cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
METODE PEMBELAJARAN PADA EKSTRAKURIKULER DIDONG BANAN DI SMAN 8 TAKENGON ACEH TENGAH Yulia Khairaawati
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v8i1.13022

Abstract

The results of the study prove that the Didong Banan in SMAN 8 Takengon Central Aceh has beenestablished since 2011 and was stopped in 2015 and reopened in 2016, Didong Banan extracurricularactivities have increased from year to year, at the beginning of the opening only students followed theexisting songs and now students can create their own songs through spontaneity, the method used indidong banan extracurricular is lecture method, project teaching method, discussion method, pono banoemethod, ward method, and dewey method. The rhythm pattern in Didong Banan is divided into three,namely rhythm of behavior, rhythmic rhythm, and rhythm of the pillow.
GONDANG DAN TOR TOR SIGALE - GALE Ester Debora S. ester debora
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v1i2.866

Abstract

Keragaman dan pluralitas budaya di Sumatra Utara sangat menjadi satu daya tarik dalam mengembangkan potensi daerah. Batak Toba merupakan salah satu etnis yang mempunyai banyak kebudayaan. Ansambel Gondang merupakan bagian dari ritual yang sangat penting dalam kehidupan sehari –hari.  Peranan dari ansambel gondang digunakan dalam mengiringi tor-tor sigale-gale menjadi satu hal yang menarik untuk di kupas dalam jurnal ini. Ansambel musik Batak Toba gondang yang berperan untuk mengiringi tor-tor sigale-gale merupakan salah satu kebudayaan masyarakat Batak Toba, yang pada masa lalu tor-tor sigale-gale lebih difokuskan pada upacara ritual, namun pada saat ini keadaan itu sudah berubah kadang kala banyak dijumpai sebagai sarana hiburan saja. Dalam jurnal ini di ulas bagian-bagian dari ansambel gondang serta peranan gondang dalam mengiringi tari tor-tor. Dalam jurnal ini juga mendeskrifsikan gondang secara keseluruhan, dari istilah-istilah hingga pada tatanan fungsi gondang dalam adat kebudayaan Batak Toba.
Pacu Itiak Sebagai Sumber Penciptaan Komposisi “SRIPANGGUNG” Pangeran Arsola; Rafiloza Rafiloza; Sahrul N
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.27428

Abstract

Sripanggung adalah sebutan untuk pemeran utama wanita dalam pertunjukan seni. Sebutan ini terinspirasi dari rasa kecintaan si pemilik itiak terhadap itiknya, dan selalu dianggap seperti primadona dalam setiap perlombaan pacu itiak. Karya ini menggunakan pendekatan deduktif dengan dengan prinsip “ekstramusikal”. Metode yang dipakai pada karya ini adalah observasi dan data lapangan yang bertujuan untuk mengetahui apa saja nilai atau suasana yang ada dalam perlombaan pacu itiak. Hasil dari pengamatan pengkarya, dalam perlombaan pacu itiak tersebut terdapat suasana persaingan/kompetisi dan euforia, dan damai. Suasana inilah yang akan diinterpretasikan kembali menjadi sebuah komposisi musik.
EKSISTENSI GROUP MUSIK RORIS BAND SEBAGAI ENTERTAINER DI KOTA MEDAN Roventus Sipangkar
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i2.3828

Abstract

Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian  Deskriptif  Kualitatif yang dilakukan di Pondok Indah Harley Restaurant JL.Multatuli No.3 Medan yang dimulai  bulan Juni sampai dengan  Agustus 2012 dan objek penelitian ini adalah personil Group Musik Roris Band sebanyak 9 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, study kepustakaan, wawancara dan pendokumentasian. Observasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui data tentang Eksistensi Group Musik Roris Band sebagai sebuah Entertainer di Kota Medan serta mengadakan wawancara dengan manager Group Musik Roris Band dan juga beberapa masyarakat peminat Group Musik Roris Band.Setelah melakukan analisis data  maka di dapat kesimpulan bahwa Group Musik Roris Band merupakan sebuah Group Musik yang Eksis dan memberikan kontribusi yang besar dalam pemenuhan dalam dunia Entertainer khususnya seni Musik di Kota Medan.
Analisis Bentuk, Makna dan Fungsi Lagu Rura Silindung Aransemen Erizon Rasin Koto Karya Guru Nahum Situmorang Dedi Saputra Pasaribu; Theodora Sinaga
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i1.23539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk, makna, dan fungsi lagu Rura Silindung aransemen Erizon Rasin Koto. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa bentuk lagu Rura Silindung memiliki 6 motif  dengan penambahan coda  pada bar 33-36, memiliki 4 frase yang terdiri dari dua frase pertanyaan dan 2 frase jawaban, lagu ini juga merupakan lagu dua bagian yang terdiri dari A (a-a’) dan B (b-b’). Melodi, harmoni, dan ritme memiliki gaya dan karakteristik musik Samba, namun tetap dikolaborasikan dengan intrumen musik etnis Batak Toba, sehingga kesan dan nilai tradisi dari musik Batak Toba masih terlihat jelas. Namun terdapat kekurangan pada aransemen ini yaitu pada melodi m1 yang mengalami ketidaksesuain dengan makna syairnya. Lagu Rura Silindung yang diaransemen oleh Erizon Rasin koto ini merupakan karya dari komponis besar yang berasal dari Tanah Batak yaitu Guru Nahum Situmorang. Lagu ini memiliki makna akan keindahan alam  Lembah Silindung, mewakili hati dan kehidupan masyarakat Silindung yang hidup damai, tentram dan saling berdampingan, lagu ini melambangkan ciri khas masyarakat Silindung. Lagu ini berfungsi sebagai lagu iringan pada berbagai acara adat, dan berfungsi sebagai lagu iringan pada pesta tahunan pada acara Panen Raya di Silindung, Tarutung. 
PERANAN MUSIK PADA PERNIKAHAN ETNIS JAWA DI DESA DALU SEPULUH TANJUNG MORAWA MEDAN Putri Handayani Putri Handayani
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v1i1.853

Abstract

Peranan musik pada pesta pernikahan etnis Jawa adalah catatan bagaimana fungsi dan pengunaan serta bentuk musik yang berperan langsung dalam ritual pesta pernikahan  diDesa Dalu Sepuluh B Kecamatan Tanjung Morawa Medan. Dalam catatan ini dikemukakan beberapa peristiwa budaya kehidupan musik ditengah-tengah pendukungnya. Peranan musik sebagai ritual tradisi orang Jawa di Desa Dalu Sepuluh B masih digunakan walau tidak sebagaimana mestinya keberadaanya seperti di pula Jawa. Fungsinya sebagai Hiburan masyarakat tersebut lebih tertarik dengan mengadakan pertunjukan Keyboard atau organ tunggal yang dianggap lebih praktis dan lebih dapat menghibur.
ALIH KREATIVITAS PELAKU SENI KABUPATEN BIREUEN SEBAGAI PELUANG PENDAPATAN DI TENGAH WABAH COVID-19 (STUDI KASUS: NIZAR 41 PROJECT OFFICIAL) Angga Eka Karina; Abdul Rozak; Fani Dila Sari
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i2.20994

Abstract

Salah satunya pelaku seni bernama Nizar 41 Project Official asal daerah Aceh adalah sebagai Drumer pada event-event grup Band Wedding dan lainnya, pendapatannya hanya dari acara yang disajikan secara live di panggung  publik, Proses ini terhenti akibat Pandemi Covid-19 dan pemberlakuan social distancing oleh pemerintah, Hal ini membuat Nizar kehilangan pendapatan utamanya, Sehingga Nizar beralih kreativitas menjadi konten kreator Youtube pada masa pandemi Covid-19, Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui bagaimana Alih Kreatifitas Pelaku Seni di Kabupaten Bireun sebagai peluang pendapatan di tengah wabah Covid-19. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode snowball sampling dalam memilih informan. Subyek Informan dalam penelitian ini adalah Nizar sebagai konten kreator Youtube 41 Project Official. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas empat alur kegiatan yaitu: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini adalah Profil Nizar sebagai seorang Drumer sebelum masa pandemi Covid-19 dan beralih kreativitas menjadi konten kreator Youtube, kreatifitas yang Nizar lakukan adalah membuat karya musik dalam bentuk lagu ciptaan bergenre pop serta lagu yang di arransemen ulang yang bertema religi.  Akun Youtube yang diberi nama “41 Project Official”  memiliki jumlah Subscribe 292 ribu dan jumlah rata-rata viewers pada karya videonya diatas 1 Juta viewers, Proses kreatif yang Nizar lakukan mulai dari membuat kerangka konsep karya, menentukan lagu, Proses perekaman musik, Proses perekaman klip video dan gambar, Mixing dan editing dan Video musik hasil akhir yang di upload pada Youtube.
IDENTIFIKASI PERMAINAN LAGU PENGAMEN JALANAN DI KOTA MEDAN Purnama Barita Uli
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i1.3728

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan identifikasi lagu yang dimainkan oleh pengamen jalanan dan proses-proses yang terjadi didalamnya .Artikel ini menjelaskan identifikasi lagu-lagu pengamen jalanan pemetaan tempat aktifitas pengamen, cara belajar bermain musik pengamen jalan serta penyajiannya Dalam hal ini penulisan artikel, tulisan ini mengkaji dan menelaah musik pengamen jalanan secara relevan dan akurat dalam memperoleh tulisan yang benar. Setelah keseluruhan data selesai dikumpulkan dari lokasi, maka tahap akhir dari artikel ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis keseluruhan data-data dalam bentuk tulisan ilmiah. Setelah menganalisis keseluruhan data, ditemukan beberapa kesimpulan yang menjelaskan: Jenis musik yang dimainkan oleh pengamen jalanan, pemetaan objek kegiatan aktifitas pengamen jalanan ,pengalaman belajar bermain musik pengamen jalan, penyajian musik pengamen jalanan dan pengunaan Instrumen musik yang digunakan.
TINJAUAN BENTUK DAN MAKNA TAUR-TAUR SIBUAT GULOM DI DESA HINALANG KECAMATAN PURBA KABUPATEN SIMALUNGUN Rosenta Girsang
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i3.3883

Abstract

This paper discusses the shape and meaning of the song Taur - Taur Sibuat Gulom . This research was carried out due to lack of society Simalungun especially young people who know , know and be able to sing Taur - Taur Sibuat Gulom because of the times . This paper reveals that the shape of the song Taur - Taur Sibuat Gulom consists of three forms or themes are as follows A theme found in bars 1 - 52 bars , theme bars B are at 53 - 79 bars first beat , and the theme of C contained in bar 79 - 97 beats a second time signatures . The meaning of the song Taur - Taur Sibuat Gulom presented typically contains romance young people who meet in a shower or bathing place that begins meeting , introductions , relationships . Each folk song , in principle, has a characteristic that distinguishes the folk songs which come from other ethnic . The song is many uses legato where it is a singing technique called Inggou Simalungun . This song lyric but give priority to the development of the melody used is repetition.
BENTUK PENYAJIAN DAN FUNGSI MUSIK DALAM UPACARA THAU CHIT PADA AGAMA KHONGHUCU DI YAYASAN BUDI MULIA KECAMATAN LUBUK PAKAM KABUPATEN DELI SERDANG KRISTIAN SINAGA
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v6i2.10966

Abstract

Presentation Form And Function In Ceremony Thau Music Chit On Confucian Religion inYayasan Budi Mulia Lubuk Pakam District of Deli Serdang. Faculty of Language and Art. StateUniversity of Medan. This study aims to determine rites Chit Thau, the usefulness of theinstrument, the form of presentation and function of music in Chit Thau ceremony at the Confucianreligion in Yayasan Budi Mulia Lubuk Pakam District of Deli Serdang. This study is based on atheoretical foundation that explains the sense of form, sense of presentation, understanding thefunction, understanding music, understanding, Thau ceremony Chit, and understanding ofConfucianism. This research was conducted at Yayasan Budi Mulia Lubuk pakam District of DeliSerdang in June to August 2015. The method in this research use descriptive qualitative researchmethods. The population in this study is saikong (prayer leaders), community, and musicians atthe ceremony Thau Chit Confucian Religion in Yayasan Budi Mulia Lubuk Pakam District of DeliSerdang, while samples totaling 28 people. Data collected through observation, interviews,documentation, and strudi literature. These results indicate that the rites Thau Chit divided intoeight parts, namely Huat Piau is cleaning the altar and sending letters to the god of hell. WangPai is a tribute to the gods of heaven. Old Phou is the process invites the god of the earth. TiauHun is the process of summoning spirits. Mong Ek is the process of bathing spirit. Iok Pai Wang isa tribute to the god of medicine. Sio Ui house burning spirit. And Koei Kio is the return of thespirit of the gods .. Uses istrument music at the ceremony Thau Confucianism is Choei Chit Khinand Er Hu as a carrier melody, as rithem drums, bells and la Bua carrier tempo. Form ofpresentation of the music at the ceremony Thau Chit Confucianism is divided into three parts,namely musical homage to the gods, notification to the spirit, and the spirit returns to music.There are three functions of the music at the ceremony Thau Chit Confucianism, which is afunction of aesthetic pleasure and emotional expression, communication function and endorsementof religious rituals and functions contributes to the continuity and stability of culture.

Page 11 of 41 | Total Record : 403


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue