cover
Contact Name
Muhammad Ridha Syafii Damanik
Contact Email
mridhadamanik@unimed.ac.id
Phone
+6285225469715
Journal Mail Official
tunasgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate Medan, 20211 Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tunas Geografi
ISSN : 2301606X     EISSN : 26229528     DOI : https://doi.org/10.24114/tgeo
The main focus of this journal is Geography Learning, Social and Human Geography, Regional Development, Geographic Information Systems, Remote Sensing, Disaster and Mitigation, Geology and Geomorphology, Oceanography and Coastal. This journal target is teachers, lecturers, graduates, and practitioners in the field of geography. As a scientific communication medium, this magazine serves to provide a publication tool for the development of concepts and theoretical studies, and actual issues relevant in the field of Geography. This journal is published twice a year in July and December and is circulated as a publication material for education in geography, geography, or other relevant fields.
Articles 188 Documents
ANALISIS KESIAPSIAGAAN RUMAH TANGGA KELURAHAN TUBO TERHADAP BANJIR LAHAR DINGIN DI SUNGAI TUGURARA TERNATE Nasarudin Nasarudin; Suliamin Kasnar; Rahedin Suwo
Tunas Geografi Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i2.14958

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the preparedness of households residing on the banks of the Tugurara river against lahar flooding on aspects of knowledge related to lava flooding, information-seeking behavior about disasters, attitudes of vigilance, and community attitudes in dealing with disasters. Ternate community in facing the threat of cold lava flood in the Tugurara watershed. The method used is a survey method with a questionnaire targeting households that live on the banks of the Ternate Tugurara river. The results showed that household/community preparedness on the banks of the Tugurara watershed in the face of cold lava floods was not yet optimal. Household preparedness in the aspect of knowledge related to disasters 94.62% who do not have knowledge 5.38%. In the aspect of finding information related to household disasters that sometimes search for disaster, information reaches 36.2%. Whereas for household vigilance attitudes that often have a vigilance attitude towards the threat of danger the percentage reached 29.2% and those who rarely had vigilance attitudes were 24.6%. While the attitude of households who have an attitude in dealing with disasters that strongly agrees to the actions taken when a disaster occurs is 82.3% and the hesitant household is 2.3%.Keywords: Preparedness, Flood, Lava.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengetahui kesiapsiagaan rumah tangga yang bermukim di bantaran sungai Tugurara terhadap banjir lahar pada aspek pengetahuan terkait banjir lahar, perilaku pencarian informasi tentang bencana, sikap kewaspadaan ancaman bahaya, dan sikap masyarakat dalam menghadapi bencana. Ternate masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir lahar dingin di DAS Tugurara. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan kuesioner dengan sasaran pada rumah tangga yang bermukim di bantaran sungai Tugurara Ternate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan rumah tangga/masyarakat di bantaran DAS Tugurara dalam menghadapi banjir lahar dingin belum maksimal. Kesiapsiagaan rumah tangga pada aspek pengetahuan terkait bencana 94,62% yang tidak memiliki pengetahuan 5,38%. Pada aspek pencarian informasi terkait bencana rumah tangga yang kadang mencari informasi bencana mencapai 36,2%. Sedangkan pada sikap kewaspadaan rumah tangga yang sering memiliki sikap waspada terhadap ancaman bahaya persentase mencapai 29,2% dan yang jarang memiliki sikap kewaspadaan adalah 24,6%. Sedangkan sikap rumah tangga yang memiliki sikap dalam menghadapi bencana yang sangat setuju terhadap tindakan yang dilakukan pada saat terjadi bencana adalah 82,3% dan rumah tangga yang ragu-ragu adalah 2,3%.  Kata kunci : Kesiapsiagaan, Banjir, Lahar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN PENGUATAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN NILAI KARAKTER SISWA PADA MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS XI IPS 1 SMAN 21 MEDAN Maynard Owen Rahadiyan Hutauruk; Nurmala Berutu
Tunas Geografi Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i1.5748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan: (1) Nilai karakter siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup dengan menerapkan Model Pembelajaran Geografi dengan Penguatan Karakter di kelas XI IPS 1 SMAN 21 Medan, (2) Hasil belajar siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup dengan menerapkan Model Pembelajaran Geografi dengan Penguatan Karakter di kelas XI IPS 1 SMAN 21 Medan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di SMA Negeri 21 Medan T.A. 2013/ 2014. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPS 1 yang berjumlah 33 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dengan menggunakan lembar observasi nilai karakter siswa dan komunikasi tidak langsung seperti laporan pengamatan siswa dan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penerapan Model Pembelajaran Geografi dengan Penguatan Karakter dapat meningkatkan nilai karakter siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup sebesar 73,67% dari hasil siklus I menjadi 82,57% pada siklus II, (2) Penerapan Model Pembelajaran Geografi dengan Penguatan Karakter dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup sebesar 78,79% dari hasil siklus I menjadi 90,91% pada siklus II.Kata Kunci: Model Pembelajaran Geografi, Penguatan Karakter, Hasil Belajar, Lingkungan Hidup
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN BINJAI UTARA Julinar Veronika S; Elfayetti Elfayetti
Tunas Geografi Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i1.8348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan pertanian dilihat dari suhu, topografi, KTK, pH, N-total, P2O5, dan K2O untuk tanaman jagung yang ada di Kecamatan Binjai Utara. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Binjai Utara tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh areal yang ditanami tanaman jagung dengan luas 235 ha di Kecamatan Binjai Utara. Sampel ditentukan dengan Purposive Sampling (metode pengambilan sampel yang tidak bersifat acak). Dimana Sampel  diambil berdasarkan satuan lahan yang diperoleh dari gabungan beberapa peta (overlay peta). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik pengukuran langsung dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada sampel tanah Kelurahan Jati Karya dengan KTK 16,36, pH 5,3, unsur Nitrogen 0,09%, Posfor 5,75 ppm, Kalium 0,2 me/100gr. Sampel tanah Jati Utomo dengan KTK 13,38,  pH 5,5, unsur Nitrogen  0,06%, Posfor 6,25 ppm, Kalium 0,2 me/100gr. Sedangkan pada sampel tanah Cengkeh Turi dengan KTK 16,50, pH 6,3, unsur Nitrogen 0,08%, Posfor 6,75 ppm, dan Kalium 0,2 me/100gr. (2) Kesesuaian lahan pada Kecamatan Binjai Utara menunjukkan kelas kesesuaian lahan N2 (tidak sesuai permanen).Kata kunci : kesesuaian lahan, jagung, binjai utara
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT FERTILITAS DI DESA LAU DENDANG KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Ainka Irfany
Tunas Geografi Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i2.11675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai faktor baik pendapatan, usia wal menikah, yang mempengaruhi terhadap tingkat fertilitas di Desa Lau Dendang. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Penelitian ini dilakukan di Desa Lau Dendang dengan jumlah populasi sebesar 17.333 jiwa. Sampel yang digunakan sebanyak 50 dan sampel ditentukan berdasarkan teknik purpossive sampling dengan karakteristik sampel yakni wanita pasangan usia subur (PUS) yang sudah memiliki anak. pengaruh dari berbagai faktor terhadap fertilitas dihitung dengan menggunakan rumus product moment pearson ( Arikunto, 2010).             Hasil penelitian menunjukkan baha (1) semakin besar penghasilan keluarga akan berpengaruh terhadap besarnya keluarga dan pola konsumsi (2) pendidikan wanita berperan dalam perubahan status, sikap dan pandangan hidup mereka di dalam masyarakat (3) saat seseorang menikah pada usia yang relatif lebih muda, maka masa subur atau reproduksi akan lebih panjang dalam ikatan perkawinan sehingga mempengaruhi peningkatan fertilitas (4) pengaruh status pekerjaan istri terhadap fertilitas yang dimana pada umumnya sangat peka dengankeadaan dan permasalahan yang terjadi dalam keluarga (5) istri yang masih berumur muda akan terus memiliki anak karena mengganggap usianya masih aman untuk melahirkan (6) KB menjadi salahsatu hal yang mempengaruhi fertilitas sebab dengan memakai KB maka akan terjadi kehamilan yang terencana. Kata kunci: Fertilitas, Pertumbuhan,Lau Dendang
STUDI TENTANG PENAMBANGAN BAHAN GALIAN C DI DESA KALOY KECAMATAN TAMIANG HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG Kiki Novita
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v1i1.491

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui tentang penambangan Bahan Galian C yang dilihat dari : 1) Pelaksanaan penambangan berdasarkan sistem perizinan, 2) Peran sosial pengusaha  tambang   bahan galian C. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha tambang galian C di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang yang berjumlah  21 orang. Sehubungan dengan jumlah populasi yang kecil maka populasi tersebut langsung dijadikan sampel.Teknik pengumpulan data adalah komunikasi langsung. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : (1) Pelaksanaan penambangan berdasarkan sistem perizinan terdiri dari duabelas syarat kewajiban izin pertambangan. Adapun dari jumlah syarat yang ditentukan 50% tidak  dilaksanakan seluruh penambang Desa Kaloy. Hal tersebut dapat terlihat pada pelaksanaan peraturan I tentang iuran pajak 76,20% tidak dilaksanakan penambang  dengan tidak bayar dan kadang bayar. Peraturan II tentang penyampaian laporan hasil produksi 27,80% tidak dilaksanakan penambang berdasarkan hasil produksi koral dan sirtu. Peraturan IV tentang masa penggalian 47,62% penambang memiliki masa penggalian sudah habis dan 85,71% penambang belum melaksanakan pendaftaran ulang masa penggalian usahanya. Peraturan VII tentang pemeliharaan tata guna air yang diperbolehkan mengeruk dibagian tengah sungai, 23,80% tidak dilaksanakan penambang dengan megeruk dibagian tepi sungai dan 19,05% mengeruk dibagian tepi dan tengah sungai. Peraturan IX tentang menjaga penampang sungai dalam keadaan semula menunjukkan 100% tidak dilaksanakan penambang. (2) Peran sosial pengusaha tambang Desa Kaloy terhadap penyerapan tenaga kerja yaitu secara keseluruhan dapat menyerap 157 orang tenaga kerja lepas dan 126 orang tenaga kerja tetap. Pendapatan rata-rata Rp.3576190,00/bulan dan 100% penambang memiliki pendapatan diatas rata-rata UMR Provinsi NAD, sehingga tergolong mencukupi. Sumbangan sarana umum yakni berupa perbaikan jalan, jembatan, sumbangan uang ke mesjid dan sekolah.     Kata kunci       : studi, penambangan, bahan galian C  
KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA PEMATANG SIANTAR Nilva Elysa Siregar
Tunas Geografi Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v5i1.5855

Abstract

Kota Pematangsiantar merupakan Kota yang akan terus berkembang. Keradaan ruang terbuka hijau sangan diperlukan diperkotaan agar tercipta lingkungan yang nyaman dan sehat. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui kondisi eksisting ruang terbuka hijau di Kota Pematangsiantar dalam Citra Satelit Kota Pematangsiantar, dan 2) untuk mengetahui luas ruang terbuka hijau yang dibutuhkan berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk serta kebutuhan oksigen di Kota pematangsiantar pada tahun 2018. Terbuka kondisi eksisting ruang terbuka hijau di Kota Pematangsiantar dilakukan dengan menganalisis penutupan lahan, kebutuhan ruang terbuka hijau dihitung dengan pendekatan luas wilayah yang mengacu pada Undang-Undang Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007, yaitu 30% dari luas administrasi, kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan jumlah penduduk dihitung dengan menggunakan pendekatan ekologis dan metode bunga berganda yaitu 1 ha ruang terbuka hijau mampu menyerap CO2 yang dikeluarkan oleh 2000 orang manusia atau 5 m2 per penduduk, analisis kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan pemenuhan kebutuhan oksigen penduduk dihitung berdasarkan masalah pencemaran udara akibat jumlah penduduk dan jumlah kendaraan bermotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) berdasarkan analisis penutupan lahan, luas ruang terbuka hijau eksisting di Kota Pematangsiantar adalah seluas 4.882,56 Ha atau sekitar 60% dari luas keseluruhan Kota Pematangsiantar, 2) kebutuhan ruang terbuka hijau Kota Pematangsiantar pada tahun 2018 berdasarkan luas wilayah seluas 2.399,2 Ha, berdasarkan jumlah penduduk seluas 125,2 Ha, dan berdasarkan pemenuhan kebutuhan oksigen penduduk seluas 693,041 Ha. Kebutuhan ruang terbuka hijau berdasarkan luas wilayah bila dibandingkan dengan kondisi eksisting ruang terbuka hijau Kota Pematangsiantar masih belum cukup untuk beberapa kecamatan yaitu di Kecamatan Siantar Selatan dengan kekurangan luas ruang terbuka hijau -38,39 Ha, Kecamatan Siantar Barat -65,31 Ha, Kecamatan Siantar Utara -34,49 Ha, dan Kecamatan Siantar Timur -62,13 Ha.Kata kunci: ruang terbuka hijau, kebutuhan
PEMANFAATAN FOTO UDARA FORMAT KECIL UNTUK PEMETAAN BIDANG TANAH DI SUB DAS BOMPON Trida Ridho Fariz; Retnadi Heru Jatmiko; Estuning Tyas Wulan Mei; Ardhi Arnanto; Ramlah Ramlah; Muhammad Fauzan Ramadhan
Tunas Geografi Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v9i1.18058

Abstract

 Remote sensing technology such as small format aerial photography (SFAP) from unmanned aerial vehicle (UAV) or drone can be a solution in accelerating the land parcel mapping in Indonesia. This study aims to determine the level of geometric and planimetric accuracy of SFAP data output in land parcel mapping and describe the step of data processing. The results showed that in land parcel mapping, the main SFAP output data is orthophoto. Therefore, the processing should not need to do the dense cloud process, the orthophoto build process can use DEM from sparse cloud for time efficiency and reduce the relief displacement effect. The orthophoto geometry accuracy is CE90 of 0.44, so it is very well used for mapping 1: 2500 scale, while DSM has a LE90 value of 2.80. Planimetry accuracy of the land parcel distance has met the tolerance standard, while planimetry accuracy of the land parcel area there is 1 parcel that does not meet the tolerance standard. However, in general, SFAP can be used as a basis for land parcel mapping in slightly hilly areas such as Bompon watershed.Keywords:     Small format aerial photo, land parcel, geometric accuracy, planimetric accuracy Teknologi penginderaan jauh seperti foto udara format kecil (FUFK) dari pesawat nir awak bisa menjadi solusi dalam percepatan pemetaan bidang tanah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketelitian geometrik dan planimetrik data keluaran FUFK dalam pemetaan bidang tanah serta mendeskripsikan tahapan-tahapan pengolahan datanya. Hasil penelitian menunujukkan bahwa dalam pemetaan bidang tanah, data keluaran FUFK yang utama adalah ortofoto. Oleh karena itu sebaiknya proses pengolahan tidak perlu melakukan proses dense cloud, proses build orthophoto bisa menggunakan DEM dari sparse cloud untuk efisiensi waktu serta mengurangi efek relief displacement. Ketelitian geometri ortofoto yaitu CE90 sebesar 0,44, sehingga sangat baik digunakan untuk pemetaan skala 1:2500, sedangkan DSM memiliki nilai LE90 sebesar 2,80. Ketelitian planimetrik terhadap jarak bidang tanah telah memenuhi standar toleransi, sedangkan ketelitian planimetrik terhadap luas bidang tanah terdapat 1 bidang yang tidak memenuhi standar toleransi. Walaupun begitu, secara umum FUFK bisa digunakan sebagai dasar pemetaan bidang tanah di wilayah yang sedikit berbukit seperti Sub DAS Bompon.Kata Kunci:  Foto udara format kecil, bidang tanah, ketelitian geometrik, ketelitian planimetrik.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PADA TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT Suparnia Suparnia
Tunas Geografi Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i2.5832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik lahan (regim temperatur, ketersediaan air, kondisi perakaran, daya menahan unsur hara, ketersediaan unsur hara, keracunan (salinitas), dan medan)  yang ada di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. (2)  tingkat kesesuaian lahan persawahan di kecamatan Stabat terhadap tanaman padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Stabat. Populasi seluruh lahan sawah di Kecamatan Stabat dan sekaligus  sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran, analisis Laboratorium dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik matching. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Lahan pertanian untuk tanaman padi sawah di Kecamatan Stabat pada umumnya memiliki karakteristik lahan yaitu suhu rata-rata tahunan 28º C, jumlah bulan kering 2,5, dengan curah hujan rata-rata tahunan 1812,4 mm/tahun. Dalam kondisi perakaran, mempunyai kondisi drainase berkisar agak buruk sampai sangat buruk, bertekstur liat dan liat berdebu, kedalaman efektif 50-60 cm dan tergolong sedang. Dari segi daya menahan unsur hara bahwa KTK tersedia di daerak penelitian 14,13-25,26 me/100g (rendah sampai tinggi), dan pH tanahnya berkisar 5,5 hingga 5,92 (asam). Untuk ketersediaan unsur hara mempunyai kandungan nitrogen 0,15-0,19% (rendah), kandungan posfor tersedia 1,14-10,31 ppm (rendah sampai tinggi), dan kandungan potasium 0,35-52 me/100gr. Kondisi salinitas 2,4-10,2 mmhos/cm (bebas hingga sedang). Pada kualitas lahan berupa medan memiliki karakteristik kemiringan lereng berkisar 2-8%, tidak ditemukan batuan permukaan dan singkapan batuan di daerah penelitian. (2) Tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah di Kecamatan Stabat berkisar antara kelas cukup sesuai (moderately suitable) hingga tidak sesuai saat ini (currently not suitable). Dengan kelas kesesuaian lahan paling dominan adalah kelas tidak sesuai saat ini (N1). Kata kunci: Evaluasi Kesesuaian Lahan, Karakteristik Lahan.
APLIKASI PENGELOLAAN LAHAN KELAPA SAWIT (APLKS) BERBASIS INFORMATION SYSTEM INTERACTIVE MAP DI KEBUN TINJOWAN Surya Ningsih; Dewi Mutiara; Rizqan Khalish; Muhammad Ridha Syafii Damanik
Tunas Geografi Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i2.11086

Abstract

The need for an easy and fast information system is a demand that must be answered in the current management of oil palm plantations. Application Development of Palm Oil Land Management (APLKS) based on Information System Interactive Map is one way to answer these demands. This research was conducted at Palm Oil Plantation of Tinjowan, North Sumatera Province. The purpose of this research is to know the accuracy of mapping and application of Palm Land Management Application (APLKS) in Tinjowan Palm Oil Plantation. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection technics used are documentary studies, direct observation, and application development. The analysis result shows that the level of Overal Accuracy (overall accuracy) mapping is 94,64%. The results of application implementation measurement indicate that this application is very helpful for companies in palm oil land management especially in the ease and speed of information access location and condition of plantation.
ANALISIS POTENSI LONGSOR SUNGAI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PADANG SUMATERA UTARA Muhammad Ridha Syafii Damanik; Ali Nurman; Muhammad Yuliansyah Aminy; Ilham Ritonga
Tunas Geografi Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i2.16139

Abstract

AbstractThe occurrence of flash floods in 2017 that hit Tebing Tinggi City in North Sumatra Province caused 33,825 lives to be affected. That shows that the potential for flash floods disasters in the North Sumatra region, including in the Padang River Basin, is classified as very high. The purpose of this study is to determine the location of potential riverbank landslides that cause river flow obstructions (natural dams) in the Padang River Basin. The method used in this study is a qualitative method using geographic information systems. The data analysis technique used is the cone stacking technique of research variable maps. The variables used to analyze the potential of riverbank landslides are the appearance of existing landslides, topography (flow accumulation), and geology (faults). The results of this study indicate that there are 86 locations with potential landslides that can cause natural dams. The most potential location is the Padang sub-watershed with 48 sub-areas.Keywords: Disaster Mitigation, Spatial Modeling, Flash floods, Geographic Information Systems AbstrakKejadian banjir bandang tahun 2017 yang melanda Kota Tebing Tinggi  Provinsi Sumatera Utara menyebabkan 33.825 jiwa terdampak. Hal ini menunjukkan bahwa potensi bencana banjir bandang di wilayah Sumatera Utara termasuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Padang tergolong sangat tinggi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi yang berpotensi terjadi longsor tebing sungai yang mengakibatkan terhambatnya aliran sungai (bendungan alam) di DAS Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan sistem informasi geografis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik tumpeng susun peta variabel penelitian. Adapun variabel yang digunakan untuk menganalisis potensi longsor tebing sungai adalah kenampakan longsor eksisting, topografi (akumulasi aliran), dan geologi (patahan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 86 lokasi yang berpotensi longsor yang dapat menyebabkan bendungan alam. Lokasi paling banyak terdapat potensi adalah sub-DAS Padang dengan jumlah sub-area 48 lokasi.   Kata Kunci:   Mitigasi bencana, Permodelan Spasial, Banjir Bandang, Sistem Informasi Geografis

Page 9 of 19 | Total Record : 188