cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
Komparasi Unsur Musik dan Introduksi Lagu Yamko Rambe Yamko Aransemen Agustinus Bambang Jusan Dengan Budi Susanto Yohanes Zul Hazmi Harahap; Theodora Sinaga
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i1.26099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Komparasi unsur musik lagu Yamko Rambe Yamko aransemen Agustinus Bambang Jusana Dengan Budi Susanto Yohanes (2) Komparasi introduksi lagu Yamko Rambe Yamko aransemen Agustinus Bambang Jusana Dengan Budi Susanto Yohanes. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori komparasi, aransemen, unsur musik, dan introduksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kedua aransemen memiliki perbedaan pada unsur musiknya, aransemen Agustius Bambang Jusana terdiri dari 80 birama , dengan nada dasar F=Do, tempo Allegro = 130 MM, tidak terdapat perubahan birama dan tidak terlalu banyak perubahan dinamika, sedangkan aransemen Budi Susanto Yohanes terdiri dari 94 birama, nada dasar E=Do, tempo vivace = 112 MM, terdapat perubahan birama diantaranya, 4/4, 3/4, dan 6/4. Melodi, ritme dan harmoni dari kedua aransemen pada bagian tema umumnya sama tetapi terdapat  beberapa perbedaan variasi pada kedua aransemen, (2) Bagian introduksi dari kedua aransemen memilki perbedaan pada aransemen Agustinus Bambang Jusana, bagian introduksi didominasi oleh vokal tradisi teriakan peperangan khas masyarakat papua sedangkan aransemen Budi Susanto Yohanes bagian introduksi cenderung lebih singkat dan didominasi oleh penggunaan harmonisasi yang bervariatif yang disusun secara kanon / bersahutan dari setiap posisi suara.
KEBERADAAN ALAT MUSIK NAFIRI PADA ANSAMBEL NOBAT DIRAJA DI SANGGAR SINAR BUDAYA GROUP MEDAN Novalin Melissa H.
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i2.3826

Abstract

Setelah penelitian ini dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Alat Musik Nafiri yang ada di Sanggar Sinar Budaya Group saat ini hanya tinggal satu buah saja dan kondisinya masih tergolong baik. Nafiri diyakini masih mengandung unsur magis. Selain itu, alat musik ini hanya dikhususkan untuk Ansambel Nobat Diraja, di mana sampai saat ini, di Sumatera Utara hanya Kesultanan Serdang yang masih memiliki ansambel tersebut. Para pemainnya merupakan bagian dari Sanggar Sinar Budaya Group yang dinaungi oleh kesultanan ini. Namun, karena Ansambel Nobat Diraja hanya dimainkan untuk Sultan, mengakibatkan tidak banyak masyarakat umum yang mengetahui tentang Alat Musik Nafiri, padahal memiliki keunikan yang patut diketahui. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa merupakan kebanggaan bagi Kesultanan Serdang karena masih dapat melestarikan Ansambel Nobat Diraja serta  memiliki Nafiri dengan kondisi yang masih baik. Namun pengenalan pada masyarakat luas tentang Alat Musik Nafiri sangatlah penting, tentu dengan tidak mengurangi nilai sakral dan magis yang terkandung di dalamnya.
UNDANGAN KONTRIBUTOR Ridho Sudrajat, S.Pd
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i3.3891

Abstract

Redaktur  GRENEK MUSIC JOURNAL  mengajak  para peneliti maupun pembaca untuk berpartisipasi sebagai penulis dengan mengirimkan karya ilmiah untuk dimuat jurnal ini. Tulisan ilmiah tersebut berupa hasil penelitian atau pemikiran konseptual dalam lingkup pendidikan, pengkajian, pengelolaan, penyajian, dan penciptaan musik.
GONDANG SABANGUNAN DALAM UPACARA MARDEBATA H Adi Putra Sirait Adi Putra Sirait
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v1i1.855

Abstract

Gondang merupakan bagian dari kebudayaan musik suku Batak. Dalam upacara Mardebata pada sebagian masyarakat Batak gondang sabangunan dapat digunakan menjadi musik pengiring dalam upacara mardebata tersebut. Tulisan ini menjelaskan keberadaan gondang sabangunan dalam mengiringi upacara mardebata.
Penerapan Inovasi Model Instrumen Musik Kulcapi Senar 4 pada Kelompok Seniman Tradisional Produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Uyuni Widiastuti; Panji Suroso; Merdy R. S Togatorop; Tri Danu Satria
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i2.20428

Abstract

Studi ini bertujuan menjelaskan proses penerapan produk hasil inovasi kulcapi senar 4, pada kelompok seniman tradisional produktif yang ada di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, mengikuti pendapat Miles dan Huberman (1984) yakni: 1) pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan pengamatan; 2) pengamatan intisari dokumen; 3) perekaman dan pencatatan; 4) reduksi data; 5) memilih hal-hal yang pokok untuk dapat direduksi; 6) memfokuskan hal-hal yang penting dan membuang yang tidak perlu; dan 7) menyajikan data secara lengkap dilakukan dengan mendeskripsikan data dalam bentuk teks yang bersifat naratif dan bagan. Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan pada bagian konklusi. Dalam studi ini dideskripsikan kulcapi 4 senar menjadi solusi alternatif yang memungkinkan para seniman untuk mengeksplorasi nada-nada dengan jangkauan yang lebih luas. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi model instrumen musik kulcapi senar 4 merupakan pengembangan konsep organologi dari senar 2 menjadi senar 4 dengan alasan untuk dapat mengeksplorasi dan menjangkau nada-nada secara lebih luas. Penerapan inovasi model instrumen kulcapi senar 4 pada kelompok seniman produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo bertujuan membentuk kemampuan seniman produktif dalam menciptakan inovasi atau memproduksi instrumen kulcapi senar 4, yang dampaknya dapat meningkatkan perekonomian seniman. Serta untuk menciptakan atau mengembangkan ide dan konsep baru dalam menyajikan pertunjukan musik ansambel gendang kulcapi Karo.
PEMBELAJARAN MUSIK PADA ANAK USIA TIGA SAMPAI ENAM TAHUN DI KELOMPOK MUSIK BERMAIN ERA MUSIKA Berny M. Purba
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i1.3723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran musik pada anak usia tiga sampai enam tahun dikelompok musik bermain Era Musika. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.Peneliti mengambil lokasi penelitian di Era Musika Medan dengan sumber data kepala sekolah, guru pembimbing kegiatan pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran musik di Era Musika. Prosedur pengumpulan data dilakukan berdasarkan jenis data antara lain (1) study kepustakaan, (2) observasi langsung, (3) wawancara, (4) tes praktek dan (5) dokumentasi dan audio visual. Pembelajaran musik pada anak dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan penugasan.Pada tahap awal instruktur memberi penjelasan mengenai bentuk dan nilai not dan tanda berhenti, tanda birama, kunci, serta praktik memainkan solmisasi dengan menggunakan instrumen keyboard yang dipegang setiap anak.Setelah anak-anak mampu mempraktekkan instrumennya masing-masing, instruktur menyuruh seluruh anak untuk dapat bermain secara bersama-sama. Setelah analisis dilakukan, ditemukan hasil bahwa pembelajaran musik pada anak umur tiga sampai enam tahun di kelompok musik bermain Era Musika menunjukkan hasil pembelajaran dengan pengajaran instruktur seni musik berada pada katagori yang cukup. Dimana pembelajaran musik yang diberikan pada anak usia tiga sampai enam tahun dapat mempengaruhi perkembangan otak. Hasil tersebut didapat dari tes praktik yang menunjukkan mayoritas anak-anak mengalami kendala dalam membaca notasi angka dan mengatur tempo ketika memainkan lagu bersama-sama dengan memakai instrumen.
PENYAJIAN MUSIK SEBAGAI DAYA TARIK MINAT WISATAWAN DI LOKASI OBJEK WISATA LUMBAN SILINTONG DESA LUMBAN SILINTONG KECAMATAN BALIGE KABUPATEN TOBASA Nova R. Simamora
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v2i3.3882

Abstract

The results of this study indicate that the presented music brings an important role in attracting tourists to visit Lumban Silintong although the music is not the main attraction at this attraction but music has been a contributing factor in the development of its tourism industry. As for the presentation of musical elements that exist in Lumban Silintong ie musical instruments, where the instruments used are the keyboard but once there is a guitar and flute. Music players, coming from people around Lumban Silintong. Music, usually served there generally is pop music, dangdut, and House music, a song is usually sung pop songs and Indonesian Batak, old song and song House music dangdut whereas normally served starting at 11 pm. Visitors, the tourists who come to Lumban Silintong, stopped at a cafe to enjoy a meal while enjoying the view of Lake Toba. Time and place penellitian, music usually presented on Saturdays, Sundays and holidays, while his place is at a floating cafe built on the lake or on the lake. Travelers interested in the presentation of the music made in Lumban Silintong cafe where music becomes a means of entertainment for tourists and can also as a means of expression. Government efforts to improve the attraction Lumban Silintong not fully support, the government is still lacking in development to promote attractions Lumban Silintong
PEMBELAJARAN PERKUSI PADA EKSRAKURIKULER MARCHING BAND DI MAN 1 MEDAN MUHAMMAD RIZKI HABIBI
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v6i2.10965

Abstract

In Extracurricular Learning Percussion Marching Band in MAN 1Medan. Faculty of Language and Arts University of Medan in 2015.This study aims to determine the learning percussion in extracurricularMarching Band in MAN 1 Medan, Iskandar Wlliam road no. 7BMedan. The experiment was conducted in February and March 2015.The method used in this research is descriptive qualitative method.Samples in this study are all members of the percussion players andcoaches totaled 14 people, amounting to one person percussion. Datacollection was conducted by literature study and field observations areinterviews and documentation. Once all the data collected, the data isanalyzed to answer all questions researchers. Analysis of the datapresented in the form of descriptive gradually in writing, thenclassified according to content or material concerned shall. After theanalysis conducted found that the learning outcomes percussionapplied by coaches in extracurricular Marching Band MAN 1 Theterrain is very nice and helpful for students. The students can readmusic well, signs of musical expression, know tempo. Courage anddiscipline of the students are also well embedded, so that the targetwhich is expected by the coach and the school can achieve its fullpotential.
PENGEMASAN BAHAN AJAR KOMPUTER MUSIK DASAR BERBASIS E-LEARNING DI PRODI PENDIDIKAN MUSIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Tri Danu Satria; Panji Suroso; Adina Sastra Sembiring
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i1.18013

Abstract

Penelitian ini membahas tentang media bahan ajar Komputer Musik Dasar yang dikemas dalam bentuk e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengemasan penggunaan software Sibelius 7 yang dikemas ke dalam bentuk e-learning dan mendeskripsikan langkah-langkah pengunggahan (upload) bahan ajar yang dikemas kedalam bentuk file multimedia menjadi sistem pembelajar berbasis web (internet). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pengemasan, bahan ajar, e-learning, komputer musik, dan software notater sibelius 7. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menjelaskan dan mendeskripsikan teori kedalam bentuk kata-kata. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angket Uji Ahli Materi dan angket Uji Ahli Media, angket ini terdiri dari aspek penilaian yaitu berdasarkan standar kompetensi. Tahap pengemasan dalam pembuatan bahan ajar komputer musik dasar dimulai dengan tahap Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Langkah-langkah pengunggahan bahan ajar e-learning dengan menggunakan aplikasi Google Drive dan aplikasi Bitly. Pemilihan bahan ajar secara online atau e-learning dilatar belakangi kemudahan, efisiensi, efektivitas dan keawetan materi sehingga bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Penelitian ini menghasilkan suatu produk bahan ajar berupa e-learning berformat slide, Portable Document Format (PDF), dan Vidio yang dapat dijadikan media pembelajaran. Penelitian ini juga menghasilkan bahan ajar online yang dapat diakses dan diunduh melalui link bit.ly/komputermusikdasar.
MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI MUSIK SISWA KELAS VIII SMP METHODIST 9 MEDAN TAHUN AJARAN 2011/2012 Rianti Manalu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v1i3.2895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar seni musik siswa kelas VIII melalui pembelajaran koperatif Make A Match. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Methodist 9 Medan Tahun Ajaran 2011/2012 dengan subjek adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 40 orang. Dalam pengumpulan data teknik digunakan tes hasil belajar, wawancara, observasi lapangan, studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelasnya adalah 66,75. Pada siklus II nilai rata-rata kelas 80, menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 13,25. Dan kelulusan secara klasikal pada siklus I mencapai 60% (24 orang) sedangkan pada siklus II mencapai 90% (36 orang). Dengan demikian model pembelajaran koperatif make a match dapat meningkatkan hasil belajar seni musik siswa. Dapat disimpulkan bahwa yang menyebabkan rendahnya hasil belajar seni musik siswa kelas VIII SMP Methodist 9 Medan Tahun Ajaran 2011/2012 adalah cara mengajar guru yang membosankan, guru cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional sehingga siswa merasa bosan, malas belajar dan keadaan seperti ini menyebabkan siswa belajar secara individu, kurang melibatkan interaksi sosial dan cara meningkatkan hasil belajar seni musik siswa kelas VIII SMP Methodist 9 Medan tahun ajaran 2011/2012 adalah dengan cara menerapkan model pembelajaran koperatif make a match. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Make A Match, Seni Musi

Page 8 of 41 | Total Record : 403


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue