta permukiman di Kecamatan Katobu dan Kecamatan Duruka pada kategori S1 53,65%, S2 4,46%, dan N1 41,89%. Kesesuaian peta permukiman di Kecamatan Katobu dan Kecamatan Duruka dengan kondisi sebenarnya mencapai 100%. Hal ini menunjukkan bahwa peta hasil analisis spasial SIG dapat digunakan dalam penentuan kebijakan atau konsumsi masyarakat terkait kesesuaian lokasi permukiman di Kecamatan Katobu dan Kecamatan duruka Kabupaten Muna.Kata Kunci: kesesuaian, kondisi sebenarnya, pemetaan permukiman
EKSISTENSI JEMBATAN TABAYANG TERHADAP KEADAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN SEI KEPAYANG BARAT KABUPATEN ASAHAN Ajura Sandra Devi
Tunas Geografi Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i2.5831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Eksistensi jembatan tabayang terhadapa keadaan Sosial Masyarakat Kecamatan Sei Kepayang Barat. (2) Eksistensi Jembatan Tabayang Terhadap Keadaan Ekonomi Masyarakat Kecamatan Sei Kepayang Barat. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Sei Kepayang Barat 2013. Populasi dalam penelitia ini adalah1577 KK . Sampel dalam penelitian ini diambil 10% yang berjumlah 158KK. Data dikumpulkan dengan teknik  komunikasi langsung dan. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan (1) pendidikan anak di Kecamatan Sei Kepayang Barat mengalami peningkatan, maka tingkat pendidikan anak di Kecamatan Sei Kepayang Barat tergolong sedang  dilihat paling banyak anak berpendidikan  SMA 31,60%, dan paling sedikit anak berpendidikan Perguruan tinggi sebanyak 4,40%. Dilihat dari segi pekerjaan penduduk, paling banyak penduduk Kecamatan Sei Kepayang Barat bekerja sebagai nelayan 29.11% dan paling sedikit bekerja sebagai pengusaha ikan 0,63%. Dilihat dari segi transformasi pekerjaan,penduduk yang mengalami transformasi pekerjaan adalah mereka yang bekerja sebagai penarik sampan penyeberangan lebih banyak beralih perkerjaan menjadi penarik ojek dan penarik becak mesin 31,81%. (2) Eksistensi jembatan terhadap keadaan ekonomi masyarakat Kecamatan Sei Kepayang Barat dilihat dari segi pendapatan, penduduk di Kecamatan Sei Kepayang Barat  masih tergolong miskin sebanyak 44,30% jumlah pendapatan kepala keluarga berada pada Rp< 1.270.000 dan paling sedikit pendapatan tergolong cukup sebanyak 12,65% jumlah pendapatan keluarga pada Rp 1.270.000-1.663.000. Tidak ada perubahan pendapatan yang jelas setelah beroperasinya jembatan tabayang, sebanyak 46,83% menyatakan tidak ada perubahan terhadap pendapatan.   Kata kunci: Jembatan Tabayang, Keadaan Sosial Ekonomi
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ARAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS PERCUT, SUMATERA UTARA Riki Rahmad; Adelina Sormin
Tunas Geografi Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i1.11089

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui arahan penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai Percut dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh daerah Sub DAS Percut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu populasi sekaligus dijadikan sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif dengan pengharkatan (scoring) pada parameter penelitian berupa overlay/ tumpang susun peta. Overlay peta merupakan teknik analisis dalam SIG untuk mengetahui dan melakukan analisis keruangan yang dilakukan dengan cara tumpang susun antara beberapa peta dengan berbeda, yang menggunakan perangkat lunak  ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arahan penggunaan lahan di DAS Percut terdiri dari 3  kawasan, yaitu Kawasan Lindung dengan luas 4.258,19 Ha atau 9,9% dari keseluruhan daerah penelitian. Kawasan penyangga yaitu dengan luas 9.250 Ha atau (21,7%) dan Kawasan Budidaya tanaman semusim dan permukiman yaitu dengan luas 29.250 Ha atau 68,4%.
ANALISIS KONDISI ATMOSFER TERKAIT SIKLON TROPIS PABUK SERTA PENGARUHNYA TERHADAP TINGGI GELOMBANG DI PERAIRAN KEPULAUAN RIAU Diana Cahaya Siregar; Vivi Putrima Ardah; Arlin Martha Navitri
Tunas Geografi Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i2.17049

Abstract

Abstract Tropical cyclones is a synoptic scale low pressure system which can have an impact, both directly or indirectly to its traversed area. On January 1 to 6, 2019, Pabuk tropical cyclone was active on the South China Sea which its movement was to the west with its maximum wind speed was 64 knots. The aim of this study was to know the impact of Pabuk tropical cyclone to the atmospheric condition and sea wave on the Riau Islands region. This study used convective index analysis using IR1 channel of Himawari-8 satellite imagery and rainfall distribution data from rainfall observation by meteorological stations which are in the Riau Islands region. European Center for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF) reanalysis data likes relative humidity, vertical velocity, and divergence was used to describe the atmospheric condition during the life time of Pabuk tropical cyclone. Wavewatch-III data was used to describe the condition of sea waves on the Riau Islands region. The results showed that Pabuk tropical cyclone had an impact on the growth of convective clouds which it caused the light to moderate rainfall quite evenly in the Riau Islands region. Besides, it was impact to the potential of high waves reached 4.5 meters on the northern of Anambas Sea and 7.0 meters on the north-eastern of Natuna Sea.Key words: Tropical cyclone, satellite imagery, wave height Abstrak Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah berskala sinoptik yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap wilayah yang dilalui. Pada tanggal 1-6 Januari 2019, siklon tropis Pabuk muncul di wilayah Laut Cina Selatan dengan pergerakan ke arah barat dan kecepatan angin maksimumnya mencapai 64 knots. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak yang ditimbulkan oleh siklon tropis Pabuk terhadap kondisi atmosfer dan gelombang laut di wilayah Kepulauan Riau. Penelitian ini menggunakan analisis indeks konvektif dari data citra satelit Himawari-8 kanal IR1 dan analisis sebaran hujan menggunakan data pengamatan curah hujan dari beberapa stasiun meteorologi yang ada di Kepulauan Riau. Data reanalisis European Centre for Medium-Range Weather Forecast (ECMWF) berupa kelembaban udara, vertical velocity, dan divergensi diolah untuk menggambarkan kondisi atmosfer pada masa hidup siklon tropis Pabuk. Data gelombang Wavewatch-III digunakan untuk menggambarkan kondisi gelombang laut di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifnya siklon tropis Pabuk berdampak terhadap pertumbuhan awan konvektif yang menimbulkan hujan ringan hingga sedang yang cukup merata di wilayah Kepulauan Riau. Selain itu, berdampak juga pada potensi terjadinya gelombang tinggi mencapai 4,5 meter di sebelah utara Perairan Anambas dan 7,0 meter di sebelah timur laut Perairan Natuna.Kata Kunci: Siklon tropis, citra satelit, tinggi gelombang

Page 7 of 19 | Total Record : 188