cover
Contact Name
Muhammad Ridha Syafii Damanik
Contact Email
mridhadamanik@unimed.ac.id
Phone
+6285225469715
Journal Mail Official
tunasgeografi@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Psr V Medan Estate Medan, 20211 Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tunas Geografi
ISSN : 2301606X     EISSN : 26229528     DOI : https://doi.org/10.24114/tgeo
The main focus of this journal is Geography Learning, Social and Human Geography, Regional Development, Geographic Information Systems, Remote Sensing, Disaster and Mitigation, Geology and Geomorphology, Oceanography and Coastal. This journal target is teachers, lecturers, graduates, and practitioners in the field of geography. As a scientific communication medium, this magazine serves to provide a publication tool for the development of concepts and theoretical studies, and actual issues relevant in the field of Geography. This journal is published twice a year in July and December and is circulated as a publication material for education in geography, geography, or other relevant fields.
Articles 188 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE QUIZ TEAM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BIOSFERDI KELAS XI-IPS2 SMA NEGERI 1 HINAI KABUPATEN LANGKAT T.A 2013/2014 Tutia Rahmi; Restu Restu
Tunas Geografi Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i1.5752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Aktifitas belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Quiz Team pada materi biosfer di kelas XI- IPS2 SMA Negeri 1 Hinai Kabupaten Langkat T.A 2013/2014. (2) Hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Quiz Team pada materi biosfer di kelas XI- IPS2 SMA Negeri 1 Hinai Kabupaten Langkat T.A 2013/2014Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di Kelas XI- IPS2 SMA Negeri 1 Hinai Kabupaten Langkat T.A 2013/2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI- IPS2 dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) teknik komunikasi tidak langsung dengan alat: tes hasil belajar dalam bentuk tes objektif dan lembar kerja siswa (LKS), dan (2) Observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan: (1)aktivitas belajar siswa sebesar 13,89% dari 56,11% di siklus I menjadi 70,00% di siklus II dan meningkat lagi sebesar 6,11% menjadi 76,11% di siklus III dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Quiz Team pada materi biosfer. (2) hasil belajar siswa sebesar 14%  dari 66% di siklus I menjadi 80% di siklus II dan meningkat lagi sebesar 7% menjadi 87% di siklus III. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Quiz Team pada materi biosfer berarti hasil belajar telah tuntas secara klasikal.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa, Biosferdi
KAJIAN MORFOLOGI SUNGAI LAU BORUS DI KABUPATEN KARO AKIBAT ALIRAN LAHAR DINGIN PASCA ERUPSI GUNUNGAPI SINABUNG TAHUN 2016 Sylvia Aldriani; Dwi Wahyuni Nurwihastuti
Tunas Geografi Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i1.8351

Abstract

AbstractThe research was conducted in the Lau Borus river flow, Karo in 2016. The objectives were to determine the morphology of river flow as a result of lahar flow after the eruption of Sinabung volcano and to investigate the characteristics of Lau Borus River after bypassed cold lava flow. The research population was the Lau Borus river flow in Karo. Data collection techniques were survey techniques and documentary studies. Data processing techniques were descriptive and qualitative. The parameters that used to measure the river morphology changes were the river flow, the high of riverbank, the width of riverbank, the width of the river, and the river gradient. The results show that the river gradient was 2.4%. High of riverbank in the right side of the river was 0.52 - 2.71 m. Highof riverbank in theleft side of the river was 1.06 - 3.17 m. The width of riverbank in the right side of the river was 0.3 - 46.36 m. The width of riverbank in the left side of the river was 1.08 - 36.15 m. The velocity of Lau Borus River flow was 3.84 m3/s. The river width was 7.01 - 156.58 m. Moreover, the characteristics of the upstream are not flowing by lahar flow. The middle of the river was flowing by lahar flow. The downstream of the river was flowing by lahar flow.Keywords: river morphology, lavaflow, SinabungAbstrakPenelitian ini dilaksanakan di aliran Sungai Lau Borus, Kabupaten Karo pada Tahun 2016.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan morfologi aliran sungai akibat lahar dingin pasca erupsi Gunungapi Sinabung dan mengetahui karakteristik Sungai Lau Borus sesudah dilewati aliran lahar dingin.Populasi dalam penelitian ini adalaha liran Sungai Lau Borus, Kabupaten Karo. Teknik pengumpulan data dengan teknik survey dan teknik studi dokumenter. Teknik pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur perubahan morfologi sungai yaitu debit aliran sungai, tinggi tebing, lebar tebing, lebar sungai, dan gradien sungai. Gradien sungai adalah 2,4%. Tinggi tebing sebelah kanan sungai adalah 0,52 – 2,71 m. Tinggi tebing sungai sebelah kiri  adalah 1,06 – 3,17 m. Lebar tebing sungai sebelah kanan adalah 0,3 – 46,36 m. Lebar tebing sebelah kiri adalah 1,08 – 36,15 m. Debit Sungai Lau Borus adalah 3,84 m3/s. Lebar sungai adalah 7,01 – 156,58 m. Karakteristik sungai di bagian hulu tidak dialiri oleh aliran lahar dingin, bagian tengah aliran sungai dialiri oleh aliran lahar dingin, bagian hilir dialiri oleh aliran lahar dingin.Kata kunci :Morfologi Sungai, Aliran Lahar Dingin, Sinabung 
Optimalisasi Foto Udara Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Sebagai Media Pembelajaran Penginderaan Jauh Kristhoper Simanungkalit; Muhammad Ridha Syafii Damanik; Darwin Parlaungan Lubis
Tunas Geografi Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v8i1.15507

Abstract

AbstractThis study aims (1) To find out how the accuracy of Unmanned Aerial Vehicle (UAV) aerial image quality using the Omission-Commission method. (2) How to use UAV aerial imagery as remote sensing learning media when viewed from the aspects of media feasibility, material worthiness, and student response. This research was conducted at the Medan State University Campus located at Jalan William Iskandar, Pasar V, Medan Estate Village, Medan North Sumatra. This location was chosen based on strategic location considerations for mapping. The results of this study indicate that the quality of the level of precision aerial photographs obtained from aerial photography results in the level of precision aerial photographs reaching above 95% with excellent categories, and aerial photographs obtained are more inclined towards omission which is influenced by the camera distortion factor , and the feasibility of UAV aerial photography learning media in terms of the aspects of the feasibility of the media achieving an assessment score of 85%, the feasibility aspects of the Material achieving an assessment score of 85% and, the results of the feasibility of instructional media based on material experts and media experts reach a score level of 85% and deserve to be used as a medium learning. The results of student responses obtained received an 89% assessment score, which results from the assessment of student responses that have been said to be good.Keywords: UAV, Remote Sensing, Unimed, Learning Media AbstrakPenelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui bagaimana kualitas akurasi citra foto udara Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dengan menggunakan metode Omisi-Komisi. (2) Bagaimana pemanfaatan citra foto udara UAV sebagai media pembelajaran penginderaan jauh bila di lihat dari aspek kelayakan media, kelayakan materi, dan respon mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Universitas Negeri Medan terletak di Jalan William Iskandar, Pasar V, Kelurahan Medan Estate, Medan Sumatera Utara. Lokasi ini dipilih atas pertimbangan lokasi yang strategis untuk melakukan pemetaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas tingkat presisi foto udara yang didapatkan dari hasil pemotretan foto udara menghasilkan tingkat presisi foto udara mencapai diatas 95% dengan kategori sangat baik, dan foto udara yang didapatkan lebih condong ke arah omisi yang mana hal ini dipengaruhi oleh faktor distorsi kamera, dan Kelayakan media pembelajaran foto udara UAV ditinjau dari aspek kelayakan Media mencapai skor penilaian 85%, Aspek kelayakan Materi mencapai  skor penilaian 85% dan, hasil dari kelayakan media pembelajaran berdasarkan ahli materi dan ahli media mencapai tingkat skor 85% dan layak dijadikan sebagai media pembelajaran. hasil respon mahasiswa yang didapatkan mendapat skor penilaian 89% yang mana hasil dari penilaian respon mahasiswa sudah dikatakan bagus.Kata Kunci: UAV, Penginderaan Jauh, Unimed, Media Pembelajaran
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kondisi Fisik Wilayah Indonesia Di Kelas VIII-1 MTsN 1 Padangsidimpuan Tahun Ajaran 2011/2012 Fatima Jahro
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v1i1.485

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Peningkatan aktivitas belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing, (2) Peningkatan hasil belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing di Kelas VIII-1 MTsN 1 Padangsidimpuan Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian kelas VIII-1 yang berjumlah 35 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar kerja siswa (LKS) dan tes tertulis, lalu dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas  belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing meningkat sebesar 22,86%, (2) dan Ketuntasan hasil belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing juga meningkat sebesar 25,71%. Dengan demikian model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar. Kata kunci : Model pembelajaran snowball throwing, Hasil belajar, Aktivitas Belajar
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) MELALUI TUTOR SEBAYA DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI Mahara Sintong; Darwin P. Lubis; Mbina Pinem
Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v6i2.8571

Abstract

Mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (selanjutnya disingkat mata pelajaran TIK yang dulunya bernama mata kuliah komputer, merupakan salah satu mata kuliah di Semester I (satu)  yang ditetapkan di Jurusan Pendidikan Geografi. Mata kuliah ini terfokus pada pencapaian kompetensi mahasiswa dalam pengetahuan dasar tentang pengoperasian microsoft office : word, excel, powerpoint dan internet yang dapat mendukung mahasiswa dalam penyelesain  pelaporan tugas dan meteri presentase kuliah. Substansi mata kuliah ini menekankan pada peningkatan kemampuan mahasiswa untuk mempersiapkan laporan, tugas, serta materi presentase, penggunaan internet sebagai media informasi dan sumber belajar, pengiriman surat melalui email serta komunikasi dengan chatting menggunakan fasilitas messenger. Secara garis besar ini dititik beratkan pada praktikum langsung menggunakan komputer. Dimulai dari pengenalan tools atau fungsi-fungsi yang terdapat pada masing-masing perangkat lunak, hingga akhirnya mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuannya dalam bidang teknologi khususnya komputer.   Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai hasil perkuliahan TIKadalah : Pertama masalah fasilitas perkuliahan. Pada setiap pembelajaran aplikasidengan menggunakan komputer dan  internetyang menjadi salah satu materi dasar mata kuliah dilaksanakan di ruang komputer dengan jumlah yang tidak memadai. Materi disampaikan dengan cara membagi dua kelompok mahasiswa, hal ini dilakukan karena jumlah komputer tidak mencukupi untuk seluruh mahasiswa yang berjumlah 31 orang. Komputer yang ada berkisar 25 unit di Jurusan Pendidikan Geografi.Kedua, perlunya perubahan paradigma mengajar. Keberhasilan mahasiswa dalam kuliah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah metode yang digunakan dosen dalam mengajar. Pada kenyataannya dalam perkuliahan masih menggunakan metode konvensional.Tujuan kegiatanpenelitian  ini adalah untuk mengetahui kemampuan hasilbelajar mahasiswa dengan penggunaan metode pembelajaran konvensional dan implementasi metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar dalam pelaksanaan mata kuliah TIK. Adanya peningkatan prestasi belajar mahasiswa adalah mulai dari kemampuan awal mahasiswa hanya 49,27 % yang dinyatakan lulus, setelah dilakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Tutor sebaya dan praktek lapangan maka seluruh mahasiswa dinyatakan lulus.    Kata kunci: Hasil belajar, TIK, tutor sebaya
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TANAMAN STROBERI DI DESA DOLAT RAKYAT KECAMATAN DOLAT RAKYAT Shelpy Adriana Sihaloho
Tunas Geografi Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v5i1.5848

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui iklim (curah hujan dan suhu), mengetahui tanah (sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah dan sifat kimia tanah meliputi derajat keasaman tanah (pH), N-total dan kalium), mengetahui topografi dan mengetahui luas lahaan dapat mempengaruhi produksi tanamaaan stroberi di Desa Dolat Rakyat Kabupaten Dolat Rakyat Kabupaten Karo.Populasi dalam penelitian ini adalah 75 kk , yang menjadi smpel adalah seluruh petani yakni 75 kk, alat pengumpulan data digunakan dengan cara, wawancara, obsevasi langsung,uji laboratorium dan studi dokumentasi, sedangkan teknik pengolahan data adalah deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor geografi fisik yang terdiri dari iklim (suhu dilapangan 18,40 – 19,30 C merupakan faktor yang menyebabkan meningkatnya produksi tanaman Stroberi, curah hujan yaitu 248 mm/bulan atau 2968 mm/tahun merupakan faktor yang mempengaruhi turunya produksi tanaman stoberi, tanah (sifat fisika tanah yang terdiri dari tekstur di lapangan tanah berpasir 62,30%, debu 31,67%dan liat 6,03%, sifat kimia tanah yang terdiri dari pH tanah di lapangan 5,65 sesuai dengan syarat tumbuh tanaman Srtoberi, unsur N di lapangan ada sebanyak 0,45 % dan K yang ada di daerah penelitian adalah 14 Me/100 gram), topografi di lapangan adalah dataran tinggi, landai, berbukit dan ketinggian antara 1.192 – 1.450 m dpl merupakan faktor –faktor yang mempengaruhi meningkatnya produksi tanaman Stroberi dan faktor geografi non fisik yaitu luas lahan yang potensial sempit yang di lapangan 18,8 Ha yang merupakan faktor yang menyebabkan menurunya produksi stroberi di Desa Dolat Rakyat. Produktivitas petani stroberi di Desa Dolat Rakyat adalah 29.440 Kg/Ha masih lebih rendah dari produktivitas stroberi menurut literatur (57.142,85 Kg/Ha) artinya produktivitas di daerah penelitian masih rendah dibandingkan dengan literatur. Dengan luas lahan 18,8 Ha maka produksi di daerah penelitian adalah 553.472 kg/Ha.Kata kunci: Faktor , Produksi Tanaman Stroberi
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT DESA GURU KINAYAN TETAP BERTAHAN DI ZONA MERAH GUNUNG SINABUNG Jian Maxriz
Tunas Geografi Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i2.12231

Abstract

Desa Guru Kinayan merupakan salah salah satu di antara belasan desa yang berada di dalam radius zona merah gunung sinabung, desa ini juga terkena dampak dari erupsi gunung sinabung cukup parah, gunung Sinabung yang erupsi terhitung sejak Agustus 2010 sampai dengan Februari 2018 mengakibatkan setengah dari desa ini sudah tidak dapat di huni kembali karna rumah-rumah masyarakat telah rusak bahkan sebagian telah hancur di akibatkan terkena dampak dari erupsi gunung Sinabung. Walaupun desa Guru Kinayan telah di tetapkan masuk dalam zona merah gunung Sinabung dan sebagian dari desa ini sudah tidak dapat di huni kembali, namun masih banyak masyarakat yang tetap bersikukuh tinggal di lokasi tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab masyakarat desa Guru Kinayan tetap bertahan di zona merah Gunung Sinabung, dan bagaimana kebijakan relokasi yang di lakukan pemerinta daerah Karo. Mengingat kompleksnya faktor yang menyebabkan masyarakat tetap bertahan di zona merah tersebut, membuat pendekatan kualitatif di pilih dalam penelitian ini dengan metode wawancara, seluruh masyarakat desa Guru Kinayan merupakan populasi dalam penelitian ini dengan pengambilan sampel berdasarkan masyarakat yang berada di lokasi tersebut. Penelitian ini akan menghasilkan informasi penyebab masyarakat desa Guru Kinayan tetap bertahan di zona merah gunung Sinabung yaitu meliputi : faktor ekonomi dan fakor Pendidikan anak, serta program kebijakan relokasi pemerindah daerah yang kurang efektif.   Kata Kunci : Desa Guru Kinayan, Gunung Sinabung, Zona Merah
PENENTUAN PUSAT PELAYANAN PERKOTAAN DI KOTA TANJUNGPINANG Mita Apriana; Iwan Rudiarto
Tunas Geografi Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v9i1.17217

Abstract

 As a developing region, the problem of inequality development is a challenge for Tanjungpinang City so that the determination of centre place is the most important to do. The objective of this study is to identify areas in Tanjungpinang that have the potential as a central place. Quantitative approach was applied with central place, scalogram, and spatial interaction analysis as the assessment tools. The results indicate that Tanjungpinang Timur district has the potential as a central place in Tanjungpinang City which has 23 types of service facilities and totalling 550 units. It influenced on the strength of spatial interaction among districts in Tanjungpinang City. The highest spatial interaction value is Tanjungpinang Timur district of 236,428,545 and the lowest is Tanjungpinang Kota District of 21,002,925. These results can be a consideration for the local governments to determining the direction of regional development. By optimizing central places, the issue of development inequality in Tanjungpinang City can be avoided.Keywords: scalogram; christaller; Marshall Index; central place; Tanjungpinang  Sebagai wilayah yang sedang berkembang, permasalahan kesenjangan dan ketidakmerataan pembangunan menjadi sebuah tantangan bagi Kota Tanjungpinang sehingga penentuan pusat pelayanan perkotaan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah di Kota Tanjungpinang yang berpotensi sebagai pusat pelayanan perkotaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis orde perkotaan berdasarkan teori tempat pusat/central place, yaitu dengan menggunakan analisis skalogram dan analisis interaksi keruangan. Hasil analisis menyatakan pusat pelayanan utama di Kota Tanjungpinang berada di Kecamatan Tanjungpinang Timur, memiliki 23 jenis fasilitas pelayanan sebanyak 550 unit, dengan nilai interaksi keruangan tertinggi sebesar 236,428,545, sedangkan yang memiliki nilai interaksi terendah adalah Kecamatan Tanjungpinang Kota sebesar 21,002,925. Hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pusat-pusat pelayanan dalam menentukan arah pembangunan dan pengembangan wilayah, agar isu kesenjangan dan ketidakmerataan pembangunan di Kota Tanjungpinang dapat dihindari.Kata Kunci: skalogram, indeks sentralitas Marshall, pusat pelayanan, Tanjungpinang
ANALISIS KETERSEDIAAN SARAN PENDIDIKAN KECAMATAN SIDIKALANG Dahliyanti Malau
Tunas Geografi Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v4i2.5809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sarana Pendidikan di Kecamatan sidikalang, dilihat dari 3 indikator yaitu satuan pendidikan, luas lahan, dan Prasarana pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Kejuruan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/K) dan merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan nomor 24 tahun 2007. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sidikalang tahun 2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) jumlah penduduk dengan jumlah sekolah yang ada pada jenjang pendidikan SD/MI, SMP/NTs/, SMA/MA/K 2) luas lahan dengan jumlah rombel pada jenjang sekolah dasar belum sesuai standar , 3) Prasaran yang ada pada tingkat SD belum sesuai, 4) luas lahan dengan jumlah rombel ditingkat SMP/MTs belum terdapat sekolah yang sesuai, 5) prasarana pada tingkat SMP masih sangat minim. 6) Luas lahan pada tingkat SMA/MA/K juga tidak sesuai, banyak sekolah yang memiliki rombel melebihi kapasita. (6) prasarana yang ada di tingkat SMA juga masih sangat minim. Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa ketersediaan sarana pendidikan di Kecamatan Sidikalang sangat memprihatinkan. Kata Kunci:  Sarana Pendidikan
PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATERI PENGINDERAAN JAUH DAN SIG TERHADAP HASIL BELAJAR TENGAH SEMESTER GEOGRAFI KELAS XII IPS SMA NEGERI 21 MEDAN T.P. 2017 / 2018 Lambok A Simanihuruk; Nahor M Simanungkalit
Tunas Geografi Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Department of Geography Education, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/tgeo.v7i1.11087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui bagaimana penggunaan internet sebagai sumber belajar pada materi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi di kelas XII IPS SMA Negeri 21 Medan tahun ajaran 2017/2018. (2) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan internet sebagai sumber belajar terhadap hasil ujian tengah semester geografi  pada materi penginderaan jauh dan sistem informasi geografi kelas XII IPS di SMA Negeri 21 Medan tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XII IPS SMA Negeri 21 Medan Tahun Pelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa kelas XII IPS SMA Negeri 21 Medan sebanyak 124 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumenter  dan komunikasi tidak langsung. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Regresi  Linear Sederhana, Uji determinan   dan Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji t) dengan menggunakan aplikasi SPSS IBM 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Penggunaan Internet sebagai Sumber belajar di SMA Negeri 21 Medan kelas XII IPS berada pada kategori sedang sebesar 65 % dengan nilai 73- 105. (2) Pengaruh Penggunaan Internet sebagai Sumber belajar terhadap hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan thitung sebesar 4,233. Dan apabila nilai thitung didistribusikan kepada ttabel dengan taraf signifikan 95% dan ɑ = 5% dengan dk = 40-1 = 39 maka diperoleh ttabel 2,024. Dengan demikian thitung  > ttabel (4,233 > 2,024), sehingga Penggunaan Internet sebagai Sumber belajar pada materi Penginderaan Jauh dan SIG berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar tengah semester siswa kelas XII IPS SMA Negeri 21 Medan Tahun ajaran 2017/2018.

Page 6 of 19 | Total Record : 188