cover
Contact Name
Tutik Fitri Wijayanti
Contact Email
fitriwijayanti1412@gmail.com
Phone
+6285158232004
Journal Mail Official
didaktikabiologi@gmail.com
Editorial Address
Tim Editor Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang Jl. Jendral A. YAni, 13 Ulu, Seberang Ulu II, Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Didaktika Biologi: 1. Motivation, perception and profiles of educators and learners in learning process and biological learning 2. Development and application of learning sources and media 3. Design of biological learning 4. Application of biological learning in schools (classroom action research and quasi experimental research) 5. Evaluation of biology education 6. Lesson study
Articles 28 Documents
E-Flipbook Untuk Materi Fitoplankton: Inovasi Media Pembelajaran Digital Biologi Dita, Syifa Ulva Nara; Daningsih, Entin; Candramila, Wolly
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i2.507

Abstract

Sub-materi Protista Mirip Tumbuhan (Fitoplankton) menjadi salah satu materi Biologi yang tergolong sulit karena mempelajari objek berukuran mikroskopis. Banyak sekolah mempunyai keterbatasan fasilitas dalam mengobservasi benda renik sehingga diperlukan adanya alat bantu untuk memperjelas materi agar lebih mudah dipahami siswa. E-flipbook menjadi salah satu media yang dapat mengatasi keterbatasan waktu dan kesulitan siswa dalam mempelajari materi tersebut.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan e-flipbook yang dapat digunakan dalam pembelajaran Sub-materi Protista mirip Tumbuahan. Metode penelitian ini adalah Research and Development (R&D), dengan model pengembangan 3 tahap yaitu pra-produksi, produksi  dan pasca-produksi. E-flipbook divalidasi menggunakan lembar angket validasi instrumen dengan penilaian skala Guttman dan validasi media dengan skala Likert.  Lembar angket validasi media terdiri dari 4 aspek (format, isi, bahasa dan kepraktisan) dengan 18 kriteria. Validasi media e-flipbook dilakukan oleh 5 validator yang merupakan 2 dosen Pendidikan Biologi FKIP UNTAN dan 3 guru Biologi kelas X SMA/Sederajat. Validasi isi dilihat dari nilai Content Validity Ratio (CVR) dan Content Validity Index (CVI). Seluruh nilai CVR dan CVI = 1,00, menunjukkan media valid dan layak digunakan. Kehadiran E-flipbook berpotensi sebagai alternatif media digital yang dapat menjadi solusi pembelajaran Biologi, khususnya dalam menjembatani keterbatasan visualisasi Sub-materi Protista Mirip Tumbuhan kelas X.
Profil Kebutuhan Belajar Peserta Didik untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis di SMAN 1 Sirah Pulau Padang Halim, Ravita Sari; Wardhani, Sri; Genisa, Marlina Ummas
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i2.766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kebutuhan belajar di SMAN 1 Sirah Pulau Padang, ditinjau dari variabel bahan ajar, materi ajar, media pembelajaran, model pembelajaran dan kompetensi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui penyebaran angket kepada 170 peserta didik kelas X dan 3 guru biologi. Data hasil pengisian angket dianalisa dengan teknik analisis deskriptif. Hasil dari angket yang diisi oleh peserta didik menunjukkan 78,64% penggunaan bahan ajar berupa buku paket, materi yang dianggap sulit inovasi teknologi biologi sebanyak 35,21% dan media pembelajaran yang disukai adalah media komik dengan persentase 44,6%. Motivasi belajar ditinjau dari pemilihan tugas, usaha dan kegigihan dalam menyelesaikannya menunjukkan persentase masing-masing 55,5%, 64,2% dan 82,5%. Selain itu, data dari angket yang diisi oleh guru menyatakan  model pembelajaran yang sering digunakan adalah 42,4% menerapkan model PBL, kompetensi yang belum banyak dikuasai oleh peserta didik adalah keterampilan berpikir kritis sebanyak 31,04. Berdasarkan profil kebutuhan belajar yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa perlu dikembangkan media komik berbasis PBL untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis pada materi inovasi teknologi biologi.
Transformative Learning Sebagai Inovasi Kurikulum Pendidikan Guru Biologi: Dampaknya Terhadap Self-Efficacy Calon Guru Buroidah, Hikmah; Siswati, Bea Hana; Fikri, Kamalia
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i2.982

Abstract

Self-efficacy calon guru berperan penting dalam memengaruhi motivasi untuk mengajar serta kegigihan dalam menghadapi rintangan khususnya dalam proses pembelajaran. Transformative learning sebuah pendekatan yang membantu calon guru untuk mengoreksi paradigma lama sehingga mampu mengkonstruk ulang keyakinan negatif yang berdampak pada peningkatan keyakinan diri calon guru untuk melaksanakan tugas pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan self-efficacy calon guru biologi sebelum dan sesudah intervensi transformative learning dan bagaimana dampaknya. Penelitian ini menggunakan metode sequential explanatory design yang dilaksanakan pada Maret-Mei 2025 di Pendidikan Biologi Universitas Jember. Data kuantitatif self-efficacy mahasiswa calon guru (n=36) diperoleh dari sebelum dan sesudah intervensi transformative learning dianalisis menggunakan paired sample t-test yang menunjukkan adanya peningkatan self-efficacy mahasiswa setelah adanya intervensi (p value<0.05). Data kualitatif (n=3) diperoleh dari wawancara semiterstruktur dan dianalisis secara tematik. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan yang mendukung bagaimana intervensi transformative learning dapat mendukung peningkatan self-efficacy, yaitu (1) perubahan paradigma dan keyakinan meningkatkan self-efficacy; (2) pengetahuan pedagogis berdampak pada self-efficacy calon guru; dan (3) antusiasme dan kesiapan praktik lapangan sebagai proyeksi self-efficacy ke lapangan. Penelitian ini secara praktis dapat menjadi acuan untuk memasukkan elemen-elemen transformative learning dalam kurikulum pendidikan calon guru sehingga dapat membentuk calon guru yang lebih reflektif, kompeten, dan profesional.
Pengembangan Modul Biologi SMA Berbasis Potensi Lokal: Keanekaragaman Phanerogamae di Laboratorium Pertanian Terpadu Jagan Sukoharjo Safitri, Dewi; Nugroho, Anwari Adi
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i2.742

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran adalah pemilihan materi ajar yang tepat agar siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Kurikulum hanya mencantumkan materi pokok secara garis besar, sehingga guru bertanggung jawab menyusun bahan ajar yang lebih lengkap dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan modul biologi SMA berbasis potensi lokal keanekaragaman Phanerogamae di Laboratorium Pertanian Terpadu Jagan, Sukoharjo, bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengembangan modul menggunakan metode R&D mengikuti model Borg & Gall yang telah disesuaikan menjadi tujuh tahapan: riset awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba, revisi, uji lapangan terbatas, dan revisi akhir. Penelitian ini berlangsung dari Januari hingga Maret 2025. Hasil validasi untuk uji kelayakan dari ahli materi sebesar 94,48%, ahli modul 93,98%, dan uji validasi kepraktisan dari guru sebesar 89,76%. Uji validasi kepraktisan pada guru merupakan  tahap validasi kepraktisan awal untuk memastikan modul telah sesuai secara substansi dan pedagogis sebelum diimplementasikan lebih luas pada peserta didik dalam penelitian tahap berikutnya. Dengan demikian, secara keseluruhan modul dinyatakan sangat layak untuk digunakan. Modul Phanerogamae yang telah layak diharapkan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran biologi di SMA untuk mendorong kemandirian siswa dan memperkuat pemahaman ekologi.
Implementasi e-Modul Interaktif Sundanese Edible Plants Melalui Problem Based Learning untuk Meningkatkan Plant Awareness Peserta Didik Wina Sakinah; Diana Hernawati; Rita Fitriani
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2026): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v10i1.705

Abstract

Rendahnya plant awareness peserta didik berpotensi menurunkan kepedulian terhadap tumbuhan dan kelestarian keanekaragaman hayati lokal. Dengan demikian, diperlukan inovasi pembelajaran yang kontekstual dan berbasis masalah guna meningkatkan kesadaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan plant awareness peserta didik melalui implementasi e-modul interaktif Sundanese edible plants melalui problem-based learning (PBL) pada materi klasifikasi makhluk hidup di kelas X SMAN 2 Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan quasi-experimental menggunakan rancangan non-equivalent control group design. Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga diperoleh dua kelas, masing-masing 31 peserta didik. Instrumen berupa 19 soal pilihan majemuk tervalidasi yang mengukur empat domain plant awareness, yaitu persepsi visual terhadap tumbuhan, kemampuan mengkategorikan tumbuhan sebagai makhluk hidup, pengetahuan tentang tumbuhan, dan sikap terhadap tumbuhan, yang diukur melalui pretest dan posttest. Uji hipotesis menggunakan uji non-parametrik Quade’s Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. = 0,000 < 0,05) dengan nilai partial eta squared (η²) sebesar 0,224 yang termasuk kategori efek besar. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul interaktif Sundanese edible plants melalui PBL efektif dalam meningkatkan plant awareness peserta didik. Penelitian ini turut berperan dalam pengadaan perangkat pembelajaran yang mengangkat potensi lokal guna mewujudkan edukasi biologi yang relevan serta berorientasi pada pelestarian tumbuhan.
Pendekatan Racking dan Stacking Dalam Melihat Pengaruh Discovery Learning Saat Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dasar Biologi Erie Agusta; Susi Dewiyeti; Ayu Sundari
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i2.1644

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena Classical Test Theory (CTT) hanya dominan pada group-centered statistics dalam melihat pengaruh perlakuan, bukan pada individual-centered statistics. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning (DL) dalam meningkatkan keterampilan proses sains dasar dengan pendekatan racking & stacking. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra eksperimen jenis one grup pre-test-post-test. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII. Pengambilan sampel menggunakan purposive. Instrumen memiliki unidimensional (40,6%) dan reliabilitas (0,87) yang baik. Data 30 siswa yang diperoleh ditransformasikan ke jenis data interval menggunakan pengukuran permodelan Rasch. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil paired sample t-test diperdalam lagi menggunakan racking dan stacking rasch model. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan nilai sebelum pembelajaran dan sesudah pembelajaran. Hasil racking menunjukkan bahwa 14 item soal mengalami perubahan tingkat kesukaran dari yang awalnya sulit dijawab oleh siswa menjadi mudah diajawab oleh siswa. Soal yang paling signifikan mengalami perubahan tingkat kesukaran adalah soal nomor 1 tentang mengamati jaringan, dan soal yang paling sedikit mengalami perubahan adalah soal nomor 9 tentang merencanakan percobaan. Hasil stacking menunjukkan bahwa ada 25 siswa yang mengalami peningkatkan, 3 siswa yang mengalami penurunan kemampuan dan 2 siswa kondisinya tetap.
Profil Keterampilan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal Mahasiswa pada Perkuliahan Praktikum Vertebrata Rizkia Suciati; Agus Pambudi Dharma; Nur Aini Puspitasari
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2026): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v10i1.1712

Abstract

Framework Partnership 21st Century menjelaskan bahwa mahasiswa dituntut untuk memiliki keterampilan yang dapat menunjang kecakapan hidup abad 21. Salah satu dari keterampilan tersebut adalah keterampilan komunikasi. Biologi merupakan cabang ilmu sains yang bermuatan praktikum dan penting bagi mahasiswa untuk dapat mengomunikasikan hasil praktikumnya, salah satunya adalah Vertebrata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan  komunikasi verbal dan non-verbal mahasiswa pada perkuliahan bermuatan praktikum, khususnya topik Amphibi dan Mammalia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan subyek 32 mahasiswa Pendidikan Biologi semester 3. Keterampilan komunikasi diukur melalui observasi presentasi (verbal) dan analisis laporan praktikum (non-verbal) berdasar pada indikator keterampilan abad XXI yang dikembangkan oleh Greenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi verbal mahasiswa lebih tinggi dibandingkan non-verbal, dengan rata-rata sebesar 77,72% (Mammalia) dan 68,59% (Amphibi), sedangkan keterampilan komunikasi non-verbal sebesar 64,74% (Amphibi) dan 54,86% (Mammalia). Perbedaan ini dipengaruhi oleh tingkat familiaritas konsep, di mana topik Mammalia lebih dekat dengan pengalaman mahasiswa dibandingkan Amphibi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perkuliahan bermuatan praktikum perlu diintegrasikan dengan strategi dan penilaian keterampilan komunikasi, adanya feedback berupa penguatan komunikasi tertulis berbasis scientific writing dan argumentasi ilmiah dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan komunikasinya.
Value-Based Learning for SDGs: Integrating Bugis–Makassar Cultural Values (Siri’ Na Pacce) in Biology Education Arifah Novia Arifin; Hardianto Hardianto; Oriny Tri Ananda
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2026): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v10i1.1714

Abstract

Biology education often emphasizes conceptual knowledge while overlooking the integration of values and real-life contexts, which are essential for sustainability-oriented learning. This study explored biology education students’ perceptions of the potential implementation of Value-Based Learning (VBL) through the integration of Bugis-Makassar cultural values, especially siri’ na pacce, in biology education. Using an exploratory qualitative design, data were collected from 26 students across undergraduate, master’s, and doctoral levels through an expert-validated open-ended questionnaire and analyzed by content analysis. The findings show that students perceive siri’ na pacce as a meaningful value-based content that aligns with biology concepts, particularly ecology and interdependence. Its integration was viewed as a bridge between abstract scientific concepts and students’ lived experiences, fostering contextual, meaningful, and sustainability-oriented learning. Students also reported increased engagement, conceptual understanding, ecological awareness, and social responsibility. However, challenges were identified, including limited teaching materials, lecturer readiness, and concerns about scientific objectivity. Overall, the study suggests that VBL grounded in local wisdom has strong potential to support character-based and SDGs-oriented biology education, provided that curriculum, pedagogical, and institutional support are strengthened.

Page 3 of 3 | Total Record : 28